{"id":57382,"date":"2021-05-02T11:23:00","date_gmt":"2021-05-02T04:23:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=57382"},"modified":"2021-05-02T00:45:30","modified_gmt":"2021-05-01T17:45:30","slug":"tokoh-orang-papua-sudah-merdeka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tokoh-orang-papua-sudah-merdeka\/","title":{"rendered":"Tokoh: Orang Papua sudah merdeka"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Tokoh masyarakat Ilaga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua, Usai Alom, menegaskan orang Papua sudah merdeka sebagaimana saudara-saudaranya dari berbagai wilayah Indonesia lainnya.&quot;Indonesia sudah merdeka selama 75 tahun, jadi tidak usah lagi bicara mau merdeka-merdeka. Mari kita bangun daerah Papua supaya lebih maju, lebih aman, sehingga semua orang bisa bebas mencari nafkah ekonomi, anak-anak bisa sekolah,&quot; kata Usai Alom, Sabtu. Ia mengakui bahwa agar warga masyarakat Kabupaten Puncak bisa melakukan aktivitas dengan bebas tanpa rasa takut maka diperlukan jaminan keamanan dari aparat TNI dan Polri. Kami tidak mau itu terjadi lagi. Ini negara sudah merdeka. Pemerintah datang untuk membangun supaya masyarakat bisa sejahtera Tanpa ada aparat TNI dan Polri, katanya, oknum-oknum tertentu bisa seenaknya menenteng senjata api untuk menakut-nakuti warga, melakukan teror bahkan tindak kekerasan kepada warga. &quot;Kami tidak mau itu terjadi lagi. Ini negara sudah merdeka. Pemerintah datang untuk membangun supaya masyarakat bisa sejahtera,&quot; ujarnya. Daerah Ilaga dan Kabupaten Puncak pada umumnya, demikian Usai Alom, merupakan daerah keramat dimana tidak boleh siapa pun melakukan perbuatan semena-mena kepada orang lain maupun alam di sekitarnya. &quot;Dari dulu sampai sekarang nenek moyang kami menganggap daerah Ilaga ini sebagai daerah keramat. Misionaris dari Amerika sudah membawa Injil ke daerah ini. Siapa pun yang tinggal dan datang bertugas di Ilaga, jangan main-main, tapi harus melihat semua orang sebagai saudara,&quot; ujarnya. Kaum laki-laki Ilaga, Kabupaten Puncak memikul batang kayu untuk persiapan acara &#039;bakar batu&#039;. ANTARA\/HO-Humas Satgas Nemangkawi Usai Alom berharap generasi muda Ilaga dan Kabupaten Puncak pada umumnya harus giat bersekolah, untuk meraih masa depan yang lebih menjanjikan. Terbentuknya Kabupaten Puncak yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Puncak Jaya sejak 2008, katanya, menjadi jembatan emas bagi seluruh rakyat di wilayah itu untuk bisa maju dan berkembang. Sejak Jumat (30\/4) hingga Senin (3\/5), warga Kabupaten Puncak menggelar ritual adat &#039;bakar batu&#039; sebagai wujud proses perdamaian antara dua kelompok yang sempat bertikai pada 12 tahun silam yaitu kelompok Elvis Tabuni dan kelompok Simon Alom yang bermula dari sengketa Pilkada. &quot;Secara administrasi pemerintahan persoalan itu sudah selesai. Tapi secara adat harus ada proses perdamaian melalui acara adat bakar batu. Ada 20 kelompok yang terlibat dalam acara ini,&quot; ucap-nya menjelaskan. Menurut Usai Alom, secara umum situasi keamanan di wilayah Ilaga dan Kabupaten Puncak pada umumnya kini sudah semakin kondusif. &quot;Pemerintah daerah, aparat keamanan dan pihak gereja selalu ada untuk melindungi kami masyarakat. Tidak benar ada pengungsian masyarakat dari Ilaga,&quot; ujar Usai Alom.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Tokoh masyarakat Ilaga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua, Usai Alom, menegaskan orang Papua sudah merdeka sebagaimana saudara-saudaranya dari berbagai wilayah Indonesia lainnya.&#8221;Indonesia sudah merdeka selama 75 tahun, jadi tidak usah lagi bicara mau merdeka-merdeka. Mari kita bangun daerah Papua supaya lebih maju, lebih aman, sehingga semua orang bisa bebas mencari nafkah ekonomi, anak-anak bisa sekolah,&#8221; kata Usai Alom, Sabtu.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Ia mengakui bahwa agar warga masyarakat Kabupaten Puncak bisa melakukan aktivitas dengan bebas tanpa rasa takut maka diperlukan jaminan keamanan dari aparat TNI dan Polri.<\/p>\n<blockquote>\n<div>Kami tidak mau itu terjadi lagi. Ini negara sudah merdeka. Pemerintah datang untuk membangun supaya masyarakat bisa sejahtera<\/div>\n<\/blockquote>\n<div><\/div>\n<p>Tanpa ada aparat TNI dan Polri, katanya, oknum-oknum tertentu bisa seenaknya menenteng senjata api untuk menakut-nakuti warga, melakukan teror bahkan tindak kekerasan kepada warga.