{"id":58113,"date":"2021-06-05T11:46:36","date_gmt":"2021-06-05T04:46:36","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=58113"},"modified":"2021-06-05T11:46:43","modified_gmt":"2021-06-05T04:46:43","slug":"polisi-jaringan-teror-gereja-makassar-melebar-hingga-kaltim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/polisi-jaringan-teror-gereja-makassar-melebar-hingga-kaltim\/","title":{"rendered":"Polisi: Jaringan Teror Gereja Makassar Melebar Hingga Kaltim"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Polri\u00a0menyatakan 11 terduga teroris yang ditangkap di Merauke\u00a0merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) wilayah\u00a0Makassar yang lama menetap di Papua. Bukan hanya di Papua, jaringan itu juga disebut melebar ke wilayah\u00a0Kalimantan Timur. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono menjelaskan bahwa para terduga teroris tersebut pun tertangkap usai polisi mengembangkan kasus bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar beberapa waktu lalu. &quot;Dikembangkan dari Makassar, ternyata jaringan melebar ke Kalimantan Timur. Kaltim di sana ditangkap salah satu kelompok dari JAD, kemudian dari Kaltim bergerak ke Papua, Merauke,&quot; kata Rusdi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta pada Kamis (3\/6). Menurut Rusdi,\u00a0para terduga teroris terpapar paham ekstremisme selama tinggal di wilayah Merauke. Kemudian, mereka pun membangun kelompok-kelompok selama berada di wilayah paling Timur Indonesia itu. Saat ini, kata dia, penyidik Detasemen Khusus (Densus) 88\/Antiteror Polri tengah mengembangkan pemetaan penyebaran kelompok teror tersebut di luar wilayah Makassar. &quot;Terus didalami, siapa-siapa saja orang-orang atau kelompok yang ada di dalam kelompok Makassar itu,&quot; tambah dia. Sebelumnya Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengatakan tim Densus 88 menduga bahwa para terduga teroris tersebut merencanakan aksi teror di gereja. Selain gereja, lanjut Argo, komplotan terduga teroris ini juga diduga mengebom Polres Merauke. Sasaran mereka, menurutnya adalah untuk menyebarkan aksi teror. Polisi menyebut para terduga teroris itu telah melakukan baiat atau sumpah setia ke Negara Islam Irak-Suriah (ISIS). Dalam hal ini, Argo menjelaskan, orang-orang itu tergabung dalam grup di aplikasi pesan singkat WhatsApp atau Telegram yang bermuatan ekstremisme. Pada Juli 2020, Densus 88 menyatakan bahwa ada kelompok terduga teroris yang berafiliasi dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Papua, yaitu Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Komplotan terduga teroris itu disinyalir bagian dari JAD dan sejak 2018 telah terdeteksi di Papua. Infografis Kasus Terorisme Sepanjang 2019. (CNNIndonesia\/Basith Subastian) (mjo\/nma)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; <strong>Polri<\/strong>\u00a0menyatakan 11 terduga<strong> teroris<\/strong> yang ditangkap di <strong>Merauke<\/strong>\u00a0merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (<strong>JAD<\/strong>) wilayah\u00a0<strong>Makassar<\/strong> yang lama menetap di <strong>Papua<\/strong>. Bukan hanya di Papua, jaringan itu juga disebut melebar ke wilayah\u00a0<strong>Kalimantan Timur<\/strong>.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono menjelaskan bahwa para terduga teroris tersebut pun tertangkap usai polisi mengembangkan kasus bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar beberapa waktu lalu.<\/p>\n<p>&#8220;Dikembangkan dari Makassar, ternyata jaringan melebar ke Kalimantan Timur. Kaltim di sana ditangkap salah satu kelompok dari JAD, kemudian dari Kaltim bergerak ke Papua, Merauke,&#8221; kata Rusdi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta pada Kamis (3\/6).<\/p>\n<p>Menurut Rusdi,\u00a0para terduga teroris terpapar paham ekstremisme selama tinggal di wilayah Merauke. Kemudian, mereka pun membangun kelompok-kelompok selama berada di wilayah paling Timur Indonesia itu.