{"id":54179,"date":"2021-03-31T17:41:00","date_gmt":"2021-03-31T10:41:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=54179"},"modified":"2021-03-29T23:51:00","modified_gmt":"2021-03-29T16:51:00","slug":"biara-dan-gereja-kristen-koptik-pada-masa-awal-di-mesir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/biara-dan-gereja-kristen-koptik-pada-masa-awal-di-mesir\/","title":{"rendered":"Biara dan Gereja Kristen Koptik pada Masa Awal di Mesir"},"content":{"rendered":"<p>Biara dan Gereja Kristen Koptik pada Masa Awal di Mesir<\/p>\n<p><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Biara dan Gereja Kristen Koptik pada Masa Awal di Mesir Diakonia.id - Penemuan reruntuhan biara dan gereja Kristen di Mesir menjadi suatu bukti sejarah munculnya Kristen Koptik di negeri piramida itu. Tim arkeologi Norwegia dan Prancis menemukan bangunan tersebut yang diduga berasal dari abad ke-4 hingga ke-7 Masehi. Penemuan baru ini membuktikan kehidupan para biarawan dalam gereja Koptik Mesir. \u00a0 Sumber: Wikimedia Commons \u00a0 Reruntuhan bangunan terbuat dari batu bata lumpur, batu basal, dan batuan dasar. Situs bersejarah ini ditemukan di Oasis Bahariya yang jaraknya sekita 370 kilometer barat daya kota Kairo. \u00a0 Sumber: Wikimedia Commons \u00a0 Dari hasil penyelidikan, pada situs ini terdapat tulisan grafitu dan simbol-simbol Koptik. Menurut kementerian purbakala Mesir, penemuan situs Koptik di sana bukanlah yang pertama kali. Pada tahun 2020, para arkeolog telah menemukan 19 ruang batu yang dipahat serta sebuah gereja yang memiliki coretan tulisan menyerupai grafiti. Tulisan itu ditulis dengan pewarna kuning yang isinya mencakup hal-hal religius dari Alkitab dalam bahasa Yunani. Hal ini mencerminkan sifat kehidupan moastik di wilayah tersebut. \u00a0 \u00a0 Sumber: Wikimedia Commons \u00a0 Arkeolog asal Norwegia menyatakan ruang-ruang batu itu merujuk pada pemukiman para biarawan yang telah tinggal di wilayah tersebut sejak abad ke-5 Masehi. Bangunan itu juga memiliki ruang makan dan ruang hunian bagi para biarawan. Terdapat ostraka atau potngan tembikar dengan pesan tulisan berbahasa Yunani yang diduga berasal dari masa yang sama. Situs biara dan gereja kuno ini menjadi saksi hadirnya jemaat Koptik pertama di Mesir pasca runtuhnya agama Mesir kuno. Situs bersejarah ini menambah bukti dalam periode sejarah keagamaan di Mesir. Sumber: livescience.com \u00a0\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <br \/><strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; <span class=\"Textweb__StyledText-sc-1fa9e8r-0 laLMaB\">Penemuan reruntuhan biara dan gereja Kristen di Mesir menjadi suatu bukti sejarah munculnya Kristen Koptik di negeri piramida itu. Tim arkeologi Norwegia dan Prancis menemukan bangunan tersebut yang diduga berasal dari abad ke-4 hingga ke-7 Masehi. Penemuan baru ini membuktikan kehidupan para biarawan dalam gereja Koptik Mesir.<\/span><\/p>\n<div class=\"StoryRenderer__EditorWrapper-mnwwoh-0 gZLNBF\">\n<div class=\"components__NormalWidth-kpb67a-0 components__FullWidth-kpb67a-1 jxuNGw kCqlrE\" data-key=\"40078\">\u00a0<\/div>\n<div class=\"components__NormalWidth-kpb67a-0 components__Inset-kpb67a-3 jxuNGw cwlOLr\" data-key=\"40081\">\n<figure class=\"Helper__StyledFigure-sc-5998y0-6 XbWcq\" data-key=\"40081\">\n<div class=\"Helper__MediaWrapper-sc-5998y0-7 idKDxH\" data-key=\"40082\">\n<div class=\"ImageLoader__Placeholder-sc-16hvfjk-0 