{"id":56932,"date":"2021-05-20T07:00:30","date_gmt":"2021-05-20T00:00:30","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=56932"},"modified":"2021-05-06T20:18:48","modified_gmt":"2021-05-06T13:18:48","slug":"pengertian-kitab-injil-menurut-kristen-protestan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/pengertian-kitab-injil-menurut-kristen-protestan\/","title":{"rendered":"Pengertian Kitab Injil Menurut Kristen Protestan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Pengertian Kitab Injil Menurut Kristen Protestan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Pengertian Kitab Injil Menurut Kristen Protestan Diakonia.id - Kata Injil secara umum diartikan sebagai rekaman tulisan dari perkataan dan juga perbuatan Yesus. Injil berasal dari bahasa Yunani yakni \u201ceuaggelion\u201d atau jika dalam bahasa Latin \u201cEvangelium\u201d yang berarti \u201cKabar Gembira\u201d. Semua kisah yang ada di Injil berkaitan dengan Kristus. Menurut New Advent Catholic Encyclopedia, ada sekitar 50 karya yang ditulis pada abad awal mengenai pribadi dan karya dari Kristus serta ada 20 karya yang disebut \u201cInjil\u201d meski hanya 4 Kitab Injil yang disebut Injil Kanonik dengan arti sudah dinyatakan gereja sebagai Injil yang ditulis atas ilham Roh Kudus. Keduapuluh Injil Injil Kanonik [Injil Matius, Lukas, Markus, Yohanes Injil Matias Injil menurut jemaat Ibrani Injil menurut jemaat Mesir Injil Filipus Injil Thomas Proto-Evangelium Yakobus Injil Nicodemus [Acta Pilati] Injil Valentinus Injil Keduabelas Rasul Injil Basilides Injil Marcion Injil Yudas Injil Hawa Injil Teleioseos Tulisan Genna Marias Matius Markus Lukas Yohanes Pengertian kitab Injil dari 20 Injil, hanya 4 saja yang diakui oleh Gereja sebagai Injil yang diilhami dari Roh Kudus yakni Injil Matius, Markus, Yohanes dan juga Lukas. 4 Injil ini ditulis oleh rasul Kristus yakni Matius dan Yohanes atau murid rasul Kristus yakni Markus, murid Rasul Petrus dan Lukas, Murid Rasul Paulus. 4 Injil tersebut ditetapkan sebagai Injil Kanonik termasuk Kanon Kitab Suci Perjanjian Baru yang pertama oleh Paus Damaskus I [382] lalu diteguhkan oleh Konsili Hippo [393] serta Carthage [397] serta beberapa konsili berikutnya.\u00a0Kesaksian dari keempat Injil ini kemudian diberikan oleh beberapa Bapa Gereja pada abad awal oleh Papias, Origen, St. irenaeus, Eusebius dan St. Jerome. 1. Matius Dari tradisi gereja awal, Injil pertama yang ada dalam Perjanjian Baru ditulis oleh Matius, salah seorang murid Yesus. Ini diperkirakan ditulis dengan menggunakan bahasa Aram bagi gereja di Galilea lalu diterjemahkan menjadi bahasa Gerika supaya bisa dipakai luas untuk umat Kristen di seluruh dunia. Dalam Injil Matius ini terdapat banyak istilah Aram yang dikenal sebagai adat istiadat Yahudi di abad pertama. (baca juga:\u00a0Peran Gereja Dalam Masyarakat) 2. Markus Injil Markus ditulis oleh Yohanes yang disebut juga Markus [Kis 12:25], masih berhubungan dengan keluarga barnabas [Kol 4:10]. Dari tradisi awal, ia bertindak sebagai juru tulis Petrus sehingga Injil yang ditulis tidak salah jika disebut sebagai catatan dari pengajaran Petrus tentang Injil. Artikel terkait: 3. Lukas Injil ini secara spesifik ditujukan untuk seseorang bernama Teofilus [Luk. 