{"id":55021,"date":"2021-04-09T10:24:00","date_gmt":"2021-04-09T03:24:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=55021"},"modified":"2021-04-07T22:12:12","modified_gmt":"2021-04-07T15:12:12","slug":"40-000-kerangka-manusia-penuhi-gereja-sedlec-ossuary","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/40-000-kerangka-manusia-penuhi-gereja-sedlec-ossuary\/","title":{"rendered":"40.000 Kerangka Manusia Penuhi Gereja Sedlec Ossuary"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Wisatawan yang ingin merasakan sensasi mengerikan bisa mencoba seharian ke gereja mengerikan ini. Gereja ini dihiasi dengan penyangga lilin dari kerangka manusia, piala yang terbuat dari tulang pinggul dan tengkorak manusia. Setiap sudut mengerikan Sedlec Ossuary dihiasi dengan tulang lebih dari 40.000 kerangka. Republik Ceko &quot;Bone Church&quot; menawarkan pengingat yang sangat mendalam dari keniscayaan kematian. Semua dimulai pada 1278, ketika seorang biarawan dari Sedlec, sebuah kota 80 km timur dari Praha. Biarawan tersebut berziarah ke Yerusalem dan membawa kembali beberapa tanah dari situs penyaliban. Setelah kembali, ia menyebarkan tanah tersebut ke pemakaman gereja lokal. Seperti firman pasir suci tersebar di seluruh Bohemia, kawasan ini menjadi salah satu tempat paling populer untuk pemakaman. Tradisi terus dilakukan hingga abad ke-14, ketika wabah\u00a0Black Death\u00a0menyebar ke seluruh Eropa. Hampir 30.000 orang menjadi korban wabah dari Eropa Tengah yang dimakamkan di sini. The Hussite Wars pada tahun 1419-1434 --perang salib Katolik Roma terhadap reformasi Bohemian-- membawa kehancuran bagi Sedlec dan kota terdekat dari Kutn\u00e1 Hora. Serangan menyebabkan lebih dari 10.000 orang mati, semua dimakamkan di pemakaman Sedlec. Di abad ke-15, banyak tulang yang digali untuk membuat jalan bagi sebuah gereja Gothic. Tulang tersebut ditumpuk dan ditempatkan di piramida dalam osuarium baru yang terletak di bawah tempat ibadah tersebut. Sampai pada tahun 1870, ketika seorang pemahat kayu lokal dipekerjakan untuk membuat keindahan dari tumpukan tulang di bawah gereja. Pemahat tersebut melakukan tugasnya. Tumpukan tulang dapat ditemukan dalam formasi yang fantastis di seluruh gereja. Dimulai dari jejeran tengkorak yang digantung mengelilingi sepanjang jalan masuk gereja, hingga piala dibangun dari tulang pinggul dan femur manusia. Semua itu adalah sebuah lambang keluarga yang dibuat dalam rangka penghormatan kepada aristokrat Bohemian, keluarga Schwarzenberg yang mempekerjakan pemahat pada abad ke-19. Desain inti dari gereja ini adalah lampu luas yang menggabungkan setiap tulang dalam tubuh manusia, dengan tengkorak menatap ke luar pada masing-masing tujuh lengan lampu - dimaksudkan agar para tengkorak enonton keabadian. Tumpukan tengkorak manusia menjadi dekorasi gereja Sedlec Ossuary (Michal Cizek\/Getty via bbc.com)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Wisatawan yang ingin merasakan sensasi mengerikan bisa mencoba seharian ke gereja mengerikan ini. Gereja ini dihiasi dengan penyangga lilin dari kerangka manusia, piala yang terbuat dari tulang pinggul dan tengkorak manusia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap sudut mengerikan Sedlec Ossuary dihiasi dengan tulang lebih dari 40.000 kerangka. Republik Ceko &#8220;Bone Church&#8221; menawarkan pengingat yang sangat mendalam dari keniscayaan kematian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semua dimulai pada 1278, ketika seorang biarawan dari Sedlec, sebuah kota 80 km timur dari Praha. Biarawan tersebut berziarah ke Yerusalem dan membawa kembali beberapa tanah dari situs penyaliban. Setelah kembali, ia menyebarkan tanah tersebut ke pemakaman gereja lokal. Seperti firman pasir suci tersebar di seluruh Bohemia, kawasan ini menjadi salah satu tempat paling populer untuk pemakaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tradisi terus dilakukan hingga abad ke-14, ketika wabah&nbsp;<em>Black Death<\/em>&nbsp;menyebar ke seluruh Eropa. Hampir 30.000 orang menjadi korban wabah dari Eropa Tengah yang dimakamkan di sini. The Hussite Wars pada tahun 1419-1434 &#8211;perang salib Katolik Roma terhadap reformasi Bohemian&#8211; membawa kehancuran bagi Sedlec dan kota terdekat dari Kutn\u00e1 Hora. Serangan menyebabkan lebih dari 10.000 orang mati, semua dimakamkan di pemakaman Sedlec.