{"id":55557,"date":"2021-04-17T11:12:33","date_gmt":"2021-04-17T04:12:33","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=55557"},"modified":"2021-04-17T11:12:37","modified_gmt":"2021-04-17T04:12:37","slug":"ketum-pgi-kunjungi-kampung-tenggelam-akibat-seroja-di-kupang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/ketum-pgi-kunjungi-kampung-tenggelam-akibat-seroja-di-kupang\/","title":{"rendered":"Ketum PGI kunjungi kampung tenggelam akibat Seroja di Kupang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Gomar Gultom, Kamis mengunjungi lokasi bencana tanah tenggelam di Desa Tunbaun, Kampung Nefo Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).Kunjungan tersebut untuk melihat langsung lokasi longsor serta beberapa lokasi patahan tanah yang mengancam keselamatan masyarakat, demikian keterangan tertulis PGI yang diterima di Kupang, Kamis. Dalam kunjungan itu Ketua Umum PGI juga menyerahkan bantuan sembako bagi para korban bencana. Sebagian Desa Tunbaun Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, tenggelam diterjang Siklon Tropis Seroja yang pada 4-5 April 2021 lalu, tetapi tidak ada korban jiwa. Longsor yang menerjang sebagian desa itu telah menyebabkan 294 kepada keluarga kehilangan tempat tinggal, tetapi semua warga selamat karena sudah meninggalkan rumah-rumah mereka sebelum terjadi longsor. Kampung Nefo yang tenggelam akibat terjangan badai siklon Seroja pada 4 April 2021 (ANTARA\/Bernadus Tokan) Kondisi terparah terjadi di Kampung Nefo yang dihuni lebih dari 400 jiwa karena puluhan rumah penduduk hilang tenggelam. Banjir dan longsor yang terjadi di desa itu, selain menghancurkan rumah-rumah penduduk, tanaman petani yang sudah siap panen pun semuanya terbawa longsor. Saat ini para korban masih ditampung di posko bencana Gereja Siloam serta sebagian lagi ditampung di rumah keluarga terdekat.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Gomar Gultom, Kamis mengunjungi lokasi bencana tanah tenggelam di Desa Tunbaun, Kampung Nefo Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).Kunjungan tersebut untuk melihat langsung lokasi longsor serta beberapa lokasi patahan tanah yang mengancam keselamatan masyarakat, demikian keterangan tertulis PGI yang diterima di Kupang, Kamis.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Dalam kunjungan itu Ketua Umum PGI juga menyerahkan bantuan sembako bagi para korban bencana.<\/p>\n<p>Sebagian Desa Tunbaun Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, tenggelam diterjang Siklon Tropis Seroja yang pada 4-5 April 2021 lalu, tetapi tidak ada korban jiwa.<\/p>\n<p>Longsor yang menerjang sebagian desa itu telah menyebabkan 294 kepada keluarga kehilangan tempat tinggal, tetapi semua warga selamat karena sudah meninggalkan rumah-rumah mereka sebelum terjadi longsor.<\/p>\n<figure id=\"fgimage_1\" class=\"figure-image\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" id=\"image_1\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/img.antaranews.com\/cache\/730x487\/2021\/04\/15\/DESA-NUNBAUN.jpeg?ssl=1\" \/><figcaption class=\"fig-caption\">Kampung Nefo yang tenggelam akibat terjangan badai siklon Seroja pada 4 April 2021 (ANTARA\/Bernadus Tokan)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Kondisi terparah terjadi di Kampung Nefo yang dihuni lebih dari 400 jiwa karena puluhan rumah penduduk hilang tenggelam.<\/p>\n<p>Banjir dan longsor yang terjadi di desa itu, selain menghancurkan rumah-rumah penduduk, tanaman petani yang sudah siap panen pun semuanya terbawa longsor.<\/p>\n<p>Saat ini para korban masih ditampung di posko bencana Gereja Siloam serta sebagian lagi ditampung di rumah keluarga terdekat.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Gomar Gultom, Kamis mengunjungi lokasi bencana tanah tenggelam di Desa Tunbaun, Kampung Nefo Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).Kunjungan tersebut untuk melihat langsung lokasi longsor serta beberapa lokasi patahan tanah yang mengancam keselamatan masyarakat, demikian keterangan tertulis PGI yang diterima di Kupang, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":55558,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","video":"","gallery":"","source_name":"Antara","source_url":"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/2102394\/ketum-pgi-kunjungi-kampung-tenggelam-akibat-seroja-di-kupang","via_name":"","via_url":"","override":[{"single_blog_custom":"","sidebar":"","second_sidebar":"","share_position":"","share_float_style":"","post_date_format":"","post_date_format_custom":"","post_reading_time_wpm":"","zoom_button_out_step":"1","zoom_button_in_step":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"","single_post_gallery_size":""}],"trending_post_position":"","trending_post_label":"","sponsored_post_label":"","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-55557","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"better_featured_image":{"id":55558,"alt_text":"","caption":"","description":"80de46968077ab25ce8d0e839c7e108b","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/ketum-pgi-kunjungi-kampung-tenggelam-akibat-seroja-di-kupang_60785a9aa3bb5.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/ketum-pgi-kunjungi-kampung-tenggelam-akibat-seroja-di-kupang_60785a9aa3bb5.jpeg?fit=768%2C512&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/ketum-pgi-kunjungi-kampung-tenggelam-akibat-seroja-di-kupang_60785a9aa3bb5.jpeg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/ketum-pgi-kunjungi-kampung-tenggelam-akibat-seroja-di-kupang_60785a9aa3bb5.jpeg?fit=800%2C533&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1089","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55557","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55557"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55557\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55558"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55557"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55557"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55557"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}