{"id":57030,"date":"2021-09-07T09:30:46","date_gmt":"2021-09-07T02:30:46","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=57030"},"modified":"2021-09-07T08:58:17","modified_gmt":"2021-09-07T01:58:17","slug":"13-tujuan-hidup-orang-kristen-menurut-alkitab","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/13-tujuan-hidup-orang-kristen-menurut-alkitab\/","title":{"rendered":"13 Tujuan Hidup Orang Kristen Menurut Alkitab"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">13 Tujuan Hidup Orang Kristen Menurut Alkitab<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"13 Tujuan Hidup Orang Kristen Menurut Alkitab Diakonia.id -Tokoh perjanjian lama dan perjanjian di dalam Alkitab sudah menjelaskan secara lengkap tentang makna tujuan hidup kita sebagai orang Kristen. Jika kita tidak memiliki tujuan hidup di dalam dunia maka diibaratkan seperti sedang berenang di kegelapan tengah laut tanpa tujuan yang jelas dan terdampar pada tempat yang tidak menyenangkan. Saat ini, kita semua sering beranggapan jika sudah memiliki makna dari tujuan hidup akan tetapi nyatanya sasaran tujuan tersebut tidaklah tepat dan hanya berjuang dengan keras untuk kekuasaan, kekayaan, pendidikan yang tinggi dan juga harga diri. Dengan tujuan-tujuan tersebut, seringkali juga kita merasa tidak puas sebab memposisikan tujuan tertinggi dalam hidup tersebut. Tujuan hidup dari kita sebagai orang Kristen jelas lebih besar dari sekedar hal yang sudah disebutkan diatas dan semua tujuan kita diciptakan di bumi ini bisa ditemukan dalam Alkitab. Salah satu tujuan terpenting untuk kita adalah memuliakan nama Allah, sehingga semua yang kita lakukan dalam perbuatan dan juga perkataan harus selalu memiliki tujuan untuk memuliakan nama Allah dan konsep ini dinamakan dengan etos hidup yang mengharuskan orang Kristen pada cara hidup baik dan menyenangkan.(Kol 3 17:23). Jika kita memakai etos ini di dalam hidup kita, maka secara otomatis kita akan berada dalam proses hidup seperti keinginan Allah, khususnya seperti yang kita ketahui jika kita sudah di tebus dan juga diselamatkan oleh Yesus Kristus. Seperti yang tertulis pada Efesus 2:10 \u201d Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya\u201d. Dalam ayat tersebut menjelaskan jika hidup kita berpusat pada Allah dan sudah sedari awal telah menentukan umat Kristen untuk hidup dalam jalan kebenaran. Anugerah Pertolongan Allah Hidup kita sebagai orang Kristen memiliki landasan anugerah serta pertolongan dari Allah dan dengan pertolongan-Nya tersebut maka kita bisa hidup hingga sekarang ini. Seperti yang ada pada Kisah Para Rasul saat Paulus menjadi sasaran pembunuhan orang Yahudi namun Allah mencegahnya. Inilah yang menjadi alasan bagi kita untuk percaya jika kekuatan Allah akan mampu menolong kita dalam melewati berbagai masalah, cobaan dan hambatan di dalam hidup ini. Kita juga harus percaya jika Allah akan selalu mengambil peran dalam semua segi hidup kita. Jika kita menemukan orang yang peduli dengan kita dan selalu mendukung hidup kita, maka mereka hanyalah sebagai perpanjangan tangan Allah, sementara sumber pertolongan yang diberikan tersebut hanya berasal dari Allah. Hidup Untuk Memenuhi Tujuan Allah Tujuan hidup orang Kristen lainnya adalah untuk memenuhi tujuan Ilahi selama kita ada di dunia ini, akan tetapi seringkali ini tidak kita sadari sehingga menyimpang dari tujuan mengapa kita diciptakan. Kita seringkali menyimpang dari tujuan penyelamatan dan untuk Paulus, Allah masih tetap memberikan kita kesempatan untuk hidup agar bisa mengisinya dengan tujuan utama. Dimana pun kita berada dan apapun keadaannya, selayaknya tugas kita adalah selalu berbicara mengenai kemuliaan Tuhan dan ini juga sering tidak kita sadari sebab terlalu sibuk dengan diri sendiri, sementara kemuliaan Tuhan sering dilupakan. Tujuan hidup kita sebagai orang Kristen juga harus selalu menghadirkan Tuhan seperti contohnya perbuatan anda lebih lantang dari sekedar perkataan anda. Sehingga bisa disimpulkan jika tujuan hidup kita salah satunya adalah untuk menghadirkan Tuhan Yesus di