{"id":58304,"date":"2021-06-20T19:31:00","date_gmt":"2021-06-20T12:31:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=58304"},"modified":"2021-06-20T17:31:11","modified_gmt":"2021-06-20T10:31:11","slug":"doa-pagi-hari-kristen-sebelum-beraktivitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/doa-pagi-hari-kristen-sebelum-beraktivitas\/","title":{"rendered":"Doa Pagi Hari Kristen Sebelum Beraktivitas"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Berdoa ketika akan memulai kegiatan merupakan bentuk penyerahan diri kepada Tuhan. Selain untuk mengucap syukur dan meminta penyertaan-Nya, berdoa di pagi hari juga dapat memberikan kekuatan dan ketenangan bagi batin kita. Dikutip dari buku \u201cDoa; Cara Memperdalam dan Memperkaya Kehidupan Doa Anda\u201d karya O. Hallesby (2005:3), berdoa sebaiknya jangan sengaja dipersingkat, melainkan ungkapkan saja semua hal yang ada di hati dan otak kepada-Nya, karena itulah cara berkomunikasi yang benar dengan Bapa kita. Jika Anda masih bingung bagaimana caranya berdoa di pagi hari, simak beberapa contoh doa pagi hari Kristen di bawah ini: Contoh Doa Pagi Hari Kristen Selamat pagi, Tuhan Yesus. Terima kasih kuucapkan atas berkat dan perlindungan-Mu di sepanjang hari kemarin, sehingga semalam aku bisa tidur dengan nyenyak dan akhirnya bangun dengan segar pada pagi ini. Sekarang aku akan memulai setiap aktivitas harianku, yaitu bekerja kemudian kuliah online. Aku mohon tutup bungkus seluruh jiwa dan ragaku dengan kuasa penyertaan-Mu supaya aku bisa menjalankannya dengan baik, tetap berjalan sesuai kehendak-Mu, dan senantiasa menyenangkan hati-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa dan mengucap syukur. Amin. Ya Tuhan, selamat pagi. Terima kasih untuk tidur nyenyak yang Engkau berikan semalam. Pagi ini aku mau mulai berdagang. Mohon penyertaan-Mu di setiap aspek kehidupanku, juga keluargaku, supaya semua perlakuan kami dapat menyenangkan hatiMu. Di dalam nama Tuhan Yesus, aku telah berdoa dan mengucap syukur. Haleluya. Amin. Selamat pagi, Bapa. Pagi ini aku mengucap syukur atas perlindungan-Mu di sepanjang tidurku semalam. Aku mohon penyertaan penuh dari-Mu sepanjang pagi ini sampai nanti saatnya aku tidur pada malam hari, supaya bukan hanya hidupku yang berhasil, namun juga sanggup memuliakan nama-Mu di hadapan orang-orang. Biarlah Roh-Mu bekerja dan memimpinku di dalam setiap langkah dan keputusan yang kuambil. Di dalam nama Tuhan Yesus, Amin. Demikianlah penjelasan singkat dan beberapa contoh doa pagi hari Kristen yang bisa dijadikan referensi dan disesuaikan dengan hidup masing-masing. Selamat memperdalam kehidupan doa dan beraktivitas!\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Berdoa ketika akan memulai kegiatan merupakan bentuk penyerahan diri kepada Tuhan. Selain untuk mengucap syukur dan meminta penyertaan-Nya, berdoa di pagi hari juga dapat memberikan kekuatan dan ketenangan bagi batin kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dikutip dari buku \u201cDoa; Cara Memperdalam dan Memperkaya Kehidupan Doa Anda\u201d karya O. Hallesby (2005:3), berdoa sebaiknya jangan sengaja dipersingkat, melainkan ungkapkan saja semua hal yang ada di hati dan otak kepada-Nya, karena itulah cara berkomunikasi yang benar dengan Bapa kita. Jika Anda masih bingung bagaimana caranya berdoa di pagi hari, simak beberapa contoh doa pagi hari Kristen di bawah ini:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh Doa Pagi Hari Kristen<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify;\">Selamat pagi, Tuhan Yesus. Terima kasih kuucapkan atas berkat dan perlindungan-Mu di sepanjang hari kemarin, sehingga semalam aku bisa tidur dengan nyenyak dan akhirnya bangun dengan segar pada pagi ini. Sekarang aku akan memulai setiap aktivitas harianku, yaitu bekerja kemudian kuliah online. Aku mohon tutup bungkus seluruh jiwa dan ragaku dengan kuasa penyertaan-Mu supaya aku bisa menjalankannya dengan baik, tetap berjalan sesuai kehendak-Mu, dan senantiasa menyenangkan hati-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa dan mengucap syukur. Amin.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Ya Tuhan, selamat pagi. Terima kasih untuk tidur nyenyak yang Engkau berikan semalam. Pagi ini aku mau mulai berdagang. Mohon penyertaan-Mu di setiap aspek kehidupanku, juga keluargaku, supaya semua perlakuan kami dapat menyenangkan hatiMu. Di dalam nama Tuhan Yesus, aku telah berdoa dan mengucap syukur. Haleluya. Amin.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Selamat pagi, Bapa. Pagi ini aku mengucap syukur atas perlindungan-Mu di sepanjang tidurku semalam. Aku mohon penyertaan penuh dari-Mu sepanjang pagi ini sampai nanti saatnya aku tidur pada malam hari, supaya bukan hanya hidupku yang berhasil, namun juga sanggup memuliakan nama-Mu di hadapan orang-orang. Biarlah Roh-Mu bekerja dan memimpinku di dalam setiap langkah dan keputusan yang kuambil. Di dalam nama Tuhan Yesus, Amin.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDemikianlah penjelasan singkat dan beberapa contoh doa pagi hari Kristen yang bisa dijadikan referensi dan disesuaikan dengan hidup masing-masing. Selamat memperdalam kehidupan doa dan beraktivitas!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Berdoa ketika akan memulai kegiatan merupakan bentuk penyerahan diri kepada Tuhan. Selain untuk mengucap syukur dan meminta penyertaan-Nya, berdoa di pagi hari juga dapat memberikan kekuatan dan ketenangan bagi batin kita. Dikutip dari buku \u201cDoa; Cara Memperdalam dan Memperkaya Kehidupan Doa Anda\u201d karya O. Hallesby (2005:3), berdoa sebaiknya jangan sengaja dipersingkat, melainkan ungkapkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"69"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[69],"tags":[151],"class_list":["post-58304","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-inspirasi","tag-doa"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":69,"name":"Inspirasi","description":"","slug":"inspirasi","count":10,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"2881","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58304","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58304"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58304\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58304"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58304"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58304"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}