{"id":55041,"date":"2021-04-15T10:23:00","date_gmt":"2021-04-15T03:23:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=55041"},"modified":"2021-04-07T22:33:36","modified_gmt":"2021-04-07T15:33:36","slug":"antigua-kota-kolonial-di-dekat-gunung-api","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/antigua-kota-kolonial-di-dekat-gunung-api\/","title":{"rendered":"Antigua, Kota Kolonial di Dekat Gunung Api"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Memiliki latar belakang gunung api Volcan de Agua, kota Antigua, di Guatemala, merupakan rumah bagi gereja serta bangunan bersejarah dengan gaya kolonial. Didirikan oleh penakluk Spanyol pada awal abad ke-16, Antigua pernah menjadi ibu kota Guatemala selama lebih dari 230 tahun \u2013 sebelum digantikan oleh Guatemala City. Saat itu, ia menjadi pusat budaya, ekonomi dan politik di Amerika Tengah. Berlokasi di dekat titik aktivitas vulkanik, Antigua sebenarnya rentan terhadap bencana alam. Ia telah banyak menderita sejak abad ke-16. Antigua harus dibangun ulang beberapa kali akibat serangkaian gempa dahsyat pada 1700-an. Pemerintah lalu memindahkan pusat pemerintahan ke Guatemala City untuk mengurangi risiko bencana. Meskipun begitu, Antigua masa kini masih menjadi kota kolonial penuh semangat. Terdapat gereja dan reruntuhan kuno yang terawat dengan baik. Termasuk Palace of the Captains General, Gereja La Merced, dan Biara Capuchins. Sambil menyusuri jalanan berbatu di kota ini, pengunjungi bisa mengagumi Volcan de Agua. Juga melihat-lihat bangunan kolonial abad 17 dan 18. Bangunan di Plaza Central. (Whit Richardson\/Aurora\/National Geographic) Di Plaza Central yang ramai terdapat bangunan pemerintah kolonial, air mancur bersejarah, dan taman kecil di mana wisatawan bisa merasakan kehidupan penduduk Antigua sehari-hari. Cara menuju ke sana Antigua sangat mudah diakses dengan bus, taksi, atau mobil dari Guatemala City dan Quetzaltenango, yang merupakan dua kota terbesar di Guatemala. Bagaimana mengunjunginya? Akomodasi tersedia di pusat kota Antigua, mulai dari penginapan kecil hingga besar. Kebanyakan obyek wisata sejarah Antigua terletak di alun-alun utama. Waktu terbaik Karena ketinggiannya, Antigua memiliki udara sejuk sepanjang tahun. Musim kemarau biasanya berlangsung dari November hingga Maret. Dan saat musim hujan, biasanya hujan hanya turun beberapa jam dalam sehari.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Memiliki latar belakang gunung api Volcan de Agua, kota Antigua, di Guatemala, merupakan rumah bagi gereja serta bangunan bersejarah dengan gaya kolonial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Didirikan oleh penakluk Spanyol pada awal abad ke-16, Antigua pernah menjadi ibu kota Guatemala selama lebih dari 230 tahun \u2013 sebelum digantikan oleh Guatemala City. Saat itu, ia menjadi pusat budaya, ekonomi dan politik di Amerika Tengah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berlokasi di dekat titik aktivitas vulkanik, Antigua sebenarnya rentan terhadap bencana alam. Ia telah banyak menderita sejak abad ke-16. Antigua harus dibangun ulang beberapa kali akibat serangkaian gempa dahsyat pada 1700-an. Pemerintah lalu memindahkan pusat pemerintahan ke Guatemala City untuk mengurangi risiko bencana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun begitu, Antigua masa kini masih menjadi kota kolonial penuh semangat. Terdapat gereja dan reruntuhan kuno yang terawat dengan baik. Termasuk Palace of the Captains General, Gereja La Merced, dan Biara Capuchins.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sambil menyusuri jalanan berbatu di kota ini, pengunjungi bisa mengagumi Volcan de Agua. Juga melihat-lihat bangunan kolonial abad 17 dan 18.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bangunan di Plaza Central. (Whit Richardson\/Aurora\/National Geographic)<br \/>\nDi Plaza Central yang ramai terdapat bangunan pemerintah kolonial, air mancur bersejarah, dan taman kecil di mana wisatawan bisa merasakan kehidupan penduduk Antigua sehari-hari.<\/p>\n<p>Cara menuju ke sana<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Antigua sangat mudah diakses dengan bus, taksi, atau mobil dari Guatemala City dan Quetzaltenango, yang merupakan dua kota terbesar di Guatemala.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagaimana mengunjunginya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akomodasi tersedia di pusat kota Antigua, mulai dari penginapan kecil hingga besar. Kebanyakan obyek wisata sejarah Antigua terletak di alun-alun utama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Waktu terbaik<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena ketinggiannya, Antigua memiliki udara sejuk sepanjang tahun. Musim kemarau biasanya berlangsung dari November hingga Maret. Dan saat musim hujan, biasanya hujan hanya turun beberapa jam dalam sehari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Memiliki latar belakang gunung api Volcan de Agua, kota Antigua, di Guatemala, merupakan rumah bagi gereja serta bangunan bersejarah dengan gaya kolonial. Didirikan oleh penakluk Spanyol pada awal abad ke-16, Antigua pernah menjadi ibu kota Guatemala selama lebih dari 230 tahun \u2013 sebelum digantikan oleh Guatemala City. Saat itu, ia menjadi pusat budaya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":55156,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"nationalgeographic","source_url":"https:\/\/nationalgeographic.grid.id\/read\/13309520\/antigua-kota-kolonial-di-dekat-gunung-api?page=all","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"109"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[22,109],"tags":[],"class_list":["post-55041","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional","category-site"],"better_featured_image":{"id":55156,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/antigua.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/antigua.jpg?fit=700%2C465&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/antigua.jpg"},"categories_detail":[{"id":22,"name":"Internasional","description":"","slug":"internasional","count":158,"parent":0},{"id":109,"name":"Situs Bersejarah","description":"","slug":"site","count":30,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/antigua.jpg?fit=700%2C465&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1246","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55041","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55041"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55041\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55156"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55041"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55041"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55041"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}