{"id":54405,"date":"2021-03-31T10:30:00","date_gmt":"2021-03-31T03:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=54405"},"modified":"2021-03-30T22:26:29","modified_gmt":"2021-03-30T15:26:29","slug":"kesaksian-juru-parkir-pengadang-pasutri-bom-katedral-makassar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/kesaksian-juru-parkir-pengadang-pasutri-bom-katedral-makassar\/","title":{"rendered":"Kesaksian Juru Parkir Pengadang Pasutri Bom Katedral Makassar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id - Cosmas Balalembang (52), juru parkir di Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28\/3) pagi, tengah mengatur keluar masuk kendaraan jemaat pada transisi misa kedua ke misa ketiga. Ia yang sudah bertugas di Katedral sekitar 10 tahun itu kemudian melihat sepeda motor yang ditumpangi\u00a0dua orang memaksa\u00a0masuk ke area Gereja. Tubuh kecilnya kemudian menahan kendaraan itu masuk dengan alasan sederhana. Yakni, ibadah telah selesai, sejumlah anggota jemaat hendak keluar gereja, dan salah satu pemotor itu menggunakan pakaian yang identik dengan umat agama lain. \\\"Waktu itu beberapa umat mau keluar, pagar mulai terbuka. Ada yang keluar dan ada yang masuk,\\\"\u00a0ujar Cosmas saat mengurai kejadian nahas tersebut kepada sejumlah pejabat nasional hingga daerah yang datang menjenguknya di RS Bhayangkara Makassar, Senin (29\/3) dikutip dari Antara. Ia sempat menahan pemotor\u00a0yang kemudian diketahui pasangan suami istri itu\u00a0dari jarak sekitar 2 meter. Tak dikira, ledakan terjadi. \\\"Jadi saya tahan. Tiba-tiba meledak, langsung saya bilang \\'Tuhan tolong saya\\',\\\" cetusnya. Akibat ledakan bom itu, Cosmas mengalami luka bakar di bagian depan badannya\u00a0meski tidak serius jika dibandingkan kekuatan bom. Sementara, tubuh pelaku bom bunuh diri hancur. \\\"Puji Tuhan, Cosmas menahan tetapi herannya kenapa bisa hanya luka-luka bakar di badan, padahal dia berdiri tidak sampai 2 meter dari pelaku,\\\" sambung Pastor Joni Payuk selaku CICM Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Makassar. Atas usahanya\u00a0menahan dua pemotor\u00a0itu, ratusan anggota jemaat yang masih berada di dalam maupun di luar gedung Gereja terselamatkan. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut, selain dua pelaku bom bunuh diri itu. Meski begitu, 19 orang mengalami luka-luka, termasuk Cosmas. Kini, Cosmas yang terkena luka bakar bersama sejumlah korban lainnya dirawat di RS Bhayangkara setelah sebelumnya mendapat tindakan pertama dari RS Stella Maris. Di sana, pengobatannya\u00a0menjadi tanggungan negara. Pastor Joni menyebut\u00a0Cosmas,\u00a0yang saat ini masih terbaring di RS Bhayangkara Makassar, dikenal sebagai sosok yang tak banyak bicara, penuh perhatian, dan selalu sigap mengarahkan kendaraan yang hendak keluar masuk dari Gereja Katedral Makassar guna mencegah kecelakaan\u00a0dan mengurai kemacetan. \\\"Dia perhatian sekali, jika ada mobil mau keluar, dia jaga agar tidak terjadi kecelakaan,\\\" kata dia. Sejumlah pejabat pun menjengkuk\u00a0para korban di RS Bhayangkara, Makassar, Senin (29\/3, mulai dari Wali Kota Makassar Danny Pomanto, Plt. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. \\\"Kemarin juga saya ke sini, dan hari ini sudah ada kemajuan. Kita harap semoga cepat pulih,\\\" ucap Danny. Sebelumnya, bom berkategori\u00a0high explosive\u00a0meledak di area depan gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28\/3) pagi. Polisi menyebut pelaku merupakan bagian dari kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan pernah melakukan pengeboman di Jolo, Filipina.\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <br \/><strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Cosmas Balalembang (52), juru parkir di <strong>Gereja Katedral<\/strong>, Jalan Kajaolalido, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28\/3) pagi, tengah mengatur keluar masuk kendaraan jemaat pada transisi misa kedua ke misa ketiga.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Ia yang sudah bertugas di Katedral sekitar 10 tahun itu kemudian melihat sepeda motor yang ditumpangi\u00a0dua orang memaksa\u00a0masuk ke area Gereja. Tubuh kecilnya kemudian menahan kendaraan itu masuk dengan alasan sederhana.<\/p>\n<p>Yakni, ibadah telah selesai, sejumlah anggota jemaat hendak keluar gereja, dan salah satu pemotor itu menggunakan pakaian yang identik dengan umat agama lain.<\/p>\n<p>&#8220;Waktu itu beberapa umat mau keluar, pagar mulai terbuka. Ada yang keluar dan ada yang masuk,&#8221;\u00a0ujar Cosmas saat mengurai kejadian nahas tersebut kepada sejumlah pejabat nasional hingga daerah yang datang menjenguknya di RS Bhayangkara Makassar, Senin (29\/3) dikutip dari <em>Antara<\/em>.