<\/p>\n<div id=\"div-Inside-MediumRectangle\" style=\"text-align: justify;\" data-google-query-id=\"CNjPu8Ky7O8CFf4AiAkdGQwDfg\"><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di abad ke-15, banyak tulang yang digali untuk membuat jalan bagi sebuah gereja Gothic. Tulang tersebut ditumpuk dan ditempatkan di piramida dalam osuarium baru yang terletak di bawah tempat ibadah tersebut. Sampai pada tahun 1870, ketika seorang pemahat kayu lokal dipekerjakan untuk membuat keindahan dari tumpukan tulang di bawah gereja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemahat tersebut melakukan tugasnya. Tumpukan tulang dapat ditemukan dalam formasi yang fantastis di seluruh gereja. Dimulai dari jejeran tengkorak yang digantung mengelilingi sepanjang jalan masuk gereja, hingga piala dibangun dari tulang pinggul dan femur manusia. Semua itu adalah sebuah lambang keluarga yang dibuat dalam rangka penghormatan kepada aristokrat Bohemian, keluarga Schwarzenberg yang mempekerjakan pemahat pada abad ke-19.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Desain inti dari gereja ini adalah lampu luas yang menggabungkan setiap tulang dalam tubuh manusia, dengan tengkorak menatap ke luar pada masing-masing tujuh lengan lampu &#8211; dimaksudkan agar para tengkorak enonton keabadian.<\/p>\n<div class=\"caption imgcenter\" style=\"text-align: justify;\">Tumpukan tengkorak manusia menjadi dekorasi gereja Sedlec Ossuary (<em>Michal Cizek\/Getty via bbc.com<\/em>)<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Wisatawan yang ingin merasakan sensasi mengerikan bisa mencoba seharian ke gereja mengerikan ini. Gereja ini dihiasi dengan penyangga lilin dari kerangka manusia, piala yang terbuat dari tulang pinggul dan tengkorak manusia. Setiap sudut mengerikan Sedlec Ossuary dihiasi dengan tulang lebih dari 40.000 kerangka. Republik Ceko &#8220;Bone Church&#8221; menawarkan pengingat yang sangat mendalam dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":55132,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","video":"","gallery":"","source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"single_blog_custom":"","sidebar":"","second_sidebar":"","share_position":"","share_float_style":"","post_date_format":"","post_date_format_custom":"","post_reading_time_wpm":"","zoom_button_out_step":"1","zoom_button_in_step":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"","single_post_gallery_size":""}],"trending_post_position":"","trending_post_label":"","sponsored_post_label":"","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"109"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[22,109],"tags":[],"class_list":["post-55021","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional","category-site"],"better_featured_image":{"id":55132,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/gereja-sedlec-ossuary.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/gereja-sedlec-ossuary.jpg?fit=700%2C465&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/gereja-sedlec-ossuary.jpg"},"categories_detail":[{"id":22,"name":"Internasional","description":"","slug":"internasional","count":158,"parent":0},{"id":109,"name":"Situs Bersejarah","description":"","slug":"site","count":30,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/gereja-sedlec-ossuary.jpg?fit=700%2C465&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1420","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55021","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55021"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55021\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55132"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55021"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55021"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55021"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}