{"id":57846,"date":"2021-05-30T10:49:00","date_gmt":"2021-05-30T03:49:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=57846"},"modified":"2021-05-29T07:59:51","modified_gmt":"2021-05-29T00:59:51","slug":"pengaruh-indulgensi-terhadap-gerakan-reformasi-gereja-dan-sejarahnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/pengaruh-indulgensi-terhadap-gerakan-reformasi-gereja-dan-sejarahnya\/","title":{"rendered":"Pengaruh Indulgensi Terhadap Gerakan Reformasi Gereja Dan Sejarahnya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Pengaruh Indulgensi Terhadap Gerakan Reformasi Gereja Dan Sejarahnya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Pengaruh Indulgensi Terhadap Gerakan Reformasi Gereja Dan Sejarahnya Diakonia.id - Banyak umat Kristen yang kurang paham akan pengaruh indulgensi terhadap gerakan reformasi gereja. Bahkan sering kali banyak yang tidak mengetahui sejarah atau latar belakang tokoh-tokoh reformasi gereja ataupun tujuan dari reformasi gereja itu sendiri. Termasuk juga apa yang dimaksud dengan indulgensi. Oleh sebab itu jika tidak mengetahui secara jelas, maka sebaiknya pahami satu persatu mengenai dampak reformasi gereja tersebut. Supaya bisa mengetahui sejarah gereja di dunia serta apa saja yang berperan di dalamnya. Hal-hal yang tidak tertulis dalam Alkitab ini ada baiknya juga untuk diketahui sebagai pengetahuan dasar kekristenan. Untuk lebih jelasnya berikut ini informasi tentang pengaruh indulgensi terhadap gerakan reformasi gereja. Tentang Indulgensi\u00a0 Indulgensi bisa jadi merupakan hal yang tidak banyak diketahui orang Kristen. Adapun indulgensi ini sendiri artinya yaitu surat pengakuan dosa yang dikeluarkan oleh pihak Vatikan Roma di jaman dahulu kala. Kelemahan dari indulgensi ini sebenarnya yaitu surat pengakuan dosa tersebut ternyata dapat diperjual belikan terhadap mereka yang memiliki banyak dana. Dimana hasil penjualan digunakan untuk pembangunan gereja Vatikan yaitu gereja St. Petrus dan dimanfaatkan oleh para bangsawan yang korupsi di masa itu. Tentu hal ini tidak sesuai dan bertentangan dengan firman Allah mengenai cara bertobat orang Kristen yang sesuai dengan keinginan Allah di dalam hidup orang percaya. Sehingga sebagian umat tidak dapat menerima hal tersebut. Pengaruh Indulgensi Terhadap Gerakan Reformasi Gereja Kemunculan indulgensi ini akhirnya membuahkan peristiwa yang akrab diketahui sebagai latar belakang reformasi gereja. Sebagian besar umat Kristen percaya bahwa dosa hanya bisa diampuni oleh orang sendiri dan pengadilan nantinya ditetapkan oleh Allah bukan oleh manusia, sehingga surat pengakuan dosa hendaknya bukan untuk diperjual belikan karena tidak ada maknanya. Dari sinilah lahir reformasi gereja yang dipimpin oleh Martin Luther dan John Calvin yang menentang keras akan hal tersebut dan percaya bahwa kehidupan gereja harus dikembalikan sesuai Alkitab dan firman Allah. Dimana dosa yang dilakukan manusia sejatinya hanya bisa diampuni melalui janji keselamatan dari Allah yang telah digenapi melalui penebusan dosa oleh Yesus di kayu salib. Sehingga tentu apa yang dilakukan oleh Vatikan tidak berdasar dan tidak sesuai dengan firman Allah, namun semata-mata hanya untuk unsur politik saja. Sehingga sejak saat itu kaum yang tidak setuju menjadi Kristen Protestan yang berasal dari umat Kristen yang memprotes kebijakan dari Vatikan tentang indulgensi. Itulah beberapa informasi berkaitan dengan pengaruh indulgensi terhadap gerakan reformasi gereja. Sehingga umat Kristen bisa memahami jelas apa saja reformasi gereja yang pernah terjadi. Serta apa yang dimaksud indulgensi itu sendiri serta peranannya lebih dalam. Adapun yang paling baik dalam memahami hal ini pastinya dengan berdoa dan meminta tujuan karunia Roh Kudus supaya bisa memberikan hikmat mengenai sejarah gereja di dunia ini. Sehingga tidak salah dalam memahami dan bisa mengerti dengan baik apa saja perjalanan gereja di dunia beserta jalannya reformasi gereja yang pernah terjadi dahulu kala.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Banyak umat Kristen yang kurang paham akan pengaruh indulgensi terhadap gerakan reformasi gereja. Bahkan sering kali banyak yang tidak mengetahui sejarah atau latar belakang tokoh-tokoh reformasi gereja ataupun tujuan dari reformasi gereja itu sendiri. Termasuk juga apa yang dimaksud dengan indulgensi. Oleh sebab itu jika tidak mengetahui secara jelas, maka sebaiknya pahami satu persatu mengenai dampak reformasi gereja tersebut. Supaya bisa mengetahui sejarah gereja di dunia serta apa saja yang berperan di dalamnya. Hal-hal yang tidak tertulis dalam Alkitab ini ada baiknya juga untuk diketahui sebagai pengetahuan dasar kekristenan. Untuk lebih jelasnya berikut ini informasi tentang pengaruh indulgensi terhadap gerakan reformasi gereja.