{"id":54778,"date":"2021-04-03T13:21:30","date_gmt":"2021-04-03T06:21:30","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=54778"},"modified":"2021-04-03T13:21:32","modified_gmt":"2021-04-03T06:21:32","slug":"kronologi-penemuan-benda-mencurigakan-di-gereja-effatha","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/kronologi-penemuan-benda-mencurigakan-di-gereja-effatha\/","title":{"rendered":"Kronologi Penemuan Benda Mencurigakan di Gereja Effatha"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Benda mencurigakan ditemukan di sekitar Gereja Effatha, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (2\/4). Berdasarkan informasi yang dihimpun, benda mencurigakan itu berupa buku tebal dengan tampilan muka berupa sebuah majalah yang terkenal dengan isu-isu keagamaan. Kejadian ini bermula ketika polisi mendapat laporan warga yang menemukan benda mencurigakan di lingkungan GPIB Effatha sekitar pukul 19.00 WIB. Kapolsek Kebayoran Baru, AKBP Supriyanto mengatakan, tim Gegana Brimob Polda Metro Jaya diterjunkan untuk mengecek benda mencurigakan yang berada di kawasan tersebut. Setelah melakukan pengecekan, benda mencurigakan yang berbentuk buku tersebut tidak mengandung unsur logam. Hal itu dikonfirmasi Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Gatot Mangkurat setelah pihaknya melakukan observasi singkat secara elektrik. &quot;Sudah saya observasi dan scanning tidak ada ditemukan [unsur logam],&quot; kata Gatot pada Jumat (2\/4) malam. Dalam observasi itu, pihaknya juga menyatakan bahwa tidak ada rangkaian bom dari benda mencurigakan itu. Namun, pihaknya tetap melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap benda mencurigakan itu. Benda mencurigakan itu kemudian dibawa ke markas Gegana karena dikhawatirkan berbentuk letter bom. Tindakan ini, kata Gatot, tidak membutuhkan waktu lama. Terpisah, Kapolres Jakarta Selatan Azis Andriansyah pada Jumat (2\/4) malam mengatakan, pihaknya sedang melakukan pencarian terhadap orang yang meletakkan benda mencurigakan berbentuk buku tebal di lingkungan Gereja Effatha itu. Polisi juga melakukan tindakan pengamanan dan sterilisasi di area GPIB Effatha. Sementara itu, seluruh kegiatan ibadah di Gereja Effatha dilakukan secara virtual. (chri\/asr)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Benda mencurigakan ditemukan di sekitar <strong>Gereja <\/strong>Effatha, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (2\/4). Berdasarkan informasi yang dihimpun, benda mencurigakan itu berupa buku tebal dengan tampilan muka berupa sebuah majalah yang terkenal dengan isu-isu <strong>keagamaan<\/strong>.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Kejadian ini bermula ketika polisi mendapat laporan warga yang menemukan benda mencurigakan di lingkungan GPIB Effatha sekitar pukul 19.00 WIB.<\/p>\n<p>Kapolsek Kebayoran Baru, AKBP Supriyanto mengatakan, tim Gegana Brimob Polda Metro Jaya diterjunkan untuk mengecek benda mencurigakan yang berada di kawasan tersebut.<\/p>\n<p>Setelah melakukan pengecekan, benda mencurigakan yang berbentuk buku tersebut tidak mengandung unsur logam. Hal itu dikonfirmasi Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Gatot Mangkurat setelah pihaknya melakukan observasi singkat secara elektrik.<\/p>\n<p>&#8220;Sudah saya observasi dan <em>scanning<\/em> tidak ada ditemukan [unsur logam],&#8221; kata Gatot pada Jumat (2\/4) malam.<\/p>\n<p>Dalam observasi itu, pihaknya juga menyatakan bahwa tidak ada rangkaian bom dari benda mencurigakan itu. Namun, pihaknya tetap melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap benda mencurigakan itu.<\/p>\n<p>Benda mencurigakan itu kemudian dibawa ke markas Gegana karena dikhawatirkan berbentuk letter bom. Tindakan ini, kata Gatot, tidak membutuhkan waktu lama.<\/p>\n<p>Terpisah, Kapolres Jakarta Selatan Azis Andriansyah pada Jumat (2\/4) malam mengatakan, pihaknya sedang melakukan pencarian terhadap orang yang meletakkan benda mencurigakan berbentuk buku tebal di lingkungan Gereja Effatha itu.<\/p>\n<p>Polisi juga melakukan tindakan pengamanan dan sterilisasi di area GPIB Effatha. Sementara itu, seluruh kegiatan ibadah di Gereja Effatha dilakukan secara virtual.<\/p>\n<p><b>(chri\/asr)<br \/>\n<\/b><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Benda mencurigakan ditemukan di sekitar Gereja Effatha, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (2\/4). Berdasarkan informasi yang dihimpun, benda mencurigakan itu berupa buku tebal dengan tampilan muka berupa sebuah majalah yang terkenal dengan isu-isu keagamaan. Kejadian ini bermula ketika polisi mendapat laporan warga yang menemukan benda mencurigakan di lingkungan GPIB Effatha sekitar pukul [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":54779,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"CNN","source_url":" https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20210403071622-12-625460\/kronologi-penemuan-benda-mencurigakan-di-gereja-effatha","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[209,7],"class_list":["post-54778","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-radikalisme","tag-terorisme"],"better_featured_image":{"id":54779,"alt_text":"","caption":"","description":"cf87d7ddd5efd3d1c5432e38521755c4","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/kronologi-penemuan-benda-mencurigakan-di-gereja-effatha_6067e0f254dbe.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/kronologi-penemuan-benda-mencurigakan-di-gereja-effatha_6067e0f254dbe.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/kronologi-penemuan-benda-mencurigakan-di-gereja-effatha_6067e0f254dbe.jpeg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/kronologi-penemuan-benda-mencurigakan-di-gereja-effatha_6067e0f254dbe.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1208","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54778","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54778"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54778\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54779"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54778"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54778"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54778"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}