{"id":59089,"date":"2021-08-12T16:45:11","date_gmt":"2021-08-12T09:45:11","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=59089"},"modified":"2021-08-12T16:45:17","modified_gmt":"2021-08-12T09:45:17","slug":"ppkm-level-4-tempat-ibadah-buka-maksimal-25-persen-kapasitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/ppkm-level-4-tempat-ibadah-buka-maksimal-25-persen-kapasitas\/","title":{"rendered":"PPKM Level 4, Tempat Ibadah Buka Maksimal 25 Persen Kapasitas"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Peraturan mengenai penggunaan\u00a0tempat ibadah dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 mengalami penyesuaian. Merujuk pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 30 Tahun 2021 Tentang PPKM Level 4, 3, dan 2 di Wilayah Jawa dan Bali, pemerintah mengizinkan tempat ibadah dibuka. Pada diktum ketiga poin j Inmendagri tersebut, tempat ibadah seperti, masjid, musala, gereja, vihara, klenteng, dan tempat ibadah lainnya bisa menggelar kegiatan ibadah dengan kapasitas maksimal 25 persen. &quot;Maksimal 25% kapasitas atau 20 orang dengan memperhatikan pengaturan teknis dari Kementerian Agama,&quot; sebagaimana dikutip dari Inmendagri tersebut, Selasa (10\/8). Aturan ini berbeda dengan instruksi gang berlaku di dalam Inmendagri Nomor 30 Tentang PPKM Level 4 di Wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua. Pada diktum ketiga poin g aturan itu disebutkan bahwa tempat yang difungsikan sebagai tempat ibadah bisa mengadakan kegiatan peribadatan\/kegiatan keagamaan berjamaah. &quot;Dengan pengaturan kapasitas maksimal 25% atau maksimal 30 orang, namun lebih dioptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah dengan memperhatikan pengaturan teknis dari Kementerian Agama,&quot; sebagaimana dikutip dari Inmendagri tersebut. Sebelumnya, pemerintah mengumumkan memperpanjang PPKM Level 4, 3, dan 2 di sejumlah kabupaten\/kota di Jawa-Bali per 10-16 Agustus. Sementara, di luar Jawa-Bali perpanjangan berlaku tanggal 10-23 Agustus. Dalam aturan perpanjangan PPKM inu pemerintah juga melakukan sejumlah penyesuaian. Selain tempat ibadah, pemerintah aturan mengenai pusat perbelanjaan juga berubah. Pada perpanjangan PPKM Level 4 ini, pusat perbelanjaan atau mal bisa beroperasi dengan kapasitas maksimal 25 persen. Jam operasional dibatasi hingga pukul 20.00 waktu setempat. Selain itu, pengunjung yang berusia di bawah 12 tahun dan lebih dari 70 tahun tidak diperbolehkan masuk. &quot;Bioskop, tempat bermain anak-anak, dan tempat hiburan dalam pusat perbelanjaan\/mall\/pusat perdagangan ditutup,&quot; sebagaimana dikutip dari Inmendagri tersebut. (iam\/ain)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Peraturan mengenai penggunaan\u00a0<strong>tempat ibadah<\/strong> dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (<strong>PPKM<\/strong>) Level 4 mengalami penyesuaian.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Merujuk pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 30 Tahun 2021 Tentang PPKM Level 4, 3, dan 2 di Wilayah Jawa dan Bali, pemerintah mengizinkan tempat ibadah dibuka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada diktum ketiga poin j Inmendagri tersebut, tempat ibadah seperti, masjid, musala, gereja, vihara, klenteng, dan tempat ibadah lainnya bisa menggelar kegiatan ibadah dengan kapasitas maksimal 25 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Maksimal 25% kapasitas atau 20 orang dengan memperhatikan pengaturan teknis dari Kementerian Agama,&#8221; sebagaimana dikutip dari Inmendagri tersebut, Selasa (10\/8).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aturan ini berbeda dengan instruksi gang berlaku di dalam Inmendagri Nomor 30 Tentang PPKM Level 4 di Wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada diktum ketiga poin g aturan itu disebutkan bahwa tempat yang difungsikan sebagai tempat ibadah bisa mengadakan kegiatan peribadatan\/kegiatan keagamaan berjamaah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dengan pengaturan kapasitas maksimal 25% atau maksimal 30 orang, namun lebih dioptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah dengan memperhatikan pengaturan teknis dari Kementerian Agama,&#8221; sebagaimana dikutip dari Inmendagri tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya, pemerintah mengumumkan memperpanjang PPKM Level 4, 3, dan 2 di sejumlah kabupaten\/kota di Jawa-Bali per 10-16 Agustus. Sementara, di luar Jawa-Bali perpanjangan berlaku tanggal 10-23 Agustus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam aturan perpanjangan PPKM inu pemerintah juga melakukan sejumlah penyesuaian. Selain tempat ibadah, pemerintah aturan mengenai pusat perbelanjaan juga berubah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada perpanjangan PPKM Level 4 ini, pusat perbelanjaan atau mal bisa beroperasi dengan kapasitas maksimal 25 persen. Jam operasional dibatasi hingga pukul 20.00 waktu setempat. Selain itu, pengunjung yang berusia di bawah 12 tahun dan lebih dari 70 tahun tidak diperbolehkan masuk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Bioskop, tempat bermain anak-anak, dan tempat hiburan dalam pusat perbelanjaan\/mall\/pusat perdagangan ditutup,&#8221; sebagaimana dikutip dari Inmendagri tersebut.<br \/>\n<b>(iam\/ain) <\/b><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Peraturan mengenai penggunaan\u00a0tempat ibadah dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 mengalami penyesuaian. Merujuk pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 30 Tahun 2021 Tentang PPKM Level 4, 3, dan 2 di Wilayah Jawa dan Bali, pemerintah mengizinkan tempat ibadah dibuka. Pada diktum ketiga poin j Inmendagri tersebut, tempat ibadah seperti, masjid, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":54393,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"CNN","source_url":"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20210810080709-20-678528\/ppkm-level-4-tempat-ibadah-buka-maksimal-25-persen-kapasitas","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[194,180],"class_list":["post-59089","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-covid-19","tag-pandemi"],"better_featured_image":{"id":54393,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/gereja.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/gereja.jpg?fit=768%2C476&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/gereja.jpg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/gereja.jpg?fit=845%2C524&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1038","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59089","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59089"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59089\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54393"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59089"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59089"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59089"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}