<\/p>\n<p>&#8220;Kami tidak mau itu terjadi lagi. Ini negara sudah merdeka. Pemerintah datang untuk membangun supaya masyarakat bisa sejahtera,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Daerah Ilaga dan Kabupaten Puncak pada umumnya, demikian Usai Alom, merupakan daerah keramat dimana tidak boleh siapa pun melakukan perbuatan semena-mena kepada orang lain maupun alam di sekitarnya.<\/p>\n<p>&#8220;Dari dulu sampai sekarang nenek moyang kami menganggap daerah Ilaga ini sebagai daerah keramat. Misionaris dari Amerika sudah membawa Injil ke daerah ini. Siapa pun yang tinggal dan datang bertugas di Ilaga, jangan main-main, tapi harus melihat semua orang sebagai saudara,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<figure id=\"fgimage_1\" class=\"figure-image\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" id=\"image_1\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/img.antaranews.com\/cache\/730x487\/2021\/05\/01\/USAI-ALOM2.jpg?ssl=1\" \/><figcaption class=\"fig-caption\">Kaum laki-laki Ilaga, Kabupaten Puncak memikul batang kayu untuk persiapan acara &#8216;bakar batu&#8217;. ANTARA\/HO-Humas Satgas Nemangkawi<\/figcaption><\/figure>\n<p>Usai Alom berharap generasi muda Ilaga dan Kabupaten Puncak pada umumnya harus giat bersekolah, untuk meraih masa depan yang lebih menjanjikan.<\/p>\n<p>Terbentuknya Kabupaten Puncak yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Puncak Jaya sejak 2008, katanya, menjadi jembatan emas bagi seluruh rakyat di wilayah itu untuk bisa maju dan berkembang.<\/p>\n<p>Sejak Jumat (30\/4) hingga Senin (3\/5), warga Kabupaten Puncak menggelar ritual adat &#8216;bakar batu&#8217; sebagai wujud proses perdamaian antara dua kelompok yang sempat bertikai pada 12 tahun silam yaitu kelompok Elvis Tabuni dan kelompok Simon Alom yang bermula dari sengketa Pilkada.<\/p>\n<p>&#8220;Secara administrasi pemerintahan persoalan itu sudah selesai. Tapi secara adat harus ada proses perdamaian melalui acara adat bakar batu. Ada 20 kelompok yang terlibat dalam acara ini,&#8221; ucap-nya menjelaskan.<\/p>\n<p>Menurut Usai Alom, secara umum situasi keamanan di wilayah Ilaga dan Kabupaten Puncak pada umumnya kini sudah semakin kondusif.<\/p>\n<p>&#8220;Pemerintah daerah, aparat keamanan dan pihak gereja selalu ada untuk melindungi kami masyarakat. Tidak benar ada pengungsian masyarakat dari Ilaga,&#8221; ujar Usai Alom.<\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Tokoh masyarakat Ilaga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua, Usai Alom, menegaskan orang Papua sudah merdeka sebagaimana saudara-saudaranya dari berbagai wilayah Indonesia lainnya.&#8221;Indonesia sudah merdeka selama 75 tahun, jadi tidak usah lagi bicara mau merdeka-merdeka. Mari kita bangun daerah Papua supaya lebih maju, lebih aman, sehingga semua orang bisa bebas mencari nafkah ekonomi, anak-anak bisa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":57383,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"Antara","source_url":"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/2132998\/tokoh-orang-papua-sudah-merdeka","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-57382","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"better_featured_image":{"id":57383,"alt_text":"","caption":"","description":"761e902a80b0416bdfaf0428cb399b17","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/tokoh-orang-papua-sudah-merdeka_608d725b45d20.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/tokoh-orang-papua-sudah-merdeka_608d725b45d20.jpeg?fit=768%2C512&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/tokoh-orang-papua-sudah-merdeka_608d725b45d20.jpeg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/tokoh-orang-papua-sudah-merdeka_608d725b45d20.jpeg?fit=800%2C533&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1442","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57382","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57382"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57382\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57383"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57382"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57382"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57382"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}