{"id":53971,"date":"2021-03-26T08:41:20","date_gmt":"2021-03-26T01:41:20","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=53971"},"modified":"2021-03-26T08:41:31","modified_gmt":"2021-03-26T01:41:31","slug":"kekerasan-dalam-rumah-tangga-menurut-kristen-pandangan-dan-hukumannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/kekerasan-dalam-rumah-tangga-menurut-kristen-pandangan-dan-hukumannya\/","title":{"rendered":"Kekerasan Dalam Rumah Tangga Menurut Kristen: Pandangan dan Hukumannya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Kekerasan Dalam Rumah Tangga Menurut Kristen: Pandangan dan Hukumannya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Kekerasan Dalam Rumah Tangga Menurut Kristen: Pandangan dan Hukumannya Diakonia.id - Kekerasan dalam rumah tangga menurut Kristen. Pada dasarnya dalam setiap agama pasti memiliki pandangan tersendiri berkaitan dengan kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga. Baik itu agama Kristen bahkan agama lainnya. Jelas kekerasan dalam rumah tangga akan sangat dilarang hal ini jelas diungkapkan dan disampaikan dari agama apapun. bahkan perceraian dalam kristen juga dilarang terlebih dikarenakan adanya masalah dalam keluarga. Namun pembahasan kali ini akan secara khusus akan menaggapai hal tersebut dari kacamata rohani ajaran agama Kristen dengan spesifik Kekerasan Dalam Rumah Tangga Menurut Kristen, ajaran, pandangan dan hukumnya. Terutama yang akan berkaitan dengan prinsip dasar pernikahan kristen. Pandangan Menurut Kristen TerhadapKekerasan Dalam Rumah Tangga Kekerasan dalam rumah tangga sebenarnya bukan hal baru lagi yang kita dengar untuk saat ini, mungkin hal ini sering kita jumpai yang mana sering melihat kejadian ini secara nyata dengan mata kepada sendiri. Memang pada dasarnya kekerasan bukan hanya terjadi dalam keluarga saja masih banyak lagi sebenarnya kekerasan yang sering terjadi serta dengan alasan bermacam-macam. Dari kekerasan dalam rumah tangga yang sering menjadi korban biasanya seorang istri. Maka dari itu harus belajar menjadi suami yang baik menurut alkitab. Namun kekerasan dalam rumah tangga atau (KDRT) hal ini biasanya dipicu dengan adanya masalah internal yang mungkin dilakukan salah satu dari anggota keluarga tersebut, misalnya kekerasan yang dilakukan oleh seorang suami. Sangat penting untuk seorang suami memahami tanggung jawab ayah dalam keluarga kristen, atau mencari solusi dari permasalahan yang dialami. Dengan tidak menemukan jalan keluar pada saat emosi jelas akan menimbulkan konflik bahkan mengakibatkan konflik fisik. Dengan kekerasan rumah tangga ini, maka kita akan membahas bagaimana pandangan Kristen dengan hal tersebut. Dari pelanggaran tersebut sebenarnya ada ayat alkitab tentang pelanggaran ham. Tetapi sebenarnya jelas jika kekerasan dalam rumah tangga tidak diijinkan dan tidak berkenan dengan ajaran agama Kristen. Efesus5:21mengatakan \u201cdan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takutakan Kristus.\u201d Ayat ini mengejarkan untuk saling merendahkan diridan tidak untuk saling membanggakan dan menilai jika dirisendiri yang benar danpaling berkuasa dalam keluarga. Namun dalam ayat ini mengajarkan bagaimanaharus selalu bersikap rendah diri baik bagi istri maupun bagi suami. Efesus5:22-24 mengatakan \u201c22 Hai isteri, tunduklah kepadasuamimu seperti kepada Tuhan, 23 karena suami adalah kepala isterisama seperti Kristus adalah kepala\u00a0jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. 24 Karena itusebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suamidalam segala sesuatu.\u201d Dalam ayat ini memang menjelaskan jika seorang istriharus tunduk kepada suami, namun tidak juga suami harus bersikap semena-menakepada istri yang mana harus juga menghargainya dan tidak membuat tindak fisikyang menyakiti dari istri tersebut. Efesus5:25-33 mengatakan \u201c25Hai suami, kasihilahisterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkandiri-Nya baginya 26untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannyadengan memandikannya dengan air dan firman, 27supaya dengan demikianIa menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat ataukerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. 28Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnyasendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. 29Sebabtidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya danmerawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, 30 karena kitaadalah anggota tubuh-Nya. 31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkanayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadisatu daging. 32Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubunganKristus dan jemaat. 33Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masingberlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklahmenghormati suaminya.