{"id":57000,"date":"2021-04-30T17:46:10","date_gmt":"2021-04-30T10:46:10","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=57000"},"modified":"2021-04-30T17:50:52","modified_gmt":"2021-04-30T10:50:52","slug":"15-karakter-kristus-dalam-alkitab-sebagai-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/15-karakter-kristus-dalam-alkitab-sebagai-manusia\/","title":{"rendered":"15 Karakter Kristus Dalam Alkitab Sebagai Manusia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">15 Karakter Kristus Dalam Alkitab Sebagai Manusia<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"15 Karakter Kristus Dalam Alkitab Sebagai Manusia Diakonia.id - Karakter adalah sifat kejiwaan, akhlak, dan budi yang terdapat dalam diri seseorang. Dengan mengetahui karakternya, kita dapat memberikan penilaian. Apakah orang tersebut baik atau tidak. Salah satu hal yang mempengaruhi karakter ialah lingkungan sekitar. Jika seseorang tinggal di lingkungan yang menjunjung tinggi kekeluargaan, kemungkinan besar ia orang yang loyal. Karakter manusia yang sebenarnya akan kelihatan ketika dirinya menghadapi masalah. Ya, hidup ini tak pernah luput dari masalah. Namun, kita harus menyerahkan diri kita kepada Tuhan. Saat mengalami masa sukar, lihat dan ketahui makna kebangkitan Yesus. Memiliki karakter yang kuat, tangguh, tegar, stabil, dan sempurna. Proses pembentukan karakter seperti Yesus tidaklah mudah dan diperoleh secara instan. Sebaliknya, proses tersebut amatlah menyakitkan dan mengancam kehidupan kita. Disini, Allah meminta kita untuk selalu setia kepada-Nya. Dengan membawa diri kita ke tempat yang dikehendaki Allah, kita telah mempersembahkan diri kita kepada-Nya.\u00a0Roma 8:29 \u201cSebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung diantara banyak saudara.\u201d\u00a0Berikut ialah karakter Kristus sebagai manusia: 1. Penuh Perhatian Hati Yesus selalu tergerak oleh belas kasihan. Oleh sebab itu, Ia tidak tinggal diam jika manusia mengalami kesusahan. Matius 8:5-7 \u201cKetika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita. Yesus berkata kepadanya: Aku akan datang menyembuhkannya.\u201d\u00a0Ayat di atas sebagai bukti bahwa Yesus sangat prihatin kepada manusia. Ia tidak akan membiarkan umat-Nya berlarut-larut dalam penderitaan. 2.\u00a0Hidup Miskin dan Sederhana Miskin bukanlah sebuah dosa, bukan juga salah satu hal yang luar biasa. Melainkan suatu tujuan hidup orang Kristen\u00a0untuk meneladani hidup Yesus. Yesus memiliki karakter yang sederhana dan mau hidup miskin. Tujuannya agar Ia bisa sama seperti manusia. Dalam kemiskinan, kita diajarkan sesuatu hal yang sangat berharga. Sebuah pelajaran yang memiliki makna yang luar biasa. Filipi 4:11-12 \u201cKukatakan ini bukanlah kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.\u201d 3. Hidup Kaya Tanpa Ketamakan Yesus itu kaya, karena Ia memiliki kuasa yang atas alam semesta. Namun, ia memilih untuk tidak tamak akan semua itu. Ia berbagi kuasa-Nya dengan melakukan mujizat Tuhan Yesus. Allah sangat senang jika kebutuhan anak-anak-Nya terpenuhi. Bagi mereka yang dekat dan telah belajar, Yesus membukakan kelimpahan harta sorgawi kepada mereka. Kelimpahan tersebut tiada habisnya. 4. Berani Karakter Kristus selanjutnya ialah pemberani. Dapat dilihat ketika Ia menjungkirbalikkan meja-meja penyamun di Bait Allah. Tindakan tersebut sangat mengundang banyak perhatian. Namun, Ia dengan tegas mengatakan \u201cJangan Menjadikan Rumah Bapa-Ku sebagai sarang penyamun.\u201d\u00a0Kita juga dituntut untuk meneladani sifat Yesus yang pemberani. Yesaya 41:10\u201cJanganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu. Aku akan meneguhkan bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.