{"id":55308,"date":"2021-04-11T13:17:58","date_gmt":"2021-04-11T06:17:58","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=55308"},"modified":"2021-04-11T13:18:02","modified_gmt":"2021-04-11T06:18:02","slug":"jemaat-ingin-walkot-bogor-buktikan-gki-yasmin-klir-tahun-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/jemaat-ingin-walkot-bogor-buktikan-gki-yasmin-klir-tahun-ini\/","title":{"rendered":"Jemaat Ingin Walkot Bogor Buktikan GKI Yasmin Klir Tahun Ini"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id - Wali Kota Bogor Bima Arya\u00a0Sugiarto menjanjikan bahwa permasalahan pendirian Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin akan selesai tahun ini. Ia mengklaim solusi penyelesaian kasus tersebut telah menemui titik dan disepakati oleh semua pihak yang terlibat. \\\"Saya perlu sampaikan di sini bahwa insyaallah masalah itu akan selesai tahun ini,\\\" ujar Bima dalam diskusi daring yang digelar Setara Institute, Kamis (8\/4). Sebagai informasi,\u00a0persoalan\u00a0keberadaan\u00a0GKI Yasmin Bogor\u00a0telah berlangsung selama sembilan tahun. Jemaah GKI Yasmin tidak pernah merasakan beribadah di gereja mereka sendiri sejak sejak disegel pemerintah kota tersebut pada 2012 karena desakan suatu kelompok. Dalam diskusi tersebut, Bima\u00a0tak\u00a0memaparkan lebih detail soal solusi atau kesepakatan yang diklaimnya akan menyelesaikan permasalah\u00a0tersebut. Sebab, menurutnya, hal itu berkaitan dengan strategi penyelesaian kasus. Namun, ia mengatakan masalah GKI Yasmin telah menemui ujung terowongan penyelesaian kasus. Solusi penyelesaian juga telah disepakati oleh semua pihak yang terlibat. \\\"Saya janjikan, saya pastikan bahwa insyaallah ujung terowongan itu sudah kelihatan, penyelesaian itu udah ada. Dan insyaallah, disepakati bulat oleh semua pihak,\\\" kata\u00a0politikus\u00a0PAN tersebut. Saat dikonfirmasi kepada pihak GKI\u00a0Yasmin atas pernyataan Bima\u00a0Arya\u00a0tersebut, mereka menantang agar pemkot Bogor serius dalam menyelesaikan persoalan tersebut, dan bukan hanya janji-janji. \\\"Tiap tahun dia bikin janji kayak begitu kok,\\\" ujar\u00a0Juru bicara GKI Yasmin Bona Sigalingging\u00a0saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (9\/4). Bona meminta dalam menyelesaikan persoalan warga, maka BimaArya selaku Wali Kota jangan menjadi politikus yang tipikal menebar janji setiap tahunnya. \\\"2019 ada [janji], 2020 ada [janji]. Dan, barusan dia buat\u00a0untuk\u00a0edisi 2021,\\\" imbuhnya. Menurutnya, jika Bima\u00a0Arya\u00a0selaku Wali Kota ingin menjamin hak warganya dalam melaksanakan ibadah sesuai keyakinan masing-masing tanpa terkecuali, maka cara termudah adalah mengizinkan pembukaan gereja. \\\"Kalau memang benar [janjinya], ya\u00a0tinggal buka gerejanya kok. Lakukan apa\u00a0yang harus dilakukan pejabat publik\u00a0yang bertanggung jawab untuk\u00a0melaksanakan hukum dan konstitusi. Enggak usah tebar janji, pernyataan kosong, tiap tahun,\\\" kata dia. Serupa, Tim Media dan Pengembangan Jaringan GKI Yasmin Reni\u00a0mengatakan solusi seharusnya ditunjukkan Bima\u00a0Arya, bukan hanya janji seperti sebelum-sebelumnya. Dalam webinar bersama Setara Instute pada Kamis lalu,\u00a0Bima mengaku kasus GKI Yasmin selama ini menjadi pekerjaan rumah utama pihaknya. Selama tujuh tahun terakhir, ia mengaku Pemkot Bogor terus membangun komunikasi dan dialog dengan banyak pihak untuk penyelesaian perkara tersebut. Bima mengaku