{"id":58406,"date":"2021-06-21T09:37:11","date_gmt":"2021-06-21T02:37:11","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=58406"},"modified":"2021-06-21T09:37:20","modified_gmt":"2021-06-21T02:37:20","slug":"terduga-teroris-tasikmalaya-disebut-baiat-ke-isis-pada-2019","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/terduga-teroris-tasikmalaya-disebut-baiat-ke-isis-pada-2019\/","title":{"rendered":"Terduga Teroris Tasikmalaya Disebut Baiat ke ISIS pada 2019"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Terduga\u00a0teroris yang ditangkap di Tasikmalaya, Jawa Barat pada Jumat (18\/6) sudah berbaiat ke organisasi terlarang Negara Islam Irak-Suriah (ISIS). Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan menjelaskan terduga teroris DR alias AQD juga merupakan jaringan dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di wilayah Jawa Barat. &quot;Ditangkap 1 orang DR alias AQD penangkapan hari ini, Jumat jam 13.30 di Desa Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Tasikmalaya, Jabar,&quot; kata Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (18\/6). &quot;Kemudian, telah baiat ke pimpinan organisasi terlarang ISIS pada Desember 2019 di rumah saudara Y dipandu saudara T,&quot; tambah dia. Dia mengatakan bahwa terduga teroris tersebut merupakan anggota JAD di bawah pimpinan berinisial T yang sudah terlebih dahulu ditangkap oleh Densus sebelumnya. Terduga teroris itu juga terlibat i&#039;dad atau pelatihan aksi teror di Gunung Galunggung. Kegiatan itu pun dilakukan bersama tiga teroris JAD yang sudah ditangkap juga, yakni BRK, AF dan RA. &quot;Terakhir peranannya mufakat pembentukan RQ Sabilunajah yang digagas oleh T yang telah ditangkap,&quot; tutup Ramadhan. Polri sendiri menangkap total empat terduga teroris JAD di wilayah Jawa Barat. Pertama, polisi mengamankan tiga terduga teroris di Pangandaran, Jawa Barat, 16 Juni 2021. Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan tiga terduga teroris, yakni T alias AU,\u00a0RAH alias BM, dan SU alias SUK. Kemudian, Densus 88 juga menangkap satu terduga teroris lain dari jaringan JAD di\u00a0Tasikmalaya,\u00a0pada Jumat (18\/6), berinisial DR alias AQD. JAD sendiri merupakan kelompok teroris yang berafiliasi langsung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Mereka terlibat dalam sejumlah aksi pengeboman di wilayah Indonesia. Misalnya terakhir ialah bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar pada 2021 ini. Sementara itu, terduga teroris jaringan JAD\u00a0berinisial KDW (30) yang ditangkap di Bogor, Jawa Barat merupakan pedagang bahan kimia yang digunakan untuk pembuatan bom oleh sejumlah terduga teroris lain. &quot;Jadi dia tidak ada pekerjaan tetap tapi swasta. Swasta tadi yang diterima adalah menjual bahan-bahan kimia. Ternyata bahan kimia yang dijual digunakan sebagai bahan peledak,&quot; kata Ahmad, Kamis (17\/6). Insert Infografis Artikel ISIS. (Foto: CNNIndonesia\/Asfahan Yahsyi) Ramadhan mengatakan bahwa KDW juga berperan untuk mengorganisasi dan menjadi admin di grup WhatsApp yang mempelajari terkait pembuatan ataupun penggunaan bahan kimia itu sebagai alat peledak. Kata dia, anggota di grup tersebut merupakan jaringan JAD. Pasalnya, dalam penangkapan polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa bahan kimia seperti dekstran, sodium borate, hingga HCL. &quot;Yang bersangkutan sebagai adminnya. Jadi tidak hanya menjual tapi juga memberikan pelajaran,&quot; ucapnya lagi. Selain itu, kata dia, saat penggerebekan juga ditemukan sejumlah buku-buku yang berkaitan dengan ajaran Daulah dan peracikan bahan peledak. Ramadhan mengatakan, KDW telah menjual bahan kimia kepada sejumlah terduga teroris JAD yang sudah ditangkap beberapa waktu lalu. Misalnya, terduga berinisial PHP yang ditangkap pada Februari 2016. Lalu, WB yang ditangkap pada Oktober 2019. Dia menjual bahan kimia berjenis backpowder kepada WB. Ketiga, kata dia, KDW juga menyuplai bahan kiimia kepada terduga teroris berinisial WHK yang ditangkap 8 Mei 2021 lalu. Terakhir, dia juga menyuplai bahan kimia kepada terduga teroris berinisial ZA yang ditangkap pada 29 Maret. (mjo\/arh)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Terduga\u00a0<strong>teroris<\/strong> yang ditangkap di Tasikmalaya, Jawa Barat pada Jumat (18\/6) sudah berbaiat ke organisasi terlarang Negara Islam Irak-Suriah (<strong>ISIS<\/strong>).<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan menjelaskan terduga teroris DR alias AQD juga merupakan jaringan dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di wilayah Jawa Barat.<\/p>\n<p>&#8220;Ditangkap 1 orang DR alias AQD penangkapan hari ini, Jumat jam 13.30 di Desa Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Tasikmalaya, Jabar,&#8221; kata Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (18\/6).<\/p>\n<p>&#8220;Kemudian, telah <em>baiat<\/em> ke pimpinan organisasi terlarang ISIS pada Desember 2019 di rumah saudara Y dipandu saudara T,&#8221; tambah dia.<\/p>\n<p>Dia mengatakan bahwa terduga teroris tersebut merupakan anggota JAD di bawah pimpinan berinisial T yang sudah terlebih dahulu ditangkap oleh Densus sebelumnya.<\/p>\n<p>Terduga teroris itu juga terlibat <em>i&#8217;dad<\/em> atau pelatihan aksi teror di Gunung Galunggung. Kegiatan itu pun dilakukan bersama tiga teroris JAD yang sudah ditangkap juga, yakni BRK, AF dan RA.