{"id":55185,"date":"2021-04-08T14:25:51","date_gmt":"2021-04-08T07:25:51","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=55185"},"modified":"2021-04-08T14:25:58","modified_gmt":"2021-04-08T07:25:58","slug":"putri-indonesia-dorong-kaum-milenial-perkuat-nasionalisme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/putri-indonesia-dorong-kaum-milenial-perkuat-nasionalisme\/","title":{"rendered":"Putri Indonesia dorong kaum milenial perkuat nasionalisme"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Putri Indonesia 2020 Rr Ayu Maulida Putri mendorong kaum milenial untuk memperkuat nasionalisme, toleransi, dan moderasi beragama untuk menekan penyebaran paham radikal intoleran dan terorisme yang masih sangat mengkhawatirkan di Indonesia.Ayu, dalam rilis BNPT yang diterima, Kamis, mengatakan dua aksi terorisme terjadi di Indonesia pada Maret lalu, yakni bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar dan penyerangan Mabes Polri menjadi bukti paham-paham kekerasan itu masih bergentayangan. \u201cItu (teror) sangat menyakitkan. Sebagai generasi muda kita harus melakukan upaya untuk mencegah hal ini agar tidak bisa menjadi besar. Bahkan kalau perlu kita hilangkan dari Indonesia,\u201d ujar Ayu saat dinobatkan sebagai anggota kehormatan duta damai dunia maya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Hotel Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (6\/4) malam. Untuk menghilangkan paham kekerasan itu, ia mengajak seluruh bangsa Indonesia, khususnya kaum milenial untuk terus memperkuat nasionalisme, toleransi, dan moderasi beragama. Baca juga: Kemen PPPA-BNPT petakan daerah rawan rekrut teroris perempuan Baca juga: Polri sebut ada 4 terduga teroris di Jakarta masuk daftar DPO Baca juga: Pengamat ingatkan tutup setiap potensi penyebaran ideologi radikal Ia yakin Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika adalah modal utama bangsa Indonesia untuk menghilangkan radikalisme dan terorisme. \u201cPancasila dan Bhinneka Tunggal Ika adalah suatu kunci untuk maju berjuang menyingkirkan rintangan dalam rangka menguasai segala bidang untuk kemajuan NKRI. Saya mengajak para milenial untuk terus menjaga semangat NKRI, semangat damai. Apapun harus kita lakukan untuk memperjuangkan kebhinnekaan dan keutuhan NKRI,\u201d tutur Ayu. Ayu menilai dengan kemajuan teknologi informasi sekarang ini, paham radikal intoleran bisa tersebar luas di dunia maya, bahkan seseorang yang tinggal berjauhan, bisa terpapar melalui dunia maya. Oleh karena itu, katanya, para milenial juga memiliki wawasan dan pengetahuan yang tinggi, terutama menyangkut nasionalisme juga wawasan keagamaan. \u201cKita sebagai generasi muda harus selalu belajar secara terus menerus tentang perjuangan para pahlawan dan leluhur pendiri bangsa dulu,\u201d terangnya. Ayu meyakini dengan belajar dari para pahlawan dan leluhur bangsa itu akan menumbuhkan jiwa nasionalisme yang kuat dan mengakar sehingga tidak akan mudah terpengaruh dengan yang namanya radikalisme, sehingga tidak akan ada yang namanya terorisme dan perpecahan di Bumi Pertiwi. \u201cNasionalisme yang kuat dan rasa toleransi tinggi akan menghindarkan kita dari terorisme. Mari kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan dan kita suarakan Indonesia yang damai, Indonesia yang penuh cinta kasih,\u201d kata Ayu Maulida.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Putri Indonesia 2020 Rr Ayu Maulida Putri mendorong kaum milenial untuk memperkuat nasionalisme, toleransi, dan moderasi beragama untuk menekan penyebaran paham radikal intoleran dan terorisme yang masih sangat mengkhawatirkan di Indonesia.Ayu, dalam rilis BNPT yang diterima, Kamis, mengatakan dua aksi terorisme terjadi di Indonesia pada Maret lalu, yakni bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar dan penyerangan Mabes Polri menjadi bukti paham-paham kekerasan itu masih bergentayangan.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>\u201cItu (teror) sangat menyakitkan. Sebagai generasi muda kita harus melakukan upaya untuk mencegah hal ini agar tidak bisa menjadi besar. Bahkan kalau perlu kita hilangkan dari Indonesia,\u201d ujar Ayu saat dinobatkan sebagai anggota kehormatan duta damai dunia maya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Hotel Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (6\/4) malam.<\/p>\n<p>Untuk menghilangkan paham kekerasan itu, ia mengajak seluruh bangsa Indonesia, khususnya kaum milenial untuk terus memperkuat nasionalisme, toleransi, dan moderasi beragama.