1:3-4], \u201csupaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar\u201d. Injil ini ditulis dalam bahasa Gerika yang memperlihatkan ciri dari seorang ahli dan ditulis oleh Lukas. Lukas mempunyai kesempatan untuk berbicara tentang hal atau perkara bersifat pribadi dengan Ibu Yesus. Pandangannya tentang Maria lebih banyak direfleksikan dalam Injil tulisan Lukas ini dibandingkan dengan3 narasi lainnya. (baca juga:\u00a0Perbedaan Agama Kristen dan Katolik) 4. Yohanes Injil Yohanes menjadi Injil yang unik sebab mencatat banyak aspek tentang hidup Yesus yang tidak ditemukan dalam Injil lainnya. Sejak awal ia dikenal sebagai Rasul Yohanes dan dikenal juga sebagai murid yang dikasihi Yesus. Tujuan mengapa Injil ini ditulis Yohanes adalah Yoh. 20:30-31, \u201csupaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup di dalam nama-Nya\u201d. (baca juga:\u00a0Janji Tuhan Bagi Orang Percaya) Ayat Penting Yang Memuat Kata Injil Pengertian kitab Injil muncul sebanyak 124 kali dengan memakai istilah Kabar Baik yang semuanya ada di Perjanjian Baru yaitu 23 kali dalam keempat Injil, 17 kali dalam Kisah Para Rasul, 78 kali dalam Surat Surat Paulus, 5 kali dalam Surat Surat Lain dan juga 1 kali dalam Kitab Wahyu. Beberapa ayat penting yang memuat kata \u201cInjil\u201d diantaranya adalah: Markus 1:1 \u2013 Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus Anak Allah. (baca juga: \u00a0Hukum Taurat) Markus 1:15 \u2013 Waktunya telah genap, Kerajaan Allah sudah dekat, bertobatlah dan percaya pada Injil. Markus 8:35 \u2013 \u201cKarena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa yang kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, Ia akan menyelamatkannya. Matius 23 \u2013 Segala sesuatu aku lakukan karena Injil supaya aku mendapat bagian didalamnya. Matius 24:14 \u2013 Dan Injil ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya. (baca juga: Kristen Ortodoks) Artikel terkait: Arti Injil Pemberitaan tentang keadaan penyelamatan Allah dalam Yesus dari Nazaret atau berita yang disampaikan dari Nazaret.\u00a0Dalam pengerian yang paling tepat, kata \u201cInjil\u201d merujuk pada 4 Injil Kaninik yakni Matius, Markus, Yohanes dan Lukas dan ada juga beberapa Injil non-Kanonik seperti Injil Thomas. Injil ini mengabarkan tentang kehidupan Yesus, kematian Yesus dan kebangkitan Yesus.\u00a0Kata Injil ini dipakai Paulus sebelum kitab-kitab Injil dari kanon Perjanjian Baru ditulis. [1 Korintus 15:1], saat ia menegaskan pada orang Kristen di Korintus, \u201ckepada Injil yang berkaitan padamu\u201d. Dengan berita ini, Paulus menegaskan jika mereka diselamatkan dan ia menggambarkan dalam pengertian yang sangat sederhana sambil tetap memberi penekanan penampakan Kristus sesudah kebangkitan. [15: 3-8], \u201cBahwa Roh Kristus sudah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, Ia sudah dikuburkan dan sudah dibangkitkan pada hari ketiga sesuai dengan Kitab Suci dan Ia menampakkan diri pada kefas lalu pada keduabelas murid-Nya lalu menampakkan diri pada lebih dari 500 saudara sekaligus.