{"id":55035,"date":"2021-04-13T19:23:00","date_gmt":"2021-04-13T12:23:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=55035"},"modified":"2021-04-09T23:16:25","modified_gmt":"2021-04-09T16:16:25","slug":"katedral-cologne-karya-seni-terpenting-eropa-dari-era-goldsmith","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/katedral-cologne-karya-seni-terpenting-eropa-dari-era-goldsmith\/","title":{"rendered":"Katedral Cologne, Karya Seni Terpenting Eropa dari Era Goldsmith"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Sejak 1996 silam, UNESCO menobatkan Katedral Cologne sebagai situs warisan dunia. Setiap harinya rata-rata 20.000 orang mengunjungi Katedral Cologne, membuatnya dinobatkan sebagai tempat wisata paling banyak dikunjungi di Jerman. Selain sebagai wisata bersejarah, katedral ini tetap berfungsi sebagai tempat ibadah seperti biasa. Pembangunan mahakarya gotik ini memakan waktu enam abad dan selesai pada 1880. Bentuk fisiknya begitu memesona. Layaknya bangunan khas gotik, menara katedral mengerucut di bagian puncak yang runcing. Di Eropa, Katedral Cologne dinilai sebagai karya seni terpenting dari era Goldsmith. Berada di jantung kota K\u00f6ln, dua menara katedral menjulang tinggi ke langit. Selain Gero Cross pun dapat dijumpai di gereja yang terletak di sisi Sungai Rhein ini. Merupakan salib kayu ek tertua yang dibuat pada 976. Ada pula Milan Madonna, pahatan kayu yang berasal dari abad ke-13. Letaknya yang sangat dekat dengan stasiun kereta api membuat K\u00f6lner Dom dibombardir bom udara selama Perang Dunia II. Menariknya\u2014sekaligus ajaib\u2014bangunan katedral tetap berdiri tegak. Justru menara kembarnya yang raksasa menjadi alat navigasi pesawat sekutu ketika ingin menyerang Jerman. Menara telekomunikasi, menara Katedral Cologne menjadi bangunan tertinggi kedua di kawasan tersebut. Tinggi menara Katedral Cologne mencapai 157 meter dengan 509 anak tangga. Ternyata menara utara lebih tinggi tujuh sentimeter dibandingkan menara selatan. Tak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah, K\u00f6lner Dom pun menyimpan sejarah, dan harta karun. Treasury Chamber menjadi harta karun di K\u00f6lner Dom. Dreik\u00f6nigsschrein, tempat disimpannya tulang belulang Shine of Three Holy Kings. Mereka adalah tiga orang asing yang menjumpai Yesus ketika dilahirkan di kandang domba. Ketiganya memberikan kemenyan, emas, dan pohon ara kepada Yesus, sehingga mereka dikenal dengan sebutan Magi.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Sejak 1996 silam, UNESCO menobatkan Katedral Cologne sebagai situs warisan dunia. Setiap harinya rata-rata 20.000 orang mengunjungi Katedral Cologne, membuatnya dinobatkan sebagai tempat wisata paling banyak dikunjungi di Jerman. Selain sebagai wisata bersejarah, katedral ini tetap berfungsi sebagai tempat ibadah seperti biasa.<\/p>\n<div class=\"read__right read__article\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembangunan mahakarya gotik ini memakan waktu enam abad dan selesai pada 1880. Bentuk fisiknya begitu memesona. Layaknya bangunan khas gotik, menara katedral mengerucut di bagian puncak yang runcing. Di Eropa, Katedral Cologne dinilai sebagai karya seni terpenting dari era Goldsmith.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berada di jantung kota K\u00f6ln, dua menara katedral menjulang tinggi ke langit. Selain Gero Cross pun dapat dijumpai di gereja yang terletak di sisi Sungai Rhein ini. Merupakan salib kayu ek tertua yang dibuat pada 976. Ada pula Milan Madonna, pahatan kayu yang berasal dari abad ke-13.<\/p>\n<div id=\"div-Inside-MediumRectangle\" style=\"text-align: justify;\" data-google-query-id=\"COO50L_E8e8CFcoAtwAdWkoNUQ\"><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Letaknya yang sangat dekat dengan stasiun kereta api membuat K\u00f6lner Dom dibombardir bom udara selama Perang Dunia II. Menariknya\u2014sekaligus ajaib\u2014bangunan katedral tetap berdiri tegak. Justru menara kembarnya yang raksasa menjadi alat navigasi pesawat sekutu ketika ingin menyerang Jerman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menara telekomunikasi, menara Katedral Cologne menjadi bangunan tertinggi kedua di kawasan tersebut. Tinggi menara Katedral Cologne mencapai 157 meter dengan 509 anak tangga. Ternyata menara utara lebih tinggi tujuh sentimeter dibandingkan menara selatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah, K\u00f6lner Dom pun menyimpan sejarah, dan harta karun. Treasury Chamber menjadi harta karun di K\u00f6lner Dom. Dreik\u00f6nigsschrein, tempat disimpannya tulang belulang Shine of Three Holy Kings. Mereka adalah tiga orang asing yang menjumpai Yesus ketika dilahirkan di kandang domba. Ketiganya memberikan kemenyan, emas, dan pohon ara kepada Yesus, sehingga mereka dikenal dengan sebutan Magi.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Sejak 1996 silam, UNESCO menobatkan Katedral Cologne sebagai situs warisan dunia. Setiap harinya rata-rata 20.000 orang mengunjungi Katedral Cologne, membuatnya dinobatkan sebagai tempat wisata paling banyak dikunjungi di Jerman. Selain sebagai wisata bersejarah, katedral ini tetap berfungsi sebagai tempat ibadah seperti biasa. Pembangunan mahakarya gotik ini memakan waktu enam abad dan selesai pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":55271,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"nationalgeographic","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"109"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[22,109],"tags":[],"class_list":["post-55035","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional","category-site"],"better_featured_image":{"id":55271,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Katedral-Cologne.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Katedral-Cologne.jpg?fit=700%2C465&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Katedral-Cologne.jpg"},"categories_detail":[{"id":22,"name":"Internasional","description":"","slug":"internasional","count":158,"parent":0},{"id":109,"name":"Situs Bersejarah","description":"","slug":"site","count":30,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Katedral-Cologne.jpg?fit=700%2C465&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1613","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55035","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55035"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55035\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55271"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55035"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55035"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55035"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}