telah berdialog dengan banyak organisasi keagamaan untuk mencari solusi kasus. Komunikasi dilakukan bukan hanya dengan organisasi gereja, tapi juga organisasi Islam seperti Muhammadiyah, NU,\u00a0dan MUI. Sejak 2015, ia telah meminta pihak gereja untuk fokus mencari solusi penyelesaian kasus. Ia mengaku setiap dua minggu sekali bertemu dengan jemaat gereja, hingga tawaran akhirnya disambut baik. \\\"Saya kira dua minggu sekali kami bertemu dengan temen-temen gereja untuk fokus pada upaya penyelesaian yang kita targetkan insyaallah sudah ada titik terang. Sudah ada penyelesaian,\\\" kata Bima. (thr\/kid)\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Wali Kota Bogor <strong>Bima Arya\u00a0Sugiarto<\/strong> menjanjikan bahwa permasalahan pendirian Gereja Kristen Indonesia (<strong>GKI<\/strong>) Yasmin akan selesai tahun ini. Ia mengklaim solusi penyelesaian kasus tersebut telah menemui titik dan disepakati oleh semua pihak yang terlibat.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>&#8220;Saya perlu sampaikan di sini bahwa insyaallah masalah itu akan selesai tahun ini,&#8221; ujar Bima dalam diskusi daring yang digelar Setara Institute, Kamis (8\/4).<\/p>\n<p>Sebagai informasi,\u00a0persoalan\u00a0keberadaan\u00a0GKI Yasmin Bogor\u00a0telah berlangsung selama sembilan tahun. Jemaah GKI Yasmin tidak pernah merasakan beribadah di gereja mereka sendiri sejak sejak disegel pemerintah kota tersebut pada 2012 karena desakan suatu kelompok.<\/p>\n<p>Dalam diskusi tersebut, Bima\u00a0tak\u00a0memaparkan lebih detail soal solusi atau kesepakatan yang diklaimnya akan menyelesaikan permasalah\u00a0tersebut. Sebab, menurutnya, hal itu berkaitan dengan strategi penyelesaian kasus.<\/p>\n<p>Namun, ia mengatakan masalah GKI Yasmin telah menemui ujung terowongan penyelesaian kasus. Solusi penyelesaian juga telah disepakati oleh semua pihak yang terlibat.<\/p>\n<p>&#8220;Saya janjikan, saya pastikan bahwa insyaallah ujung terowongan itu sudah kelihatan, penyelesaian itu udah ada. Dan insyaallah, disepakati bulat oleh semua pihak,&#8221; kata\u00a0politikus\u00a0PAN tersebut.<\/p>\n<p>Saat dikonfirmasi kepada pihak GKI\u00a0Yasmin atas pernyataan Bima\u00a0Arya\u00a0tersebut, mereka menantang agar pemkot Bogor serius dalam menyelesaikan persoalan tersebut, dan bukan hanya janji-janji.<\/p>\n<p>&#8220;Tiap tahun dia bikin janji kayak begitu kok,&#8221; ujar\u00a0Juru bicara GKI Yasmin Bona Sigalingging\u00a0saat dihubungi <em>CNNIndonesia.com<\/em>, Jumat (9\/4).<\/p>\n<p>Bona meminta dalam menyelesaikan persoalan warga, maka BimaArya selaku Wali Kota jangan menjadi politikus yang tipikal menebar janji setiap tahunnya.<\/p>\n<p>&#8220;2019 ada [janji], 2020 ada [janji]. Dan, barusan dia buat\u00a0untuk\u00a0edisi 2021,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, jika Bima\u00a0Arya\u00a0selaku Wali Kota ingin menjamin hak warganya dalam melaksanakan ibadah sesuai keyakinan masing-masing tanpa terkecuali, maka cara termudah adalah mengizinkan pembukaan gereja.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau memang benar [janjinya], ya\u00a0tinggal buka gerejanya kok. Lakukan apa\u00a0yang harus dilakukan pejabat publik\u00a0yang bertanggung jawab untuk\u00a0melaksanakan hukum dan konstitusi. Enggak usah tebar janji, pernyataan kosong, tiap tahun,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Serupa, Tim Media dan Pengembangan Jaringan GKI Yasmin Reni\u00a0mengatakan solusi seharusnya ditunjukkan Bima\u00a0Arya, bukan hanya janji seperti sebelum-sebelumnya.