\u00a0Kemudian dilanjutkan dengan menampakkan diri pada Yakobus dan pada semua rasul sehingga pada akhirnya Ia juga menampakkan diri padaku seperti pada anak yang lahir sebelum waktunya. Bentuk Injil Berdasarkan Alkitab Pengertian kitab Injil dalam Penulisan Injil ada beberapa ulasan mengenai penulisan Injil yang penting untuk diketahui yakni sebagai berikut: Kitab Perjanjian Baru diterbitkan pada tahun 50 dan 100 Masehi dan yang pertama adalah Surat Paulus lalu surat-surat bagian lain. Beberapa abad sesudah Masehi, gereja kemudian mensahkan Kanon Kitab Perjanjian dan pengesahan ini terjadi sesudah urutannya disesuaikan dengan sejarah Keselamatan. (baca juga: Dosa Turunan Menurut Kristen) Kanon Perjanjian Baru sudah ditetapkan pada tahun 200 Masehi, sedangkan secara defenetif baru ditetapkan pada tahun 380 [Sejarah Gereja oleh Dr.H.Berkhof serta Dr.I.H.Enklaar, 1962]. Injil Matius dengan bahasa Ara sudah lama telah hilang dan 3 Injil lainnya ditulis dalam bahasa Yunani. (baca juga: Simbol Kristen) Berikut, ada 2 bentuk injil yang dibedakan yang perlu kalian ketahui sebagai berikut: 1. Injil Kanonik Dari banyak Injil yang sudah ditulis, Injil yang diterima di Perjanjian Baru dijadikan tema oleh Irenaeus dalam judul \u201cMelawan Kesesatan\u201d. Irenaeus menentang segelintir kelompok Kristen yang memakai satu Injik saja seperti contohnya kelompok Marsion. Kelompok ini hanya memakai Injil Lukas dan sudah diubah kembali sedemikian rupa. Irenaeus juga menentang beberapa kelompok yang memberikan penekanan tulisan berisi wahyu baru seperti kelompok Velentinius. 2. Injil Apokrif Irenaeus mengatakan jika ada empat Injil yang menjadi lambang tiang gereja dan tidak ada lebih atau kurang dari keempat Injil tersebut. Pada abad ke-5 dibawah Paus Inosensius, terdapat sebuah kanon Alkitab yang mencakup Matius, Markus, Lukas dan Yohanes yang juga sebelumnya sudah ditetapkan dalam beberapa regional yakni Konsili Roma, Sinode Hippo serta Sinode Karthago. Kanon ini serupa dengan kanon Katolik modern yang dipakai dalam vulgate yakni terjemahan Alkitab di abad ke-5 oleh Hieronimus. Ada beberapa Injil yang tidak dikanonkan walau memiliki banyak kesamaan dalam segi isi serta gaya bahasa dibandingkan dengan Injil kanonik yang mengemukakan tentang beberapa ajaran dari sudut pandang berbeda. Demikian ulasan singkat dari kami mengenai Kitab Injil. Semoga ringkasan ini bisa memberikan sedikit gambaran atau pengertian tentang Kitab Injil untuk anda semua, terima kasih.\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Kata Injil secara umum diartikan sebagai rekaman tulisan dari perkataan dan juga perbuatan Yesus. Injil berasal dari bahasa Yunani yakni \u201ceuaggelion\u201d atau jika dalam bahasa Latin \u201cEvangelium\u201d yang berarti \u201cKabar Gembira\u201d. Semua kisah yang ada di Injil berkaitan dengan Kristus. Menurut New Advent Catholic Encyclopedia, ada sekitar 50 karya yang ditulis pada abad awal mengenai pribadi dan karya dari Kristus serta ada 20 karya yang disebut \u201cInjil\u201d meski hanya 4 Kitab Injil yang disebut Injil Kanonik dengan arti sudah dinyatakan gereja sebagai Injil yang ditulis atas ilham Roh Kudus.