{"id":57089,"date":"2021-04-30T15:10:34","date_gmt":"2021-04-30T08:10:34","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=57089"},"modified":"2021-04-30T15:10:41","modified_gmt":"2021-04-30T08:10:41","slug":"jozeph-paul-zhang-klaim-sudah-lepaskan-status-wni","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/jozeph-paul-zhang-klaim-sudah-lepaskan-status-wni\/","title":{"rendered":"Jozeph Paul Zhang Klaim Sudah Lepaskan Status WNI"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Pria yang mengaku nabi ke-26 bernama Jozeph Paul Zhang\u00a0menyebut bahwa dirinya sudah melepaskan status kewarganegaraan Indonesia. Hal itu disampaikan Jozeph dalam acara komunitasnya yang videonya diunggah di akun Youtube Hagios Europe. Dalam acara itu, seseorang sempat menyampaikan kepada Jozeph untuk tidak gentar. Jozeph sendiri memang sedang terbelit kasus hukum usai mengaku sebagai nabi ke-26. &quot;Oh iya ini supaya teman-teman jangan membahas ini, saudara, saya ini sudah melepaskan kewarganegaraan Indonesia ya, jadi saya ini ditentukan oleh hukum Eropa,&quot; kata Jozeph dalam video yang dilihat CNNIndonesia.com, Senin (19\/4). Jozeph meminta kepada rekan-rekan komunitasnya untuk tidak lagi membahas masalah yang sedang dihadapinya saat ini. &quot;Jadi teman-teman sudah jangan membahas lagi mengenai masalah itu, justru yang membuat saya repot sekarang adalah gereja-gereja yang menekan saya, mereka tahu cara neken, tapi kan saya tidak hidup dari perpuluhan gereja-gereja ini atau persembahan,&quot; tuturnya. Masih dalam acara itu, Jozeph juga berbicara kenapa di Eropa undang-undang tentang penistaan agama dihapus. Sebab, menurut Jozeph, aturan itu tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. &quot;Karena pada kenyataannya selalu minoritas yang jadi korban jadi dari undang-undang penistaan agama ini, sebenarnya mayoritas bebas merdeka semerdeka-merdekanya pokoknya dunia milik kita, yang lain ngontrak semua,&quot; katanya. Sebelumnya, video berisi pernyataan Jozeph yang mengaku nabi ke-26 ramai beredar di media sosial. Pernyataan itu disampaikan saat Jozeph membuka forum diskusi zoom bertajuk &quot;Puasa Lalim Islam&quot;. Masih dalam video itu, Jozeph juga menantang siapa saja yang berani melaporkan dirinya ke kepolisian terkait dengan penistaan agama dengan mengaku sebagai nabi ke-26. Terkait kasus ini, Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol. Agus Andrianto menyebut bahwa pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan terkait dugaan penistaan agama meski Jozeph berada di luar negeri. Kata Agus, pihaknya akan bekerja sama dengan kepolisian luar negeri dan membuat daftar pencarian orang (DPO) terhadap Jozeph Paul Zhang agar bisa dideportasi dari negara tempat dia berada. Sementara itu, Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham mengungkapkan mengatakan bahwa Jozeph sudah berada di luar wilayah Indonesia sejak 2018. Berdasarkan data Ditjen Imigrasi, Jozeph yang bernama asli Shindy Paul Soerjomoeljono itu tercatat keluar Indonesia pada 2018 menuju Hongkong. &quot;Berdasarkan informasi dari database perlintasan Imigrasi, WNI atas nama Shindy Paul Soerjomoeljono, atau yang dikenal masyarakat sebagai Joseph Paul Zhang, terakhir kali meninggalkan Indonesia menuju Hong Kong pada 11 Januari 2018,&quot; kata Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Kemenkumham, Arya Pradhana Anggakara dalam keterangan tertulis, Senin (19\/4).\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/><strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Pria yang mengaku nabi ke-26 bernama <strong>Jozeph Paul Zhang<\/strong>\u00a0menyebut bahwa dirinya sudah melepaskan status kewarganegaraan Indonesia. Hal itu disampaikan Jozeph dalam acara komunitasnya yang videonya diunggah di akun Youtube Hagios Europe.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Dalam acara itu, seseorang sempat menyampaikan kepada Jozeph untuk tidak gentar. Jozeph sendiri memang sedang terbelit kasus hukum usai mengaku sebagai nabi ke-26.<\/p>\n<p>&#8220;Oh iya ini supaya teman-teman jangan membahas ini, saudara, saya ini sudah melepaskan kewarganegaraan Indonesia ya, jadi saya ini ditentukan oleh hukum Eropa,&#8221; kata Jozeph dalam video yang dilihat <em>CNNIndonesia.com<\/em>, Senin (19\/4).<\/p>\n<p>Jozeph meminta kepada rekan-rekan komunitasnya untuk tidak lagi membahas masalah yang sedang dihadapinya saat ini.