<\/p>\n<p>Ia sempat menahan pemotor\u00a0yang kemudian diketahui pasangan suami istri itu\u00a0dari jarak sekitar 2 meter. Tak dikira, ledakan terjadi.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi saya tahan. Tiba-tiba meledak, langsung saya bilang &#8216;Tuhan tolong saya&#8217;,&#8221; cetusnya.<\/p>\n<p>Akibat ledakan bom itu, Cosmas mengalami luka bakar di bagian depan badannya\u00a0meski tidak serius jika dibandingkan kekuatan bom. Sementara, tubuh pelaku bom bunuh diri hancur.<\/p>\n<p>&#8220;Puji Tuhan, Cosmas menahan tetapi herannya kenapa bisa hanya luka-luka bakar di badan, padahal dia berdiri tidak sampai 2 meter dari pelaku,&#8221; sambung Pastor Joni Payuk selaku CICM Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Makassar.<\/p>\n<p>Atas usahanya\u00a0menahan dua pemotor\u00a0itu, ratusan anggota jemaat yang masih berada di dalam maupun di luar gedung Gereja terselamatkan.<\/p>\n<p>Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut, selain dua pelaku bom bunuh diri itu. Meski begitu, 19 orang mengalami luka-luka, termasuk Cosmas.<\/p>\n<p>Kini, Cosmas yang terkena luka bakar bersama sejumlah korban lainnya dirawat di RS Bhayangkara setelah sebelumnya mendapat tindakan pertama dari RS Stella Maris. Di sana, pengobatannya\u00a0menjadi tanggungan negara.<\/p>\n<p>Pastor Joni menyebut\u00a0Cosmas,\u00a0yang saat ini masih terbaring di RS Bhayangkara Makassar, dikenal sebagai sosok yang tak banyak bicara, penuh perhatian, dan selalu sigap mengarahkan kendaraan yang hendak keluar masuk dari Gereja Katedral Makassar guna mencegah kecelakaan\u00a0dan mengurai kemacetan.<\/p>\n<p>&#8220;Dia perhatian sekali, jika ada mobil mau keluar, dia jaga agar tidak terjadi kecelakaan,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Sejumlah pejabat pun menjengkuk\u00a0para korban di RS Bhayangkara, Makassar, Senin (29\/3, mulai dari Wali Kota Makassar Danny Pomanto, Plt. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.<\/p>\n<p>&#8220;Kemarin juga saya ke sini, dan hari ini sudah ada kemajuan. Kita harap semoga cepat pulih,&#8221; ucap Danny.<\/p>\n<p>Sebelumnya, bom berkategori\u00a0<em>high explosive<\/em>\u00a0meledak di area depan gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28\/3) pagi. Polisi menyebut pelaku merupakan bagian dari kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan pernah melakukan pengeboman di Jolo, Filipina.<br \/><b><\/b><\/p>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Cosmas Balalembang (52), juru parkir di Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28\/3) pagi, tengah mengatur keluar masuk kendaraan jemaat pada transisi misa kedua ke misa ketiga. Ia yang sudah bertugas di Katedral sekitar 10 tahun itu kemudian melihat sepeda motor yang ditumpangi\u00a0dua orang memaksa\u00a0masuk ke area Gereja. Tubuh kecilnya kemudian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":54406,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"CNN","source_url":"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20210330070122-12-623650\/kesaksian-juru-parkir-pengadang-pasutri-bom-katedral-makassar","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[3],"tags":[410,7],"class_list":["post-54405","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-katedral-makassar","tag-terorisme"],"better_featured_image":{"id":54406,"alt_text":"","caption":"","description":"de2df08cc8470f11e33d310f8ac43ef0","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/kesaksian-juru-parkir-pengadang-pasutri-bom-katedral-makassar_60629b677dce9.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/kesaksian-juru-parkir-pengadang-pasutri-bom-katedral-makassar_60629b677dce9.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/kesaksian-juru-parkir-pengadang-pasutri-bom-katedral-makassar_60629b677dce9.jpeg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/kesaksian-juru-parkir-pengadang-pasutri-bom-katedral-makassar_60629b677dce9.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"859","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54405","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54405"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54405\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54406"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54405"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54405"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54405"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}