<\/p>\n<p><strong>Keduapuluh Injil<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Injil Kanonik <sup>[Injil Matius, Lukas, Markus, Yohanes<\/sup><\/li>\n<li>Injil Matias<\/li>\n<li>Injil menurut jemaat Ibrani<\/li>\n<li>Injil menurut jemaat Mesir<\/li>\n<li>Injil Filipus<\/li>\n<li>Injil Thomas<\/li>\n<li>Proto-Evangelium Yakobus<\/li>\n<li>Injil Nicodemus <sup>[Acta Pilati]<\/sup><\/li>\n<li>Injil Valentinus<\/li>\n<li>Injil Keduabelas Rasul<\/li>\n<li>Injil Basilides<\/li>\n<li>Injil Marcion<\/li>\n<li>Injil Yudas<\/li>\n<li>Injil Hawa<\/li>\n<li>Injil Teleioseos<\/li>\n<li>Tulisan Genna Marias<\/li>\n<li>Matius<\/li>\n<li>Markus<\/li>\n<li>Lukas<\/li>\n<li>Yohanes<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pengertian kitab Injil dari 20 Injil, hanya 4 saja yang diakui oleh Gereja sebagai Injil yang diilhami dari Roh Kudus yakni Injil Matius, Markus, Yohanes dan juga Lukas. 4 Injil ini ditulis oleh rasul Kristus yakni Matius dan Yohanes atau murid rasul Kristus yakni Markus, murid Rasul Petrus dan Lukas, Murid Rasul Paulus. 4 Injil tersebut ditetapkan sebagai Injil Kanonik termasuk Kanon Kitab Suci Perjanjian Baru yang pertama oleh Paus Damaskus I <sup>[382]<\/sup> lalu diteguhkan oleh Konsili Hippo <sup>[393]<\/sup> serta Carthage <sup>[397]<\/sup> serta beberapa konsili berikutnya.\u00a0Kesaksian dari keempat Injil ini kemudian diberikan oleh beberapa Bapa Gereja pada abad awal oleh Papias, Origen, St. irenaeus, Eusebius dan St. Jerome.<\/p>\n<p><strong>1. Matius<\/strong><\/p>\n<p>Dari tradisi gereja awal, Injil pertama yang ada dalam Perjanjian Baru ditulis oleh Matius, salah seorang murid Yesus. Ini diperkirakan ditulis dengan menggunakan bahasa Aram bagi gereja di Galilea lalu diterjemahkan menjadi bahasa Gerika supaya bisa dipakai luas untuk umat Kristen di seluruh dunia. Dalam Injil Matius ini terdapat banyak istilah Aram yang dikenal sebagai adat istiadat Yahudi di abad pertama. (baca juga:\u00a0Peran Gereja Dalam Masyarakat)<\/p>\n<p><strong>2. Markus<\/strong><\/p>\n<p>Injil Markus ditulis oleh Yohanes yang disebut juga Markus <sup>[Kis 12:25]<\/sup>, masih berhubungan dengan keluarga barnabas <sup>[Kol 4:10]<\/sup>. Dari tradisi awal, ia bertindak sebagai juru tulis Petrus sehingga Injil yang ditulis tidak salah jika disebut sebagai catatan dari pengajaran Petrus tentang Injil.<\/p>\n<p>Artikel terkait:<\/p>\n<p><strong>3. Lukas<\/strong><\/p>\n<p>Injil ini secara spesifik ditujukan untuk seseorang bernama Teofilus <sup>[Luk. 1:3-4]<\/sup>, \u201csupaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar\u201d. Injil ini ditulis dalam bahasa Gerika yang memperlihatkan ciri dari seorang ahli dan ditulis oleh Lukas. Lukas mempunyai kesempatan untuk berbicara tentang hal atau perkara bersifat pribadi dengan Ibu Yesus. Pandangannya tentang Maria lebih banyak direfleksikan dalam Injil tulisan Lukas ini dibandingkan dengan3 narasi lainnya. (baca juga:\u00a0Perbedaan Agama Kristen dan Katolik)<\/p>\n<p><strong>4. Yohanes<\/strong><\/p>\n<p>Injil Yohanes menjadi Injil yang unik sebab mencatat banyak aspek tentang hidup Yesus yang tidak ditemukan dalam Injil lainnya. Sejak awal ia dikenal sebagai Rasul Yohanes dan dikenal juga sebagai murid yang dikasihi Yesus. Tujuan mengapa Injil ini ditulis Yohanes adalah Yoh. 20:30-31, \u201csupaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup di dalam nama-Nya\u201d. (baca juga:\u00a0Janji Tuhan Bagi Orang Percaya)<\/p>\n<p><strong>Ayat Penting Yang Memuat Kata