{"id":56930,"date":"2021-05-20T17:00:33","date_gmt":"2021-05-20T10:00:33","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=56930"},"modified":"2021-05-06T20:22:34","modified_gmt":"2021-05-06T13:22:34","slug":"alfa-dan-omega-asal-usul-dan-maknanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/alfa-dan-omega-asal-usul-dan-maknanya\/","title":{"rendered":"Alfa dan Omega: Asal-usul dan Maknanya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Alfa dan Omega: Asal-usul dan Maknanya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Alfa dan Omega: Asal-usul dan Maknanya Diakonia.id -Alfa dalam omega sering kali kita dengar dari pendeta di gereja saat sedang berkotbah atau kita pernah membaca kata-kata di Alkitab. Tetapi, apakah kalian tahu pengertian dan maknanya? Di dalam Bahasa Indonesia, alfa dalam omega diterjemahkan dengan awal dan akhir. Berasal dari mana kata-kata alfa dalam omega dan apa maknanya? Mari kita ulas bersama. Alfa dan arti omega berasal dari bahasa Yunani. Ini bukan merupakan suatu kalimat, akan tetapi ini adalah huruf awalan dan akhiran untuk kata Yesus Kristus. Alfa dan arti omega sendiri terdapat di dalam Alitab \u201cKetika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: \u201cJangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,\u201d (Wahyu 1:17) Kitab Wahyu yang ditulis oleh Yohanes, murid Yesus, memuat banyak kata alfa dan arti omega. Selain alfa dan arti omega, awal dan akhir sering ditulis bersebelahan dengan kata alfa dan arti omega. Sebenarnya apa tujuan Tuhan menyebut diri-Nya sebagai alfa dan arti omega? Asal-Usul Alfa dan Arti Omega Kata alfa dan arti omega berasal dari Alkitab. Di dalam Alkitab disebutkan kata alfa dan arti omega berkali-kali. Terutama di kitab Wahyu. \u201cDan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali\u201d (Wahyu 2:8) \u201cFirman-Nya lagi kepadaku: \u201cSemuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan dalam Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.\u201d (Wahyu 21:6) \u201cAku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.\u201d (Wahyu 22:13).\u00a0(baca juga:\u00a0Peran Gereja Dalam Masyarakat) Artikel lainnya: Makna Alfa dan Arti Omega Bagaimana dengan Yesus? Seperti yang telah dijelaskan didalam Alkitab memang Yesus lahir dari Maria. Akan tetapi, Yesus sebenarnya sudah ada sebelum itu dalam wujud tubuh roh-Nya. Yesus merupakan pribadi yang kedua dari Allah itu sendiri. Sekalipun tubuh manusia-Nya telah mati akan tetapi tubuh roh-Nya tidak mati. \u201cTetapi orang muda itu berkata kepada mereka: \u201cJangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini.\u00a0(baca juga: Dosa Turunan Menurut Kristen) Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.\u201d (Markus 16:6) Sama halnya dengan Roh Kudus yang dicurahkan setelah Yesus naik ke surga. Sebenarnya Dia sudah ada, akan tetapi Roh Kudus menunggu sampai akhirnya Dia diutus ke dunia oleh Bapa. \u201cTetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.\u201d (Yohanes 14:26).\u00a0(baca juga: Simbol Kristen) Ini dia berikut beberapa makna dari alfa dan omega yang perlu kalian ketahui dan kita bahas satu persatu sebagai beikut: Makna dari Yesus adalah \u201cAlpha dan Omega\u201d yaitu Tuhan Sudah Ada Pada Awal dari Segala Sesuatunya dan Juga Sudah Ada Pada Akhirnya. Istilah awal dan akhir sama artinya dengan Tuhan selalu ada dan sifat-Nya kekal atau abadi. Itulah Tuhan sebagai Allah yang memulai segala sesuatu, melakukan segala sesuatu, dan menyelesaikannya dengan tuntas. Di dalam Alkitab ditulis \u201cSegala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.\u201d (Yohanes 1:3) Hal ini menjelaskan bahwa Tuhan tidak memiliki sejarah kapan Dia lahir atau dikenal. Akan tetapi sebelum kita ada, dia sudah ada untuk menciptakan alam semesta. \u201cPada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.\u201d (Kejadian 1:1) Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Tuhan sudah ada sebelum awal dari langit dan bumi.