{"id":57618,"date":"2021-05-20T16:23:00","date_gmt":"2021-05-20T09:23:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=57618"},"modified":"2021-05-18T16:36:03","modified_gmt":"2021-05-18T09:36:03","slug":"tujuan-pelayanan-kasih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tujuan-pelayanan-kasih\/","title":{"rendered":"TUJUAN PELAYANAN KASIH"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Pelayanan kasih bertujuan untuk mewujudkan keadilan dan kebenaran. &quot;Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir&quot; (Amos 5:24). Dengan kata lain, pelayanan kasih sesungguhnya adalah perjuangan tanpa kekerasan untuk mewujudkan keadilan dan kebenaran. Perjuangan untuk mewujudkan keadilan dan kebenaran dengan cara melayani dan dengan dasar kasih. Namun harus diakui bahwa usaha untuk mewujudkan keadilan dan kebenaran bukanlah hal yang ringan. Di samping hambatan-hambatan dari luar, Gereja sendiri sering terjebak dalam dualisme antara pengajaran dan sikap hidup sehari-hari. Gereja diserang oleh &quot;roket-roket atom&quot; polusi duniawi: materialisme, konsumerisme, korupsi, konflik mencari kedudukan\/simbol status, kebimbangan dan ketakutan. Gereja dan orang Kristen &quot;menjadi serupa dengan dunia ini&quot;, sehingga ia tidak dapat lagi &quot;membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna&quot; (Roma 12:2). Kita sering terjebak pada penilaian diri bahwa kita ini kelompok minoritas, sehingga kita memilih lebih baik bersikap diam membisu melihat ketidakadilan dan ketidakbenaran merajalela di sekeliling kita. Tuhan Yesus datang untuk menyembuhkan. Ia telah menyembuhkan orang bisu. Pantaskah kita apabila sekarang sengaja membisu? Gereja dan orang Kristen harus lebih menghayati dan menyadari Sabda Tuhan, yang berbunyi sebagai berikut: &quot;Dan engkau anak manusia, Aku menetapkan engkau menjadi penjaga bagi kaum Israel. Bilamana engkau mendengar sesuatu firman daripadaKu, peringatkanlah mereka demi namaKu. Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Hai orang jahat, engkau pasti mati! - dan engkau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya daripadamu. Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu supaya ia bertobat dari hidupnya, tetapi ia tidak mau bertobat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu&quot; (Yehezkiel 33:7-9).\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Pelayanan kasih bertujuan untuk mewujudkan keadilan dan kebenaran. &#8220;Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir&#8221; (<a id=\"22448\" class=\"verse_trigger\" href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/verse.php?book=Am&amp;chapter=5&amp;verse=24&amp;tab=text\">Amos 5:24<\/a>). Dengan kata lain, pelayanan kasih sesungguhnya adalah perjuangan tanpa kekerasan untuk mewujudkan keadilan dan kebenaran. Perjuangan untuk mewujudkan keadilan dan kebenaran dengan cara melayani dan dengan dasar kasih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun harus diakui bahwa usaha untuk mewujudkan keadilan dan kebenaran bukanlah hal yang ringan. Di samping hambatan-hambatan dari luar, Gereja sendiri sering terjebak dalam dualisme antara pengajaran dan sikap hidup sehari-hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gereja diserang oleh &#8220;roket-roket atom&#8221; polusi duniawi: materialisme, konsumerisme, korupsi, konflik mencari kedudukan\/simbol status, kebimbangan dan ketakutan. Gereja dan orang Kristen &#8220;menjadi serupa dengan dunia ini&#8221;, sehingga ia tidak dapat lagi &#8220;membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna&#8221; (<a id=\"28248\" class=\"verse_trigger\" href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/verse.php?book=Rm&amp;chapter=12&amp;verse=2&amp;tab=text\">Roma 12:2<\/a>).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita sering terjebak pada penilaian diri bahwa kita ini kelompok minoritas, sehingga kita memilih lebih baik bersikap diam membisu melihat ketidakadilan dan ketidakbenaran merajalela di sekeliling kita. Tuhan Yesus datang untuk menyembuhkan. Ia telah menyembuhkan orang bisu. Pantaskah kita apabila sekarang sengaja membisu?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gereja dan orang Kristen harus lebih menghayati dan menyadari Sabda Tuhan, yang berbunyi sebagai berikut: &#8220;Dan engkau anak manusia, Aku menetapkan engkau menjadi penjaga bagi kaum Israel. Bilamana engkau mendengar sesuatu firman daripadaKu, peringatkanlah mereka demi namaKu. Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Hai orang jahat, engkau pasti mati! &#8211; dan engkau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya daripadamu. Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu supaya ia bertobat dari hidupnya, tetapi ia tidak mau bertobat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu&#8221; (<a id=\"21288-21290\" class=\"verse_trigger\" href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/passage.php?passage=Yeh%2033:7-9&amp;tab=text\">Yehezkiel 33:7-9<\/a>).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Pelayanan kasih bertujuan untuk mewujudkan keadilan dan kebenaran. &#8220;Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir&#8221; (Amos 5:24). Dengan kata lain, pelayanan kasih sesungguhnya adalah perjuangan tanpa kekerasan untuk mewujudkan keadilan dan kebenaran. Perjuangan untuk mewujudkan keadilan dan kebenaran dengan cara melayani dan dengan dasar kasih. Namun harus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":46119,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"5"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[5,70],"tags":[],"class_list":["post-57618","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gereja","category-relasi"],"better_featured_image":{"id":46119,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/bentuk-kasih.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/bentuk-kasih.jpg?fit=259%2C194&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/bentuk-kasih.jpg"},"categories_detail":[{"id":5,"name":"Gereja","description":"","slug":"gereja","count":204,"parent":0},{"id":70,"name":"Keluarga &amp; Relasi","description":"","slug":"relasi","count":76,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/bentuk-kasih.jpg?fit=259%2C194&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"3371","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57618","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57618"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57618\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46119"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57618"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57618"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57618"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}