<\/p>\n<p>Dalam webinar bersama Setara Instute pada Kamis lalu,\u00a0Bima mengaku kasus GKI Yasmin selama ini menjadi pekerjaan rumah utama pihaknya. Selama tujuh tahun terakhir, ia mengaku Pemkot Bogor terus membangun komunikasi dan dialog dengan banyak pihak untuk penyelesaian perkara tersebut.<\/p>\n<p>Bima mengaku telah berdialog dengan banyak organisasi keagamaan untuk mencari solusi kasus. Komunikasi dilakukan bukan hanya dengan organisasi gereja, tapi juga organisasi Islam seperti Muhammadiyah, NU,\u00a0dan MUI.<\/p>\n<p>Sejak 2015, ia telah meminta pihak gereja untuk fokus mencari solusi penyelesaian kasus. Ia mengaku setiap dua minggu sekali bertemu dengan jemaat gereja, hingga tawaran akhirnya disambut baik.<\/p>\n<p>&#8220;Saya kira dua minggu sekali kami bertemu dengan temen-temen gereja untuk fokus pada upaya penyelesaian yang kita targetkan insyaallah sudah ada titik terang. Sudah ada penyelesaian,&#8221; kata Bima.<\/p>\n<p><b>(thr\/kid)<\/b><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Wali Kota Bogor Bima Arya\u00a0Sugiarto menjanjikan bahwa permasalahan pendirian Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin akan selesai tahun ini. Ia mengklaim solusi penyelesaian kasus tersebut telah menemui titik dan disepakati oleh semua pihak yang terlibat. &#8220;Saya perlu sampaikan di sini bahwa insyaallah masalah itu akan selesai tahun ini,&#8221; ujar Bima dalam diskusi daring yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":55309,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"CNN","source_url":" https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20210409192320-20-628104\/jemaat-ingin-walkot-bogor-buktikan-gki-yasmin-klir-tahun-ini","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[5,14,3],"tags":[178,19,445],"class_list":["post-55308","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gereja","category-kebangsaan","category-umum","tag-intoleransi","tag-penolakan-gereja","tag-penutupan-gereja"],"better_featured_image":{"id":55309,"alt_text":"","caption":"","description":"f2e75afba97de8922199b8e4a6770939","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/jemaat-ingin-walkot-bogor-buktikan-gki-yasmin-klir-tahun-ini_60726cf499ee7.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/jemaat-ingin-walkot-bogor-buktikan-gki-yasmin-klir-tahun-ini_60726cf499ee7.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/jemaat-ingin-walkot-bogor-buktikan-gki-yasmin-klir-tahun-ini_60726cf499ee7.jpeg"},"categories_detail":[{"id":5,"name":"Gereja","description":"","slug":"gereja","count":204,"parent":0},{"id":14,"name":"Kebangsaan","description":"","slug":"kebangsaan","count":107,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/jemaat-ingin-walkot-bogor-buktikan-gki-yasmin-klir-tahun-ini_60726cf499ee7.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1206","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55308","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55308"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55308\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55309"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55308"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55308"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55308"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}