{"id":53653,"date":"2021-03-20T15:01:41","date_gmt":"2021-03-20T08:01:41","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=53653"},"modified":"2021-03-23T08:55:40","modified_gmt":"2021-03-23T01:55:40","slug":"sri-lanka-klarifikasi-pelarangan-burkak-dan-cadar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/sri-lanka-klarifikasi-pelarangan-burkak-dan-cadar\/","title":{"rendered":"Sri Lanka Klarifikasi Pelarangan Burkak dan Cadar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id - Pemerintah Sri Lanka\u00a0menyatakan sampai saat ini belum ada keputusan apapun\u00a0mengenai usulan pelarangan burkak\u00a0dan\u00a0cadar (niqab),\u00a0sekaligus mengklarifikasi pemberitaan yang beredar sebelumnya. \\\"Hingga saat ini, larangan tersebut masih berupa rancangan yang memerlukan pembahasan lebih lanjut. Rancangan ini dibuat sebagai tindakan pencegahan atas dasar alasan keamanan nasional,\\\" kata Sekretaris Kementerian Luar Negeri Sri Lanka, Jayanath Colombage, dalam pernyataan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (18\/3). Rancangan aturan itu, kata Jayanath, dibuat menyusul penyelidikan peristiwa Bom Paskah pada 2019 lalu. \\\"Pemerintah Sri Lanka akan melakukan dialog dan konsultasi dengan berbagai pihak terkait, dalam waktu yang sangat memadai untuk mencapai konsensus mengenai rancangan ini,\\\" tambah Jayanath. Pemerintah Sri Lanka dilaporkan menutup lebih dari seribu madrasah dan melarang pemakaian burkak dengan alasan keamanan nasional. Menteri Keamanan Dalam Negeri Sri Lanka, Sarath Weerasekera, menyatakan sudah meneken lembar persetujuan kabinet untuk melarang penutup wajah penuh yang dipakai oleh Muslimah di negara tersebut. \\\"Dulu, perempuan dan gadis Muslim tidak pernah mengenakan burkak. Itu adalah tanda ekstremisme agama yang muncul baru-baru ini. Kami pasti akan melarangnya,\\\" kata Sarath, seperti dikutip Reuters pada 14 Maret lalu. Tak hanya itu, pemerintah Sri Lanka juga berniat menutup lebih dari 1.000 madrasah. Penutupan dilakukan terhadap madrasah yang dianggap melanggar kebijakan pendidikan nasional. \\\"Tidak ada yang bisa membuka sekolah dan mengajarkan apa pun yang Anda inginkan kepada anak-anak,\\\" ucap Sarath. Pada 2019, Sri Lanka sempat melarang penggunaan burkak. Larangan itu diterapkan setelah insiden pengeboman gereja dan hotel oleh teroris. Insiden tersebut menewaskan 250 orang di Sri Lanka. Selepas peristiwa itu, Gotabaya Rajapaksa yang terpilih menjadi presiden menjanjikan tindakan keras terhadap ekstremisme. (isa\/ayp)\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Pemerintah <strong>Sri Lanka<\/strong>\u00a0menyatakan sampai saat ini belum ada keputusan apapun\u00a0mengenai usulan pelarangan <strong>burkak<\/strong>\u00a0dan\u00a0<strong>cadar<\/strong> (niqab),\u00a0sekaligus mengklarifikasi pemberitaan yang beredar sebelumnya.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>&#8220;Hingga saat ini, larangan tersebut masih berupa rancangan yang memerlukan pembahasan lebih lanjut. Rancangan ini dibuat sebagai tindakan pencegahan atas dasar alasan keamanan nasional,&#8221; kata Sekretaris Kementerian Luar Negeri Sri Lanka, Jayanath Colombage, dalam pernyataan resmi yang diterima <em>CNNIndonesia.com<\/em>, Kamis (18\/3).<\/p>\n<p>Rancangan aturan itu, kata Jayanath, dibuat menyusul penyelidikan peristiwa Bom Paskah pada 2019 lalu.<\/p>\n<p>&#8220;Pemerintah Sri Lanka akan melakukan dialog dan konsultasi dengan berbagai pihak terkait, dalam waktu yang sangat memadai untuk mencapai konsensus mengenai rancangan ini,&#8221; tambah Jayanath.<\/p>\n<p>Pemerintah Sri Lanka dilaporkan menutup lebih dari seribu madrasah dan melarang pemakaian burkak dengan alasan keamanan nasional.<\/p>\n<p>Menteri Keamanan Dalam Negeri Sri Lanka, Sarath Weerasekera, menyatakan sudah meneken lembar persetujuan kabinet untuk melarang penutup wajah penuh yang dipakai oleh Muslimah di negara tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Dulu, perempuan dan gadis Muslim tidak pernah mengenakan burkak. Itu adalah tanda ekstremisme agama yang muncul baru-baru ini. Kami pasti akan melarangnya,&#8221; kata Sarath, seperti dikutip <em>Reuters<\/em> pada 14 Maret lalu.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, pemerintah Sri Lanka juga berniat menutup lebih dari 1.000 madrasah. Penutupan dilakukan terhadap madrasah yang dianggap melanggar kebijakan pendidikan nasional.<\/p>\n<p>&#8220;Tidak ada yang bisa membuka sekolah dan mengajarkan apa pun yang Anda inginkan kepada anak-anak,&#8221; ucap Sarath.<\/p>\n<p>Pada 2019, Sri Lanka sempat melarang penggunaan burkak. Larangan itu diterapkan setelah insiden pengeboman gereja dan hotel oleh teroris.<\/p>\n<p>Insiden tersebut menewaskan 250 orang di Sri Lanka. Selepas peristiwa itu, Gotabaya Rajapaksa yang terpilih menjadi presiden menjanjikan tindakan keras terhadap ekstremisme.<\/p>\n<p><b>(isa\/ayp)<\/b><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Pemerintah Sri Lanka\u00a0menyatakan sampai saat ini belum ada keputusan apapun\u00a0mengenai usulan pelarangan burkak\u00a0dan\u00a0cadar (niqab),\u00a0sekaligus mengklarifikasi pemberitaan yang beredar sebelumnya. &#8220;Hingga saat ini, larangan tersebut masih berupa rancangan yang memerlukan pembahasan lebih lanjut. Rancangan ini dibuat sebagai tindakan pencegahan atas dasar alasan keamanan nasional,&#8221; kata Sekretaris Kementerian Luar Negeri Sri Lanka, Jayanath Colombage, dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":53654,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"CNN","source_url":"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/internasional\/20210318164501-113-619257\/sri-lanka-klarifikasi-pelarangan-burkak-dan-cadar","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"22"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[22],"tags":[],"class_list":["post-53653","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional"],"better_featured_image":{"id":53654,"alt_text":"","caption":"","description":"055f229f8805bc8f6f0dc48816a96db7","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/sri-lanka-klarifikasi-pelarangan-burkak-dan-cadar_60556bf68a9f4.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/sri-lanka-klarifikasi-pelarangan-burkak-dan-cadar_60556bf68a9f4.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/sri-lanka-klarifikasi-pelarangan-burkak-dan-cadar_60556bf68a9f4.jpeg"},"categories_detail":[{"id":22,"name":"Internasional","description":"","slug":"internasional","count":158,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/sri-lanka-klarifikasi-pelarangan-burkak-dan-cadar_60556bf68a9f4.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1355","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53653","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53653"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53653\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53654"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53653"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53653"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53653"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}