{"id":58140,"date":"2021-06-07T08:56:26","date_gmt":"2021-06-07T01:56:26","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=58140"},"modified":"2021-06-07T08:56:33","modified_gmt":"2021-06-07T01:56:33","slug":"kepala-gereja-katolik-jerman-mundur-usai-marak-pelecehan-seks","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/kepala-gereja-katolik-jerman-mundur-usai-marak-pelecehan-seks\/","title":{"rendered":"Kepala Gereja Katolik Jerman Mundur usai Marak Pelecehan Seks"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Kepala Gereja Katolik di Jerman, Reinhard Marx, mengajukan pengunduran diri dari jabatan Uskup Agung Munich karena mengaku turut bertanggung jawab atas &quot;bencana pelecehan seksual&quot; oleh para petinggi gereja. &quot;Intinya, penting bagi saya untuk berbagi tanggung jawab atas bencana pelecehan seksual oleh pejabat gereja selama satu dekade belakangan,&quot; kata Marx dalam suratnya kepada Paus Fransiskus yang dikutip CNN, Jumat (4\/6). Surat itu berlanjut, &quot;Penyelidikan dan laporan selama sepuluh tahun belakangan memperlihatkan ada banyak kesalahan tak hanya personal dan administratif, tapi juga sistemis.&quot; Hingga saat ini, Paus Fransiskus belum memberikan tanggapan terhadap surat Marx ini. Keuskupan Agung Munich pun menyatakan bahwa Marx masih akan tetap menjabat selama menunggu respons Paus. Menurut Keuskupan Agung Munich, Marx memang sudah menyatakan keinginan untuk mengundurkan diri dalam beberapa bulan belakangan. Marx mengaku merasa turut bertanggung jawab karena bungkam selama isu pelecehan seksual berkembang. &quot;Saya rasa dengan terus bungkam, tak bertindak, dan terlalu fokus pada reputasi Gereja, saya juga bersalah dan harus bertanggung jawab,&quot; ucap Marx. Marx mengajukan pengunduran diri ini di tengah peningkatan kecaman atas dugaan pelecehan seksual oleh para pejabat gereja. Pekan lalu, Reuters melaporkan bahwa Paus sampai mengirimkan dua uskup untuk menyelidiki dugaan pengabaian kasus-kasus itu. [Gambas:Video CNN] Kasus ini mulai menjadi perhatian sejak 2018. Saat itu, sejumlah media lokal melaporkan setidaknya ada 3.677 kasus pelecehan seksual terhadap anak oleh pastor dalam periode 1946 hingga 2014. Berdasarkan laporan itu, korban pelecehan seksual itu kebanyakan anak laki-laki, sekitar setengah di antaranya masih berusia 13 tahun ke bawah. Dari keseluruhan kasus tersebut, 1.670 di antaranya melibatkan pastor. Dalam pertemuan di Vatican pada Februari 2019 lalu, Marx mengakui bahwa dokumen-dokumen yang membuktikan pelecehan seksual oleh pastor itu memang ada dan sudah dihancurkan. (has)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Kepala Gereja Katolik di <strong>Jerman<\/strong>, Reinhard Marx, mengajukan pengunduran diri dari jabatan Uskup Agung Munich karena mengaku turut bertanggung jawab atas &#8220;bencana pelecehan seksual&#8221; oleh para petinggi gereja.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>&#8220;Intinya, penting bagi saya untuk berbagi tanggung jawab atas bencana pelecehan seksual oleh pejabat gereja selama satu dekade belakangan,&#8221; kata Marx dalam suratnya kepada Paus Fransiskus yang dikutip <em>CNN<\/em>, Jumat (4\/6).<\/p>\n<p>Surat itu berlanjut, &#8220;Penyelidikan dan laporan selama sepuluh tahun belakangan memperlihatkan ada banyak kesalahan tak hanya personal dan administratif, tapi juga sistemis.&#8221;<\/p>\n<p>Hingga saat ini, Paus Fransiskus belum memberikan tanggapan terhadap surat Marx ini. Keuskupan Agung Munich pun menyatakan bahwa Marx masih akan tetap menjabat selama menunggu respons Paus.<\/p>\n<p>Menurut Keuskupan Agung Munich, Marx memang sudah menyatakan keinginan untuk mengundurkan diri dalam beberapa bulan belakangan. Marx mengaku merasa turut bertanggung jawab karena bungkam selama isu pelecehan seksual berkembang.<\/p>\n<p>&#8220;Saya rasa dengan terus bungkam, tak bertindak, dan terlalu fokus pada reputasi Gereja, saya juga bersalah dan harus bertanggung jawab,&#8221; ucap Marx.<\/p>\n<p>Marx mengajukan pengunduran diri ini di tengah peningkatan kecaman atas dugaan pelecehan seksual oleh para pejabat gereja.<\/p>\n<p>Pekan lalu, Reuters melaporkan bahwa Paus sampai mengirimkan dua uskup untuk menyelidiki dugaan pengabaian kasus-kasus itu.<\/p>\n<p>[Gambas:Video CNN]<\/p>\n<p>Kasus ini mulai menjadi perhatian sejak 2018. Saat itu, sejumlah media lokal melaporkan setidaknya ada 3.677 kasus pelecehan seksual terhadap anak oleh pastor dalam periode 1946 hingga 2014.<\/p>\n<p>Berdasarkan laporan itu, korban pelecehan seksual itu kebanyakan anak laki-laki, sekitar setengah di antaranya masih berusia 13 tahun ke bawah. Dari keseluruhan kasus tersebut, 1.670 di antaranya melibatkan pastor.<\/p>\n<p>Dalam pertemuan di Vatican pada Februari 2019 lalu, Marx mengakui bahwa dokumen-dokumen yang membuktikan pelecehan seksual oleh pastor itu memang ada dan sudah dihancurkan.<\/p>\n<p><b>(has)<\/b><\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Kepala Gereja Katolik di Jerman, Reinhard Marx, mengajukan pengunduran diri dari jabatan Uskup Agung Munich karena mengaku turut bertanggung jawab atas &#8220;bencana pelecehan seksual&#8221; oleh para petinggi gereja. &#8220;Intinya, penting bagi saya untuk berbagi tanggung jawab atas bencana pelecehan seksual oleh pejabat gereja selama satu dekade belakangan,&#8221; kata Marx dalam suratnya kepada Paus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":58141,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"CNN","source_url":"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/internasional\/20210604175724-134-650534\/kepala-gereja-katolik-jerman-mundur-usai-marak-pelecehan-seks","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"22"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[22],"tags":[],"class_list":["post-58140","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional"],"better_featured_image":{"id":58141,"alt_text":"","caption":"","description":"15bd910f15ded41e44d26b754d7d45f0","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/kepala-gereja-katolik-jerman-mundur-usai-marak-pelecehan-seks_60bc40f163c1e.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/kepala-gereja-katolik-jerman-mundur-usai-marak-pelecehan-seks_60bc40f163c1e.jpeg?fit=650%2C367&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/kepala-gereja-katolik-jerman-mundur-usai-marak-pelecehan-seks_60bc40f163c1e.jpeg"},"categories_detail":[{"id":22,"name":"Internasional","description":"","slug":"internasional","count":158,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/kepala-gereja-katolik-jerman-mundur-usai-marak-pelecehan-seks_60bc40f163c1e.jpeg?fit=650%2C367&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1320","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58140","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58140"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58140\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58141"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58140"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58140"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58140"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}