{"id":54419,"date":"2021-04-03T13:30:00","date_gmt":"2021-04-03T06:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=54419"},"modified":"2021-03-30T22:46:55","modified_gmt":"2021-03-30T15:46:55","slug":"mengintip-rumah-bertema-kuburan-dan-peti-mati-seharga-rp32-m","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/mengintip-rumah-bertema-kuburan-dan-peti-mati-seharga-rp32-m\/","title":{"rendered":"Mengintip Rumah Bertema Kuburan dan Peti Mati Seharga Rp3,2 M"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Membuat tema khusus pada\u00a0rumah yang akan ditinggali memang menjadi ide yang menarik. Anda bisa menuangkan ragam hal yang Anda sukai, seperti menciptakan rumah bertema alam, vintage, bergaya beach house, dan sebagainya. Dan mungkin seperti salah satu rumah di Maryland, AS, yang tengah viral di Twitter. Rumah tersebut mengusung tema unik sekaligus menyeramkan, yakni kuburan dan peti mati. Rumah dengan suasana serba hitam dan putih itu memiliki ruang bawah tanah, halaman dengan dekorasi layaknya kuburan, serta pajangan dan kamar tidur berupa peti mati. Seperti dikutip New York Post, rumah seluas 140 meter persegi ini memiliki harga jual senilai US$255 ribu atau sekitar Rp3,25 miliar. Lalu, bagaimana dengan isinya? Bagian luar rumah yang &#039;angker&#039; ini memiliki tangga hitam mengarah ke teras tertutup kecil. Fasad rumah dua lantai ini dicat bata abu-abu dengan trim hitam. Begitu masuk, Anda akan disambut dengan ruang tamu yang memiliki pintu dengan cat warna hitam,\u00a0 sofa\u00a0kulit\u00a0serta karpet abu-abu gelap. Tak luput hiasan berupa patung malaikat maut berjubah seperti keluar dari dinding dan beberapa foto hitam-putih - termasuk foto guillotine, mobil jenazah kuno, hantu yang mengintip dari toilet dan sepasang anak kembar di ayunan. Pajangan itu sendiri menghadap ke arah peti mati besar dengan salib yang menempati sudut rumah. Di sisi lain, beberapa peti mati kecil tergantung di dinding. Sementara itu, di bagian dapur memiliki lemari hitam dan peralatan di dinding berwarna putih. Menuju ke arah kamar, terdapat tangga berkarpet hitam dengan pagar menyerupai jaring laba-laba, di mana Anda kemudian akan disambut oleh bangku gereja hitam dengan bantal merah (satu-satunya warna cerah di rumah itu) dan di atasnya tergantung lampu akrilik hitam. Kamar tidur di rumah ini memiliki langit-langit dengan lima sisi, seolah memberikan kesan sedang tidur di dalam peti mati. Langit-langit di atas tempat tidur juga ditutupi cermin, yang mungkin untuk membantu orang yang tidur di sana memvisualisasikan dirinya di dalam peti mati. Bergeser ke ruang bawah tanah, ruangan ini masih tampak kosong dengan karpet abu-abu, dinding hitam dan langit-langit yang tampak belum rampung. Tempat itu hanya diisi dua kursi istirahat yang menghadap ke sebuah televisi besar. Kamar yang menyerupai bentuk di dalam sebuah peti mati. (dok. Redfin.com) Halaman rumah berupa kuburan Dengan suasana kelam yang dibangun di dalam rumah, bagian luar pun diciptakan untuk melengkapi itu. Begitu pergi ke halaman belakang, pemandangan yang terlibat\u00a0adalah batu nisan bertuliskan &#039;RIP&#039; serta salib-salib yang ditancapkan ke tanah. Di balik itu, terdapat pagar hitam menuju area bar dengan tanda bertuliskan &#039;Cemetery&#039; atau kuburan. Di bar tersebut,\u00a0dihiasi dengan sebuah kulkas yang juga diubah bak peti mati dengan bagian atas ditutupi jaring laba-laba, patung tengkorak serta label &#039;cemetery gates.