{"id":54438,"date":"2021-03-31T21:45:00","date_gmt":"2021-03-31T14:45:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=54438"},"modified":"2021-03-30T22:56:51","modified_gmt":"2021-03-30T15:56:51","slug":"4-terduga-teroris-di-makassar-dibaiat-di-markas-ormas-terlarang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/4-terduga-teroris-di-makassar-dibaiat-di-markas-ormas-terlarang\/","title":{"rendered":"4 terduga teroris di Makassar dibaiat di markas Ormas terlarang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan empat terduga teroris yang ditangkap pascaledakan bom bunuh diri gereja Katedral, Kota Makassar telah dibaiat di markas salah satu ormas terlarang.&quot;Perannya ikut dalam perencanaan mengikuti kajian di Villa Mutiara dan telah berbaiat di markas organisasi yang terlarang yang saat itu dipimpin Ustadz Basri,&quot; kata Ramadhan di Gedung Humas Polri, Jakarta, Selasa. Keempat terduga tersebut, berinisial AS, SAS, RM dan AN, selain dibaiat, mereka juga sudah mengikut Idad atau pengambilan sumpah setia sebagai anggota kelompok. Menurut Ramadhan, keempat terduga teroris memiliki keterkaitan dengan dua pelaku bom bunuh diri di gerbang gereja Katedral Kota Makassar, L dan YSF. &quot;AS memiliki peran ikut dalam perencanaan aksi &#039;amaliyah&#039; bersama L dan YSF, juga mengikuti kajian di Vila Mutiara,&quot; kata Ramadhan. Kemudian terduga SAS yang mengetahui betul tentang perencanaan bom bunuh diri yang dilakukan pasangan suami istri L dan YSF. Untuk terduga RM memiliki peran melakukan survei ke lokasi tempat &#039;amaliyah&#039; L dan YSF. &quot;Artinya sudah direncanakan titik dilakukan aksi &#039;amaliyah&#039; L dan YSF,&quot; kata Ramadhan. Selanjutnya terduga AN juga mengikuti perencanaan dan kajian dan berbaiat ke Abu Bakar Al Baghdadi petolan kelompok militan ISIS. Sehari setelah penangkapan 4 terduga di Makassar, Tim Densus 88 Anti Teror kembali menangkap 3 terduga teroris, ketiganya adalah perempuan. Sehingga total ada 9 terduga teroris yang ditangkap terkait bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar, termasuk 2 pelaku bom bunuh diri yang sudah tewas. Mereka yang dibaiat di markas organisasi terlarang tahun 2015 berikarar setia kepada ISIS, sedangkan baiat di Villa Mutiara tahun 2019 berikrar kepada JAD. Seperti diberitakan sebelumnya, telah terjadi ledakan bom bunuh diri di gerbang masuk Gereja Katedral Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28\/3) pukul 10.30 WITA. Kejadian tersebut mengakibatkan dua pelaku bom bunuh diri yakni pasangan suami istri tewas di lokasi, dan sekitar 14 orang terluka.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan empat terduga teroris yang ditangkap pascaledakan bom bunuh diri gereja Katedral, Kota Makassar telah dibaiat di markas salah satu ormas terlarang.&#8221;Perannya ikut dalam perencanaan mengikuti kajian di Villa Mutiara dan telah berbaiat di markas organisasi yang terlarang yang saat itu dipimpin Ustadz Basri,&#8221; kata Ramadhan di Gedung Humas Polri, Jakarta, Selasa.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Keempat terduga tersebut, berinisial AS, SAS, RM dan AN, selain dibaiat, mereka juga sudah mengikut Idad atau pengambilan sumpah setia sebagai anggota kelompok.<b><\/b><\/p>\n<p>Menurut Ramadhan, keempat terduga teroris memiliki keterkaitan dengan dua pelaku bom bunuh diri di gerbang gereja Katedral Kota Makassar, L dan YSF.<\/p>\n<p>&#8220;AS memiliki peran ikut dalam perencanaan aksi &#8216;amaliyah&#8217; bersama L dan YSF, juga mengikuti kajian di Vila Mutiara,&#8221; kata Ramadhan.<\/p>\n<p>Kemudian terduga SAS yang mengetahui betul tentang perencanaan bom bunuh diri yang dilakukan pasangan suami istri L dan YSF.<\/p>\n<p>Untuk terduga RM memiliki peran melakukan survei ke lokasi tempat &#8216;amaliyah&#8217; L dan YSF.<\/p>\n<p>&#8220;Artinya sudah direncanakan titik dilakukan aksi &#8216;amaliyah&#8217; L dan YSF,&#8221; kata Ramadhan.<b><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p>Selanjutnya terduga AN juga mengikuti perencanaan dan kajian dan berbaiat ke Abu Bakar Al Baghdadi petolan kelompok militan ISIS.<\/p>\n<p>Sehari setelah penangkapan 4 terduga di Makassar, Tim Densus 88 Anti Teror kembali menangkap 3 terduga teroris, ketiganya adalah perempuan. Sehingga total ada 9 terduga teroris yang ditangkap terkait bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar, termasuk 2 pelaku bom bunuh diri yang sudah tewas.<\/p>\n<p>Mereka yang dibaiat di markas organisasi terlarang tahun 2015 berikarar setia kepada ISIS, sedangkan baiat di Villa Mutiara tahun 2019 berikrar kepada JAD.<\/p>\n<p>Seperti diberitakan sebelumnya, telah terjadi ledakan bom bunuh diri di gerbang masuk Gereja Katedral Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28\/3) pukul 10.30 WITA.<\/p>\n<p>Kejadian tersebut mengakibatkan dua pelaku bom bunuh diri yakni pasangan suami istri tewas di lokasi, dan sekitar 14 orang terluka.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan empat terduga teroris yang ditangkap pascaledakan bom bunuh diri gereja Katedral, Kota Makassar telah dibaiat di markas salah satu ormas terlarang.&#8221;Perannya ikut dalam perencanaan mengikuti kajian di Villa Mutiara dan telah berbaiat di markas organisasi yang terlarang yang saat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48910,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","video":"","gallery":"","source_name":"Antara","source_url":"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/2072090\/4-terduga-teroris-di-makassar-dibaiat-di-markas-ormas-terlarang","via_name":"","via_url":"","override":[{"single_blog_custom":"","sidebar":"","second_sidebar":"","share_position":"","share_float_style":"","post_date_format":"","post_date_format_custom":"","post_reading_time_wpm":"","zoom_button_out_step":"1","zoom_button_in_step":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"","single_post_gallery_size":""}],"trending_post_position":"","trending_post_label":"","sponsored_post_label":"","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[7],"class_list":["post-54438","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-terorisme"],"better_featured_image":{"id":48910,"alt_text":"","caption":"","description":"51fabd9e9fe42283b7e28f6f930738c2","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/densus-88-tembak-mati-terduga-teroris-jad-di-makassar_5ff6c33a5202c.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/densus-88-tembak-mati-terduga-teroris-jad-di-makassar_5ff6c33a5202c.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/densus-88-tembak-mati-terduga-teroris-jad-di-makassar_5ff6c33a5202c.jpeg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/densus-88-tembak-mati-terduga-teroris-jad-di-makassar_5ff6c33a5202c.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"849","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54438","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54438"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54438\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48910"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54438"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54438"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54438"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}