gkfkA\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/biara-dan-gereja-kristen-koptik-pada-masa-awal-di-mesir_6061aee77df81.jpeg?ssl=1\" alt=\"Biara dan Gereja Kristen Koptik pada Masa Awal di Mesir (917)\"  \/><\/div>\n<\/div>\n<figcaption class=\"Helper__MediaCaption-sc-5998y0-9 OTlsy\" data-key=\"40085\">Sumber: Wikimedia Commons<\/figcaption>\n<\/figure>\n<\/div>\n<div class=\"TextBoxweb__StyledTextBox-sc-1wzqkk1-0 hwNlLi\">\u00a0<\/div>\n<div class=\"components__NormalWidth-kpb67a-0 jxuNGw\" data-key=\"40096\">\n<div>\n<p>Reruntuhan bangunan terbuat dari batu bata lumpur, batu basal, dan batuan dasar. Situs bersejarah ini ditemukan di Oasis Bahariya yang jaraknya sekita 370 kilometer barat daya kota Kairo.<\/p>\n<\/div>\n<div style=\"width: 100%;\">\u00a0<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"components__NormalWidth-kpb67a-0 components__Inset-kpb67a-3 jxuNGw cwlOLr\" data-key=\"40097\">\n<figure class=\"Helper__StyledFigure-sc-5998y0-6 XbWcq\" data-key=\"40097\">\n<div class=\"Helper__MediaWrapper-sc-5998y0-7 idKDxH\" data-key=\"40098\">\n<div class=\"ImageLoader__Placeholder-sc-16hvfjk-0 fDvXKm\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/biara-dan-gereja-kristen-koptik-pada-masa-awal-di-mesir_6061aeed93bbd.jpeg?ssl=1\" alt=\"Biara dan Gereja Kristen Koptik pada Masa Awal di Mesir (918)\"  \/><\/div>\n<\/div>\n<figcaption class=\"Helper__MediaCaption-sc-5998y0-9 OTlsy\" data-key=\"40101\">Sumber: Wikimedia Commons<\/figcaption>\n<\/figure>\n<\/div>\n<div class=\"components__NormalWidth-kpb67a-0 jxuNGw\" data-key=\"40107\">\n<div>\n<div class=\"TextBoxweb__StyledTextBox-sc-1wzqkk1-0 hwNlLi\">\u00a0<\/div>\n<div class=\"components__NormalWidth-kpb67a-0 jxuNGw\" data-key=\"40096\">\n<div>\n<p>Dari hasil penyelidikan, pada situs ini terdapat tulisan grafitu dan simbol-simbol Koptik. Menurut kementerian purbakala Mesir, penemuan situs Koptik di sana bukanlah yang pertama kali. Pada tahun 2020, para arkeolog telah menemukan 19 ruang batu yang dipahat serta sebuah gereja yang memiliki coretan tulisan menyerupai grafiti. Tulisan itu ditulis dengan pewarna kuning yang isinya mencakup hal-hal religius dari Alkitab dalam bahasa Yunani. Hal ini mencerminkan sifat kehidupan moastik di wilayah tersebut.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"width: 100%;\">\u00a0<\/div>\n<div>\u00a0<\/div>\n<div class=\"StoryRenderer__EditorWrapper-mnwwoh-0 gZLNBF\">\n<div class=\"components__NormalWidth-kpb67a-0 components__Inset-kpb67a-3 jxuNGw cwlOLr\" data-key=\"40108\">\n<figure class=\"Helper__StyledFigure-sc-5998y0-6 XbWcq\" data-key=\"40108\">\n<div class=\"Helper__MediaWrapper-sc-5998y0-7 idKDxH\" data-key=\"40109\">\n<div class=\"ImageLoader__Placeholder-sc-16hvfjk-0 kMAIJH\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/biara-dan-gereja-kristen-koptik-pada-masa-awal-di-mesir_6061aeee1f537.jpeg?ssl=1\" alt=\"Biara dan Gereja Kristen Koptik pada Masa Awal di Mesir (919)\"  \/><\/div>\n<\/div>\n<figcaption class=\"Helper__MediaCaption-sc-5998y0-9 OTlsy\" data-key=\"40112\">Sumber: Wikimedia Commons<\/figcaption>\n<\/figure>\n<\/div>\n<div class=\"components__NormalWidth-kpb67a-0 jxuNGw\" data-key=\"40123\">\n<div>\u00a0<\/div>\n<div style=\"width: 100%;\">\n<p>Arkeolog asal Norwegia menyatakan ruang-ruang batu itu merujuk pada pemukiman para biarawan yang telah tinggal di wilayah tersebut sejak abad ke-5 Masehi. Bangunan itu juga memiliki ruang makan dan ruang hunian bagi para biarawan. Terdapat ostraka atau potngan tembikar dengan pesan tulisan berbahasa Yunani yang diduga berasal dari masa yang sama.