\u201d 5. Penuh Pertimbangan Allah Tritunggal\u00a0selalu mempertimbangkan segala sesuatu sebelum mengambil keputusan. Ia memikirkan kapan waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu. Sama seperti kita, jangan terlalu terburu-buru ketika mengambil keputusan. Melainkan pikirkan dampak positif dan negatif yang akan terjadi dari keputusan tersebut. 6. Tegas Yesus selalu bersifat tegas, terutama saat Ia dihadapkan pada keputusan sulit. Ketegasan ini bisa kita peroleh dengan cara belajar. Caranya dengan melakukannya dan menyerahkannya ke dalam tangan Tuhan. Ketegasan akan selalu menuntun kita pada hidup yang memiliki tujuan. 7. Berbelas Kasih Yesus itu Maha Pengasih dan Penyayang. Sebagai manusia, kita dituntut untuk mengasihi musuh-musuh kita. Agar kita dapat\u00a0bertumbuh dan berbuah di dalam Kristus. Hal tersebut merupakan bagian tersulit dalam hidup kita. Well, sebenarnya tidak terlalu sulit. Asalkan kita mau membuang rasa benci dan memupuk kasih sayang untuk diberikan kepada sesama manusia. 8. Tidak Butuh Ketenaran Yesus tidak butuh sanjungan orang banyak. Ia juga tidak meminta untuk dikenal orang banyak. Namun, ia lebih memilih untuk \u201cmati dalam diri sendiri\u201d. Makna dari kalimat tersebut ialah \u201capabila kamu dilupakan, tidak dikenal, atau tidak dianggap sama sekali, dan engkau tidak lupa dan sakit hati terhadap penghinaan dan kelalaian ini. Tetapi sebaliknya, hatimu gembira, merasa layak untuk menderita bersama Kristus.\u201d 9. Tahan Godaan Ingatkah kamu ketika Yesus dicobai di padang gurun? Yesus mampu menahan diri-Nya dari berbagai godaan si Iblis. Bagaimana dengan kita? Di tengah-tengah dunia yang gemerlap ini, kita sulit manahan nafsu dan keinginan hati. Penyembahan berhala, pembunuhan, percabulan, dan pencurian dilakukan untuk mendapatkan harta duniawi. Kita kurang memaknai\u00a0pandangan Iman Kristen terhadap gaya hidup modern 10. Selalu Puas dan Bersyukur Yesus selalu bersyukur atas apa yang diberikan Bapa kepada-Nya. Namun, tidak bagi manusia biasa. Kita selaku Kristiani sangat tamak dalam hidup. Bukan malah hidup sederhana dan mengetahui\u00a0makna paskah.\u00a0Sudah punya rumah, ingin punya apartemen. Sudah punya mobil, ingin punya yang baru lagi. Ketamakan akan membawa manusia hidup dalam kehancuran dan egoisme. 11.\u00a0Pemaaf Karakter manusia dalam diri Yesus selanjutnya ialah pemaaf. Ia mau memaafkan siapapun yang telah berbuat dosa kepada-Nya. Tidak memandang apakah dosa tersebut berat atau tidak. Sifat ini tampak jelas ketika karakter Kristus mau memaafkan dosa seluruh umat manusia. Terutama orang-orang yang menyalibkan Dia.\u00a0Lukas 6:37 \u201cJanganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.\u201d 12.\u00a0Rendah Hati Yesus itu rendah hati. Ia merendahkan diri-Nya agar sama dengan manusia biasa. Kerendahan hati-Nya dibuktikan ketika Ia dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan. Kitapun harus bisa demikian. Walaupun beribu-ribu pujian datang, tetaplah mempertahankan sikap rendah hati. Jangan sekali-kali kamu meninggikan diri. Biarlah Yesus sendiri yang meninggikan dirimu. 13.\u00a0Penyabar Yesus itu Maha Penyabar. Ia sabar ketika dianiaya dan dijelek-jelekkan oleh orang banyak. Ia tidak marah, malahan Ia mendoakan orang tersebut agar mau bertobat. Yesus sabar menunggu agar manusia di dunia ini bertobat dan mau\u00a0menjadi murid Kristus. 14.