{"id":58049,"date":"2022-08-01T17:08:00","date_gmt":"2022-08-01T10:08:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=58049"},"modified":"2022-07-30T19:08:07","modified_gmt":"2022-07-30T12:08:07","slug":"polisi-ungkap-peran-aktivis-isis-salurkan-dana-ke-jad-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/polisi-ungkap-peran-aktivis-isis-salurkan-dana-ke-jad-indonesia\/","title":{"rendered":"Polisi Ungkap Peran Aktivis ISIS Salurkan Dana ke JAD Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Pihak kepolisian mengungkap peran Saefulah alias Daniel alias Chaniago, seorang afiliasi ISIS, yang menyalurkan dana ke kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Indonesia. Ia menjadikan Novendri sebagai kaki tangan penyebaran duit. Uang yang diberikan dari pria yang berprofesi sebagai penjaga perpustakaan Pondok Pesantren Ibnu Mas&#039;ud itu digunakan untuk menggerakkan JAD di Indonesia. &quot;Saeful menerima beberapa aliran dana dari beberapa negara,&quot; ujar Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Selasa (23\/7\/2019). 12 orang pengirim uang kepada Saefulah antara lain: 1.Yahya Abdul Karim dari Trinidad &amp; Tobago (4 kali); 2. Fawaaz Ali dari Trinidad &amp; Tobago; 3. Keberina Deonarine dari Trinidad &amp; Tobago; 4. Ahmed Afrah dari Maldives; 5. Ricky Mohammed dari Trinidad &amp; Tobago (2 kali); 6. Ian Marvin Bailey dari Trinidad &amp; Tobago; 7. Pedro Manuel Morales Mendoza dari Venezuela; 8. Mehboob Suliman dari Jerman; 9. Simouh Ilyas dari Jerman; 10. Muslih Ali dari Maldives; 11. Furkan Cinar dari Trinidad &amp; Tobago; 12. Jonius Ondie Jahali dari Malaysia. &quot;Mereka mengirim duit ke Saefulah sejak Maret 2016 hingga September 2017,&quot; jelas Dedi. Total dana $28.921.89 atau Rp413.169.857 melalui Western Union. Saefulah juga mengatur perjalanan Muhammad Aulia dan 11 orang lainnya ke Khorasan, Afghanistan. Khorasan diduga sebagai lokasi menetapnya Saefulah saat ini. Namun, Aulia Cs dideportasi di Bangkok pada 13 Juni 2019, kemudian ditangkap di Bandara Kuala Namu oleh Densus 88 Antiteror. Polisi juga masih memburu Abu Saidah, pria suruhan Saeful guna bertemu dengan Novendri di Mal Botani Bogor pada September 2018, untuk memberikan Rp18 juta. Lantas Rp16 juta dari duit itu Novendri diserahkan ke pemimpin JAD Bekasi yakni Bondan untuk pembuatan bom. Bondan dan kawanannya berencana melakukan aksi teror pada demonstrasi 21-22 Mei lalu, tapi dalam kurun waktu 8-14 Mei mereka diringkus polisi. Saefulah juga menyuruh Novendri memberikan dana ke Mujahidin Indonesia Timur (MIT) untuk keberlangsungan kelompok yang berada di Poso itu. Selain itu, Saefulah juga berencana mengirimkan uang kepada anggota JAD Kalimantan Timur, Yoga, untuk membeli senjata dari Filipina dan diselundupkan ke Indonesia. Yoga yang diringkus pada Juni 2019 itu berperan sebagai perantara JAD Indonesia dan jaringan teroris Filipina di Malaysia, ia menggantikan Andi Baso. Sedangkan Baso masih berada di Filipina Selatan dan kini jadi buron akibat peristiwa teror di Gereja Oikumene Samarinda pada November 2016. Ia juga mengatur perjalanan suami-istri yang jadi &#039;pengantin&#039; dalam serangan Katedral di Pulau Jolo, Filipina Selatan, yakni Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani Saleh. Dua nama terakhir tewas dan merupakan deportan Turki pada Januari 2017. Sementara itu, Novendri yang merupakan anggota JAD Sumatera Barat itu dibekuk Densus 88 Antiteror pada Kamis (18\/7\/2019), sekitar pukul 21.59 WIB di rumahnya yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan, Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. Dari penggeledahan rumah Novendri, petugas menyita laptop, telepon genggam dan kaset yang bertuliskan bom. (tirto)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; Pihak kepolisian mengungkap peran Saefulah alias Daniel alias Chaniago, seorang afiliasi ISIS, yang menyalurkan dana ke kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Indonesia. Ia menjadikan Novendri sebagai kaki tangan penyebaran duit.<\/p>\n<article>\n<div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Uang yang diberikan dari pria yang berprofesi sebagai penjaga perpustakaan Pondok Pesantren Ibnu Mas&#8217;ud itu digunakan untuk menggerakkan JAD di Indonesia. &#8220;Saeful menerima beberapa aliran dana dari beberapa negara,&#8221; ujar Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Selasa (23\/7\/2019).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">12 orang pengirim uang kepada Saefulah antara lain:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1.Yahya Abdul Karim dari Trinidad &amp; Tobago (4 kali);<\/p>\n<div id=\"beacon_db953eb53b\" style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/aurum.tirto.id\/gold\/lg.php?bnnid=0&amp;cgnid=0&amp;znnid=245&amp;loc=https%3A%2F%2Ftirto.id%2Fpolisi-ungkap-peran-aktivis-isis-salurkan-dana-ke-jad-indonesia-eeS1&amp;referer=https%3A%2F%2Ftirto.id%2Fpolisi-ungkap-peran-aktivis-isis-salurkan-dana-ke-jad-indonesia-eeS1&amp;cb=db953eb53b\" alt=\"\" width=\"0\" height=\"0\" \/><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. Fawaaz Ali dari Trinidad &amp; Tobago;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3. Keberina Deonarine dari Trinidad &amp; Tobago;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">4. Ahmed Afrah dari Maldives;<\/p>\n<div