berbagai aspek kehidupan kita. Persiapan Diri Untuk Hidup Kekal Makna hidup kita selanjutnya adalah mempersiapkan diri kita masing-masing untuk masuk ke kehidupan yang kekal dan persiapan ini tidak kita lakukan nanti atau besok namun di mulai dari sekarang. Kita Diberikan Tugas Mengelola Ciptaan Lain Setiap individu yang ada di dunia ini mempunyai hak untuk menguasai namun tidak berarti kita bisa berbuat segala sesuatu sesuka hati kita, namun memiliki tugas untuk mengelola semua ciptaan yang lainnya. Ini mengartikan jika kita tidak memiliki tujuan untuk menguasai antar sesama manusia dan jika ini terjadi, maka kita sudah melanggar kodrat yang sudah Tuhan berikan. Tuhan sudah menciptakan kita manusia di bawah Allah dan diatas alam, sehingga tidak ada manusia yang lebih diatas atau dibawah dari manusia lainnya, miskin atau kaya, putih atau hitam, berjabatan tinggi atau tidak, pinta atau bodoh, dihadapan Tuhan kita semua merupakan manusia yang sama. Menjadi Serupa Dengan Gambaran Allah Saat bumi dan langit diciptakan, Allah hanya berfirman dan itu semua langsung terjadi, akan tetapi pada saat menciptakan manusia di hari terakhir, Allah menciptakan manusia dengan tangan-Nya sendiri lalu memberikan nafas kehidupan sebab kita sebagai manusia sangat berharga di mata Tuhan. Oleh karena dosa dan semua kesalahan kita, dara Yesus dikorbankan kita dari kutuk yang memiliki tujuan mengembalikan kita sebagai manusia sehingga kembali serupa dengan Allah. Oleh karena itu tujuan akhir kita adalah bertindak dan berpikir sama seperti Allah sehingga kita bisa tumbuh dan berkembang. Hidup Penuh Dengan Roh Kudus Tujuan hidup bagi orang benar berikutnya adalah harus hidup dengan penuh Roh Kudus sehingga bisa melakukan semua melebihi dari yang kita doakan dan kita pikirkan supaya nama Tuhan semakin mulia sehingga sisi rohani kita akan semakin bertumbuh dan dipenuhi dengan Roh Kudus. Kita sebagai manusia tidak diciptakan untuk membuat sedih Tuhan melainkan untuk menyenangkan Tuhan sebagaimana Yesus sudah hidup di bumi dan taat sampai mati di kayu salib hanya untuk menyenangkan hati Bapa di surga. Tuhan menginginkan kita untuk mengasihi Tuhan lebih dalam lagi dan tidak terikat dengan segala hal yang berhubungan dengan duniawi. Menyembah Tuhan Yesus Kristus Kita sebagai orang Kristen memiliki tujuan hidup untuk menyembah Tuhan dengan tujuan supaya kita lebih mengenal Allah sang pencipta dan juga lebih mengasihi Allah secara mendalam dan seluruhnya. Kita memiliki tujuan hidup untuk membangun hubungan yang baik dan memiliki makna dengan sesama manusia selama kita hidup dan ini berlaku untuk semua manusia tanpa memandang apakah orang tersebut kaya, miskin dan lain sebagainya. Tujuan kita sebagai orang Kristen di dalam hidup ini adalah juga menggunakan talenta dan kelebihan yang sudah Tuhan berikan pada setiap individu manusia termasuk kita untuk melayani orang lain yang membutuhkan talenta kita tersebut. Dengan ulasan yang sudah dijabarkan diatas, semoga kita semua lebih mengerti tentang apa tujuan hidup kita sebagai orang Kristen di dunia ini tidak semata-mata hanya untuk mencapai semua tujuan duniawi. Tuhan Yesus memberkati kita semua, Amin.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Tokoh perjanjian lama dan perjanjian di dalam Alkitab sudah menjelaskan secara lengkap tentang makna tujuan hidup kita sebagai orang Kristen. Jika kita tidak memiliki tujuan hidup di dalam dunia maka diibaratkan seperti sedang berenang di kegelapan tengah laut tanpa tujuan yang jelas dan terdampar pada tempat yang tidak menyenangkan.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Saat ini, kita semua sering beranggapan jika sudah memiliki makna dari tujuan hidup akan tetapi nyatanya sasaran tujuan tersebut tidaklah tepat dan hanya berjuang dengan keras untuk kekuasaan, kekayaan, pendidikan yang tinggi dan juga harga diri. Dengan tujuan-tujuan tersebut, seringkali juga kita merasa tidak puas sebab memposisikan tujuan tertinggi dalam hidup tersebut.