\u00a0(baca juga:\u00a0Perbedaan Agama Kristen dan Katolik) Makna kedua Yesus Sebagai \u201cAlpha dan Omega\u201d Adalah Menjelaskan di Perjanjian Lama Bahwa Dia Adalah Tuhan. Sebelum Yesus lahir di dunia, Nabi Yesaya telah menubuatkan bahwa Yesus akan datang. \u201cLihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya.\u201d (Yesaya 40:10) Untuk membuat manusia tahu bahwa Dia akan datang dalam wujud anak, maka istilah awal dan akhir digunakan. \u201cAkulah yang tetap sama, Akulah yang terdahulu, Akulah juga yang terkemudian!\u201d (Yesaya 48:12) \u201cSiapakah yang melakukan dan mengerjakan semuanya itu? Dia yang dari dahulu memanggil bangkit keturunan-keturunan, Aku, TUHAN, yang terdahulu, dan bagi mereka yang terkemudian Aku tetap Dia juga.\u201d (Yesaya 41:4) \u201cBeginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: \u201cAkulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku\u201d (Yesaya 44:6)\u00a0(baca juga: Kristen Ortodoks) Artikel lainnya: Yesus Sebagai Alfa dan Arti Omega Adalah yang Memulai dan Menyelesaikan Iman. Yesus diutus untuk memulai segala sesuatu dalam perjanjian baru dan mematahkan tradisi-tradisi dari agama. Sebab ada tradisi-tradisi agamawi yang menghambat kerja Tuhan dalam hidup manusia. \u201cDi situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka bertanya kepada-Nya: \u201cBolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?\u201d Maksud mereka ialah supaya dapat mempersalahkan Dia.Tetapi Yesus berkata kepada mereka: \u201cJika seorang dari antara kamu mempunyai seekor domba dan domba itu terjatuh ke dalam lobang pada hari Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya? Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat.\u201d (Matius 12:10-12) Hal tersebut bukan berarti Tuhan menghapusnya akan tetapi, Dia memperbaharuinya, sebagai berikut: Begitu juga dengan iman manusia pada zaman itu. \u201cIa berkata kepada mereka: \u201cKarena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, \u2013maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.\u201d\u00a0(baca juga: \u00a0Hukum Taurat) (Matius 17:20) Manusia diajarkan untuk memiliki iman yang besar atas masalahnya. Maksud dari gunung diatas adalah gunung masalah manusia yang bisa kita pindahkan melalui iman kita kepada Yesus. Ini adalah awal dari ajaran Yesus mengenai iman, dengan tujuan agar manusia memiliki iman percaya pada Tuhan.\u00a0(baca juga:\u00a0Janji Tuhan Bagi Orang Percaya) Akhiran iman adalah bahwa Yesus datang untuk mengakhiri iman-iman kita pada hukum taurat. \u201cJanganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.\u201d (Matius 5:17) Maksudnya adalah untuk menghadirkan hukum-hukum baru yang telah diperbaharui agar terciptanya hubungan antara manusia dan Tuhan yang lebih dekat atau intim lagi. Karena didalam perjanjian lama hubungan antara Allah dengan manusia terbatas dan ada tirai pemisah sehingga manusia tidak bisa langsung bertemu dengan Tuhan. Di perjanjian baru semua itu diakhiri dan dimulailah hubungan atau komunikasi yang langsung dengan Tuhan dan pribadi yang menjadi jembatan antara manusia dan Tuhan adalah Yesus yaitu dengan penebusannya di kayu salib.\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Alfa dalam omega sering kali kita dengar dari pendeta di gereja saat sedang berkotbah atau kita pernah membaca kata-kata di Alkitab. Tetapi, apakah kalian tahu pengertian dan maknanya? Di dalam Bahasa Indonesia, alfa dalam omega diterjemahkan dengan awal dan akhir. Berasal dari mana kata-kata alfa dalam omega dan apa maknanya? Mari kita ulas bersama.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Alfa dan arti omega berasal dari bahasa Yunani. Ini bukan merupakan suatu kalimat, akan tetapi ini adalah huruf awalan dan akhiran untuk kata Yesus Kristus. Alfa dan arti omega sendiri terdapat di dalam Alitab \u201cKetika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: \u201cJangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,\u201d (Wahyu 1:17) Kitab Wahyu yang ditulis oleh Yohanes, murid Yesus, memuat banyak kata alfa dan arti omega. Selain alfa dan arti omega, awal dan akhir sering ditulis bersebelahan dengan kata alfa dan arti omega. Sebenarnya apa tujuan Tuhan menyebut diri-Nya sebagai alfa dan arti omega?