<\/p>\n<p>Saat ini, kata dia, penyidik Detasemen Khusus (Densus) 88\/Antiteror Polri tengah mengembangkan pemetaan penyebaran kelompok teror tersebut di luar wilayah Makassar.<\/p>\n<p>&#8220;Terus didalami, siapa-siapa saja orang-orang atau kelompok yang ada di dalam kelompok Makassar itu,&#8221; tambah dia.<\/p>\n<p>Sebelumnya Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengatakan tim Densus 88 menduga bahwa para terduga teroris tersebut merencanakan aksi teror di gereja.<\/p>\n<p>Selain gereja, lanjut Argo, komplotan terduga teroris ini juga diduga mengebom Polres Merauke. Sasaran mereka, menurutnya adalah untuk menyebarkan aksi teror.<\/p>\n<p>Polisi menyebut para terduga teroris itu telah melakukan baiat atau sumpah setia ke Negara Islam Irak-Suriah (ISIS).<\/p>\n<p>Dalam hal ini, Argo menjelaskan, orang-orang itu tergabung dalam grup di aplikasi pesan singkat WhatsApp atau Telegram yang bermuatan ekstremisme.<\/p>\n<p>Pada Juli 2020, Densus 88 menyatakan bahwa ada kelompok terduga teroris yang berafiliasi dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Papua, yaitu Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Komplotan terduga teroris itu disinyalir bagian dari JAD dan sejak 2018 telah terdeteksi di Papua.<\/p>\n<table class=\"pic_artikel_sisip_table\" align=\"center\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>\n<div class=\"pic_artikel_sisip\" align=\"center\">\n<div class=\"pic\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" title=\"Infografis Kasus Terorisme Sepanjang 2019\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/akcdn.detik.net.id\/community\/media\/visual\/2019\/12\/24\/0f93cdac-eb6d-4d10-9ba8-4edc8d6f5bed.jpeg?ssl=1\" alt=\"Infografis Kasus Terorisme Sepanjang 2019\" \/>Infografis Kasus Terorisme Sepanjang 2019. (CNNIndonesia\/Basith Subastian)<\/div>\n<\/div>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><b>(mjo\/nma)<\/b><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Polri\u00a0menyatakan 11 terduga teroris yang ditangkap di Merauke\u00a0merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) wilayah\u00a0Makassar yang lama menetap di Papua. Bukan hanya di Papua, jaringan itu juga disebut melebar ke wilayah\u00a0Kalimantan Timur. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono menjelaskan bahwa para terduga teroris tersebut pun tertangkap usai polisi mengembangkan kasus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":58114,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"CNN","source_url":"[Gambas:Video CNN]    . (cnnindonesia)","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[5,3],"tags":[448,420,351,341,7],"class_list":["post-58113","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gereja","category-umum","tag-gereja-katedral-makassar","tag-jad","tag-jamaah-ansharut-daulah-jad","tag-teror-gereja","tag-terorisme"],"better_featured_image":{"id":58114,"alt_text":"","caption":"","description":"71be1bab618646130a22f7c70cda73fa","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/polisi-jaringan-teror-gereja-makassar-melebar-hingga-kaltim_60b99e0e3aa04.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/polisi-jaringan-teror-gereja-makassar-melebar-hingga-kaltim_60b99e0e3aa04.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/polisi-jaringan-teror-gereja-makassar-melebar-hingga-kaltim_60b99e0e3aa04.jpeg"},"categories_detail":[{"id":5,"name":"Gereja","description":"","slug":"gereja","count":204,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/polisi-jaringan-teror-gereja-makassar-melebar-hingga-kaltim_60b99e0e3aa04.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1179","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58113","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58113"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58113\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58114"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58113"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58113"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58113"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}