{"id":58669,"date":"2021-07-11T17:58:21","date_gmt":"2021-07-11T10:58:21","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=58669"},"modified":"2021-07-11T17:58:28","modified_gmt":"2021-07-11T10:58:28","slug":"polisi-ringkus-2-terduga-pelempar-batu-gereja-samarinda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/polisi-ringkus-2-terduga-pelempar-batu-gereja-samarinda\/","title":{"rendered":"Polisi Ringkus 2 Terduga Pelempar Batu Gereja Samarinda"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Polisi menangkap dua orang terduga pelaku pelemparan batu ke Gereja Sidang Jemaat Kristus di Samarinda, Kalimantan Timur pada Kamis (8\/7). &quot;Iya sudah tertangkap,&quot; kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena saat dikonfirmasi, Jumat (9\/7). Dia menjelaskan bahwa salah satu orang yang diamankan merupakan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar gereja. Dari penyelidikan awal, diketahui terduga pelaku ini merasa sakit hati karena tak diberikan aliran listrik oleh pihak gereja untuk berjualan. Padahal, kata dia, pelaku bersedia untuk membayar. &quot;Cuma kemudian dari gereja ada pertimbangan-pertimbangan sehingga tidak diberikan. Karena sakit hati, akhirnya ada pelemparan itu lah,&quot; ucapnya menambahkan. Pelaku yang masih belum dibeberkan identitasnya ini kemudian mengajak salah seorang temannya untuk melakukan aksi pelemparan ke gereja. Andika belum dapat menuturkan lebih lanjut mengenai status hukum dari para pihak yang diamankan. Pasalnya, mereka masih menjalani pemeriksaan secara intensif. &quot;Sedang kami dalami dulu ya, sedang kami periksa dulu semuanya,&quot; tandas dia. Aksi pelemparan itu diketahui terjadi pada Kamis (8\/7) dini hari sekitar pukul 03.30 WITA. Akibat peristiwa ini, dilaporkan sejumlah fasilitas gereja mengalami kerusakan. Berdasarkan rekaman CCTV, diduga pelaku berjumlah dua orang. Kedua pelaku terlihat membawa batu-batuan sebesar genggaman orang dewasa dan langsung melempari bagian depan gereja. (mjo\/psp) \u00a0\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/><strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Polisi menangkap dua orang terduga pelaku pelemparan batu ke <strong>Gereja <\/strong>Sidang Jemaat Kristus di<strong> Samarinda<\/strong>, Kalimantan Timur pada Kamis (8\/7).<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>&#8220;Iya sudah tertangkap,&#8221; kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena saat dikonfirmasi, Jumat (9\/7).<\/p>\n<p>Dia menjelaskan bahwa salah satu orang yang diamankan merupakan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar gereja.<\/p>\n<p>Dari penyelidikan awal, diketahui terduga pelaku ini merasa sakit hati karena tak diberikan aliran listrik oleh pihak gereja untuk berjualan. Padahal, kata dia, pelaku bersedia untuk membayar.<\/p>\n<p>&#8220;Cuma kemudian dari gereja ada pertimbangan-pertimbangan sehingga tidak diberikan. Karena sakit hati, akhirnya ada pelemparan itu lah,&#8221; ucapnya menambahkan.<\/p>\n<p>Pelaku yang masih belum dibeberkan identitasnya ini kemudian mengajak salah seorang temannya untuk melakukan aksi pelemparan ke gereja.<\/p>\n<p>Andika belum dapat menuturkan lebih lanjut mengenai status hukum dari para pihak yang diamankan. Pasalnya, mereka masih menjalani pemeriksaan secara intensif.<\/p>\n<p>&#8220;Sedang kami dalami dulu ya, sedang kami periksa dulu semuanya,&#8221; tandas dia.<\/p>\n<p>Aksi pelemparan itu diketahui terjadi pada Kamis (8\/7) dini hari sekitar pukul 03.30 WITA. Akibat peristiwa ini, dilaporkan sejumlah fasilitas gereja mengalami kerusakan.<\/p>\n<p>Berdasarkan rekaman CCTV, diduga pelaku berjumlah dua orang. Kedua pelaku terlihat membawa batu-batuan sebesar genggaman orang dewasa dan langsung melempari bagian depan gereja.<\/p>\n<p><b>(mjo\/psp)<\/b><\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/p>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Polisi menangkap dua orang terduga pelaku pelemparan batu ke Gereja Sidang Jemaat Kristus di Samarinda, Kalimantan Timur pada Kamis (8\/7). &#8220;Iya sudah tertangkap,&#8221; kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena saat dikonfirmasi, Jumat (9\/7). Dia menjelaskan bahwa salah satu orang yang diamankan merupakan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":58670,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"CNN","source_url":" https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20210709093703-12-665316\/polisi-ringkus-2-terduga-pelempar-batu-gereja-samarinda","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[5,3],"tags":[178],"class_list":["post-58669","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gereja","category-umum","tag-intoleransi"],"better_featured_image":{"id":58670,"alt_text":"","caption":"","description":"be435b110a66ed11d74bd1e8666e5332","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/polisi-ringkus-2-terduga-pelempar-batu-gereja-samarinda_60e914887ddf4.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/polisi-ringkus-2-terduga-pelempar-batu-gereja-samarinda_60e914887ddf4.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/polisi-ringkus-2-terduga-pelempar-batu-gereja-samarinda_60e914887ddf4.jpeg"},"categories_detail":[{"id":5,"name":"Gereja","description":"","slug":"gereja","count":204,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/polisi-ringkus-2-terduga-pelempar-batu-gereja-samarinda_60e914887ddf4.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1243","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58669","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58669"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58669\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58670"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58669"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58669"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58669"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}