\u00a0Sanggup Dianiaya Sama seperti Yesus yang dianiaya, kita sebagai manusia juga akan menerima penganiayaan. Cepat atau lambat, tuduhan palsu akan dilemparkan pada kita. Tapi, jangan membukakakan pintu kebencian bagi orang yang menganiaya kita. Ingatlah akan janji Tuhan bagi orang percaya. Tetaplah belajar untuk mengasihi musuh-musuh kita. Jangan lupa juga untuk berdoa dengan\u00a0cara berdoa yang benar. 15. Tulus Hati Yesus mengasihi manusia secara tulus ikhlas. Tanpa meminta apapun dari manusia yang dikasihi-Nya. Ketulusan Yesus membawa terang dan kesempurnaan bagi hidup manusia. Ia sebagai manusia telah menunjukkan bahwa semua hal itu bisa dilakukan. Yang terpenting ialah kemauan. Itulah 15 karakter Yesus sebagai manusia. Kita sebagai Kristiani diharapkan bisa meneladani karakter tersebut. Tidak lupa juga untuk menaati\u00a0hukum Taurat. Semoga pengetahuanmu tentang Kristiani bertambah ya.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Karakter adalah sifat kejiwaan, akhlak, dan budi yang terdapat dalam diri seseorang. Dengan mengetahui karakternya, kita dapat memberikan penilaian. Apakah orang tersebut baik atau tidak. Salah satu hal yang mempengaruhi karakter ialah lingkungan sekitar. Jika seseorang tinggal di lingkungan yang menjunjung tinggi kekeluargaan, kemungkinan besar ia orang yang loyal.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Karakter manusia yang sebenarnya akan kelihatan ketika dirinya menghadapi masalah. Ya, hidup ini tak pernah luput dari masalah. Namun, kita harus menyerahkan diri kita kepada Tuhan. Saat mengalami masa sukar, lihat dan ketahui makna kebangkitan Yesus. Memiliki karakter yang kuat, tangguh, tegar, stabil, dan sempurna.<\/p>\n<p>Proses pembentukan karakter seperti Yesus tidaklah mudah dan diperoleh secara instan. Sebaliknya, proses tersebut amatlah menyakitkan dan mengancam kehidupan kita. Disini, Allah meminta kita untuk selalu setia kepada-Nya. Dengan membawa diri kita ke tempat yang dikehendaki Allah, kita telah mempersembahkan diri kita kepada-Nya.&nbsp;<strong>Roma 8:29<\/strong> <em>\u201cSebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung diantara banyak saudara.\u201d&nbsp;<\/em>Berikut ialah karakter Kristus sebagai manusia:<\/p>\n<p><strong>1. Penuh Perhatian<\/strong><\/p>\n<p>Hati Yesus selalu tergerak oleh belas kasihan. Oleh sebab itu, Ia tidak tinggal diam jika manusia mengalami kesusahan. <strong>Matius 8:5-7<\/strong> <em>\u201cKetika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita. Yesus berkata kepadanya: Aku akan datang menyembuhkannya.\u201d&nbsp;<\/em>Ayat di atas sebagai bukti bahwa Yesus sangat prihatin kepada manusia. Ia tidak akan membiarkan umat-Nya berlarut-larut dalam penderitaan.<\/p>\n<p><strong>2.&nbsp;Hidup Miskin dan Sederhana<\/strong><\/p>\n<p>Miskin bukanlah sebuah dosa, bukan juga salah satu hal yang luar biasa. Melainkan suatu tujuan hidup orang Kristen&nbsp;untuk meneladani hidup Yesus. Yesus memiliki karakter yang sederhana dan mau hidup miskin. Tujuannya agar Ia bisa sama seperti manusia. Dalam kemiskinan, kita diajarkan sesuatu hal yang sangat berharga. Sebuah pelajaran yang memiliki makna yang luar biasa.<\/p>\n<p><strong>Filipi 4:11-12<\/strong> <em>\u201cKukatakan ini bukanlah kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.\u201d<\/em><\/p>\n<p><strong>3. Hidup Kaya Tanpa Ketamakan<\/strong><\/p>\n<p>Yesus itu kaya, karena Ia memiliki kuasa yang atas alam semesta. Namun, ia memilih untuk tidak tamak akan semua itu. Ia berbagi kuasa-Nya dengan melakukan mujizat Tuhan Yesus. Allah sangat senang jika kebutuhan anak-anak-Nya terpenuhi. Bagi mereka yang dekat dan telah belajar, Yesus membukakan kelimpahan harta sorgawi kepada mereka. Kelimpahan tersebut tiada habisnya.