{"id":54218,"date":"2021-03-28T21:39:24","date_gmt":"2021-03-28T14:39:24","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=54218"},"modified":"2021-03-28T21:39:31","modified_gmt":"2021-03-28T14:39:31","slug":"minggu-palma-kenangan-akan-kedatangan-yesus-di-yerusalem","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/minggu-palma-kenangan-akan-kedatangan-yesus-di-yerusalem\/","title":{"rendered":"Minggu Palma, Kenangan akan Kedatangan Yesus di Yerusalem"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Perayaan Minggu Palma menandai awal Pekan Suci jelang kebangkitan Yesus. Sejak tahun lalu rasanya situasi pandemi merenggut kemeriahan Minggu Palma dan berganti jadi ibadah online. Meski tak ada perarakan dan lambaian daun palma berjamaah, tentu makna Minggu Palma tidak luntur begitu saja. Terlebih umat tetap bisa menggenggam sebatang daun palma atau palem segar sembari memuji Tuhan. Minggu Palma merupakan perayaan dalam rangka mengenang kedatangan Yesus di kota Yerusalem. Yesus mengendarai keledai yang sarat akan simbol perdamaian, bukan kuda yang identik dengan perang. Yesus disambut meriah bak raja, khalayak bersorak, bernyanyi dengan melambaikan daun palma. Hal ini tertulis dalam Injil Yohanes 12:13. &quot;Mereka (orang banyak) mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru: Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!&quot; Kemudian dalam Injil Matius, Markus dan Lukas disebut orang banyak menghamparkan pakaian mereka di jalan. Tidak seperti Yohanes, Markus dan Matius menuliskan orang-orang memotong ranting-ranting pohon dan disebarkan di jalan. Perayaan Minggu Palma dengan simbol daun palma memiliki makna pujian dan kemuliaan, kemenangan dan damai. Bernadus menambahkan arti simbolis daun palma pun tertulis dalam kitab Wahyu 7:9-10. &quot;Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru: Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!&quot; Pada akhirnya, masa awal Pekan Suci ini pun kita diingatkan bahwa ada kerelaan Yesus untuk masuk kota Yerusalem meski tahu Dia akan menyerahkan nyawa-Nya untuk kita. Stefanus Tay dan Ingrid Listiati, pasangan suami istri awam yang menyelesaikan studi S2 di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, AS, mengingatkan bahwa Dia melakukannya dengan sukacita. &quot;Sukacita dan salib bagi Kristus adalah bagaikan dua permukaan pada satu koin atau dua serat jalinan benang. Itu adalah dua hal yang terjalin karena cinta, namun cinta inilah yang mengalahkan dunia dan segala kejahatan,&quot; tulis mereka\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Perayaan Minggu Palma menandai awal Pekan Suci jelang kebangkitan Yesus. Sejak tahun lalu rasanya situasi pandemi merenggut kemeriahan Minggu Palma dan berganti jadi ibadah online.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Meski tak ada perarakan dan lambaian daun palma berjamaah, tentu makna Minggu Palma tidak luntur begitu saja. Terlebih umat tetap bisa menggenggam sebatang daun palma atau palem segar sembari memuji Tuhan.<\/p>\n<p>Minggu Palma merupakan perayaan dalam rangka mengenang kedatangan Yesus di kota Yerusalem. Yesus mengendarai keledai yang sarat akan simbol perdamaian, bukan kuda yang identik dengan perang.<\/p>\n<p>Yesus disambut meriah bak raja, khalayak bersorak, bernyanyi dengan melambaikan daun palma. Hal ini tertulis dalam Injil Yohanes 12:13.<\/p>\n<p>&#8220;Mereka (orang banyak) mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru: Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!&#8221;<\/p>\n<p>Kemudian dalam Injil Matius, Markus dan Lukas disebut orang banyak menghamparkan pakaian mereka di jalan. Tidak seperti Yohanes, Markus dan Matius menuliskan orang-orang memotong ranting-ranting pohon dan disebarkan di jalan.<\/p>\n<p>Perayaan Minggu Palma dengan simbol daun palma memiliki makna pujian dan kemuliaan, kemenangan dan damai. Bernadus menambahkan arti simbolis daun palma pun tertulis dalam kitab Wahyu 7:9-10.<\/p>\n<p>&#8220;Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru: Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!&#8221;<\/p>\n<p>Pada akhirnya, masa awal Pekan Suci ini pun kita diingatkan bahwa ada kerelaan Yesus untuk masuk kota Yerusalem meski tahu Dia akan menyerahkan nyawa-Nya untuk kita. Stefanus Tay dan Ingrid Listiati, pasangan suami istri awam yang menyelesaikan studi S2 di Universitas Ave Maria &#8211; Institute for Pastoral Theology, AS, mengingatkan bahwa Dia melakukannya dengan sukacita.<\/p>\n<p>&#8220;Sukacita dan salib bagi Kristus adalah bagaikan dua permukaan pada satu koin atau dua serat jalinan benang. Itu adalah dua hal yang terjalin karena cinta, namun cinta inilah yang mengalahkan dunia dan segala kejahatan,&#8221; tulis mereka<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Perayaan Minggu Palma menandai awal Pekan Suci jelang kebangkitan Yesus. Sejak tahun lalu rasanya situasi pandemi merenggut kemeriahan Minggu Palma dan berganti jadi ibadah online. Meski tak ada perarakan dan lambaian daun palma berjamaah, tentu makna Minggu Palma tidak luntur begitu saja. Terlebih umat tetap bisa menggenggam sebatang daun palma atau palem segar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":54219,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"CNN","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"5"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-54218","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gereja"],"better_featured_image":{"id":54219,"alt_text":"","caption":"","description":"c0f986cfb68f366cc06128c1c41ef472","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/minggu-palma-kenangan-akan-kedatangan-yesus-di-yerusalem_605ff85fb7f4a.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/minggu-palma-kenangan-akan-kedatangan-yesus-di-yerusalem_605ff85fb7f4a.jpeg?fit=650%2C366&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/minggu-palma-kenangan-akan-kedatangan-yesus-di-yerusalem_605ff85fb7f4a.jpeg"},"categories_detail":[{"id":5,"name":"Gereja","description":"","slug":"gereja","count":204,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/minggu-palma-kenangan-akan-kedatangan-yesus-di-yerusalem_605ff85fb7f4a.jpeg?fit=650%2C366&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1750","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54218","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54218"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54218\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54219"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54218"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54218"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54218"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}