{"id":59538,"date":"2021-09-21T08:30:40","date_gmt":"2021-09-21T01:30:40","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=59538"},"modified":"2021-09-21T08:30:46","modified_gmt":"2021-09-21T01:30:46","slug":"rumah-mewah-bekas-milik-mike-tyson-seharga-rp-176-miliar-diubah-jadi-gereja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/rumah-mewah-bekas-milik-mike-tyson-seharga-rp-176-miliar-diubah-jadi-gereja\/","title":{"rendered":"Rumah Mewah Bekas Milik Mike Tyson Seharga Rp 17,6 Miliar Diubah Jadi Gereja"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Rumah Mewah Bekas Milik Mike Tyson Seharga Rp 17,6 Miliar Diubah Jadi Gereja<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Rumah Mewah Bekas Milik Mike Tyson Seharga Rp 17,6 Miliar Diubah Jadi Gereja Diakonia.id - Mike Tyson memiliki rumah mewah di awal kesuksesannya sebagai petinju. Namun, istana megah itu kini telah berubah wujud menjadi sebuah gereja. &#039;The Baddest Man on the Planet&#039; harus menjual rumahnya di Ohio, Amerika Serikat, pada 1999 silam setelah serangkaian kontroversi dan masalah keuangan menimpanya. \u00a0Mike Tyson. Foto: Steve Marcus\/REUTERS Rumah seharga 890 ribu poundsterling (setara Rp 17,6 miliar) tersebut telah direnovasi menjadi gereja. Kini, gereja itu dikenal dengan nama &#039;The Living Word Sanctuary Church&#039;. Pendeta Living World, Nicholas DeJacimo, mengatakan rumah tersebut telah lama tidak dihuni. Rerumputan sudah meninggi membuat properti itu terlihat tak terawat. &quot;Properti itu tidak tersentuh selama 10 tahun. Anda memiliki begitu banyak rumput sehingga Anda bisa menjualnya untuk jerami,&quot; kata Nicholas kepada Warren Tribune-Chronicle, dikutip dari Sportbible. Ruang tamu di dalam rumah didesain ulang menjadi tempat pertemuan, sementara kolam renang kini menjadi suaka atau tempat suci. Perapian tua dijadikan air terjun dalam ruangan, sedangkan garasi yang dulunya diisi dengan mobil-mobil mahal kini menjadi kamar bayi dan ruang kelas. Satu-satunya area rumah mewah tersebut yang belum tersentuh adalah lapangan basket. Pemandangan tempat tersebut tentu jauh sekali dari rumah besar milik Tyson yang juga memiliki gerbang besi dengan namanya terpampang di atasnya. Fitur mencolok lainnya adalah lima kamar tidur dan jacuzzi serta kandang harimau peliharaannya dengan lampu kristal menghiasi setiap kamar. Beberapa hal itu memperlihatkan dengan gamblang kebiasaan belanja Mike Tyson ketika berada di puncak kariernya. Akan tetapi, baru-baru ini, ia mengakui bahwa ia tidak menyukai bagaimana dirinya berkembang. Dalam Hotboxin&#039; Podcast, acara miliknya sendiri, Tyson mengaku dirinya sakit di masa mudanya dan bagaimana ia menghambur-hamburkan uangnya telah membuktikannya. &quot;Ketika saya masih muda saya adalah binatang dengan uang,&quot; kata Tyson dikutip dari Sportbible. Asal-usul rumah mewah itu sendiri awalnya dibangun oleh politisi Trumbull County, Ted Vannelli, pada 1979 sebelum dirinya menjadi terdakwa kasus korupsi. Tyson kemudian membeli rumah tersebut yang dekat dengan kediaman promotor tinju, Don King, dan ia menetap di sana setelah keluar dari penjara. Tyson kemudian menjualnya ke Paul Monea yang selanjutnya masuk penjara karena kasus pencucian uang. Pada saat itu, rumah tersebut kosong hingga akhirnya kini berubah menjadi gereja.