&#039; Di sampingnya, bertengger sebuah gudang kecil berpagar besi dengan salib bertuliskan &quot;Crypt&quot;. Di sisi lain halaman belakang, ada sebuah jalan setapak mengarah ke perapian dan garasi hitam dengan mural tengkorak dan pintu jaring laba-laba. Menurut laporan, rumah ini tampaknya telah disewa selama tiga tahun terakhir, dan tidak jelas dekorasi tersebut berasal dari pemilik atau penyewa. Halaman belakang rumah yang menyerupai kuburan. (dok. Redfin.com) \u00a0\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/><strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Membuat tema khusus pada\u00a0<strong>rumah<\/strong> yang akan ditinggali memang menjadi ide yang menarik. Anda bisa menuangkan ragam hal yang Anda sukai, seperti menciptakan rumah bertema alam, vintage, bergaya beach house, dan sebagainya.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\">\n<p>Dan mungkin seperti salah satu rumah di Maryland, AS, yang tengah viral di Twitter. Rumah tersebut mengusung tema unik sekaligus menyeramkan, yakni kuburan dan peti mati.<\/p>\n<p>Rumah dengan suasana serba hitam dan putih itu memiliki ruang bawah tanah, halaman dengan dekorasi layaknya kuburan, serta pajangan dan kamar tidur berupa peti mati.<\/p>\n<p>Seperti dikutip <em>New York Post<\/em>, rumah seluas 140 meter persegi ini memiliki harga jual senilai US$255 ribu atau sekitar Rp3,25 miliar.<\/p>\n<p>Lalu, bagaimana dengan isinya?<\/p>\n<p>Bagian luar rumah yang &#8216;angker&#8217; ini memiliki tangga hitam mengarah ke teras tertutup kecil. Fasad rumah dua lantai ini dicat bata abu-abu dengan trim hitam.<\/p>\n<p>Begitu masuk, Anda akan disambut dengan ruang tamu yang memiliki pintu dengan cat warna hitam,\u00a0 sofa\u00a0kulit\u00a0serta karpet abu-abu gelap.<\/p>\n<p>Tak luput hiasan berupa patung malaikat maut berjubah seperti keluar dari dinding dan beberapa foto hitam-putih &#8211; termasuk foto guillotine, mobil jenazah kuno, hantu yang mengintip dari toilet dan sepasang anak kembar di ayunan.<\/p>\n<p>Pajangan itu sendiri menghadap ke arah peti mati besar dengan salib yang menempati sudut rumah. Di sisi lain, beberapa peti mati kecil tergantung di dinding.<\/p>\n<p>Sementara itu, di bagian dapur memiliki lemari hitam dan peralatan di dinding berwarna putih.<\/p>\n<p>Menuju ke arah kamar, terdapat tangga berkarpet hitam dengan pagar menyerupai jaring laba-laba, di mana Anda kemudian akan disambut oleh bangku gereja hitam dengan bantal merah (satu-satunya warna cerah di rumah itu) dan di atasnya tergantung lampu akrilik hitam.<\/p>\n<p>Kamar tidur di rumah ini memiliki langit-langit dengan lima sisi, seolah memberikan kesan sedang tidur di dalam peti mati. Langit-langit di atas tempat tidur juga ditutupi cermin, yang mungkin untuk membantu orang yang tidur di sana memvisualisasikan dirinya di dalam peti mati.<\/p>\n<p>Bergeser ke ruang bawah tanah, ruangan ini masih tampak kosong dengan karpet abu-abu, dinding hitam dan langit-langit yang tampak belum rampung. Tempat itu hanya diisi dua kursi istirahat yang menghadap ke sebuah televisi besar.<\/p>\n<table class=\"pic_artikel_sisip_table\" align=\"center\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>\n<div class=\"pic_artikel_sisip\" align=\"center\">\n<div class=\"pic\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" title=\"rumah peti mati\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/akcdn.detik.net.id\/community\/media\/visual\/2021\/03\/30\/rumah-peti-mati-1_169.jpeg?ssl=1\" alt=\"rumah peti mati\" \/><\/div>\n<div class=\"pic\">Kamar yang menyerupai bentuk di dalam sebuah peti mati. (dok. Redfin.com)<\/div>\n<\/div>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h3>Halaman rumah berupa kuburan<\/h3>\n<p>Dengan suasana kelam yang dibangun di dalam rumah, bagian luar pun diciptakan untuk melengkapi itu.