<\/p>\n<p><strong>4. Berani<\/strong><\/p>\n<p>Karakter Kristus selanjutnya ialah pemberani. Dapat dilihat ketika Ia menjungkirbalikkan meja-meja penyamun di Bait Allah. Tindakan tersebut sangat mengundang banyak perhatian. Namun, Ia dengan tegas mengatakan \u201cJangan Menjadikan Rumah Bapa-Ku sebagai sarang penyamun.\u201d&nbsp;Kita juga dituntut untuk meneladani sifat Yesus yang pemberani. <strong>Yesaya 41:10<\/strong><em>\u201cJanganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu. Aku akan meneguhkan bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.\u201d<\/em><\/p>\n<p><strong>5. Penuh Pertimbangan<\/strong><\/p>\n<p>Allah Tritunggal&nbsp;selalu mempertimbangkan segala sesuatu sebelum mengambil keputusan. Ia memikirkan kapan waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu. Sama seperti kita, jangan terlalu terburu-buru ketika mengambil keputusan. Melainkan pikirkan dampak positif dan negatif yang akan terjadi dari keputusan tersebut.<\/p>\n<p><strong>6. Tegas<\/strong><\/p>\n<p>Yesus selalu bersifat tegas, terutama saat Ia dihadapkan pada keputusan sulit. Ketegasan ini bisa kita peroleh dengan cara belajar. Caranya dengan melakukannya dan menyerahkannya ke dalam tangan Tuhan. Ketegasan akan selalu menuntun kita pada hidup yang memiliki tujuan.<\/p>\n<p><strong>7. Berbelas Kasih<\/strong><\/p>\n<p>Yesus itu Maha Pengasih dan Penyayang. Sebagai manusia, kita dituntut untuk mengasihi musuh-musuh kita. Agar kita dapat&nbsp;bertumbuh dan berbuah di dalam Kristus. Hal tersebut merupakan bagian tersulit dalam hidup kita. <em>Well<\/em>, sebenarnya tidak terlalu sulit. Asalkan kita mau membuang rasa benci dan memupuk kasih sayang untuk diberikan kepada sesama manusia.<\/p>\n<p><strong>8. Tidak Butuh Ketenaran<\/strong><\/p>\n<p>Yesus tidak butuh sanjungan orang banyak. Ia juga tidak meminta untuk dikenal orang banyak. Namun, ia lebih memilih untuk \u201cmati dalam diri sendiri\u201d. Makna dari kalimat tersebut ialah \u201capabila kamu dilupakan, tidak dikenal, atau tidak dianggap sama sekali, dan engkau tidak lupa dan sakit hati terhadap penghinaan dan kelalaian ini. Tetapi sebaliknya, hatimu gembira, merasa layak untuk menderita bersama Kristus.\u201d<\/p>\n<p><strong>9. Tahan Godaan<\/strong><\/p>\n<p>Ingatkah kamu ketika Yesus dicobai di padang gurun? Yesus mampu menahan diri-Nya dari berbagai godaan si Iblis. Bagaimana dengan kita? Di tengah-tengah dunia yang gemerlap ini, kita sulit manahan nafsu dan keinginan hati. Penyembahan berhala, pembunuhan, percabulan, dan pencurian dilakukan untuk mendapatkan harta duniawi. Kita kurang memaknai&nbsp;pandangan Iman Kristen terhadap gaya hidup modern<\/p>\n<p><strong>10. Selalu Puas dan Bersyukur<\/strong><\/p>\n<p>Yesus selalu bersyukur atas apa yang diberikan Bapa kepada-Nya. Namun, tidak bagi manusia biasa. Kita selaku Kristiani sangat tamak dalam hidup. Bukan malah hidup sederhana dan mengetahui&nbsp;makna paskah.&nbsp;Sudah punya rumah, ingin punya apartemen. Sudah punya mobil, ingin punya yang baru lagi. Ketamakan akan membawa manusia hidup dalam kehancuran dan egoisme.<\/p>\n<p><strong>11.&nbsp;Pemaaf<\/strong><\/p>\n<p>Karakter manusia dalam diri Yesus selanjutnya ialah pemaaf. Ia mau memaafkan siapapun yang telah berbuat dosa kepada-Nya. Tidak memandang apakah dosa tersebut berat atau tidak. Sifat ini tampak jelas ketika karakter Kristus mau memaafkan dosa seluruh umat manusia. Terutama orang-orang yang menyalibkan Dia.&nbsp;<strong>Lukas 6:37<\/strong> <em>\u201cJanganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.\u201d<\/em><\/p>\n<p><strong>12.