\u201d Dalam ayat ini sangat jelas bukan jika suami tidak seharusnya bertindak semaunya kepada istrinya melainkan harus memiliki kasih sabagaimana Kristus mengasihi jemaat. Ayat ini juga mengajarkan jika suami harus rela berkorban untuk istrinya tanpa alasan apapun. perilaku tersebut juga termasuk dalam contoh kebudayaan yang sesuai dengan iman kristen. Sangat jelas sekali dengan beberapa ayat diatas jika kekerasan dalam rumah tangga sangat bertentangan dengan ajaran agama Kristen. Bahkan hal tersebut sudah disampaikan dalam Alkitab. Hukum Kekerasan Dalam Rumah Tangga Berbicara hukum terkait dengan kekerasan dalam rumah tangga sebenarnya ada dua hal yang perlu diperhatikan. Kekerasan dalam rumah tangga bila dinilai dari kacamata hokum dunia, jelas hal tersebut sudah melanggar dari aturan dan UU. Bahkan dengan tindak kekerasan dalam rumah tangga bisa saja akan dikenakan pasal KUHP yang sudah ditetapkan dalam Negara Indonesia. Banyak sekali yang menyatakan dalam UU Indonesia jika KDRT memang salah satu tindak criminal bahkan akan mendapatkan hukuman yang sangat berat. Terlepas dari hukum yang ada di UU, kekerasan dalam rumah tangga juga jelas melanggar aturan yang ada dalam ajaran agama terlebih dalam ajaran agama Kristen. Memang betul dalam ayat alkitab tidak menjelaskan dengan rinci hukuman apa yang nantinya akan didapatkan seperti yang ada dalam UU. Namun hal tersebut jelas bertentangan dengan apa yang sudah diajarkan Tuhan Yesus kepada kita selama ini. Sebagai orang Kristen perlu kite mengikuti keteladanan samuel yang mana selalu mengikuti dari ajaran yang Tuhan Yesus perintahkan. Terjadinya kekerasan dalam rumah tangga sama saja mencoreng dan tidak mengindahkan dari apa yang sudah diajarkan Tuhan Yesus kepada kita selama ini. Ajaran yang diberikan Tuhan Yesus jelas menjalaskan jika kita harus saling mengasihi satu sama lain terlebih dalam anggota keluarga. Pada dasarnya kekerasan dalam rumah tangga tidak akan pernah terjadi bila menanamkan konsep kasih dalam keluarga tersebut dan menlandasi sebuah keluarga dengan takut akan Tuhan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Kekerasan dalam rumah tangga menurut Kristen. Pada dasarnya dalam setiap agama pasti memiliki pandangan tersendiri berkaitan dengan kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga. Baik itu agama Kristen bahkan agama lainnya. Jelas kekerasan dalam rumah tangga akan sangat dilarang hal ini jelas diungkapkan dan disampaikan dari agama apapun. bahkan perceraian dalam kristen juga dilarang terlebih dikarenakan adanya masalah dalam keluarga. Namun pembahasan kali ini akan secara khusus akan menaggapai hal tersebut dari kacamata rohani ajaran agama Kristen dengan spesifik Kekerasan Dalam Rumah Tangga Menurut Kristen, ajaran, pandangan dan hukumnya. Terutama yang akan berkaitan dengan prinsip dasar pernikahan kristen.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p><strong>Pandangan Menurut Kristen TerhadapKekerasan Dalam Rumah Tangga<\/strong><\/p>\n<p>Kekerasan dalam rumah tangga sebenarnya bukan hal baru lagi yang kita dengar untuk saat ini, mungkin hal ini sering kita jumpai yang mana sering melihat kejadian ini secara nyata dengan mata kepada sendiri. Memang pada dasarnya kekerasan bukan hanya terjadi dalam keluarga saja masih banyak lagi sebenarnya kekerasan yang sering terjadi serta dengan alasan bermacam-macam. Dari kekerasan dalam rumah tangga yang sering menjadi korban biasanya seorang istri. Maka dari itu harus belajar menjadi suami yang baik menurut alkitab. Namun kekerasan dalam rumah tangga atau (KDRT) hal ini biasanya dipicu dengan adanya masalah internal yang mungkin dilakukan salah satu dari anggota keluarga tersebut, misalnya kekerasan yang dilakukan oleh seorang suami.<\/p>\n<p>Sangat penting untuk seorang suami memahami tanggung jawab ayah dalam keluarga kristen, atau mencari solusi dari permasalahan yang dialami. Dengan tidak menemukan jalan keluar pada saat emosi jelas akan menimbulkan konflik bahkan mengakibatkan konflik fisik. Dengan kekerasan rumah tangga ini, maka kita akan membahas bagaimana pandangan Kristen dengan hal tersebut. Dari pelanggaran tersebut sebenarnya ada ayat alkitab tentang pelanggaran ham. Tetapi sebenarnya jelas jika kekerasan dalam rumah tangga tidak diijinkan dan tidak berkenan dengan ajaran agama Kristen.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Efesus5:21<\/strong>mengatakan \u201cdan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takutakan Kristus.\u201d<\/li>\n<\/ul>\n<p>Ayat ini mengejarkan untuk saling merendahkan diridan tidak untuk saling membanggakan dan menilai jika dirisendiri yang benar danpaling berkuasa dalam keluarga. Namun dalam ayat ini mengajarkan bagaimanaharus selalu bersikap rendah diri baik bagi istri maupun bagi suami.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Efesus5:22-24<\/strong> mengatakan \u201c<sup>22<\/sup> Hai isteri, tunduklah kepadasuamimu seperti kepada Tuhan, <sup>23<\/sup> karena suami adalah kepala isterisama seperti Kristus adalah kepala\u00a0jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. <sup>24<\/sup> Karena itusebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suamidalam segala sesuatu.\u201d<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dalam ayat ini memang menjelaskan jika seorang istriharus tunduk kepada suami, namun tidak juga suami harus bersikap semena-menakepada istri yang mana harus juga menghargainya dan tidak membuat tindak fisikyang menyakiti dari istri tersebut.