{"id":58948,"date":"2021-08-03T10:30:00","date_gmt":"2021-08-03T03:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=58948"},"modified":"2021-08-02T00:27:17","modified_gmt":"2021-08-01T17:27:17","slug":"pgi-minta-panglima-tni-tata-ulang-pola-keamanan-papua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/pgi-minta-panglima-tni-tata-ulang-pola-keamanan-papua\/","title":{"rendered":"PGI Minta Panglima TNI Tata Ulang Pola Keamanan Papua"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Humas Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Philip Situmorang meminta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto\u00a0agar menata ulang tata kelola kebijakan keamanan di Papua dengan mengutamakan pendekatan kemanusiaan yang lebih humanis. Hal itu ia sampaikan untuk merespons tindakan dua oknum anggota TNI AU yang menginjak seorang warga di Merauke, Papua. &quot;Meminta Panglima TNI melakukan tata ulang terhadap tata kelola kebijakan keamanan di Papua dengan mengutamakan pendekatan kemanusiaan yang lebih mengedepankan pendekatan kultural dan humanis sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan pada HAM,&quot; kata Philip dalam keterangan resminya. Philip mengatakan insiden tersebut menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk menghentikan segala bentuk kekerasan dan pelecehan terhadap kemanusiaan. Philip juga meminta kepada Panglima TNI terus memberikan perhatian terhadap pembinaan anggota TNI. Salah satunya soal peningkatan kemampuan pengendalian diri atau pendidikan perilaku yang baik dan menghargai keberagaman. &quot;Sehingga dalam melaksanakan tugas keprajuritan bisa menahan diri untuk tidak melakukan tindakan semena-mena atau bertentangan dengan hukum termasuk terhadap sesama anak bangsa di Papua,&quot; ujarnya. Selain itu, Philip berharap TNI bisa memproses kedua pelaku dengan hukuman berat. Ia juga meminta semua pihak menjaga suasana ketenangan dan kedamaian di Tanah Papua termasuk secara khusus di Merauke. &quot;Apalagi saat ini Merauke sedang bekerja keras mengatasi permasalahan Covid sudah berada di level 4 PPKM,&quot; ujarnya. Insiden penganiayaan ini terungkap usai beredar sebuah video viral di media sosial yang menunjukkan anggota TNI AU menginjak kepala seorang warga di media sosial. Terlihat salah satu anggota TNI AU itu kemudian terlihat menginjak kepala pria tersebut dengan menggunakan sepatu boot. Imbas insiden itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mencopot Komandan Pangkalan Udara dan Komandan Satuan Polisi Militer Lanud Johanes Abraham Dimara di Merauke. Dua orang pelaku yakni Sersan Dua (Serda) berinisial A dan Prajurit Dua (Prada) berinisial V sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi militer. (rzr\/bmw)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Humas Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Philip Situmorang meminta Panglima TNI Marsekal <strong>Hadi Tjahjanto<\/strong>\u00a0agar menata ulang tata kelola kebijakan keamanan di <strong>Papua<\/strong> dengan mengutamakan pendekatan kemanusiaan yang lebih humanis.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Hal itu ia sampaikan untuk merespons tindakan dua oknum anggota TNI AU yang menginjak seorang warga di Merauke, Papua.<\/p>\n<p>&#8220;Meminta Panglima TNI melakukan tata ulang terhadap tata kelola kebijakan keamanan di Papua dengan mengutamakan pendekatan kemanusiaan yang lebih mengedepankan pendekatan kultural dan humanis sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan pada HAM,&#8221; kata Philip dalam keterangan resminya.<\/p>\n<p>Philip mengatakan insiden tersebut menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk menghentikan segala bentuk kekerasan dan pelecehan terhadap kemanusiaan.<\/p>\n<p>Philip juga meminta kepada Panglima TNI terus memberikan perhatian terhadap pembinaan anggota TNI. Salah satunya soal peningkatan kemampuan pengendalian diri atau pendidikan perilaku yang baik dan menghargai keberagaman.<\/p>\n<p>&#8220;Sehingga dalam melaksanakan tugas keprajuritan bisa menahan diri untuk tidak melakukan tindakan semena-mena atau bertentangan dengan hukum termasuk terhadap sesama anak bangsa di Papua,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Selain itu, Philip berharap TNI bisa memproses kedua pelaku dengan hukuman berat. Ia juga meminta semua pihak menjaga suasana ketenangan dan kedamaian di Tanah Papua termasuk secara khusus di Merauke.<\/p>\n<p>&#8220;Apalagi saat ini Merauke sedang bekerja keras mengatasi permasalahan Covid sudah berada di level 4 PPKM,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Insiden penganiayaan ini terungkap usai beredar sebuah video viral di media sosial yang menunjukkan anggota TNI AU menginjak kepala seorang warga di media sosial. Terlihat salah satu anggota TNI AU itu kemudian terlihat menginjak kepala pria tersebut dengan menggunakan sepatu <em>boot<\/em>.<\/p>\n<p>Imbas insiden itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mencopot Komandan Pangkalan Udara dan Komandan Satuan Polisi Militer Lanud Johanes Abraham Dimara di Merauke. Dua orang pelaku yakni Sersan Dua (Serda) berinisial A dan Prajurit Dua (Prada) berinisial V sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi militer.<br \/>\n<b>(rzr\/bmw)<\/b><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Humas Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Philip Situmorang meminta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto\u00a0agar menata ulang tata kelola kebijakan keamanan di Papua dengan mengutamakan pendekatan kemanusiaan yang lebih humanis. Hal itu ia sampaikan untuk merespons tindakan dua oknum anggota TNI AU yang menginjak seorang warga di Merauke, Papua. &#8220;Meminta Panglima TNI melakukan tata [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":58949,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[195],"class_list":["post-58948","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-papua"],"better_featured_image":{"id":58949,"alt_text":"","caption":"","description":"52eff5c59008d1c6caed494a67eb6c65","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/pgi-minta-panglima-tni-tata-ulang-pola-keamanan-papua_61037258a087a.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/pgi-minta-panglima-tni-tata-ulang-pola-keamanan-papua_61037258a087a.jpeg?fit=650%2C366&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/pgi-minta-panglima-tni-tata-ulang-pola-keamanan-papua_61037258a087a.jpeg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/pgi-minta-panglima-tni-tata-ulang-pola-keamanan-papua_61037258a087a.jpeg?fit=650%2C366&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1237","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58948","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58948"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58948\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58949"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58948"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58948"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58948"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}