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi teman-teman sudah jangan membahas lagi mengenai masalah itu, justru yang membuat saya repot sekarang adalah gereja-gereja yang menekan saya, mereka tahu cara neken, tapi kan saya tidak hidup dari perpuluhan gereja-gereja ini atau persembahan,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Masih dalam acara itu, Jozeph juga berbicara kenapa di Eropa undang-undang tentang penistaan agama dihapus. Sebab, menurut Jozeph, aturan itu tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.<\/p>\n<p>&#8220;Karena pada kenyataannya selalu minoritas yang jadi korban jadi dari undang-undang penistaan agama ini, sebenarnya mayoritas bebas merdeka semerdeka-merdekanya pokoknya dunia milik kita, yang lain ngontrak semua,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, video berisi pernyataan Jozeph yang mengaku nabi ke-26 ramai beredar di media sosial. Pernyataan itu disampaikan saat Jozeph membuka forum diskusi zoom bertajuk &#8220;Puasa Lalim Islam&#8221;.<\/p>\n<p>Masih dalam video itu, Jozeph juga menantang siapa saja yang berani melaporkan dirinya ke kepolisian terkait dengan penistaan agama dengan mengaku sebagai nabi ke-26.<\/p>\n<p>Terkait kasus ini, Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol. Agus Andrianto menyebut bahwa pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan terkait dugaan penistaan agama meski Jozeph berada di luar negeri.<\/p>\n<p>Kata Agus, pihaknya akan bekerja sama dengan kepolisian luar negeri dan membuat daftar pencarian orang (DPO) terhadap Jozeph Paul Zhang agar bisa dideportasi dari negara tempat dia berada.<\/p>\n<p>Sementara itu, Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham mengungkapkan mengatakan bahwa Jozeph sudah berada di luar wilayah Indonesia sejak 2018.<\/p>\n<p>Berdasarkan data Ditjen Imigrasi, Jozeph yang bernama asli Shindy Paul Soerjomoeljono itu tercatat keluar Indonesia pada 2018 menuju Hongkong.<\/p>\n<p>&#8220;Berdasarkan informasi dari database perlintasan Imigrasi, WNI atas nama Shindy Paul Soerjomoeljono, atau yang dikenal masyarakat sebagai Joseph Paul Zhang, terakhir kali meninggalkan Indonesia menuju Hong Kong pada 11 Januari 2018,&#8221; kata Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Kemenkumham, Arya Pradhana Anggakara dalam keterangan tertulis, Senin (19\/4). <\/p>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Pria yang mengaku nabi ke-26 bernama Jozeph Paul Zhang\u00a0menyebut bahwa dirinya sudah melepaskan status kewarganegaraan Indonesia. Hal itu disampaikan Jozeph dalam acara komunitasnya yang videonya diunggah di akun Youtube Hagios Europe. Dalam acara itu, seseorang sempat menyampaikan kepada Jozeph untuk tidak gentar. Jozeph sendiri memang sedang terbelit kasus hukum usai mengaku sebagai nabi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":57090,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"CNN","source_url":" https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20210419184604-20-631904\/jozeph-paul-zhang-klaim-sudah-lepaskan-status-wni","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-57089","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"better_featured_image":{"id":57090,"alt_text":"","caption":"","description":"0bfe99a351807e419bb2fd004b0a38b4","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/jozeph-paul-zhang-klaim-sudah-lepaskan-status-wni_607f9cbfef149.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/jozeph-paul-zhang-klaim-sudah-lepaskan-status-wni_607f9cbfef149.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/jozeph-paul-zhang-klaim-sudah-lepaskan-status-wni_607f9cbfef149.jpeg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/jozeph-paul-zhang-klaim-sudah-lepaskan-status-wni_607f9cbfef149.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1273","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57089","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57089"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57089\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57090"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57089"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57089"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57089"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}