{"id":55003,"date":"2021-04-11T19:23:00","date_gmt":"2021-04-11T12:23:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=55003"},"modified":"2021-04-09T22:59:04","modified_gmt":"2021-04-09T15:59:04","slug":"merawat-keberagaman-masjid-dan-gereja-berbagi-tembok-selama-55-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/merawat-keberagaman-masjid-dan-gereja-berbagi-tembok-selama-55-tahun\/","title":{"rendered":"Merawat Keberagaman, Masjid dan Gereja Berbagi Tembok Selama 55 Tahun"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Memelihara keberagaman atas perbedaan keyakinan tidaklah sulit. Selama sekitar 50 tahun, dua rumah ibadah berbagi tembok di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pemandangan itu terlihat jelas di Masjid Dakwah Wanita dan Gereja Pantekosta, Bukit Zaitun di Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Dapu-Dapura, Kecamatan Kendari, Kota Kendari. Dua rumah ibadah yang letaknya hanya dipisahkan oleh sekat dinding adalah bukti nyata kehidupan harmonis dan toleransi antarumat beragama di bumi Anoa. Kedua bangunan yang nyaris satu atap itu sama-sama dibangun tahun 1960-an. Gereja Pantekosta berdiri 3 tahun lebih awal dibandingkan Masjid Dakwah Wanita. Kini, setelah\u00a0lebih dari\u00a050 tahun, kedua bangunan ini masih kokoh, hidup berdampingan bagai saudara tanpa pernah terjadi gesekan, apalagi konflik antarkedua umat beragama itu. Salah seorang pengurus Masjid Dakwah Wanita Kendari, Sulfakri Sidik, menuturkan, sejak dulu kehidupan antarumat beragama sangat harmonis. Bangunan masjid dan gereja yang hanya dipisahkan tembok tersebut tidak menjadi penghalang bagi jemaah, baik Muslim maupun Nasrani, untuk menjalankan ibadah masing-masing. Tak pernah tebersit sedikit pun perasaan saling terganggu. Bagi mereka, kedekatan tersebut justru\u00a0sebuah keunikan yang menjadi kebanggaan. &quot;Setiap penyelenggaraan ibadah maupun kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya, kita selalu berkoordinasi dan saling komunikasi. Kita tanya ibadah mereka hari apa, kalau kebetulan waktunya bertepatan dengan ibadah kita, maka pengeras masjid kita kecilkan. Begitu pun sebaliknya, jika mereka ada kebaktian yang bertepatan dengan shalat kita, jadi jadwal kebaktian mereka majukan,&quot; ungkap Sulfakri saat ditemui di Masjid Dakwah Wanita Kendari, Selasa (21\/7\/2015). Sementara itu, pimpinan Jemaat Gereja Pantekosta Bukit Zaitun, Pendeta David Agus Setiawan, menyatakan, masyarakat Kota Kendari sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, terutama dalam kegiatan ibadah, sehingga tak heran jika kedua bangunan rumah ibadah tersebut tetap kokoh berdampingan hingga sekarang. &quot;Dari dulu juga kita sudah hidup berdampingan tanpa pernah ada rasa saling terganggu. Saat-saat masjid belum lama berdiri, mereka belum punya pompa air sehingga kalau mau wudu agak kerepotan. Karena kami waktu itu sudah punya pompa air, ya silakan ambil selang dan tarik airnya ke masjid,&quot; ungkap David. Keharmonisan antara dua umat beragama ini pun, lanjut David, terlihat saat mereka membersihkan lingkungan sekitar. Jika yang melakukan kerja bakti adalah pihak masjid, maka halaman gereja juga ikut dibersihkan. Begitu pun sebaliknya, jika pihaknya yang mengadakan kerja bakti, maka halaman masjid juga ikut dibersihkan. David mengingat, kala isu pembakaran gereja di Jawa Timur sekitar tahun 1997, menyebar hingga ke Kendari. Dia mengaku ada rasa khawatir bahwa gereja mereka akan menjadi sasaran pembakaran. Pihaknya meminta bantuan pengamanan dari kepolisian. Namun, yang terjadi, para remaja masjid tanpa pernah diminta justru ikut bergabung bersama petugas kepolisian dan berjaga-jaga di sekitar gereja. Hingga kini, kedua bangunan tersebut telah menjadi situs sejarah di Kota Kendari. Tak hanya di situ, Gereja GepSultra Jemaat Immanuel dan Masjid Akbar berjejer dan hanya dipisahkan oleh gang kecil menuju permukiman warga di Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Benu-Benua, Kendari. Begitu juga dengan Masjid Agung Al-Kautzar Kendari yang terletak di seberang Gereja Ora Et Labora di Jalan Lawata, Mandonga, Kendari.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; <span class=\"kcmread1114\">Memelihara keberagaman atas perbedaan keyakinan tidaklah sulit. Selama sekitar 50 tahun, dua rumah ibadah berbagi tembok di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).<\/span><\/p>\n<div class=\"read__right read__article\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemandangan itu terlihat jelas di Masjid Dakwah Wanita dan Gereja Pantekosta, Bukit Zaitun di Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Dapu-Dapura, Kecamatan Kendari, Kota Kendari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dua rumah ibadah yang letaknya hanya dipisahkan oleh sekat dinding adalah bukti nyata kehidupan harmonis dan toleransi antarumat beragama di bumi Anoa. Kedua bangunan yang nyaris satu atap itu sama-sama dibangun tahun 1960-an.