<\/p>\n<p>Tujuan hidup dari kita sebagai orang Kristen jelas lebih besar dari sekedar hal yang sudah disebutkan diatas dan semua tujuan kita diciptakan di bumi ini bisa ditemukan dalam Alkitab.<\/p>\n<p>Salah satu tujuan terpenting untuk kita adalah memuliakan nama Allah, sehingga semua yang kita lakukan dalam perbuatan dan juga perkataan harus selalu memiliki tujuan untuk memuliakan nama Allah dan konsep ini dinamakan dengan etos hidup yang mengharuskan orang Kristen pada cara hidup baik dan menyenangkan.(Kol 3 17:23).<\/p>\n<p>Jika kita memakai etos ini di dalam hidup kita, maka secara otomatis kita akan berada dalam proses hidup seperti keinginan Allah, khususnya seperti yang kita ketahui jika kita sudah di tebus dan juga diselamatkan oleh Yesus Kristus.<\/p>\n<p>Seperti yang tertulis pada Efesus 2:10 \u201d Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya\u201d. Dalam ayat tersebut menjelaskan jika hidup kita berpusat pada Allah dan sudah sedari awal telah menentukan umat Kristen untuk hidup dalam jalan kebenaran.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Anugerah Pertolongan Allah<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Hidup kita sebagai orang Kristen memiliki landasan anugerah serta pertolongan dari Allah dan dengan pertolongan-Nya tersebut maka kita bisa hidup hingga sekarang ini. Seperti yang ada pada Kisah Para Rasul saat Paulus menjadi sasaran pembunuhan orang Yahudi namun Allah mencegahnya.<\/p>\n<p>Inilah yang menjadi alasan bagi kita untuk percaya jika kekuatan Allah akan mampu menolong kita dalam melewati berbagai masalah, cobaan dan hambatan di dalam hidup ini. Kita juga harus percaya jika Allah akan selalu mengambil peran dalam semua segi hidup kita. Jika kita menemukan orang yang peduli dengan kita dan selalu mendukung hidup kita, maka mereka hanyalah sebagai perpanjangan tangan Allah, sementara sumber pertolongan yang diberikan tersebut hanya berasal dari Allah.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Hidup Untuk Memenuhi Tujuan Allah<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Tujuan hidup orang Kristen lainnya adalah untuk memenuhi tujuan Ilahi selama kita ada di dunia ini, akan tetapi seringkali ini tidak kita sadari sehingga menyimpang dari tujuan mengapa kita diciptakan.<\/p>\n<p>Kita seringkali menyimpang dari tujuan penyelamatan dan untuk Paulus, Allah masih tetap memberikan kita kesempatan untuk hidup agar bisa mengisinya dengan tujuan utama.<\/p>\n<p>Dimana pun kita berada dan apapun keadaannya, selayaknya tugas kita adalah selalu berbicara mengenai kemuliaan Tuhan dan ini juga sering tidak kita sadari sebab terlalu sibuk dengan diri sendiri, sementara kemuliaan Tuhan sering dilupakan.<\/p>\n<p>Tujuan hidup kita sebagai orang Kristen juga harus selalu menghadirkan Tuhan seperti contohnya perbuatan anda lebih lantang dari sekedar perkataan anda. Sehingga bisa disimpulkan jika tujuan hidup kita salah satunya adalah untuk menghadirkan Tuhan Yesus di berbagai aspek kehidupan kita.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Persiapan Diri Untuk Hidup Kekal<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Makna hidup kita selanjutnya adalah mempersiapkan diri kita masing-masing untuk masuk ke kehidupan yang kekal dan persiapan ini tidak kita lakukan nanti atau besok namun di mulai dari sekarang.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Kita Diberikan Tugas Mengelola Ciptaan Lain<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Setiap individu yang ada di dunia ini mempunyai hak untuk menguasai namun tidak berarti kita bisa berbuat segala sesuatu sesuka hati kita, namun memiliki tugas untuk mengelola semua ciptaan yang lainnya. Ini mengartikan jika kita tidak memiliki tujuan untuk menguasai antar sesama manusia dan jika ini terjadi, maka kita sudah melanggar kodrat yang sudah Tuhan berikan.<\/p>\n<p>Tuhan sudah menciptakan kita manusia di bawah Allah dan diatas alam, sehingga tidak ada manusia yang lebih diatas atau dibawah dari manusia lainnya, miskin atau kaya, putih atau hitam, berjabatan tinggi atau tidak, pinta atau bodoh, dihadapan Tuhan kita semua merupakan manusia yang sama.