id=\"beacon_48a484706d\" style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/aurum.tirto.id\/gold\/lg.php?bnnid=0&amp;cgnid=0&amp;znnid=243&amp;loc=https%3A%2F%2Ftirto.id%2Fpolisi-ungkap-peran-aktivis-isis-salurkan-dana-ke-jad-indonesia-eeS1&amp;referer=https%3A%2F%2Ftirto.id%2Fpolisi-ungkap-peran-aktivis-isis-salurkan-dana-ke-jad-indonesia-eeS1&amp;cb=48a484706d\" alt=\"\" width=\"0\" height=\"0\" \/><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">5. Ricky Mohammed dari Trinidad &amp; Tobago (2 kali);<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">6. Ian Marvin Bailey dari Trinidad &amp; Tobago;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">7. Pedro Manuel Morales Mendoza dari Venezuela;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">8. Mehboob Suliman dari Jerman;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">9. Simouh Ilyas dari Jerman;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">10. Muslih Ali dari Maldives;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">11. Furkan Cinar dari Trinidad &amp; Tobago;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">12. Jonius Ondie Jahali dari Malaysia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mereka mengirim duit ke Saefulah sejak Maret 2016 hingga September 2017,&#8221; jelas Dedi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Total dana $28.921.89 atau Rp413.169.857 melalui Western Union. Saefulah juga mengatur perjalanan Muhammad Aulia dan 11 orang lainnya ke Khorasan, Afghanistan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Khorasan diduga sebagai lokasi menetapnya Saefulah saat ini. Namun, Aulia Cs dideportasi di Bangkok pada 13 Juni 2019, kemudian ditangkap di Bandara Kuala Namu oleh Densus 88 Antiteror.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polisi juga masih memburu Abu Saidah, pria suruhan Saeful guna bertemu dengan Novendri di Mal Botani Bogor pada September 2018, untuk memberikan Rp18 juta. Lantas Rp16 juta dari duit itu Novendri diserahkan ke pemimpin JAD Bekasi yakni Bondan untuk pembuatan bom.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bondan dan kawanannya berencana melakukan aksi teror pada demonstrasi 21-22 Mei lalu, tapi dalam kurun waktu 8-14 Mei mereka diringkus polisi. Saefulah juga menyuruh Novendri memberikan dana ke Mujahidin Indonesia Timur (MIT) untuk keberlangsungan kelompok yang berada di Poso itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, Saefulah juga berencana mengirimkan uang kepada anggota JAD Kalimantan Timur, Yoga, untuk membeli senjata dari Filipina dan diselundupkan ke Indonesia. Yoga yang diringkus pada Juni 2019 itu berperan sebagai perantara JAD Indonesia dan jaringan teroris Filipina di Malaysia, ia menggantikan Andi Baso.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sedangkan Baso masih berada di Filipina Selatan dan kini jadi buron akibat peristiwa teror di Gereja Oikumene Samarinda pada November 2016. Ia juga mengatur perjalanan suami-istri yang jadi &#8216;pengantin&#8217; dalam serangan Katedral di Pulau Jolo, Filipina Selatan, yakni Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani Saleh. Dua nama terakhir tewas dan merupakan deportan Turki pada Januari 2017.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Novendri yang merupakan anggota JAD Sumatera Barat itu dibekuk Densus 88 Antiteror pada Kamis (18\/7\/2019), sekitar pukul 21.59 WIB di rumahnya yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan, Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. Dari penggeledahan rumah Novendri, petugas menyita laptop, telepon genggam dan kaset yang bertuliskan bom. (tirto)<\/p>\n<\/div>\n<\/article>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Pihak kepolisian mengungkap peran Saefulah alias Daniel alias Chaniago, seorang afiliasi ISIS, yang menyalurkan dana ke kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Indonesia. Ia menjadikan Novendri sebagai kaki tangan penyebaran duit. Uang yang diberikan dari pria yang berprofesi sebagai penjaga perpustakaan Pondok Pesantren Ibnu Mas&#8217;ud itu digunakan untuk menggerakkan JAD di Indonesia. &#8220;Saeful [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":61783,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"floatbottom","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-58049","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"better_featured_image":{"id":61783,"alt_text":"","caption":"","description":"13cc9482f873311543053b4d42bac3dd","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/polisi-jaga-gereja-jamin-keamanan-peringati-kenaikan-yesus-kristus_628fb8ac3d306.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/polisi-jaga-gereja-jamin-keamanan-peringati-kenaikan-yesus-kristus_628fb8ac3d306.jpeg?fit=768%2C512&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/polisi-jaga-gereja-jamin-keamanan-peringati-kenaikan-yesus-kristus_628fb8ac3d306.jpeg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/polisi-jaga-gereja-jamin-keamanan-peringati-kenaikan-yesus-kristus_628fb8ac3d306.jpeg?fit=800%2C533&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"951","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58049","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58049"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58049\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/61783"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58049"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58049"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58049"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}