{"id":54947,"date":"2021-04-16T10:23:00","date_gmt":"2021-04-16T03:23:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=54947"},"modified":"2021-04-07T22:41:27","modified_gmt":"2021-04-07T15:41:27","slug":"gereja-gotik-ini-berhias-tulang-belulang-30-000-manusia-korban-wabah-hitam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/gereja-gotik-ini-berhias-tulang-belulang-30-000-manusia-korban-wabah-hitam\/","title":{"rendered":"Gereja Gotik Ini Berhias Tulang Belulang 30.000 Manusia Korban Wabah Hitam"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Gereja Gotik yang berdiri di Sedlec, dekat kota Kutn\u00e1 Hora, Republik Ceko, tampak biasa saja dari luar. Tapi ketika masuk ke ruang bawah tanahnya, Anda akan disambut oleh sesuatu yang mengerikan: tulang belulang ribuan manusia yang dikelantang lalu diukir, menciptakan dekorasi berseni seluas mata memandang. Menurut kisah yang beredar, seorang kepala biara lokal pernah melakukan ziarah ke Yerusalem pada abad ke-13. Ia kembali dengan membawa tanah suci untuk disebarkan di permakaman gereja. Kabar tentang hal itu beredar luas, menyebabkan permakaman Sedlec menjadi salah satu permakaman paling populer di wilayah tersebut. Saat Wabah Hitam melanda Eropa pada abad ke-14, hampir 30.000 korban tewas dimakamkan di permakaman itu. Perang Salib kemudian menambah 10.000 jasad yang dimakamkan di sana, belum lagi pemakaman-pemakaman lain sepanjang waktu. Ketika masyarakat setempat mulai membangun gereja Gotik pada abad ke-15, banyak tulang belulang yang dipindahkan dan ditumpuk di piramida dalam osuarium \u2014tempat menyimpan kerangka jenazah\u2014 di bawah tanah. Semuanya dibiarkan tak terganggu hingga pada tahun 1870, gereja mempekerjakan seorang pemahat kayu lokal, Francis Rint. Rint diminta untuk menciptakan sesuatu yang indah dari tumpukan tulang belulang manusia. Rint berhasil mengerjakan tugasnya. Setelah memutihkan dan mengukir tulang belulang, ia menggunakan tulang-tulang itu untuk menghias ruang-ruang suci. Rint membuat rantai tengkorak yang membentang di sepanjang jalan masuk. Cawan-cawan dan salib dibuat dari tulang panggul dan paha. Bahkan, ada lencana keluarga yang dibuat terperinci terpasang di dinding, sebagai bentuk terima kasih kepada keluarga aristokrat yang mendanai inisiatif tersebut. Namun, mahakarya yang ada di Sedlec ialah lampu gantung istimewa, yang dikatakan menggabungkan setiap tulang dalam tubuh manusia setidaknya satu kali. Lilin-lilin bercahaya dari tengkorak putih yang berkilau, menatap ke bawah, ke arah pengunjung yang berani masuk. Pegawai Sedlec bernama Vendula Krulova menjelaskan bahwa seorang ahli membersihkan tulang-tulang itu satu per satu menggunakan sikat gigi. Osuarium Sedlec hanyalah salah satu dari berbagai destinasi mengerikan di seluruh Eropa. Republik Ceko juga memiliki Ossuarium Brno, dengan tulang sekitar 50.000 manusia. Polandia adalah rumah bagi kapel tengkorak Kaplica Czaszek, Portugal memiliki Capela dos Ossos di \u00c9vora, dan Katakombe Paris berisi sisa-sisa lebih dari enam juta manusia. Namun, Sedlec Ossuary, adalah tujuan kedua yang paling banyak dikunjungi di Republik Ceko, karena hanya satu jam perjalanan kereta dari Praha. Tidak diragukan lagi, tujuan unik membuat dampak yang besar, namun mempengaruhi setiap orang secara berbeda, menurut Krulova: &quot;Ini adalah tempat transendental, penuh dengan pertanyaan, ada yang menemukan kedamaian di sini, ada yang gelisah. Semua orang berbeda, tapi yang pasti kita tahu, suatu hari kita akan sama seperti orang-orang di dalam ossuarium: Memento mori.&quot;\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Gereja Gotik yang berdiri di Sedlec, dekat kota Kutn\u00e1 Hora, Republik Ceko, tampak biasa saja dari luar. Tapi ketika masuk ke ruang bawah tanahnya, Anda akan disambut oleh sesuatu yang mengerikan: tulang belulang ribuan manusia yang dikelantang lalu diukir, menciptakan dekorasi berseni seluas mata memandang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut kisah yang beredar, seorang kepala biara lokal pernah melakukan ziarah ke Yerusalem pada abad ke-13. Ia kembali dengan membawa tanah suci untuk disebarkan di permakaman gereja. Kabar tentang hal itu beredar luas, menyebabkan permakaman Sedlec menjadi salah satu permakaman paling populer di wilayah tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat Wabah Hitam melanda Eropa pada abad ke-14, hampir 30.000 korban tewas dimakamkan di permakaman itu. Perang Salib kemudian menambah 10.000 jasad yang dimakamkan di sana, belum lagi pemakaman-pemakaman lain sepanjang waktu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika masyarakat setempat mulai membangun gereja Gotik pada abad ke-15, banyak tulang belulang yang dipindahkan dan ditumpuk di piramida dalam osuarium \u2014tempat menyimpan kerangka jenazah\u2014 di bawah tanah. Semuanya dibiarkan tak terganggu hingga pada tahun 1870, gereja mempekerjakan seorang pemahat kayu lokal, Francis Rint. Rint diminta untuk menciptakan sesuatu yang indah dari tumpukan tulang belulang manusia.