{"id":55425,"date":"2022-06-15T09:51:10","date_gmt":"2022-06-15T02:51:10","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=55425"},"modified":"2022-06-15T09:51:19","modified_gmt":"2022-06-15T02:51:19","slug":"video-viral-perempuan-berjilbab-menikah-di-gereja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/video-viral-perempuan-berjilbab-menikah-di-gereja\/","title":{"rendered":"Video Viral Perempuan Berjilbab Menikah di Gereja"},"content":{"rendered":"<div class=\"\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id -\u00a0 Foto perempuan berjilbab yang menikah di sebuah gereja, wilayah Semarang, Jawa Tengah, viral di media sosial dan menjadi sorotan publik. Direktur Program Indonesian Conference On Religion and Peace (ICRP) Ahmad Nurcholish mengungkap kisah perjalanan pasangan beda agama itu menikah. Adapun pihak pria berinisial H dan perempuan berjilbab yang menjadi istrinya, R. Nurcholish mengatakan pasangan beda agama itu melalui proses yang sulit untuk mencapai tahap pernikahan. Menurut Nurcholish, H dan R yang merupakan warga Semarang\u00a0itu mengawali hubungan dengan berpacaran selama bertahun-tahun. \\\"Sama seperti banyak pasangan yang lain ya, mau menikah, kan, diawali dengan berpacaran terlebih dahulu. Mereka juga demikian,\\\" kata Nurcholish. Nurcholish juga turut membimbing H dan R yang kebingungan karena mau menikah, tetapi berbeda agama. Pihak keluarga H dan R awalnya juga tidak menerima pernikahan beda agama tersebut. Butuh waktu yang panjang guna meyakinkan kedua keluarga agar menerima pernikahan itu. \\\"Terutama dari keluarga yang muslim tentu tidak serta merta memahami, menerima begitu. Ya, itu butuh waktu panjang,\\\" ujar pria yang juga konselor pernikahan beda agama itu. \\\"Ya, memang saat itu, keluarga dari mempelai perempuan, ibunya saat itu bertemu\u00a0 saya, dan\u00a0bertanya bagaimana dalam pandangan Islam, bagaiman pernikahan itu dilakukan dan sebagainya,\\\" sambung Nurcholish. Selama dua tahun Nurcholis membimbing H dan R, akhirnya pasangan tersebut bisa menikah dan pihak keluarga masing-masing mau menerima. Pernikahan itu berlangsung pada Sabtu (5\/3) lalu menggunakan dua tata cara agama masing-masing. \\\"Pemberkatan dulu di gereja baru setelah itu akad nikah di hari yang sama,\\\" ujar Nurcholish. Nurcholish pun turut hadir dalam pernikahan H dan R. (cr1\/jpnn)\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211;\u00a0 Foto perempuan berjilbab yang menikah di sebuah gereja, wilayah Semarang, Jawa Tengah, viral di media sosial dan menjadi sorotan publik.<\/p>\n<div id=\"div-gpt-ad-1601050029114-0\" style=\"margin: 0px auto; display: none; text-align: justify;\" data-google-query-id=\"CLbqg5K1rvgCFQ88aAodiQYKMQ\"><script><br \/>\n            googletag.cmd.push(function() {<br \/>\n                googletag.display('div-gpt-ad-1601050029114-0');<br \/>\n            });<br \/>\n        <\/script><\/p>\n<div id=\"google_ads_iframe_\/51205855\/d_nasional_inmedrec_0__container__\" style=\"border: 0pt none; width: 300px; height: 0px;\"><\/div>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Direktur Program Indonesian Conference On Religion and Peace (ICRP) Ahmad Nurcholish mengungkap kisah perjalanan pasangan beda agama itu menikah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adapun pihak pria berinisial H dan perempuan berjilbab yang menjadi istrinya, R.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nurcholish mengatakan pasangan beda agama itu melalui proses yang sulit untuk mencapai tahap pernikahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Nurcholish, H dan R yang merupakan warga Semarang\u00a0itu mengawali hubungan dengan berpacaran selama bertahun-tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sama seperti banyak pasangan yang lain ya, mau menikah, kan, diawali dengan berpacaran terlebih dahulu. Mereka juga demikian,&#8221; kata Nurcholish.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nurcholish juga turut membimbing H dan R yang kebingungan karena mau menikah, tetapi berbeda agama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pihak keluarga H dan R awalnya juga tidak menerima pernikahan beda agama tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!-- --><\/p>\n<\/div>\n<div class=\"\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Butuh waktu yang panjang guna meyakinkan kedua keluarga agar menerima pernikahan itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Terutama dari keluarga yang muslim tentu tidak serta merta memahami, menerima begitu. Ya, itu butuh waktu panjang,&#8221; ujar pria yang juga konselor pernikahan beda agama itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ya, memang saat itu, keluarga dari mempelai perempuan, ibunya saat itu bertemu\u00a0 saya, dan\u00a0bertanya bagaimana dalam pandangan Islam, bagaiman pernikahan itu dilakukan dan sebagainya,&#8221; sambung Nurcholish.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama dua tahun Nurcholis membimbing H dan R, akhirnya pasangan tersebut bisa menikah dan pihak keluarga masing-masing mau menerima.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernikahan itu berlangsung pada Sabtu (5\/3) lalu menggunakan dua tata cara agama masing-masing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pemberkatan dulu di gereja baru setelah itu akad nikah di hari yang sama,&#8221; ujar Nurcholish.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nurcholish pun turut hadir dalam pernikahan H dan R. <strong>(cr1\/jpnn)<\/strong><\/p>\n<p><!-- --><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211;\u00a0 Foto perempuan berjilbab yang menikah di sebuah gereja, wilayah Semarang, Jawa Tengah, viral di media sosial dan menjadi sorotan publik. Direktur Program Indonesian Conference On Religion and Peace (ICRP) Ahmad Nurcholish mengungkap kisah perjalanan pasangan beda agama itu menikah. Adapun pihak pria berinisial H dan perempuan berjilbab yang menjadi istrinya, R. Nurcholish mengatakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":62302,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"floatbottom","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-55425","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"better_featured_image":{"id":62302,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/pernikahan-beda-agama.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/pernikahan-beda-agama.jpg?fit=768%2C480&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/pernikahan-beda-agama.jpg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/pernikahan-beda-agama.jpg?fit=1080%2C675&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"735","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55425","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55425"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55425\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/62302"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55425"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55425"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55425"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}