{"id":57488,"date":"2021-05-07T06:00:06","date_gmt":"2021-05-06T23:00:06","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=57488"},"modified":"2021-05-06T19:18:02","modified_gmt":"2021-05-06T12:18:02","slug":"densus-88-dalami-dugaan-keterkaitan-munarman-dengan-jad-makassar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/densus-88-dalami-dugaan-keterkaitan-munarman-dengan-jad-makassar\/","title":{"rendered":"Densus 88 dalami dugaan keterkaitan Munarman dengan JAD Makassar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id -Penyidik Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri masih mendalami dugaan keterkaitan Munarman, mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) dengan jaringan teroris kelompok Jamaah Ansharud Daulah (JAD) Makassar.&quot;Soal Munarman itu masih dalam pendalaman penyidik Densus, terutama nanti kita tunggu saja perkembangan dari Densus,&quot; ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono saat ditemui usai peluncuran Binmas Online System Versi 2.0 (BOS V2) di Auditorium PTIK Jakarta, Rabu. Argo juga membenarkan terkait penangkapan tiga orang mantan petinggi FPI oleh Densus 88 Polri di Makassar. Saat ini ketiga mantan petinggi FPI cabang Makassar tersebut masih dalam pemeriksaan penyidik Densus 88 Anti Teror Polri. Mabes Polri belum mendapat perkembangan terbaru dari penangkapan tiga mantan petinggi FPI Makassar tersebut. &quot;Masih pendalaman oleh densus, sampai sekarang kita belum mendapatkan data lengkap,&quot; kata Argo. Saat ditanya apakah ketiga mantan petinggi FPI tersebut memiliki keterkaitan dengan Munarman, Argo mengatakan hal itu sedang ditelusuri. &quot;Nanti kita cek (ada keterkaitan atau tidak-red),&quot; kata Argo. Sebelumnya diberitakan Tim Densus 88 Anti Teror Polri menangkap tiga mantan petinggi FPI cabang Kota Makassar, AR, MU dan AS, Selasa (4\/5) karena diduga punya keterkaitan dengan kasus terorisme yang melibatkan mantan Sekretaris Umum FPI Munarman. Munarman ditangkap Tim Densus 88 Anti Teror Polri, Selasa (27\/4) di rumahnya di wilayang Pamulang, Tangerang Selatan. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono, Senin (3\/5) mengatakan penangkapan Munarman terkait dengan kegiatan pembaitan di Makassar, Jakarta dan Medan. Selain itu, Desus 88 Anti Teror Mabes Polri bersama tim Polda Sulsel, juga menggeledah bekas markas organisasi Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Sungai Limboto, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulsel, Selasa (4\/5). Sejumlah barang-barang diamankan petugas seperti satu kardus berwarna coklat, papan nama dan sebuah bungkusan plastik warna merah termasuk spanduk bertuliskan logo dan nama FPI. Penggeledahan tersebut berkaitan dengan jaringan peledakan bom bunuh diri dilakukan pasangan suami istri di Gereja Katedral Makassar pada, Minggu 28 Maret 2021. Pelaku bom bunuh diri diketahui terlibat dalam kelompok kajian di Vila Mutiara Biru, yang berafiliasi dengan JAD.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\" data-rvtts-brand-url=\"https:\/\/responsivevoice.org\/?utm_source=wordpress-plugin&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=powered-by\" data-rvtts-brand-label=\"Powered by ResponsiveVoice\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Penyidik Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri masih mendalami dugaan keterkaitan Munarman, mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) dengan jaringan teroris kelompok Jamaah Ansharud Daulah (JAD) Makassar.&#8221;Soal Munarman itu masih dalam pendalaman penyidik Densus, terutama nanti kita tunggu saja perkembangan dari Densus,&#8221; ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono saat ditemui usai peluncuran Binmas Online System Versi 2.0 (BOS V2) di Auditorium PTIK Jakarta, Rabu.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Argo juga membenarkan terkait penangkapan tiga orang mantan petinggi FPI oleh Densus 88 Polri di Makassar.<\/p>\n<p>Saat ini ketiga mantan petinggi FPI cabang Makassar tersebut masih dalam pemeriksaan penyidik Densus 88 Anti Teror Polri.<\/p>\n<p>Mabes Polri belum mendapat perkembangan terbaru dari penangkapan tiga mantan petinggi FPI Makassar tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Masih pendalaman oleh densus, sampai sekarang kita belum mendapatkan data lengkap,&#8221; kata Argo.<\/p>\n<p>Saat ditanya apakah ketiga mantan petinggi FPI tersebut memiliki keterkaitan dengan Munarman, Argo mengatakan hal itu sedang ditelusuri.<\/p>\n<p>&#8220;Nanti kita cek (ada keterkaitan atau tidak-red),&#8221; kata Argo.<\/p>\n<p>Sebelumnya diberitakan Tim Densus 88 Anti Teror Polri menangkap tiga mantan petinggi FPI cabang Kota Makassar, AR, MU dan AS, Selasa (4\/5) karena diduga punya keterkaitan dengan kasus terorisme yang melibatkan mantan Sekretaris Umum FPI Munarman.<\/p>\n<p>Munarman ditangkap Tim Densus 88 Anti Teror Polri, Selasa (27\/4) di rumahnya di wilayang Pamulang, Tangerang Selatan.<\/p>\n<p>Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono, Senin (3\/5) mengatakan penangkapan Munarman terkait dengan kegiatan pembaitan di Makassar, Jakarta dan Medan.<\/p>\n<p>Selain itu, Desus 88 Anti Teror Mabes Polri bersama tim Polda Sulsel, juga menggeledah bekas markas organisasi Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Sungai Limboto, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulsel, Selasa (4\/5).<\/p>\n<p>Sejumlah barang-barang diamankan petugas seperti satu kardus berwarna coklat, papan nama dan sebuah bungkusan plastik warna merah termasuk spanduk bertuliskan logo dan nama FPI.<\/p>\n<p>Penggeledahan tersebut berkaitan dengan jaringan peledakan bom bunuh diri dilakukan pasangan suami istri di Gereja Katedral Makassar pada, Minggu 28 Maret 2021.<\/p>\n<p>Pelaku bom bunuh diri diketahui terlibat dalam kelompok kajian di Vila Mutiara Biru, yang berafiliasi dengan JAD.<\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Penyidik Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri masih mendalami dugaan keterkaitan Munarman, mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) dengan jaringan teroris kelompok Jamaah Ansharud Daulah (JAD) Makassar.&#8221;Soal Munarman itu masih dalam pendalaman penyidik Densus, terutama nanti kita tunggu saja perkembangan dari Densus,&#8221; ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":57489,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/2140074\/densus-88-dalami-dugaan-keterkaitan-munarman-dengan-jad-makassar","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-57488","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"better_featured_image":{"id":57489,"alt_text":"","caption":"","description":"e04ef021d167e9c5a71b53715072fa78","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/densus-88-dalami-dugaan-keterkaitan-munarman-dengan-jad-makassar_6092b8751aac4.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/densus-88-dalami-dugaan-keterkaitan-munarman-dengan-jad-makassar_6092b8751aac4.jpeg?fit=768%2C512&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/densus-88-dalami-dugaan-keterkaitan-munarman-dengan-jad-makassar_6092b8751aac4.jpeg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/densus-88-dalami-dugaan-keterkaitan-munarman-dengan-jad-makassar_6092b8751aac4.jpeg?fit=800%2C533&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"796","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57488","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57488"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57488\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57489"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57488"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57488"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57488"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}