{"id":58614,"date":"2021-07-11T17:56:38","date_gmt":"2021-07-11T10:56:38","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=58614"},"modified":"2021-07-11T17:56:46","modified_gmt":"2021-07-11T10:56:46","slug":"pgi-pelaku-pembakaran-gereja-di-sulbar-idap-gangguan-jiwa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/pgi-pelaku-pembakaran-gereja-di-sulbar-idap-gangguan-jiwa\/","title":{"rendered":"PGI: Pelaku Pembakaran Gereja di Sulbar Idap Gangguan Jiwa"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Humas Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Philip Situmorang menyebut pelaku\u00a0pembakaran Gereja\u00a0Toraja Mamasa (GTM) Jemaat Batang Uru Timur, Mamasa, Sulawesi Barat adalah warga gereja sendiri yang memiliki gangguan jiwa. Hal itu ia sampaikan merespons banyaknya pengguna media sosial yang meyakini bahwa kejadian tersebut bagian dari masalah intoleransi. &quot;Informasi di lapangan, bahwa pembakaran gereja ini dilakukan oleh warga gereja itu sendiri yang memiliki gangguan kejiwaan,&quot; kata Philip dalam keterangan resminya, Selasa (6\/7). Philip menyayangkan beberapa aktivis media sosial menggiring isu pembakaran gereja ini sebagai masalah intoleransi. Ia menyebut isu tersebut tak sesuai dengan realitas di lapangan. PGI bersama beberapa lembaga peduli HAM, kata dia, telah menyelidiki informasi dan fakta sebenarnya peristiwa tersebut. Ia juga memastikan kepolisian telah memproses kasus tersebut sesuai prosedur yang berlaku. &quot;Tanpa menemukan bukti-bukti yang menunjuk pada keterlibatan pihak lain dan bermotif intoleransi. Pimpinan GTM turut membenarkan informasi yang diperoleh PGI tersebut,&quot; kata dia. Philip meminta kepada warga gereja untuk tak terprovokasi pihak yang menggunakan informasi tidak otentik untuk kepentingan tertentu. Ia juga meminta umat turut meningkatkan literasi cerdas dalam menggunakan media sosial dalam masyarakat. &quot;Serta membangun budaya kritis sebagai warga bangsa dan gereja,&quot; kata dia. Aksi perusakan dan pembakaran gereja yang terletak di Dusun Paladan, Desa Batang Uru Timur, Kecamatan Sumarorong, Mamasa, Sulawesi Barat itu terjadi pada 26 Juni 2021 lalu. Berdasarkan pemberitaan beberapa media, gereja tersebut sempat dirusak dan dibakar orang tak dikenal. Api hanya membakar beberapa fasilitas di bagian dalam gereja. Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. (rzr\/wis)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Humas Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia <strong>(PGI),<\/strong> Philip Situmorang menyebut pelaku\u00a0<strong>pembakaran Gereja<\/strong>\u00a0Toraja Mamasa (GTM) Jemaat Batang Uru Timur, Mamasa, Sulawesi Barat adalah warga gereja sendiri yang memiliki <strong>gangguan jiwa<\/strong>.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Hal itu ia sampaikan merespons banyaknya pengguna media sosial yang meyakini bahwa kejadian tersebut bagian dari masalah intoleransi.<\/p>\n<p>&#8220;Informasi di lapangan, bahwa pembakaran gereja ini dilakukan oleh warga gereja itu sendiri yang memiliki gangguan kejiwaan,&#8221; kata Philip dalam keterangan resminya, Selasa (6\/7).<\/p>\n<p>Philip menyayangkan beberapa aktivis media sosial menggiring isu pembakaran gereja ini sebagai masalah intoleransi. Ia menyebut isu tersebut tak sesuai dengan realitas di lapangan.<\/p>\n<p>PGI bersama beberapa lembaga peduli HAM, kata dia, telah menyelidiki informasi dan fakta sebenarnya peristiwa tersebut. Ia juga memastikan kepolisian telah memproses kasus tersebut sesuai prosedur yang berlaku.<\/p>\n<p>&#8220;Tanpa menemukan bukti-bukti yang menunjuk pada keterlibatan pihak lain dan bermotif intoleransi. Pimpinan GTM turut membenarkan informasi yang diperoleh PGI tersebut,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Philip meminta kepada warga gereja untuk tak terprovokasi pihak yang menggunakan informasi tidak otentik untuk kepentingan tertentu.<\/p>\n<p>Ia juga meminta umat turut meningkatkan literasi cerdas dalam menggunakan media sosial dalam masyarakat. &#8220;Serta membangun budaya kritis sebagai warga bangsa dan gereja,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Aksi perusakan dan pembakaran gereja yang terletak di Dusun Paladan, Desa Batang Uru Timur, Kecamatan Sumarorong, Mamasa, Sulawesi Barat itu terjadi pada 26 Juni 2021 lalu.<\/p>\n<p>Berdasarkan pemberitaan beberapa media, gereja tersebut sempat dirusak dan dibakar orang tak dikenal. Api hanya membakar beberapa fasilitas di bagian dalam gereja. Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.<\/p>\n<p><b>(rzr\/wis)<\/b><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Humas Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Philip Situmorang menyebut pelaku\u00a0pembakaran Gereja\u00a0Toraja Mamasa (GTM) Jemaat Batang Uru Timur, Mamasa, Sulawesi Barat adalah warga gereja sendiri yang memiliki gangguan jiwa. Hal itu ia sampaikan merespons banyaknya pengguna media sosial yang meyakini bahwa kejadian tersebut bagian dari masalah intoleransi. &#8220;Informasi di lapangan, bahwa pembakaran gereja ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":58615,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"CNN","source_url":"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20210706111502-20-663739\/pgi-pelaku-pembakaran-gereja-di-sulbar-idap-gangguan-jiwa","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[5,3],"tags":[178,483],"class_list":["post-58614","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gereja","category-umum","tag-intoleransi","tag-pembakaran-gereja"],"better_featured_image":{"id":58615,"alt_text":"","caption":"","description":"0d2486ca2731d06eead2a1925e3d1ca4","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/pgi-pelaku-pembakaran-gereja-di-sulbar-idap-gangguan-jiwa_60e3e54e1bd97.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/pgi-pelaku-pembakaran-gereja-di-sulbar-idap-gangguan-jiwa_60e3e54e1bd97.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/pgi-pelaku-pembakaran-gereja-di-sulbar-idap-gangguan-jiwa_60e3e54e1bd97.jpeg"},"categories_detail":[{"id":5,"name":"Gereja","description":"","slug":"gereja","count":204,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/pgi-pelaku-pembakaran-gereja-di-sulbar-idap-gangguan-jiwa_60e3e54e1bd97.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1200","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58614","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58614"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58614\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58615"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58614"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58614"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58614"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}