<\/p>\n<p>Begitu pergi ke halaman belakang, pemandangan yang terlibat\u00a0adalah batu nisan bertuliskan &#8216;RIP&#8217; serta salib-salib yang ditancapkan ke tanah. Di balik itu, terdapat pagar hitam menuju area bar dengan tanda bertuliskan &#8216;Cemetery&#8217; atau kuburan.<\/p>\n<p>Di bar tersebut,\u00a0dihiasi dengan sebuah kulkas yang juga diubah bak peti mati dengan bagian atas ditutupi jaring laba-laba, patung tengkorak serta label &#8216;cemetery gates.&#8217;<\/p>\n<p>Di sampingnya, bertengger sebuah gudang kecil berpagar besi dengan salib bertuliskan &#8220;Crypt&#8221;.<\/p>\n<p>Di sisi lain halaman belakang, ada sebuah jalan setapak mengarah ke perapian dan garasi hitam dengan mural tengkorak dan pintu jaring laba-laba.<\/p>\n<p>Menurut laporan, rumah ini tampaknya telah disewa selama tiga tahun terakhir, dan tidak jelas dekorasi tersebut berasal dari pemilik atau penyewa.<\/p>\n<table class=\"pic_artikel_sisip_table\" align=\"center\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>\n<div class=\"pic_artikel_sisip\" align=\"center\">\n<div class=\"pic\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" title=\"rumah peti mati\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/akcdn.detik.net.id\/community\/media\/visual\/2021\/03\/30\/rumah-peti-mati-2_169.jpeg?ssl=1\" alt=\"rumah peti mati\" \/><\/div>\n<div class=\"pic\">Halaman belakang rumah yang menyerupai kuburan. (dok. Redfin.com)<\/div>\n<\/div>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<p>\u00a0<\/p>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Membuat tema khusus pada\u00a0rumah yang akan ditinggali memang menjadi ide yang menarik. Anda bisa menuangkan ragam hal yang Anda sukai, seperti menciptakan rumah bertema alam, vintage, bergaya beach house, dan sebagainya. Dan mungkin seperti salah satu rumah di Maryland, AS, yang tengah viral di Twitter. Rumah tersebut mengusung tema unik sekaligus menyeramkan, yakni [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":54420,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"CNN","source_url":"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/gaya-hidup\/20210330093855-277-623705\/mengintip-rumah-bertema-kuburan-dan-peti-mati-seharga-rp32-m","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"69"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[69,3],"tags":[],"class_list":["post-54419","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-inspirasi","category-umum"],"better_featured_image":{"id":54420,"alt_text":"","caption":"","description":"6950d358a77a9d53a6ef65f27700955e","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/mengintip-rumah-bertema-kuburan-dan-peti-mati-seharga-rp32-m_6062b2455aeaa.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/mengintip-rumah-bertema-kuburan-dan-peti-mati-seharga-rp32-m_6062b2455aeaa.jpeg?fit=650%2C366&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/mengintip-rumah-bertema-kuburan-dan-peti-mati-seharga-rp32-m_6062b2455aeaa.jpeg"},"categories_detail":[{"id":69,"name":"Inspirasi","description":"","slug":"inspirasi","count":10,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/mengintip-rumah-bertema-kuburan-dan-peti-mati-seharga-rp32-m_6062b2455aeaa.jpeg?fit=650%2C366&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1434","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54419","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54419"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54419\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54420"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54419"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54419"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54419"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}