{"id":57475,"date":"2021-05-08T07:00:38","date_gmt":"2021-05-08T00:00:38","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=57475"},"modified":"2021-05-08T10:50:17","modified_gmt":"2021-05-08T03:50:17","slug":"mei-bulan-devosi-umat-katolik-pada-bunda-maria","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/mei-bulan-devosi-umat-katolik-pada-bunda-maria\/","title":{"rendered":"Mei, Bulan Devosi Umat Katolik pada Bunda Maria"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Gereja Katolik umumnya memiliki tradisi untuk mendedikasikan bulan tertentu untuk berdevosi. Pada bulan Mei ini, gereja Katolik mempersembahkan devosi kepada Bunda Maria. Selain bulan Mei, Oktober menjadi bulan lain yang didedikasikan khusus untuk Bunda Maria, ibunda Yesus. Mei sendiri kerap dikaitkan dengan permulaan kehidupan. Di negara empat musim, musim semi biasanya jatuh pada Mei. Mengutip dari Katolisitas, bulan ini dihubungkan dengan Maria karena menjadi Hawa yang baru. Hawa berarti ibu dari semua yang hidup. &quot;Manusia itu memberi nama Hawa pada isterinya, sebab dia-lah yang menjadi ibu semua yang hidup.&quot; (Kejadian 3:20). Devosi kepada Bunda Maria mulai diperkenalkan sejak abad ke-13. Namun, praktik ini baru populer di kalangan para Jesuit di Roma pada tahun 1700-an hingga akhirnya menyebar ke seluruh kalangan gereja. Tak hanya berkaitan dengan permulaan musim semi, devosi kepada Bunda Maria juga berhubungan dengan pengalaman Paus Pius VII. Pada 1809, Paus Pius VII ditangkap serdadu Napoleon dan dipenjara. Di balik jeruji, ia memohon dukungan Bunda Maria agar dibebaskan. Jika ia berhasil bebas, maka ia berjanji akan mendedikasikan perayaan untuk menghormati Bunda Maria. Pada 24 Mei 1814, Paus Pius VII dibebaskan. Tahun berikutnya, ia mengumumkan hari perayaan Bunda Maria, Penolong Umat Kristen. Dari sana, devosi kepada Bunda Maria pun makin dikenal. Kemudian, Mei sebagai bulan Maria pun dikenal oleh gereja universal pada 1854 saat Paus Pius IX mengumumkan dogma &#039;Immaculate Conception&#039;. Dalam dogma disebutkan bahwa Maria, ibu Yesus telah bebas dari dosa asal sejak ia dikandung. Pada 29 April 1965, Paus Paulus VI merilis ensiklik &#039;Mense Maio&#039; (The Month of Mary). Dalam dokumen ini, Paus menyebut Mei jadi waktu yang tepat untuk mendaraskan doa, mempersembahkan penghormatan kepada Bunda Maria. &quot;Maria berhak dianggap sebagai cara kita menuju kepada Kristus. Orang yang bertemu Maria tidak bisa tidak bertemu Kristus. Untuk alasan lain apa kita terus berpaling kepada Maria kecuali untuk mencari Kristus dalam pelukan-Nya, untuk mencari Juru Selamat kita di dalam Dia, melalui dia, dan bersama-Nya?&quot; tulis Paus dalam ensiklik seperti dikutip dari laman Vatican. Devosi kepada Bunda Maria tidak hanya dilakukan lewat doa Rosario, tetapi juga Novena Tiga Salam Maria atau doa Malaikat Tuhan (Angelus Domini). Pendedikasian yang tak jauh berbeda juga akan dilakukan pada Oktober mendatang, namun dengan adanya sedikit perbedaan. Oktober disebut sebagai Bulan Rosario. Bulan ini berhubungan dengan pertempuran Lepanto (1571). Di saat genting, Don Juan dari Austria, komandan armada Katolik, berdoa Rosario demi memohon pertolongan Bunda Maria. Doa Rosario pun didaraskan umat Katolik seluruh Eropa. Pada 7 Oktober 1571, pasukan Katolik menang. Paus Pius V pun menetapkan peringatan Rosario tiap 7 Oktober. Kemudian, Paus Gregorius XIII menetapkan 7 Oktober sebagai Hari Raya Rosario Suci.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Gereja <strong>Katolik <\/strong>umumnya memiliki tradisi untuk mendedikasikan bulan tertentu untuk berdevosi. Pada bulan Mei ini, gereja Katolik mempersembahkan devosi kepada Bunda Maria.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Selain bulan Mei, Oktober menjadi bulan lain yang didedikasikan khusus untuk Bunda Maria, ibunda Yesus.<\/p>\n<p>Mei sendiri kerap dikaitkan dengan permulaan kehidupan. Di negara empat musim, musim semi biasanya jatuh pada Mei. Mengutip dari Katolisitas, bulan ini dihubungkan dengan Maria karena menjadi Hawa yang baru. Hawa berarti ibu dari semua yang hidup.<\/p>\n<p>&#8220;<em>Manusia itu memberi nama Hawa pada isterinya, sebab dia-lah yang menjadi ibu semua yang hidup<\/em>.&#8221; (Kejadian 3:20).<\/p>\n<p>Devosi kepada Bunda Maria mulai diperkenalkan sejak abad ke-13. Namun, praktik ini baru populer di kalangan para Jesuit di Roma pada tahun 1700-an hingga akhirnya menyebar ke seluruh kalangan gereja.