<\/p>\n<p>&#8220;Terakhir peranannya mufakat pembentukan RQ Sabilunajah yang digagas oleh T yang telah ditangkap,&#8221; tutup Ramadhan.<\/p>\n<p>Polri sendiri menangkap total empat terduga teroris JAD di wilayah Jawa Barat. Pertama, polisi mengamankan tiga terduga teroris di Pangandaran, Jawa Barat, 16 Juni 2021. Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan tiga terduga teroris, yakni T alias AU,\u00a0RAH alias BM, dan SU alias SUK.<\/p>\n<p>Kemudian, Densus 88 juga menangkap satu terduga teroris lain dari jaringan JAD di\u00a0Tasikmalaya,\u00a0pada Jumat (18\/6), berinisial DR alias AQD.<\/p>\n<p>JAD sendiri merupakan kelompok teroris yang berafiliasi langsung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Mereka terlibat dalam sejumlah aksi pengeboman di wilayah Indonesia. Misalnya terakhir ialah bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar pada 2021 ini.<\/p>\n<p>Sementara itu, terduga teroris jaringan JAD\u00a0berinisial KDW (30) yang ditangkap di Bogor, Jawa Barat merupakan pedagang bahan kimia yang digunakan untuk pembuatan bom oleh sejumlah terduga teroris lain.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi dia tidak ada pekerjaan tetap tapi swasta. Swasta tadi yang diterima adalah menjual bahan-bahan kimia. Ternyata bahan kimia yang dijual digunakan sebagai bahan peledak,&#8221; kata Ahmad, Kamis (17\/6).<\/p>\n<table class=\"pic_artikel_sisip_table\" align=\"center\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>\n<div class=\"pic_artikel_sisip\" align=\"center\">\n<div class=\"pic\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" title=\"Insert Infografis Artikel ISIS\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/akcdn.detik.net.id\/community\/media\/visual\/2019\/07\/15\/2fd2f2bc-99b0-46a3-bb2c-46fcad1499eb.jpeg?ssl=1\" alt=\"Insert Infografis Artikel ISIS\" \/>Insert Infografis Artikel ISIS. (Foto: CNNIndonesia\/Asfahan Yahsyi)<\/div>\n<\/div>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Ramadhan mengatakan bahwa KDW juga berperan untuk mengorganisasi dan menjadi admin di grup WhatsApp yang mempelajari terkait pembuatan ataupun penggunaan bahan kimia itu sebagai alat peledak.<\/p>\n<p>Kata dia, anggota di grup tersebut merupakan jaringan JAD. Pasalnya, dalam penangkapan polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa bahan kimia seperti dekstran, sodium borate, hingga HCL.<\/p>\n<p>&#8220;Yang bersangkutan sebagai adminnya. Jadi tidak hanya menjual tapi juga memberikan pelajaran,&#8221; ucapnya lagi.<\/p>\n<p>Selain itu, kata dia, saat penggerebekan juga ditemukan sejumlah buku-buku yang berkaitan dengan ajaran Daulah dan peracikan bahan peledak.<\/p>\n<p>Ramadhan mengatakan, KDW telah menjual bahan kimia kepada sejumlah terduga teroris JAD yang sudah ditangkap beberapa waktu lalu. Misalnya, terduga berinisial PHP yang ditangkap pada Februari 2016.<\/p>\n<p>Lalu, WB yang ditangkap pada Oktober 2019. Dia menjual bahan kimia berjenis <em>backpowder <\/em>kepada WB. Ketiga, kata dia, KDW juga menyuplai bahan kiimia kepada terduga teroris berinisial WHK yang ditangkap 8 Mei 2021 lalu.<\/p>\n<p>Terakhir, dia juga menyuplai bahan kimia kepada terduga teroris berinisial ZA yang ditangkap pada 29 Maret.<\/p>\n<p><b>(mjo\/arh)<\/b><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Terduga\u00a0teroris yang ditangkap di Tasikmalaya, Jawa Barat pada Jumat (18\/6) sudah berbaiat ke organisasi terlarang Negara Islam Irak-Suriah (ISIS). Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan menjelaskan terduga teroris DR alias AQD juga merupakan jaringan dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di wilayah Jawa Barat. &#8220;Ditangkap 1 orang DR alias AQD penangkapan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":58407,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"CNN","source_url":"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20210618213633-12-656456\/terduga-teroris-tasikmalaya-disebut-baiat-ke-isis-pada-2019","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[448,420,351,7],"class_list":["post-58406","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-gereja-katedral-makassar","tag-jad","tag-jamaah-ansharut-daulah-jad","tag-terorisme"],"better_featured_image":{"id":58407,"alt_text":"","caption":"","description":"31d38d7b4a8e359de79f707e3d3d7cdf","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/terduga-teroris-tasikmalaya-disebut-baiat-ke-isis-pada-2019_60ceb6168a4fb.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/terduga-teroris-tasikmalaya-disebut-baiat-ke-isis-pada-2019_60ceb6168a4fb.jpeg?fit=650%2C367&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/terduga-teroris-tasikmalaya-disebut-baiat-ke-isis-pada-2019_60ceb6168a4fb.jpeg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/terduga-teroris-tasikmalaya-disebut-baiat-ke-isis-pada-2019_60ceb6168a4fb.jpeg?fit=650%2C367&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"977","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58406","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58406"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58406\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58407"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58406"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58406"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58406"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}