<\/p>\n<p><strong>Asal-Usul <\/strong><strong>Alfa dan Arti Omega<\/strong><\/p>\n<p>Kata alfa dan arti omega berasal dari Alkitab. Di dalam Alkitab disebutkan kata alfa dan arti omega berkali-kali. Terutama di kitab Wahyu. \u201cDan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali\u201d (Wahyu 2:8) \u201cFirman-Nya lagi kepadaku: \u201cSemuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan dalam Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.\u201d (Wahyu 21:6) \u201cAku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.\u201d (Wahyu 22:13).\u00a0(baca juga:\u00a0Peran Gereja Dalam Masyarakat)<\/p>\n<p>Artikel lainnya:<\/p>\n<p><strong>Makna Alfa dan Arti Omega<\/strong><\/p>\n<p>Bagaimana dengan Yesus? Seperti yang telah dijelaskan didalam Alkitab memang Yesus lahir dari Maria. Akan tetapi, Yesus sebenarnya sudah ada sebelum itu dalam wujud tubuh roh-Nya. Yesus merupakan pribadi yang kedua dari Allah itu sendiri. Sekalipun tubuh manusia-Nya telah mati akan tetapi tubuh roh-Nya tidak mati. \u201cTetapi orang muda itu berkata kepada mereka: \u201cJangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini.\u00a0(baca juga: Dosa Turunan Menurut Kristen)<\/p>\n<p>Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.\u201d (Markus 16:6) Sama halnya dengan Roh Kudus yang dicurahkan setelah Yesus naik ke surga. Sebenarnya Dia sudah ada, akan tetapi Roh Kudus menunggu sampai akhirnya Dia diutus ke dunia oleh Bapa. \u201cTetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.\u201d (Yohanes 14:26).\u00a0(baca juga: Simbol Kristen)<\/p>\n<p>Ini dia berikut beberapa makna dari alfa dan omega yang perlu kalian ketahui dan kita bahas satu persatu sebagai beikut:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Makna dari Yesus adalah \u201cAlpha dan Omega\u201d yaitu Tuhan Sudah Ada Pada Awal dari Segala Sesuatunya dan Juga Sudah Ada Pada Akhirnya. <\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Istilah awal dan akhir sama artinya dengan Tuhan selalu ada dan sifat-Nya kekal atau abadi. Itulah Tuhan sebagai Allah yang memulai segala sesuatu, melakukan segala sesuatu, dan menyelesaikannya dengan tuntas. Di dalam Alkitab ditulis \u201cSegala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.\u201d (Yohanes 1:3) Hal ini menjelaskan bahwa Tuhan tidak memiliki sejarah kapan Dia lahir atau dikenal. Akan tetapi sebelum kita ada, dia sudah ada untuk menciptakan alam semesta. \u201cPada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.\u201d (Kejadian 1:1) Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Tuhan sudah ada sebelum awal dari langit dan bumi.\u00a0(baca juga:\u00a0Perbedaan Agama Kristen dan Katolik)<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong>Makna kedua Yesus Sebagai \u201cAlpha dan Omega\u201d Adalah Menjelaskan di Perjanjian Lama Bahwa Dia Adalah Tuhan.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Sebelum Yesus lahir di dunia, Nabi Yesaya telah menubuatkan bahwa Yesus akan datang. \u201cLihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya.\u201d (Yesaya 40:10) Untuk membuat manusia tahu bahwa Dia akan datang dalam wujud anak, maka istilah awal dan akhir digunakan. \u201cAkulah yang tetap sama, Akulah yang terdahulu, Akulah juga yang terkemudian!\u201d (Yesaya 48:12) \u201cSiapakah yang melakukan dan mengerjakan semuanya itu? Dia yang dari dahulu memanggil bangkit keturunan-keturunan, Aku, TUHAN, yang terdahulu, dan bagi mereka yang terkemudian Aku tetap Dia juga.