<\/p>\n<p>Tak hanya berkaitan dengan permulaan musim semi, devosi kepada Bunda Maria juga berhubungan dengan pengalaman Paus Pius VII. Pada 1809, Paus Pius VII ditangkap serdadu Napoleon dan dipenjara. Di balik jeruji, ia memohon dukungan Bunda Maria agar dibebaskan. Jika ia berhasil bebas, maka ia berjanji akan mendedikasikan perayaan untuk menghormati Bunda Maria.<\/p>\n<p>Pada 24 Mei 1814, Paus Pius VII dibebaskan. Tahun berikutnya, ia mengumumkan hari perayaan Bunda Maria, Penolong Umat Kristen. Dari sana, devosi kepada Bunda Maria pun makin dikenal.<\/p>\n<p>Kemudian, Mei sebagai bulan Maria pun dikenal oleh gereja universal pada 1854 saat Paus Pius IX mengumumkan dogma &#8216;Immaculate Conception&#8217;. Dalam dogma disebutkan bahwa Maria, ibu Yesus telah bebas dari dosa asal sejak ia dikandung.<\/p>\n<p>Pada 29 April 1965, Paus Paulus VI merilis ensiklik &#8216;Mense Maio&#8217; (The Month of Mary). Dalam dokumen ini, Paus menyebut Mei jadi waktu yang tepat untuk mendaraskan doa, mempersembahkan penghormatan kepada Bunda Maria.<\/p>\n<p>&#8220;Maria berhak dianggap sebagai cara kita menuju kepada Kristus. Orang yang bertemu Maria tidak bisa tidak bertemu Kristus. Untuk alasan lain apa kita terus berpaling kepada Maria kecuali untuk mencari Kristus dalam pelukan-Nya, untuk mencari Juru Selamat kita di dalam Dia, melalui dia, dan bersama-Nya?&#8221; tulis Paus dalam ensiklik seperti dikutip dari laman Vatican.<\/p>\n<p>Devosi kepada Bunda Maria tidak hanya dilakukan lewat doa Rosario, tetapi juga Novena Tiga Salam Maria atau doa Malaikat Tuhan (Angelus Domini).<\/p>\n<p>Pendedikasian yang tak jauh berbeda juga akan dilakukan pada Oktober mendatang, namun dengan adanya sedikit perbedaan.<\/p>\n<p>Oktober disebut sebagai Bulan Rosario. Bulan ini berhubungan dengan pertempuran Lepanto (1571).<\/p>\n<p>Di saat genting, Don Juan dari Austria, komandan armada Katolik, berdoa Rosario demi memohon pertolongan Bunda Maria. Doa Rosario pun didaraskan umat Katolik seluruh Eropa.<\/p>\n<p>Pada 7 Oktober 1571, pasukan Katolik menang. Paus Pius V pun menetapkan peringatan Rosario tiap 7 Oktober. Kemudian, Paus Gregorius XIII menetapkan 7 Oktober sebagai Hari Raya Rosario Suci.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Gereja Katolik umumnya memiliki tradisi untuk mendedikasikan bulan tertentu untuk berdevosi. Pada bulan Mei ini, gereja Katolik mempersembahkan devosi kepada Bunda Maria. Selain bulan Mei, Oktober menjadi bulan lain yang didedikasikan khusus untuk Bunda Maria, ibunda Yesus. Mei sendiri kerap dikaitkan dengan permulaan kehidupan. Di negara empat musim, musim semi biasanya jatuh pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":57476,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":". (cnnindonesia) https:\/\/www.cnnindonesia.com\/gaya-hidup\/20210503130041-284-637833\/mei-bulan-devosi-umat-katolik-pada-bunda-maria","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"5"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[5,3],"tags":[],"class_list":["post-57475","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gereja","category-umum"],"better_featured_image":{"id":57476,"alt_text":"","caption":"","description":"ff09fa9a30b463c76373bf00ac7f1309","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/mei-bulan-devosi-umat-katolik-pada-bunda-maria_60921155683ce.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/mei-bulan-devosi-umat-katolik-pada-bunda-maria_60921155683ce.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/mei-bulan-devosi-umat-katolik-pada-bunda-maria_60921155683ce.jpeg"},"categories_detail":[{"id":5,"name":"Gereja","description":"","slug":"gereja","count":204,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/mei-bulan-devosi-umat-katolik-pada-bunda-maria_60921155683ce.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1835","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57475","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57475"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57475\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57476"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57475"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57475"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57475"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}