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Efesus5:25-33<\/strong> mengatakan \u201c<sup>25<\/sup>Hai suami, kasihilahisterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkandiri-Nya baginya<sup> 26<\/sup>untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannyadengan memandikannya dengan air dan firman, <sup>27<\/sup>supaya dengan demikianIa menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat ataukerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. <sup>28<\/sup>Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnyasendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. <sup>29<\/sup>Sebabtidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya danmerawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, <sup>30<\/sup> karena kitaadalah anggota tubuh-Nya. <sup>31<\/sup> Sebab itu laki-laki akan meninggalkanayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadisatu daging. <sup>32<\/sup>Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubunganKristus dan jemaat. <sup>33<\/sup>Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masingberlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklahmenghormati suaminya.\u201d<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dalam ayat ini sangat jelas bukan jika suami tidak seharusnya bertindak semaunya kepada istrinya melainkan harus memiliki kasih sabagaimana Kristus mengasihi jemaat. Ayat ini juga mengajarkan jika suami harus rela berkorban untuk istrinya tanpa alasan apapun. perilaku tersebut juga termasuk dalam contoh kebudayaan yang sesuai dengan iman kristen. Sangat jelas sekali dengan beberapa ayat diatas jika kekerasan dalam rumah tangga sangat bertentangan dengan ajaran agama Kristen. Bahkan hal tersebut sudah disampaikan dalam Alkitab.<\/p>\n<p><strong>Hukum Kekerasan Dalam Rumah Tangga <\/strong><\/p>\n<p>Berbicara hukum terkait dengan kekerasan dalam rumah tangga sebenarnya ada dua hal yang perlu diperhatikan. Kekerasan dalam rumah tangga bila dinilai dari kacamata hokum dunia, jelas hal tersebut sudah melanggar dari aturan dan UU. Bahkan dengan tindak kekerasan dalam rumah tangga bisa saja akan dikenakan pasal KUHP yang sudah ditetapkan dalam Negara Indonesia. Banyak sekali yang menyatakan dalam UU Indonesia jika KDRT memang salah satu tindak criminal bahkan akan mendapatkan hukuman yang sangat berat. Terlepas dari hukum yang ada di UU, kekerasan dalam rumah tangga juga jelas melanggar aturan yang ada dalam ajaran agama terlebih dalam ajaran agama Kristen.<\/p>\n<p>Memang betul dalam ayat alkitab tidak menjelaskan dengan rinci hukuman apa yang nantinya akan didapatkan seperti yang ada dalam UU. Namun hal tersebut jelas bertentangan dengan apa yang sudah diajarkan Tuhan Yesus kepada kita selama ini. Sebagai orang Kristen perlu kite mengikuti keteladanan samuel yang mana selalu mengikuti dari ajaran yang Tuhan Yesus perintahkan. Terjadinya kekerasan dalam rumah tangga sama saja mencoreng dan tidak mengindahkan dari apa yang sudah diajarkan Tuhan Yesus kepada kita selama ini. Ajaran yang diberikan Tuhan Yesus jelas menjalaskan jika kita harus saling mengasihi satu sama lain terlebih dalam anggota keluarga. Pada dasarnya kekerasan dalam rumah tangga tidak akan pernah terjadi bila menanamkan konsep kasih dalam keluarga tersebut dan menlandasi sebuah keluarga dengan takut akan Tuhan.<\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kekerasan Dalam Rumah Tangga Menurut Kristen: Pandangan dan Hukumannya Diakonia.id &#8211; Kekerasan dalam rumah tangga menurut Kristen. Pada dasarnya dalam setiap agama pasti memiliki pandangan tersendiri berkaitan dengan kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga. Baik itu agama Kristen bahkan agama lainnya. Jelas kekerasan dalam rumah tangga akan sangat dilarang hal ini jelas diungkapkan dan disampaikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":41133,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"tuhanyesus.org","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"70"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[70],"tags":[],"class_list":["post-53971","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-relasi"],"better_featured_image":{"id":41133,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg?fit=500%2C337&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg"},"categories_detail":[{"id":70,"name":"Keluarga &amp; Relasi","description":"","slug":"relasi","count":76,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg?fit=500%2C337&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"6310","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53971","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53971"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53971\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41133"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53971"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53971"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53971"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}