{"id":57491,"date":"2021-05-18T16:32:54","date_gmt":"2021-05-18T09:32:54","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=57491"},"modified":"2021-05-18T16:32:59","modified_gmt":"2021-05-18T09:32:59","slug":"hakekat-gereja-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/hakekat-gereja-2\/","title":{"rendered":"Hakekat Gereja"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Mengapa Gereja atau orang Kristen perlu melaksanakan pelayanan kasih? Karena Allah adalah kasih dan karena kita sudah mengenal kasih Allah tersebut. Juga karena hakekat manusia. Selain daripada itu, karena hakekat Gereja. Apakah hakekat Gereja itu? 1. Gereja adalah suatu persekutuan messianis. Gereja harus menampakkan pola rencana Allah bagi segenap umat manusia, yakni kesejahteraan dan perdamaian. Oleh sebab itu Gereja perlu berjuang untuk melenyapkan tirani, pertentangan antar kelas, ras, bangsa dan pemeluk agama. 2. Gereja adalah suatu persekutuan yang bersaksi. Sebelum Gereja melancarkan kritik terhadap ketidakadilan dan ketidakbenaran yang merajalela dalam masyarakat, Gereja itu sendiri harus lebih dahulu mewujudkan keadilan dan kebenaran dalam segenap tingkah langkahnya. Yesus bersabda: &quot;Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagi pula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga,&quot; (Matius 5:14-16). Yesus juga pernah bersabda: &quot;Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu,&quot; (Matius 7:5). 3. Strategi yang diambil oleh Gereja sebagai persekutuan messianis haruslah strategi yang diambil oleh Yesus, sang Kepala Gereja. Gereja bertindak di dalam dunia untuk mengubah masyarakat. Untuk itu Gereja janganlah menjadi &quot;serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna,&quot; (Roma 12:2). Gereja perlu melihat dirinya sendiri sebagai agen Allah untuk mengakhiri ketidakadilan dan membawa keadilan sosial ke dalam dunia. Tetapi Gereja tidak boleh memakai kekerasan, fitnah, dusta, penipuan, ketidaksopanan atau yang sejenis itu di dalam menegakkan keadilan. Ketika salah seorang muridNya menghunus pedang, ketika Yesus ditangkap di taman Getsemani, Yesus berkata: &quot;Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya...&quot; (Matius 26:52). Pernah pula Yesus mengajar: &quot;...siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu,&quot; (Matius 5:39). 4. Bentuk keprihatinan sosial dalam persekutuan messianis adalah pengabdian dalam arti yang asli dan yang sebenarnya, yakni &quot;menjadi hamba&quot; seperti halnya Yesus Kristus, &quot;yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba,&quot; (Filipi 2:6-7).\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Mengapa Gereja atau orang Kristen perlu melaksanakan pelayanan kasih? Karena Allah adalah kasih dan karena kita sudah mengenal kasih Allah tersebut. Juga karena hakekat manusia. Selain daripada itu, karena hakekat Gereja. Apakah hakekat Gereja itu?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Gereja adalah suatu persekutuan messianis. Gereja harus menampakkan pola rencana Allah bagi segenap umat manusia, yakni kesejahteraan dan perdamaian. Oleh sebab itu Gereja perlu berjuang untuk melenyapkan tirani, pertentangan antar kelas, ras, bangsa dan pemeluk agama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. Gereja adalah suatu persekutuan yang bersaksi. Sebelum Gereja melancarkan kritik terhadap ketidakadilan dan ketidakbenaran yang merajalela dalam masyarakat, Gereja itu sendiri harus lebih dahulu mewujudkan keadilan dan kebenaran dalam segenap tingkah langkahnya. Yesus bersabda: &#8220;Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagi pula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga,&#8221; (<a id=\"23249-23251\" class=\"verse_trigger\" href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/passage.php?passage=Mat%205:14-16&amp;tab=text\">Matius 5:14-16<\/a>). Yesus juga pernah bersabda: &#8220;Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu,&#8221; (<a id=\"23322\" class=\"verse_trigger\" href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/verse.php?book=Mat&amp;chapter=7&amp;verse=5&amp;tab=text\">Matius 7:5<\/a>).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3. Strategi yang diambil oleh Gereja sebagai persekutuan messianis haruslah strategi yang diambil oleh Yesus, sang Kepala Gereja. Gereja bertindak di dalam dunia untuk mengubah masyarakat. Untuk itu Gereja janganlah menjadi &#8220;serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna,&#8221; (<a id=\"28248\" class=\"verse_trigger\" href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/verse.php?book=Rm&amp;chapter=12&amp;verse=2&amp;tab=text\">Roma 12:2<\/a>). Gereja perlu melihat dirinya sendiri sebagai agen Allah untuk mengakhiri ketidakadilan dan membawa keadilan sosial ke dalam dunia. Tetapi Gereja tidak boleh memakai kekerasan, fitnah, dusta, penipuan, ketidaksopanan atau yang sejenis itu di dalam menegakkan keadilan. Ketika salah seorang muridNya menghunus pedang, ketika Yesus ditangkap di taman Getsemani, Yesus berkata: &#8220;Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya&#8230;&#8221; (<a id=\"24107\" class=\"verse_trigger\" href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/verse.php?book=Mat&amp;chapter=26&amp;verse=52&amp;tab=text\">Matius 26:52<\/a>). Pernah pula Yesus mengajar: &#8220;&#8230;siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu,&#8221; (<a id=\"23274\" class=\"verse_trigger\" href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/verse.php?book=Mat&amp;chapter=5&amp;verse=39&amp;tab=text\">Matius 5:39<\/a>).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">4. Bentuk keprihatinan sosial dalam persekutuan messianis adalah pengabdian dalam arti yang asli dan yang sebenarnya, yakni &#8220;menjadi hamba&#8221; seperti halnya Yesus Kristus, &#8220;yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba,&#8221; (<a id=\"29398-29399\" class=\"verse_trigger\" href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/passage.php?passage=Flp%202:6-7&amp;tab=text\">Filipi 2:6-7<\/a>).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Mengapa Gereja atau orang Kristen perlu melaksanakan pelayanan kasih? Karena Allah adalah kasih dan karena kita sudah mengenal kasih Allah tersebut. Juga karena hakekat manusia. Selain daripada itu, karena hakekat Gereja. Apakah hakekat Gereja itu? 1. Gereja adalah suatu persekutuan messianis. Gereja harus menampakkan pola rencana Allah bagi segenap umat manusia, yakni kesejahteraan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":54393,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"5"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-57491","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gereja"],"better_featured_image":{"id":54393,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/gereja.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/gereja.jpg?fit=768%2C476&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/gereja.jpg"},"categories_detail":[{"id":5,"name":"Gereja","description":"","slug":"gereja","count":204,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/gereja.jpg?fit=845%2C524&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1989","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57491","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57491"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57491\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54393"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57491"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57491"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57491"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}