{"id":58071,"date":"2022-07-30T18:26:13","date_gmt":"2022-07-30T11:26:13","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=58071"},"modified":"2022-07-30T18:26:22","modified_gmt":"2022-07-30T11:26:22","slug":"polri-suami-istri-pelaku-bom-bunuh-diri-gereja-filipina-ternyata-wni","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/polri-suami-istri-pelaku-bom-bunuh-diri-gereja-filipina-ternyata-wni\/","title":{"rendered":"Polri: Suami Istri Pelaku Bom Bunuh Diri Gereja Filipina Ternyata WNI"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Polri menyatakan pelaku bom bunuh diri di Katedral Our Lady of Mount Carmel, Pulau Jolo, Filipina Selatan, merupakan suami istri warga negara Indonesia (WNI).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Polri menyatakan pelaku bom bunuh diri di Katedral Our Lady of Mount Carmel, Pulau Jolo, Filipina Selatan, merupakan suami istri warga negara Indonesia (WNI). Diakonia.id - Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan pelaku bom bunuh diri di Katedral Our Lady of Mount Carmel, Pulau Jolo, Filipina Selatan, merupakan suami istri warga negara Indonesia (WNI). &quot;Setelah penangkapan Novendri dan Yoga baru diketahui, ternyata pelaku suicide bomber di Filipina adalah dua orang Indonesia atas nama Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani Saleh,&quot; ujar Dedi di Mabes Polri, Selasa (23\/7\/2019). Pengeboman itu terjadi pada Minggu (27\/1\/2019), ledakan itu terjadi hanya berselang satu pekan usai warga Jolo setuju masuk wilayah otonomi Bangsamoro. Ledakan terjadi di pagi hari ketika orang-orang berkumpul untuk misa di katedral itu. Dua pelaku itu diketahui berdasarkan penuturan dua terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror yakni anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Kalimantan Timur, Yoga, dan anggota JAD Sumatera Barat, Novendri. Dedi mengatakan awalnya hasil tes DNA oleh aparat keamanan Filipina belum menemukan pembandingnya sehingga sulit mengidentifikasi siapa pengebom tersebut. Tim Densus 88 Antiteror telah bekerja sama dengan kepolisian Filipina namun ketika itu belum berhasil mengetahui identitasnya. &quot;Karena kedua tersangka ini masuk lewat jalur ilegal Filipina sehingga identitas mereka tidak terdaftar dengan baik,&quot; kata Dedi. Sementara itu, aparat keamanan Filipina dan Polri hanya mendapatkan informasi dari lima tersangka yang ditangkap bahwa pelaku bom bunuh diri diduga orang Indonesia lantaran logat dan kebiasaan dua orang itu menyerupai warga negara Indonesia. Selain itu, awal penyelidikan perkara, Polri dan kepolisian Filipina mengalami kendala untuk mengungkap pelaku karena kondisi tubuh pelaku hancur akibat ledakan bom. &quot;Tubuh pelaku betul-betul hancur. Karena itu high explosive, [jasad pelaku] jadi serpihan,&quot; ucap Dedi Prasetyo, Senin (11\/2\/2019). Katedral di Jolo sering menjadi sasaran sekelompok gerilyawan yang berafiliasi dengan Abu Sayyaf dan ISIS. Pada tahun 2010, dua serangan granat terpisah mengguncang gereja, meskipun tidak ada korban luka. Tiga tahun kemudian, dua pengunjung gereja terluka dalam serangan serupa. (tirto)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/><strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan pelaku bom bunuh diri di Katedral Our Lady of Mount Carmel, Pulau Jolo, Filipina Selatan, merupakan suami istri warga negara Indonesia (WNI).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Setelah penangkapan Novendri dan Yoga baru diketahui, ternyata pelaku suicide bomber di Filipina adalah dua orang Indonesia atas nama Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani Saleh,&#8221; ujar Dedi di Mabes Polri, Selasa (23\/7\/2019).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengeboman itu terjadi pada Minggu (27\/1\/2019), ledakan itu terjadi hanya berselang satu pekan usai warga Jolo setuju masuk wilayah otonomi Bangsamoro. Ledakan terjadi di pagi hari ketika orang-orang berkumpul untuk misa di katedral itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dua pelaku itu diketahui berdasarkan penuturan dua terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror yakni anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Kalimantan Timur, Yoga, dan anggota JAD Sumatera Barat, Novendri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dedi mengatakan awalnya hasil tes DNA oleh aparat keamanan Filipina belum menemukan pembandingnya sehingga sulit mengidentifikasi siapa pengebom tersebut. Tim Densus 88 Antiteror telah bekerja sama dengan kepolisian Filipina namun ketika itu belum berhasil mengetahui identitasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Karena kedua tersangka ini masuk lewat jalur ilegal Filipina sehingga identitas mereka tidak terdaftar dengan baik,&#8221; kata Dedi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, aparat keamanan Filipina dan Polri hanya mendapatkan informasi dari lima tersangka yang ditangkap bahwa pelaku bom bunuh diri diduga orang Indonesia lantaran logat dan kebiasaan dua orang itu menyerupai warga negara Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, awal penyelidikan perkara, Polri dan kepolisian Filipina mengalami kendala untuk mengungkap pelaku karena kondisi tubuh pelaku hancur akibat ledakan bom.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tubuh pelaku betul-betul hancur. Karena itu high explosive, [jasad pelaku] jadi serpihan,&#8221; ucap Dedi Prasetyo, Senin (11\/2\/2019).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Katedral di Jolo sering menjadi sasaran sekelompok gerilyawan yang berafiliasi dengan Abu Sayyaf dan ISIS. Pada tahun 2010, dua serangan granat terpisah mengguncang gereja, meskipun tidak ada korban luka. Tiga tahun kemudian, dua pengunjung gereja terluka dalam serangan serupa. (tirto)<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Polri menyatakan pelaku bom bunuh diri di Katedral Our Lady of Mount Carmel, Pulau Jolo, Filipina Selatan, merupakan suami istri warga negara Indonesia (WNI). Diakonia.id &#8211; Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan pelaku bom bunuh diri di Katedral Our Lady of Mount Carmel, Pulau Jolo, Filipina Selatan, merupakan suami istri warga negara Indonesia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":62905,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"floatbottom","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"22"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[22],"tags":[522,209,7],"class_list":["post-58071","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional","tag-pengrusakan-gereja","tag-radikalisme","tag-terorisme"],"better_featured_image":{"id":62905,"alt_text":"","caption":"President Rodrigo Roa Duterte conducts an inspection inside the Cathedral of Our Lady of Mount Carmel in Jolo, Sulu on January 28, 2019 where two explosions occurred inside and outside the church last January 27. ALBERT ALCAIN\/PRESIDENTIAL PHOTO","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Aftermath_of_the_Jolo_Cathedral_bombings.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Aftermath_of_the_Jolo_Cathedral_bombings.jpg?fit=768%2C473&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Aftermath_of_the_Jolo_Cathedral_bombings.jpg"},"categories_detail":[{"id":22,"name":"Internasional","description":"","slug":"internasional","count":158,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Aftermath_of_the_Jolo_Cathedral_bombings.jpg?fit=1280%2C789&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"975","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58071","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58071"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58071\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/62905"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58071"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58071"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58071"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}