Injil<\/strong><\/p>\n<p>Pengertian kitab Injil muncul sebanyak 124 kali dengan memakai istilah Kabar Baik yang semuanya ada di Perjanjian Baru yaitu 23 kali dalam keempat Injil, 17 kali dalam Kisah Para Rasul, 78 kali dalam Surat Surat Paulus, 5 kali dalam Surat Surat Lain dan juga 1 kali dalam Kitab Wahyu. Beberapa ayat penting yang memuat kata \u201cInjil\u201d diantaranya adalah:<\/p>\n<ol>\n<li>Markus 1:1 \u2013 Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus Anak Allah. (baca juga: \u00a0Hukum Taurat)<\/li>\n<li>Markus 1:15 \u2013 Waktunya telah genap, Kerajaan Allah sudah dekat, bertobatlah dan percaya pada Injil.<\/li>\n<li>Markus 8:35 \u2013 \u201cKarena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa yang kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, Ia akan menyelamatkannya.<\/li>\n<li>Matius 23 \u2013 Segala sesuatu aku lakukan karena Injil supaya aku mendapat bagian didalamnya.<\/li>\n<li>Matius 24:14 \u2013 Dan Injil ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya. (baca juga: Kristen Ortodoks)<\/li>\n<\/ol>\n<p>Artikel terkait:<\/p>\n<p><strong>Arti Injil<\/strong><\/p>\n<p>Pemberitaan tentang keadaan penyelamatan Allah dalam Yesus dari Nazaret atau berita yang disampaikan dari Nazaret.\u00a0Dalam pengerian yang paling tepat, kata \u201cInjil\u201d merujuk pada 4 Injil Kaninik yakni Matius, Markus, Yohanes dan Lukas dan ada juga beberapa Injil non-Kanonik seperti Injil Thomas. Injil ini mengabarkan tentang kehidupan Yesus, kematian Yesus dan kebangkitan Yesus.\u00a0Kata Injil ini dipakai Paulus sebelum kitab-kitab Injil dari kanon Perjanjian Baru ditulis. <sup>[1 Korintus 15:1]<\/sup>, saat ia menegaskan pada orang Kristen di Korintus, \u201ckepada Injil yang berkaitan padamu\u201d. Dengan berita ini, Paulus menegaskan jika mereka diselamatkan dan ia menggambarkan dalam pengertian yang sangat sederhana sambil tetap memberi penekanan penampakan Kristus sesudah kebangkitan. <sup>[15: 3-8]<\/sup>,<\/p>\n<p>\u201cBahwa Roh Kristus sudah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, Ia sudah dikuburkan dan sudah dibangkitkan pada hari ketiga sesuai dengan Kitab Suci dan Ia menampakkan diri pada kefas lalu pada keduabelas murid-Nya lalu menampakkan diri pada lebih dari 500 saudara sekaligus.\u00a0Kemudian dilanjutkan dengan menampakkan diri pada Yakobus dan pada semua rasul sehingga pada akhirnya Ia juga menampakkan diri padaku seperti pada anak yang lahir sebelum waktunya.<\/p>\n<h3>Bentuk Injil Berdasarkan Alkitab<\/h3>\n<p>Pengertian kitab Injil dalam Penulisan Injil ada beberapa ulasan mengenai penulisan Injil yang penting untuk diketahui yakni sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Kitab Perjanjian Baru diterbitkan pada tahun 50 dan 100 Masehi dan yang pertama adalah Surat Paulus lalu surat-surat bagian lain. Beberapa abad sesudah Masehi, gereja kemudian mensahkan Kanon Kitab Perjanjian dan pengesahan ini terjadi sesudah urutannya disesuaikan dengan sejarah Keselamatan. (baca juga: Dosa Turunan Menurut Kristen)<\/li>\n<li>Kanon Perjanjian Baru sudah ditetapkan pada tahun 200 Masehi, sedangkan secara defenetif baru ditetapkan pada tahun 380 <sup>[Sejarah Gereja oleh Dr.H.Berkhof serta Dr.I.H.Enklaar, 1962]<\/sup>. Injil Matius dengan