{"id":58310,"date":"2021-06-20T16:38:34","date_gmt":"2021-06-20T09:38:34","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=58310"},"modified":"2021-06-20T16:38:42","modified_gmt":"2021-06-20T09:38:42","slug":"mengenal-pengertian-dan-dasar-dasar-iman-kristen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/mengenal-pengertian-dan-dasar-dasar-iman-kristen\/","title":{"rendered":"Mengenal Pengertian dan Dasar-dasar Iman Kristen"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Iman Kristen menjadi hal yang harus dimiliki oleh umat Kristen. Iman juga menjadi syarat untuk mendapat keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus. Tanpa iman, kehidupan rohani akan mati dan seseorang tidak dapat berkenan di hadapan Allah. Kendati demikian, iman bukanlah jalan keselamatan. Satu-satunya jalan keselamatan hanya pada Sang Juru Selamat, Yesus Kristus. Iman hanyalah sarana untuk mendapatkan anugerah keselamatan dari Tuhan Yesus. Pada dasarnya, iman Kristen adalah keyakinan yang diajarkan oleh Yesus Kristus. Iman Kristen merupakan tindakan percaya dan penyangkalan diri. Di mana seseorang tidak lagi mengandalkan kekuatan sendiri, namun hanya bergantung kepada Yesus. Di sisi lain, iman Kristen digambarkan sebagai dasar dari semua harapan. Selain itu, iman juga menjadi bukti untuk sesuatu yang tidak bisa dilihat secara jasmani. Hal ini terkandung dalam Alkitab, tepatnya injil Ibrani 11:1 yang berbunyi: &quot;Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.&quot; Ada beberapa hal yang mendasari iman Kristen. Salah satunya adalah kepercayaan terhadap Yesus Kristus. Berikut adalah dasar-dasar dari iman Kristen. Pendiri yang Dapat Dipercaya Dasar iman Kristen yang pertama adalah pendiri yang dapat dipercaya. Pendiri aliran Kristen adalah Yesus Kristus. Di mana Yesus datang ke bumi untuk menggenapi nubuat yang dimuat dalam Alkitab, yakni menebus dosa manusia dengan mati di kayu salib. Kitab Suci Dapat Dipercaya Dasar iman Kristen berikutnya adalah kitab suci, yakni Alkitab yang dapat dipercaya. Alkitab ditulis oleh lebih dari 40 orang yang berbeda dalam jangka waktu 1500 tahun. Alkitab memiliki 66 kitab yang terdiri dari 39 Perjanjian Lama dan 27 Perjanjian Baru. Kitab ini memuat kisah pewartaan, mujizat, hingga keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus. Penjelasan Sangat Jelas Tentang Kehidupan Ajaran Kristen yang dimuat dalam Alkitab menjelaskan banyak hal dalam kehidupan. Mulai dari penderitaan, kematian keselamatan, pekerjaan, hingga fenomena sosial dalam masyarakat. Warta Utama yang Mendasar Kristen memiliki warta utama mendasar yang dibawa oleh Yesus Kristus. Warta tersebut adalah kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya untuk menjemput umat-Nya. Selain itu, Yesus juga memiliki misi untuk melepaskan manusia dari jerat dosa dan maut dengan mengorbankan diri-Nya di kayu salib.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/><strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Iman Kristen menjadi hal yang harus dimiliki oleh umat Kristen. Iman juga menjadi syarat untuk mendapat keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus. Tanpa iman, kehidupan rohani akan mati dan seseorang tidak dapat berkenan di hadapan Allah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kendati demikian, iman bukanlah jalan keselamatan. Satu-satunya jalan keselamatan hanya pada Sang Juru Selamat, Yesus Kristus. Iman hanyalah sarana untuk mendapatkan anugerah keselamatan dari Tuhan Yesus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada dasarnya, iman Kristen adalah keyakinan yang diajarkan oleh Yesus Kristus. Iman Kristen merupakan tindakan percaya dan penyangkalan diri. Di mana seseorang tidak lagi mengandalkan kekuatan sendiri, namun hanya bergantung kepada Yesus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, iman Kristen digambarkan sebagai dasar dari semua harapan. Selain itu, iman juga menjadi bukti untuk sesuatu yang tidak bisa dilihat secara jasmani.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal ini terkandung dalam Alkitab, tepatnya injil Ibrani 11:1 yang berbunyi:<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.&#8221;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada beberapa hal yang mendasari iman Kristen. Salah satunya adalah kepercayaan terhadap Yesus Kristus. Berikut adalah dasar-dasar dari iman Kristen.<\/p>\n<h3>Pendiri yang Dapat Dipercaya<\/h3>\n<p>Dasar iman Kristen yang pertama adalah pendiri yang dapat dipercaya. Pendiri aliran Kristen adalah Yesus Kristus. Di mana Yesus datang ke bumi untuk menggenapi nubuat yang dimuat dalam Alkitab, yakni menebus dosa manusia dengan mati di kayu salib.<\/p>\n<h3><br \/>Kitab Suci Dapat Dipercaya<\/h3>\n<p>Dasar iman Kristen berikutnya adalah kitab suci, yakni Alkitab yang dapat dipercaya. Alkitab ditulis oleh lebih dari 40 orang yang berbeda dalam jangka waktu 1500 tahun. <br \/>Alkitab memiliki 66 kitab yang terdiri dari 39 Perjanjian Lama dan 27 Perjanjian Baru. Kitab ini memuat kisah pewartaan, mujizat, hingga keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus.<\/p>\n<h3><br \/>Penjelasan Sangat Jelas Tentang Kehidupan<\/h3>\n<p>Ajaran Kristen yang dimuat dalam Alkitab menjelaskan banyak hal dalam kehidupan. Mulai dari penderitaan, kematian keselamatan, pekerjaan, hingga fenomena sosial dalam masyarakat.<\/p>\n<h3><br \/>Warta Utama yang Mendasar<\/h3>\n<p>Kristen memiliki warta utama mendasar yang dibawa oleh Yesus Kristus. Warta tersebut adalah kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya untuk menjemput umat-Nya. Selain itu, Yesus juga memiliki misi untuk melepaskan manusia dari jerat dosa dan maut dengan mengorbankan diri-Nya di kayu salib.<\/p>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Iman Kristen menjadi hal yang harus dimiliki oleh umat Kristen. Iman juga menjadi syarat untuk mendapat keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus. Tanpa iman, kehidupan rohani akan mati dan seseorang tidak dapat berkenan di hadapan Allah. Kendati demikian, iman bukanlah jalan keselamatan. Satu-satunya jalan keselamatan hanya pada Sang Juru Selamat, Yesus Kristus. Iman hanyalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33365,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"Kumparan","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"5"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,5],"tags":[],"class_list":["post-58310","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","category-gereja"],"better_featured_image":{"id":33365,"alt_text":"","caption":"","description":"a98951f662da57814b94c44b6b77bf36","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/memikul-salib_5df74c8c9fde2.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":5,"name":"Gereja","description":"","slug":"gereja","count":204,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/memikul-salib_5df74c8c9fde2.jpeg?fit=1000%2C538&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"5615","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58310","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58310"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58310\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58310"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58310"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58310"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}