<\/p>\n<p>Situs biara dan gereja kuno ini menjadi saksi hadirnya jemaat Koptik pertama di Mesir pasca runtuhnya agama Mesir kuno. Situs bersejarah ini menambah bukti dalam periode sejarah keagamaan di Mesir.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"components__NormalWidth-kpb67a-0 jxuNGw\" data-key=\"40124\">\n<div class=\"Viewweb__StyledView-p5eu6e-0 eWGaoq track_paragraph\" data-key=\"40124\">\n<div class=\"TextBoxweb__StyledTextBox-sc-1wzqkk1-0 hwNlLi\"><span class=\"Textweb__StyledText-sc-1fa9e8r-0 laLMaB\">Sumber: livescience.com <\/span><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>\u00a0<\/p>\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Biara dan Gereja Kristen Koptik pada Masa Awal di Mesir Diakonia.id &#8211; Penemuan reruntuhan biara dan gereja Kristen di Mesir menjadi suatu bukti sejarah munculnya Kristen Koptik di negeri piramida itu. Tim arkeologi Norwegia dan Prancis menemukan bangunan tersebut yang diduga berasal dari abad ke-4 hingga ke-7 Masehi. Penemuan baru ini membuktikan kehidupan para biarawan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":54307,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","video":"","gallery":"","source_name":"Kumparan","source_url":"https:\/\/kumparan.com\/potongan-nostalgia\/biara-dan-gereja-kristen-koptik-pada-masa-awal-di-mesir-1vOQ40STf8E\/full","via_name":"","via_url":"","override":[{"single_blog_custom":"","sidebar":"","second_sidebar":"","share_position":"","share_float_style":"","post_date_format":"","post_date_format_custom":"","post_reading_time_wpm":"","zoom_button_out_step":"1","zoom_button_in_step":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"","single_post_gallery_size":""}],"trending_post_position":"","trending_post_label":"","sponsored_post_label":"","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"109"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[109],"tags":[],"class_list":["post-54179","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-site"],"better_featured_image":{"id":54307,"alt_text":"","caption":"","description":"108098aa32ee3b882f0c548a10ad9591","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/biara-dan-gereja-kristen-koptik-pada-masa-awal-di-mesir_6061aeed93bbd.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/biara-dan-gereja-kristen-koptik-pada-masa-awal-di-mesir_6061aeed93bbd.jpeg?fit=640%2C427&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/biara-dan-gereja-kristen-koptik-pada-masa-awal-di-mesir_6061aeed93bbd.jpeg"},"categories_detail":[{"id":109,"name":"Situs Bersejarah","description":"","slug":"site","count":30,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/biara-dan-gereja-kristen-koptik-pada-masa-awal-di-mesir_6061aeed93bbd.jpeg?fit=640%2C427&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":1,"views":"1885","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54179","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54179"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54179\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54307"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54179"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54179"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54179"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}