&nbsp;Rendah Hati<\/strong><\/p>\n<p>Yesus itu rendah hati. Ia merendahkan diri-Nya agar sama dengan manusia biasa. Kerendahan hati-Nya dibuktikan ketika Ia dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan. Kitapun harus bisa demikian. Walaupun beribu-ribu pujian datang, tetaplah mempertahankan sikap rendah hati. Jangan sekali-kali kamu meninggikan diri. Biarlah Yesus sendiri yang meninggikan dirimu.<\/p>\n<p><strong>13.&nbsp;Penyabar<\/strong><\/p>\n<p>Yesus itu Maha Penyabar. Ia sabar ketika dianiaya dan dijelek-jelekkan oleh orang banyak. Ia tidak marah, malahan Ia mendoakan orang tersebut agar mau bertobat. Yesus sabar menunggu agar manusia di dunia ini bertobat dan mau&nbsp;menjadi murid Kristus.<\/p>\n<p><strong>14.&nbsp;Sanggup Dianiaya<\/strong><\/p>\n<p>Sama seperti Yesus yang dianiaya, kita sebagai manusia juga akan menerima penganiayaan. Cepat atau lambat, tuduhan palsu akan dilemparkan pada kita. Tapi, jangan membukakakan pintu kebencian bagi orang yang menganiaya kita. Ingatlah akan janji Tuhan bagi orang percaya. Tetaplah belajar untuk mengasihi musuh-musuh kita. Jangan lupa juga untuk berdoa dengan&nbsp;cara berdoa yang benar.<\/p>\n<p><strong>15. Tulus Hati<\/strong><\/p>\n<p>Yesus mengasihi manusia secara tulus ikhlas. Tanpa meminta apapun dari manusia yang dikasihi-Nya. Ketulusan Yesus membawa terang dan kesempurnaan bagi hidup manusia. Ia sebagai manusia telah menunjukkan bahwa semua hal itu bisa dilakukan. Yang terpenting ialah kemauan.<\/p>\n<p>Itulah 15 karakter Yesus sebagai manusia. Kita sebagai Kristiani diharapkan bisa meneladani karakter tersebut. Tidak lupa juga untuk menaati&nbsp;hukum Taurat. Semoga pengetahuanmu tentang Kristiani bertambah ya.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>15 Karakter Kristus Dalam Alkitab Sebagai Manusia Diakonia.id &#8211; Karakter adalah sifat kejiwaan, akhlak, dan budi yang terdapat dalam diri seseorang. Dengan mengetahui karakternya, kita dapat memberikan penilaian. Apakah orang tersebut baik atau tidak. Salah satu hal yang mempengaruhi karakter ialah lingkungan sekitar. Jika seseorang tinggal di lingkungan yang menjunjung tinggi kekeluargaan, kemungkinan besar ia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":35131,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"tuhanyesus.org","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"69"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1,69,70,3],"tags":[],"class_list":["post-57000","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab","category-inspirasi","category-relasi","category-umum"],"better_featured_image":{"id":35131,"alt_text":"","caption":"","description":"f9464e37d6aef16043ec96c9fb45e052","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/yesus-sang-mesias_5e33d3d8cda26.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/yesus-sang-mesias_5e33d3d8cda26.jpeg?fit=550%2C344&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/yesus-sang-mesias_5e33d3d8cda26.jpeg"},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":69,"name":"Inspirasi","description":"","slug":"inspirasi","count":10,"parent":0},{"id":70,"name":"Keluarga &amp; Relasi","description":"","slug":"relasi","count":76,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/yesus-sang-mesias_5e33d3d8cda26.jpeg?fit=550%2C344&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"27565","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57000","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57000"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57000\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57000"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57000"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57000"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}