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gereja Pantekosta berdiri 3 tahun lebih awal dibandingkan Masjid Dakwah Wanita. Kini, setelah\u00a0lebih dari\u00a050 tahun, kedua bangunan ini masih kokoh, hidup berdampingan bagai saudara tanpa pernah terjadi gesekan, apalagi konflik antarkedua umat beragama itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah seorang pengurus Masjid Dakwah Wanita Kendari, Sulfakri Sidik, menuturkan, sejak dulu kehidupan antarumat beragama sangat harmonis. Bangunan masjid dan gereja yang hanya dipisahkan tembok tersebut tidak menjadi penghalang bagi jemaah, baik Muslim maupun Nasrani, untuk menjalankan ibadah masing-masing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak pernah tebersit sedikit pun perasaan saling terganggu. Bagi mereka, kedekatan tersebut justru\u00a0sebuah keunikan yang menjadi kebanggaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Setiap penyelenggaraan ibadah maupun kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya, kita selalu berkoordinasi dan saling komunikasi. Kita tanya ibadah mereka hari apa, kalau kebetulan waktunya bertepatan dengan ibadah kita, maka pengeras masjid kita kecilkan. Begitu pun sebaliknya, jika mereka ada kebaktian yang bertepatan dengan shalat kita, jadi jadwal kebaktian mereka majukan,&#8221; ungkap Sulfakri saat ditemui di Masjid Dakwah Wanita Kendari, Selasa (21\/7\/2015).<\/p>\n<div id=\"div-Inside-MediumRectangle\" style=\"text-align: justify;\" data-google-query-id=\"CN6Gl6XA8e8CFVwBKwodrxcPmg\"><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, pimpinan Jemaat Gereja Pantekosta Bukit Zaitun, Pendeta David Agus Setiawan, menyatakan, masyarakat Kota Kendari sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, terutama dalam kegiatan ibadah, sehingga tak heran jika kedua bangunan rumah ibadah tersebut tetap kokoh berdampingan hingga sekarang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dari dulu juga kita sudah hidup berdampingan tanpa pernah ada rasa saling terganggu. Saat-saat masjid belum lama berdiri, mereka belum punya pompa air sehingga kalau mau wudu agak kerepotan. Karena kami waktu itu sudah punya pompa air, ya silakan ambil selang dan tarik airnya ke masjid,&#8221; ungkap David.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keharmonisan antara dua umat beragama ini pun, lanjut David, terlihat saat mereka membersihkan lingkungan sekitar. Jika yang melakukan kerja bakti adalah pihak masjid, maka halaman gereja juga ikut dibersihkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Begitu pun sebaliknya, jika pihaknya yang mengadakan kerja bakti, maka halaman masjid juga ikut dibersihkan. David mengingat, kala isu pembakaran gereja di Jawa Timur sekitar tahun 1997, menyebar hingga ke Kendari. Dia mengaku ada rasa khawatir bahwa gereja mereka akan menjadi sasaran pembakaran. Pihaknya meminta bantuan pengamanan dari kepolisian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, yang terjadi, para remaja masjid tanpa pernah diminta justru ikut bergabung bersama petugas kepolisian dan berjaga-jaga di sekitar gereja. Hingga kini, kedua bangunan tersebut telah menjadi situs sejarah di Kota Kendari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak hanya di situ, Gereja GepSultra Jemaat Immanuel dan Masjid Akbar berjejer dan hanya dipisahkan oleh gang kecil menuju permukiman warga di Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Benu-Benua, Kendari. Begitu juga dengan Masjid Agung Al-Kautzar Kendari yang terletak di seberang Gereja Ora Et Labora di Jalan Lawata, Mandonga, Kendari.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Memelihara keberagaman atas perbedaan keyakinan tidaklah sulit. Selama sekitar 50 tahun, dua rumah ibadah berbagi tembok di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pemandangan itu terlihat jelas di Masjid Dakwah Wanita dan Gereja Pantekosta, Bukit Zaitun di Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Dapu-Dapura, Kecamatan Kendari, Kota Kendari. Dua rumah ibadah yang letaknya hanya dipisahkan oleh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":55264,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","video":"","gallery":"","source_name":"nationalgeographic","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"single_blog_custom":"","sidebar":"","second_sidebar":"","share_position":"","share_float_style":"","post_date_format":"","post_date_format_custom":"","post_reading_time_wpm":"","zoom_button_out_step":"1","zoom_button_in_step":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"","single_post_gallery_size":""}],"trending_post_position":"","trending_post_label":"","sponsored_post_label":"","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"14"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[14],"tags":[343],"class_list":["post-55003","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kebangsaan","tag-toleransi"],"better_featured_image":{"id":55264,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/gereja-masjid-kendari.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/gereja-masjid-kendari.jpg?fit=700%2C465&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/gereja-masjid-kendari.jpg"},"categories_detail":[{"id":14,"name":"Kebangsaan","description":"","slug":"kebangsaan","count":107,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/gereja-masjid-kendari.jpg?fit=700%2C465&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1267","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55003","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55003"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55003\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55264"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55003"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55003"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55003"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}