{"id":58307,"date":"2021-06-18T17:31:00","date_gmt":"2021-06-18T10:31:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=58307"},"modified":"2021-06-18T13:19:11","modified_gmt":"2021-06-18T06:19:11","slug":"sidang-praperadilan-terduga-teroris-makassar-digelar-juli","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/sidang-praperadilan-terduga-teroris-makassar-digelar-juli\/","title":{"rendered":"Sidang Praperadilan Terduga Teroris Makassar Digelar Juli"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Keluarga terduga teroris melalui kuasa hukumnya Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muslim Makassar mendaftarkan permohonan pengajuan praperadilan terkait kejelasan status kedua terduga yang saat ini masih menjalani penahanan di Mapolda Sulsel dan sidang praperadilan tersebut akan digelar pada bulan Juli nanti, Senin (14\/6). Berdasarkan dari laman sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Makassar, nomor perkara 7\/Pid.Pra\/2021\/PN Mks, dengan pemohon istri Muslimin J, Andi Zakiyah Nurhafizah dan istri Wahyudi, Syamsinar. Humas Pengadilan Negeri Makassar, Sibali membenarkan saat dikonfirmasi. Ia mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima pengajuan praperadilan oleh keluarga terduga teroris yang didaftarkan melalui kuasa hukumnya. &quot;Sudah ada, sidangnya akan digelar secara terpisah dengan dipimpin majelis hakim tunggal,&quot; kata Sibali. Terpisah, kuasa hukum terduga teroris, Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muslim, Abdullah Mahir mengatakan, pihaknya telah mendaftarkan gugatan praperadilan sejak tanggal Kamis 10 Juni kemarin. &quot;Sudah ada jadwal sidang akan digelar pada 7 Juli mendatang,&quot; kata Abdullah Mahir. Alasan pengajuan praperadilan ini jelas Abdullah Mahir karena tidak adanya kejelasan status terhadap Muslimin dan Wahyudi dan masih menjalani penahanan di Rutan Polda Sulsel. &quot;Sampai saat ini, belum ada kejelasan status dari mereka, sehingga pihak keluarga mengajukan praperadilan,&quot; ujarnya. Densus 88 Polri telah menetapkan 56 terduga teroris sebagai tersangka dalam kasus ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28\/4). Polisi mengklaim para tersangka memiliki peran dalam membantu pasangan suami istri pelaku bom bunuh diri L dan YSF. (mir\/ugo)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Keluarga terduga teroris melalui kuasa hukumnya Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muslim Makassar mendaftarkan permohonan pengajuan praperadilan terkait kejelasan status kedua terduga yang saat ini masih menjalani penahanan di Mapolda Sulsel dan sidang praperadilan tersebut akan digelar pada bulan Juli nanti, Senin (14\/6).<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan dari laman sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Makassar, nomor perkara 7\/Pid.Pra\/2021\/PN Mks, dengan pemohon istri Muslimin J, Andi Zakiyah Nurhafizah dan istri Wahyudi, Syamsinar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Humas Pengadilan Negeri Makassar, Sibali membenarkan saat dikonfirmasi. Ia mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima pengajuan praperadilan oleh keluarga terduga teroris yang didaftarkan melalui kuasa hukumnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sudah ada, sidangnya akan digelar secara terpisah dengan dipimpin majelis hakim tunggal,&#8221; kata Sibali<em>.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terpisah, kuasa hukum terduga teroris, Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muslim, Abdullah Mahir mengatakan, pihaknya telah mendaftarkan gugatan praperadilan sejak tanggal Kamis 10 Juni kemarin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sudah ada jadwal sidang akan digelar pada 7 Juli mendatang,&#8221; kata Abdullah Mahir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alasan pengajuan praperadilan ini jelas Abdullah Mahir karena tidak adanya kejelasan status terhadap Muslimin dan Wahyudi dan masih menjalani penahanan di Rutan Polda Sulsel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sampai saat ini, belum ada kejelasan status dari mereka, sehingga pihak keluarga mengajukan praperadilan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Densus 88 Polri telah menetapkan 56 terduga teroris sebagai tersangka dalam kasus ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28\/4). Polisi mengklaim para tersangka memiliki peran dalam membantu pasangan suami istri pelaku bom bunuh diri L dan YSF.<br \/>\n<b>(mir\/ugo) <\/b><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Keluarga terduga teroris melalui kuasa hukumnya Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muslim Makassar mendaftarkan permohonan pengajuan praperadilan terkait kejelasan status kedua terduga yang saat ini masih menjalani penahanan di Mapolda Sulsel dan sidang praperadilan tersebut akan digelar pada bulan Juli nanti, Senin (14\/6). Berdasarkan dari laman sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Makassar, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":58308,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","video":"","gallery":"","source_name":"CNN","source_url":"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20210614203537-12-654280\/sidang-praperadilan-terduga-teroris-makassar-digelar-juli","via_name":"","via_url":"","override":[{"single_blog_custom":"","sidebar":"","second_sidebar":"","share_position":"","share_float_style":"","post_date_format":"","post_date_format_custom":"","post_reading_time_wpm":"","zoom_button_out_step":"1","zoom_button_in_step":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"","single_post_gallery_size":""}],"trending_post_position":"","trending_post_label":"","sponsored_post_label":"","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[448,7],"class_list":["post-58307","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-gereja-katedral-makassar","tag-terorisme"],"better_featured_image":{"id":58308,"alt_text":"","caption":"","description":"cb149e624a1b7fe8e4604384d24a954c","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/sidang-praperadilan-terduga-teroris-makassar-digelar-juli_60c9709e44c24.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/sidang-praperadilan-terduga-teroris-makassar-digelar-juli_60c9709e44c24.jpeg?fit=650%2C366&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/sidang-praperadilan-terduga-teroris-makassar-digelar-juli_60c9709e44c24.jpeg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/sidang-praperadilan-terduga-teroris-makassar-digelar-juli_60c9709e44c24.jpeg?fit=650%2C366&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"937","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58307","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58307"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58307\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58308"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58307"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58307"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58307"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}