<\/p>\n<p><span class=\"baca-juga\"><b>Baca juga: Kemen PPPA-BNPT petakan daerah rawan rekrut teroris perempuan<br \/>\nBaca juga: Polri sebut ada 4 terduga teroris di Jakarta masuk daftar DPO<br \/>\nBaca juga: Pengamat ingatkan tutup setiap potensi penyebaran ideologi radikal<\/b><\/span><\/p>\n<p>Ia yakin Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika adalah modal utama bangsa Indonesia untuk menghilangkan radikalisme dan terorisme.<\/p>\n<p>\u201cPancasila dan Bhinneka Tunggal Ika adalah suatu kunci untuk maju berjuang menyingkirkan rintangan dalam rangka menguasai segala bidang untuk kemajuan NKRI. Saya mengajak para milenial untuk terus menjaga semangat NKRI, semangat damai. Apapun harus kita lakukan untuk memperjuangkan kebhinnekaan dan keutuhan NKRI,\u201d tutur Ayu.<\/p>\n<p>Ayu menilai dengan kemajuan teknologi informasi sekarang ini, paham radikal intoleran bisa tersebar luas di dunia maya, bahkan seseorang yang tinggal berjauhan, bisa terpapar melalui dunia maya.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, katanya, para milenial juga memiliki wawasan dan pengetahuan yang tinggi, terutama menyangkut nasionalisme juga wawasan keagamaan.<\/p>\n<p>\u201cKita sebagai generasi muda harus selalu belajar secara terus menerus tentang perjuangan para pahlawan dan leluhur pendiri bangsa dulu,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Ayu meyakini dengan belajar dari para pahlawan dan leluhur bangsa itu akan menumbuhkan jiwa nasionalisme yang kuat dan mengakar sehingga tidak akan mudah terpengaruh dengan yang namanya radikalisme, sehingga tidak akan ada yang namanya terorisme dan perpecahan di Bumi Pertiwi.<\/p>\n<p>\u201cNasionalisme yang kuat dan rasa toleransi tinggi akan menghindarkan kita dari terorisme. Mari kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan dan kita suarakan Indonesia yang damai, Indonesia yang penuh cinta kasih,\u201d kata Ayu Maulida.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Putri Indonesia 2020 Rr Ayu Maulida Putri mendorong kaum milenial untuk memperkuat nasionalisme, toleransi, dan moderasi beragama untuk menekan penyebaran paham radikal intoleran dan terorisme yang masih sangat mengkhawatirkan di Indonesia.Ayu, dalam rilis BNPT yang diterima, Kamis, mengatakan dua aksi terorisme terjadi di Indonesia pada Maret lalu, yakni bom bunuh diri di depan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":55186,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","video":"","gallery":"","source_name":"Antara","source_url":"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/2087894\/putri-indonesia-dorong-kaum-milenial-perkuat-nasionalisme","via_name":"","via_url":"","override":[{"single_blog_custom":"","sidebar":"","second_sidebar":"","share_position":"","share_float_style":"","post_date_format":"","post_date_format_custom":"","post_reading_time_wpm":"","zoom_button_out_step":"1","zoom_button_in_step":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"","single_post_gallery_size":""}],"trending_post_position":"","trending_post_label":"","sponsored_post_label":"","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"14"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[14,3],"tags":[443,209,7],"class_list":["post-55185","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kebangsaan","category-umum","tag-nasionalisme","tag-radikalisme","tag-terorisme"],"better_featured_image":{"id":55186,"alt_text":"","caption":"","description":"2a147faa27f1aadeba66328e0d26e668","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/putri-indonesia-dorong-kaum-milenial-perkuat-nasionalisme_606e7746b381d.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/putri-indonesia-dorong-kaum-milenial-perkuat-nasionalisme_606e7746b381d.jpeg?fit=768%2C512&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/putri-indonesia-dorong-kaum-milenial-perkuat-nasionalisme_606e7746b381d.jpeg"},"categories_detail":[{"id":14,"name":"Kebangsaan","description":"","slug":"kebangsaan","count":107,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/putri-indonesia-dorong-kaum-milenial-perkuat-nasionalisme_606e7746b381d.jpeg?fit=800%2C533&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1110","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55185","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55185"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55185\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55185"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55185"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55185"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}