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Menjadi Serupa Dengan Gambaran Allah<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Saat bumi dan langit diciptakan, Allah hanya berfirman dan itu semua langsung terjadi, akan tetapi pada saat menciptakan manusia di hari terakhir, Allah menciptakan manusia dengan tangan-Nya sendiri lalu memberikan nafas kehidupan sebab kita sebagai manusia sangat berharga di mata Tuhan.<\/p>\n<p>Oleh karena dosa dan semua kesalahan kita, dara Yesus dikorbankan kita dari kutuk yang memiliki tujuan mengembalikan kita sebagai manusia sehingga kembali serupa dengan Allah. Oleh karena itu tujuan akhir kita adalah bertindak dan berpikir sama seperti Allah sehingga kita bisa tumbuh dan berkembang.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Hidup Penuh Dengan Roh Kudus<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Tujuan hidup bagi orang benar berikutnya adalah harus hidup dengan penuh Roh Kudus sehingga bisa melakukan semua melebihi dari yang kita doakan dan kita pikirkan supaya nama Tuhan semakin mulia sehingga sisi rohani kita akan semakin bertumbuh dan dipenuhi dengan Roh Kudus.<\/p>\n<p>Kita sebagai manusia tidak diciptakan untuk membuat sedih Tuhan melainkan untuk menyenangkan Tuhan sebagaimana Yesus sudah hidup di bumi dan taat sampai mati di kayu salib hanya untuk menyenangkan hati Bapa di surga. Tuhan menginginkan kita untuk mengasihi Tuhan lebih dalam lagi dan tidak terikat dengan segala hal yang berhubungan dengan duniawi.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Menyembah Tuhan Yesus Kristus<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Kita sebagai orang Kristen memiliki tujuan hidup untuk menyembah Tuhan dengan tujuan supaya kita lebih mengenal Allah sang pencipta dan juga lebih mengasihi Allah secara mendalam dan seluruhnya.<\/p>\n<p>Kita memiliki tujuan hidup untuk membangun hubungan yang baik dan memiliki makna dengan sesama manusia selama kita hidup dan ini berlaku untuk semua manusia tanpa memandang apakah orang tersebut kaya, miskin dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>Tujuan kita sebagai orang Kristen di dalam hidup ini adalah juga menggunakan talenta dan kelebihan yang sudah Tuhan berikan pada setiap individu manusia termasuk kita untuk melayani orang lain yang membutuhkan talenta kita tersebut.<\/p>\n<p>Dengan ulasan yang sudah dijabarkan diatas, semoga kita semua lebih mengerti tentang apa tujuan hidup kita sebagai orang Kristen di dunia ini tidak semata-mata hanya untuk mencapai semua tujuan duniawi. Tuhan Yesus memberkati kita semua, Amin.<\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>13 Tujuan Hidup Orang Kristen Menurut Alkitab Diakonia.id -Tokoh perjanjian lama dan perjanjian di dalam Alkitab sudah menjelaskan secara lengkap tentang makna tujuan hidup kita sebagai orang Kristen. Jika kita tidak memiliki tujuan hidup di dalam dunia maka diibaratkan seperti sedang berenang di kegelapan tengah laut tanpa tujuan yang jelas dan terdampar pada tempat yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31773,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"https:\/\/tuhanyesus.org\/tujuan-hidup-orang-kristen","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1,3],"tags":[],"class_list":["post-57030","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab","category-umum"],"better_featured_image":{"id":31773,"alt_text":"","caption":"","description":"eb1344412fb899666419fb6a9bcf7e84","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg?fit=1600%2C900&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"3856","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57030","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57030"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57030\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57030"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57030"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57030"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}