<\/p>\n<p>Rint berhasil mengerjakan tugasnya. Setelah memutihkan dan mengukir tulang belulang, ia menggunakan tulang-tulang itu untuk menghias ruang-ruang suci.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rint membuat rantai tengkorak yang membentang di sepanjang jalan masuk. Cawan-cawan dan salib dibuat dari tulang panggul dan paha. Bahkan, ada lencana keluarga yang dibuat terperinci terpasang di dinding, sebagai bentuk terima kasih kepada keluarga aristokrat yang mendanai inisiatif tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, mahakarya yang ada di Sedlec ialah lampu gantung istimewa, yang dikatakan menggabungkan setiap tulang dalam tubuh manusia setidaknya satu kali. Lilin-lilin bercahaya dari tengkorak putih yang berkilau, menatap ke bawah, ke arah pengunjung yang berani masuk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pegawai Sedlec bernama Vendula Krulova menjelaskan bahwa seorang ahli membersihkan tulang-tulang itu satu per satu menggunakan sikat gigi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Osuarium Sedlec hanyalah salah satu dari berbagai destinasi mengerikan di seluruh Eropa.<br \/>\nRepublik Ceko juga memiliki Ossuarium Brno, dengan tulang sekitar 50.000 manusia.<br \/>\nPolandia adalah rumah bagi kapel tengkorak Kaplica Czaszek, Portugal memiliki Capela dos Ossos di \u00c9vora, dan Katakombe Paris berisi sisa-sisa lebih dari enam juta manusia.<br \/>\nNamun, Sedlec Ossuary, adalah tujuan kedua yang paling banyak dikunjungi di Republik Ceko, karena hanya satu jam perjalanan kereta dari Praha.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak diragukan lagi, tujuan unik membuat dampak yang besar, namun mempengaruhi setiap orang secara berbeda, menurut Krulova:<br \/>\n&#8220;Ini adalah tempat transendental, penuh dengan pertanyaan, ada yang menemukan kedamaian di sini, ada yang gelisah. Semua orang berbeda, tapi yang pasti kita tahu, suatu hari kita akan sama seperti orang-orang di dalam ossuarium: Memento mori.&#8221;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Gereja Gotik yang berdiri di Sedlec, dekat kota Kutn\u00e1 Hora, Republik Ceko, tampak biasa saja dari luar. Tapi ketika masuk ke ruang bawah tanahnya, Anda akan disambut oleh sesuatu yang mengerikan: tulang belulang ribuan manusia yang dikelantang lalu diukir, menciptakan dekorasi berseni seluas mata memandang. Menurut kisah yang beredar, seorang kepala biara lokal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":55159,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"nationalgeographic","source_url":"https:\/\/nationalgeographic.grid.id\/read\/13308431\/gereja-gotik-ini-berhias-tulang-belulang-30-000-manusia-korban-wabah-hitam?page=all","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"109"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[22,109],"tags":[],"class_list":["post-54947","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional","category-site"],"better_featured_image":{"id":55159,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/gereja-sedlec-Ceko.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/gereja-sedlec-Ceko.jpg?fit=700%2C465&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/gereja-sedlec-Ceko.jpg"},"categories_detail":[{"id":22,"name":"Internasional","description":"","slug":"internasional","count":158,"parent":0},{"id":109,"name":"Situs Bersejarah","description":"","slug":"site","count":30,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/gereja-sedlec-Ceko.jpg?fit=700%2C465&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1393","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54947","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54947"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54947\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55159"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54947"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54947"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54947"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}