\u201d (Yesaya 41:4) \u201cBeginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: \u201cAkulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku\u201d (Yesaya 44:6)\u00a0(baca juga: Kristen Ortodoks)<\/p>\n<p>Artikel lainnya:<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong>Yesus Sebagai Alfa dan Arti Omega Adalah yang Memulai dan Menyelesaikan Iman.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Yesus diutus untuk memulai segala sesuatu dalam perjanjian baru dan mematahkan tradisi-tradisi dari agama. Sebab ada tradisi-tradisi agamawi yang menghambat kerja Tuhan dalam hidup manusia. \u201cDi situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka bertanya kepada-Nya: \u201cBolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?\u201d Maksud mereka ialah supaya dapat mempersalahkan Dia.Tetapi Yesus berkata kepada mereka: \u201cJika seorang dari antara kamu mempunyai seekor domba dan domba itu terjatuh ke dalam lobang pada hari Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya? Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat.\u201d (Matius 12:10-12) Hal tersebut bukan berarti Tuhan menghapusnya akan tetapi, Dia memperbaharuinya, sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Begitu juga dengan iman manusia pada zaman itu. \u201cIa berkata kepada mereka: \u201cKarena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, \u2013maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.\u201d\u00a0(baca juga: \u00a0Hukum Taurat)<\/li>\n<li>(Matius 17:20) Manusia diajarkan untuk memiliki iman yang besar atas masalahnya.<\/li>\n<li>Maksud dari gunung diatas adalah gunung masalah manusia yang bisa kita pindahkan melalui iman kita kepada Yesus. Ini adalah awal dari ajaran Yesus mengenai iman, dengan tujuan agar manusia memiliki iman percaya pada Tuhan.\u00a0(baca juga:\u00a0Janji Tuhan Bagi Orang Percaya)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Akhiran iman adalah bahwa Yesus datang untuk mengakhiri iman-iman kita pada hukum taurat. \u201cJanganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.\u201d (Matius 5:17) Maksudnya adalah untuk menghadirkan hukum-hukum baru yang telah diperbaharui agar terciptanya hubungan antara manusia dan Tuhan yang lebih dekat atau intim lagi. Karena didalam perjanjian lama hubungan antara Allah dengan manusia terbatas dan ada tirai pemisah sehingga manusia tidak bisa langsung bertemu dengan Tuhan. Di perjanjian baru semua itu diakhiri dan dimulailah hubungan atau komunikasi yang langsung dengan Tuhan dan pribadi yang menjadi jembatan antara manusia dan Tuhan adalah Yesus yaitu dengan penebusannya di kayu salib.<\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Alfa dan Omega: Asal-usul dan Maknanya Diakonia.id -Alfa dalam omega sering kali kita dengar dari pendeta di gereja saat sedang berkotbah atau kita pernah membaca kata-kata di Alkitab. Tetapi, apakah kalian tahu pengertian dan maknanya? Di dalam Bahasa Indonesia, alfa dalam omega diterjemahkan dengan awal dan akhir. Berasal dari mana kata-kata alfa dalam omega dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31773,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"https:\/\/tuhanyesus.org\/alfa-dan-omega","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[1,3],"tags":[],"class_list":["post-56930","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab","category-umum"],"better_featured_image":{"id":31773,"alt_text":"","caption":"","description":"eb1344412fb899666419fb6a9bcf7e84","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg?fit=1600%2C900&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"9396","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56930","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56930"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56930\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31773"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56930"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56930"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56930"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}