{"id":58170,"date":"2021-06-09T09:26:39","date_gmt":"2021-06-09T02:26:39","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=58170"},"modified":"2021-06-09T09:26:47","modified_gmt":"2021-06-09T02:26:47","slug":"klaster-paduan-suara-gereja-di-bantul-18-orang-positif-covid","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/klaster-paduan-suara-gereja-di-bantul-18-orang-positif-covid\/","title":{"rendered":"Klaster Paduan Suara Gereja di Bantul, 18 Orang Positif Covid"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Sebanyak 18 orang peserta paduan suara salah satu gereja di Patalan, Jetis, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinyatakan positif terpapar Covid-19. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Agus Budi Raharja menyebut kasus ini kali pertama terdeteksi pada Jumat (4\/6). &quot;Ada klaster\u00a0&#039;peribadatan&#039;, paduan suara gereja,&quot; kata Agus Budi di Kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Senin (7\/6). Agus Budi menjelaskan dikarenakan telah terjadi transmisi lokal maka serangkaian kasus ini dikategorikan sebagai satu klaster penularan. &quot;Kalau enggak salah sudah masuk, datanya 18 positif (Covid-19),&quot; jelasnya. Dia menjelaskan beberapa hari lalu sebelum kasus pertama terdeteksi, belasan orang ini sempat terlibat dalam suatu kegiatan perekaman paduan suara. Tak lama berselang, seorang di antara mereka dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Penelusuran kontak dan pemeriksaan setelahnya mendapati belasan kasus lainnya. &quot;Gerejanya di Patalan, tapi kalau jamaahnya tersebar. Ada yang dari situ (Jetis), ada Imogiri. Tapi mungkin Jetis paling banyak,&quot; paparnya. Sepenuturan Agus, rata-rata pasien hanya bergejala ringan atau bahkan tidak ada gejala sama sekali. Mereka disebut dalam kondisi baik. Sementara penelusuran kontak masih bergulir, pihaknya mengapresiasi peran aktif para pasien pada klaster ini. Mulai dari inisiatif memeriksakan diri hingga melapor ke puskesmas guna mempermudah penanganan. &quot;Kesadarannya bagus, sehingga memang akhirnya menjadi ketemu semua (kasus). Jika untuk tracing ya jelas masih, karena dampak dari yang positif bisa ke keluarga dan ketemu siapa karena itu tetap kita telusuri sampai habis,&quot; tutupnya. (kum\/pmg)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Sebanyak 18 orang peserta paduan suara salah satu gereja di Patalan, Jetis, <strong>Bantul<\/strong>, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinyatakan positif terpapar <strong>Covid-19<\/strong>.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\">\n<p>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Agus Budi Raharja menyebut kasus ini kali pertama terdeteksi pada Jumat (4\/6).<\/p>\n<p>&#8220;Ada klaster\u00a0&#8216;peribadatan&#8217;, paduan suara gereja,&#8221; kata Agus Budi di Kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Senin (7\/6).<\/p>\n<p>Agus Budi menjelaskan dikarenakan telah terjadi transmisi lokal maka serangkaian kasus ini dikategorikan sebagai satu klaster penularan.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau enggak salah sudah masuk, datanya 18 positif (Covid-19),&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Dia menjelaskan beberapa hari lalu sebelum kasus pertama terdeteksi, belasan orang ini sempat terlibat dalam suatu kegiatan perekaman paduan suara.<\/p>\n<p>Tak lama berselang, seorang di antara mereka dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Penelusuran kontak dan pemeriksaan setelahnya mendapati belasan kasus lainnya.<\/p>\n<p>&#8220;Gerejanya di Patalan, tapi kalau jamaahnya tersebar. Ada yang dari situ (Jetis), ada Imogiri. Tapi mungkin Jetis paling banyak,&#8221; paparnya.<\/p>\n<p>Sepenuturan Agus, rata-rata pasien hanya bergejala ringan atau bahkan tidak ada gejala sama sekali. Mereka disebut dalam kondisi baik.<\/p>\n<p>Sementara penelusuran kontak masih bergulir, pihaknya mengapresiasi peran aktif para pasien pada klaster ini. Mulai dari inisiatif memeriksakan diri hingga melapor ke puskesmas guna mempermudah penanganan.<\/p>\n<p>&#8220;Kesadarannya bagus, sehingga memang akhirnya menjadi ketemu semua (kasus). Jika untuk tracing ya jelas masih, karena dampak dari yang positif bisa ke keluarga dan ketemu siapa karena itu tetap kita telusuri sampai habis,&#8221; tutupnya.<\/p>\n<p><b>(kum\/pmg)<\/b><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Sebanyak 18 orang peserta paduan suara salah satu gereja di Patalan, Jetis, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinyatakan positif terpapar Covid-19. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Agus Budi Raharja menyebut kasus ini kali pertama terdeteksi pada Jumat (4\/6). &#8220;Ada klaster\u00a0&#8216;peribadatan&#8217;, paduan suara gereja,&#8221; kata Agus Budi di Kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":58171,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"CNN","source_url":"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20210607211047-20-651460\/klaster-paduan-suara-gereja-di-bantul-18-orang-positif-covid","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[194,180],"class_list":["post-58170","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-covid-19","tag-pandemi"],"better_featured_image":{"id":58171,"alt_text":"","caption":"","description":"1b9cc711cdcfa3e585affaeb3f1a9d0c","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/klaster-paduan-suara-gereja-di-bantul-18-orang-positif-covid_60bee4216dc1e.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/klaster-paduan-suara-gereja-di-bantul-18-orang-positif-covid_60bee4216dc1e.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/klaster-paduan-suara-gereja-di-bantul-18-orang-positif-covid_60bee4216dc1e.jpeg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/klaster-paduan-suara-gereja-di-bantul-18-orang-positif-covid_60bee4216dc1e.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1069","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58170","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58170"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58170\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58171"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58170"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58170"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58170"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}