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p><strong>Tentang Indulgensi\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Indulgensi bisa jadi merupakan hal yang tidak banyak diketahui orang Kristen. Adapun indulgensi ini sendiri artinya yaitu surat pengakuan dosa yang dikeluarkan oleh pihak Vatikan Roma di jaman dahulu kala. Kelemahan dari indulgensi ini sebenarnya yaitu surat pengakuan dosa tersebut ternyata dapat diperjual belikan terhadap mereka yang memiliki banyak dana. Dimana hasil penjualan digunakan untuk pembangunan gereja Vatikan yaitu gereja St. Petrus dan dimanfaatkan oleh para bangsawan yang korupsi di masa itu. Tentu hal ini tidak sesuai dan bertentangan dengan firman Allah mengenai cara bertobat orang Kristen yang sesuai dengan keinginan Allah di dalam hidup orang percaya. Sehingga sebagian umat tidak dapat menerima hal tersebut.<\/p>\n<p><strong>Pengaruh Indulgensi Terhadap Gerakan Reformasi Gereja<\/strong><\/p>\n<p>Kemunculan indulgensi ini akhirnya membuahkan peristiwa yang akrab diketahui sebagai latar belakang reformasi gereja. Sebagian besar umat Kristen percaya bahwa dosa hanya bisa diampuni oleh orang sendiri dan pengadilan nantinya ditetapkan oleh Allah bukan oleh manusia, sehingga surat pengakuan dosa hendaknya bukan untuk diperjual belikan karena tidak ada maknanya.<\/p>\n<p>Dari sinilah lahir reformasi gereja yang dipimpin oleh Martin Luther dan John Calvin yang menentang keras akan hal tersebut dan percaya bahwa kehidupan gereja harus dikembalikan sesuai Alkitab dan firman Allah. Dimana dosa yang dilakukan manusia sejatinya hanya bisa diampuni melalui janji keselamatan dari Allah yang telah digenapi melalui penebusan dosa oleh Yesus di kayu salib. Sehingga tentu apa yang dilakukan oleh Vatikan tidak berdasar dan tidak sesuai dengan firman Allah, namun semata-mata hanya untuk unsur politik saja. Sehingga sejak saat itu kaum yang tidak setuju menjadi Kristen Protestan yang berasal dari umat Kristen yang memprotes kebijakan dari Vatikan tentang indulgensi.<\/p>\n<p>Itulah beberapa informasi berkaitan dengan pengaruh indulgensi terhadap gerakan reformasi gereja. Sehingga umat Kristen bisa memahami jelas apa saja reformasi gereja yang pernah terjadi. Serta apa yang dimaksud indulgensi itu sendiri serta peranannya lebih dalam. Adapun yang paling baik dalam memahami hal ini pastinya dengan berdoa dan meminta tujuan karunia Roh Kudus supaya bisa memberikan hikmat mengenai sejarah gereja di dunia ini. Sehingga tidak salah dalam memahami dan bisa mengerti dengan baik apa saja perjalanan gereja di dunia beserta jalannya reformasi gereja yang pernah terjadi dahulu kala.<\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengaruh Indulgensi Terhadap Gerakan Reformasi Gereja Dan Sejarahnya Diakonia.id &#8211; Banyak umat Kristen yang kurang paham akan pengaruh indulgensi terhadap gerakan reformasi gereja. Bahkan sering kali banyak yang tidak mengetahui sejarah atau latar belakang tokoh-tokoh reformasi gereja ataupun tujuan dari reformasi gereja itu sendiri. Termasuk juga apa yang dimaksud dengan indulgensi. Oleh sebab itu jika [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":54393,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","video":"","gallery":"","source_name":"tuhanyesus.org","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"single_blog_custom":"","sidebar":"","second_sidebar":"","share_position":"","share_float_style":"","post_date_format":"","post_date_format_custom":"","post_reading_time_wpm":"","zoom_button_out_step":"1","zoom_button_in_step":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"","single_post_gallery_size":""}],"trending_post_position":"","trending_post_label":"","sponsored_post_label":"","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"5"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-57846","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gereja"],"better_featured_image":{"id":54393,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/gereja.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/gereja.jpg?fit=768%2C476&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/gereja.jpg"},"categories_detail":[{"id":5,"name":"Gereja","description":"","slug":"gereja","count":204,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/gereja.jpg?fit=845%2C524&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"2677","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57846","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57846"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57846\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54393"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57846"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57846"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57846"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}