bahasa Ara sudah lama telah hilang dan 3 Injil lainnya ditulis dalam bahasa Yunani. (baca juga: Simbol Kristen)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Berikut, ada 2 bentuk injil yang dibedakan yang perlu kalian ketahui sebagai berikut:<\/p>\n<p><strong>1. Injil Kanonik<\/strong><\/p>\n<p>Dari banyak Injil yang sudah ditulis, Injil yang diterima di Perjanjian Baru dijadikan tema oleh Irenaeus dalam judul \u201cMelawan Kesesatan\u201d. Irenaeus menentang segelintir kelompok Kristen yang memakai satu Injik saja seperti contohnya kelompok Marsion. Kelompok ini hanya memakai Injil Lukas dan sudah diubah kembali sedemikian rupa. Irenaeus juga menentang beberapa kelompok yang memberikan penekanan tulisan berisi wahyu baru seperti kelompok Velentinius.<\/p>\n<p><strong>2. Injil Apokrif<\/strong><\/p>\n<p>Irenaeus mengatakan jika ada empat Injil yang menjadi lambang tiang gereja dan tidak ada lebih atau kurang dari keempat Injil tersebut. Pada abad ke-5 dibawah Paus Inosensius, terdapat sebuah kanon Alkitab yang mencakup Matius, Markus, Lukas dan Yohanes yang juga sebelumnya sudah ditetapkan dalam beberapa regional yakni Konsili Roma, Sinode Hippo serta Sinode Karthago. Kanon ini serupa dengan kanon Katolik modern yang dipakai dalam vulgate yakni terjemahan Alkitab di abad ke-5 oleh Hieronimus. Ada beberapa Injil yang tidak dikanonkan walau memiliki banyak kesamaan dalam segi isi serta gaya bahasa dibandingkan dengan Injil kanonik yang mengemukakan tentang beberapa ajaran dari sudut pandang berbeda.<\/p>\n<p>Demikian ulasan singkat dari kami mengenai Kitab Injil. Semoga ringkasan ini bisa memberikan sedikit gambaran atau pengertian tentang Kitab Injil untuk anda semua, terima kasih.<\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Kitab Injil Menurut Kristen Protestan Diakonia.id &#8211; Kata Injil secara umum diartikan sebagai rekaman tulisan dari perkataan dan juga perbuatan Yesus. Injil berasal dari bahasa Yunani yakni \u201ceuaggelion\u201d atau jika dalam bahasa Latin \u201cEvangelium\u201d yang berarti \u201cKabar Gembira\u201d. Semua kisah yang ada di Injil berkaitan dengan Kristus. Menurut New Advent Catholic Encyclopedia, ada sekitar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31773,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"https:\/\/tuhanyesus.org\/pengertian-kitab-injil","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[1,3],"tags":[],"class_list":["post-56932","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab","category-umum"],"better_featured_image":{"id":31773,"alt_text":"","caption":"","description":"eb1344412fb899666419fb6a9bcf7e84","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg?fit=1600%2C900&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"4848","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56932","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56932"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56932\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31773"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56932"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56932"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56932"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}