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; <span class=\"Textweb__StyledText-sc-1uxddwr-0 lmbERM\">Mike Tyson memiliki rumah mewah di awal kesuksesannya sebagai petinju. Namun, istana megah itu kini telah berubah wujud menjadi sebuah gereja.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span class=\"Textweb__StyledText-sc-1uxddwr-0 lmbERM\">&#8216;The Baddest Man on the Planet&#8217; harus menjual rumahnya di Ohio, Amerika Serikat, pada 1999 silam setelah serangkaian kontroversi dan masalah keuangan menimpanya.<\/span><\/p>\n<div class=\"components__NormalWidth-l308u-0 kdNaUL\" data-key=\"63321941\">\n<div data-qa-id=\"story-page-0\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"StoryRenderer__EditorWrapper-th08cs-0 ZDWZV\" style=\"text-align: justify;\">\n<div class=\"components__NormalWidth-l308u-0 components__FullWidth-l308u-1 kdNaUL hmSuj\" data-key=\"63321908\"><\/div>\n<div class=\"components__NormalWidth-l308u-0 components__Inset-l308u-3 kdNaUL ezVOGo\" data-key=\"63321911\">\n<figure class=\"Helper__StyledFigure-sc-1s2o4g0-6 iVaAoi\" data-key=\"63321911\">\n<div class=\"Helper__MediaWrapper-sc-1s2o4g0-7 lbSCKK\" data-key=\"63321912\">\n<div class=\"ImageLoader__Placeholder-sc-11tn4yb-0 jahFzV\">\n<div class=\"Viewweb__StyledView-sc-1ajfkkc-0 gIZYNi\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/rumah-mewah-bekas-milik-mike-tyson-seharga-rp-176-miliar-diubah-jadi-gereja_6149338846aef.jpeg?ssl=1\" alt=\"Rumah Mewah Bekas Milik Mike Tyson Seharga Rp 17,6 Miliar Diubah Jadi Gereja (1254712)\"  \/><\/p>\n<div class=\"Viewweb__StyledView-sc-1ajfkkc-0 bzCdDt\">\n<div class=\"Viewweb__StyledView-sc-1ajfkkc-0 jPglPq\">\n<div class=\"Viewweb__StyledView-sc-1ajfkkc-0 vucrN Spaceweb__SpacedWrapper-sc-1jr359o-0 lpyBg\">\u00a0Mike Tyson. Foto: Steve Marcus\/REUTERS<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/figure>\n<\/div>\n<div class=\"components__NormalWidth-l308u-0 kdNaUL\" data-key=\"63321918\">\n<div class=\"Viewweb__StyledView-sc-1ajfkkc-0 bvuAuC track_last_paragraph\" data-key=\"63321918\"><\/div>\n<\/div>\n<div data-key=\"63321941\">\n<div data-qa-id=\"story-page-0\"><\/div>\n<div><\/div>\n<\/div>\n<div data-key=\"63321942\">\n<div data-key=\"63321942\"><\/div>\n<\/div>\n<div data-key=\"63321946\">\n<div data-key=\"63321946\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"components__NormalWidth-l308u-0 kdNaUL\" data-key=\"63321949\">\n<div data-qa-id=\"story-page-0\">\n<p>Rumah seharga 890 ribu poundsterling (setara Rp 17,6 miliar) tersebut telah direnovasi menjadi gereja. Kini, gereja itu dikenal dengan nama &#8216;The Living Word Sanctuary Church&#8217;.<\/p>\n<p>Pendeta Living World, Nicholas DeJacimo, mengatakan rumah tersebut telah lama tidak dihuni. Rerumputan sudah meninggi membuat properti itu terlihat tak terawat.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"sc-5mlv5q-0 hZqCOq\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"components__NormalWidth-l308u-0 components__Inset-l308u-3 kdNaUL ezVOGo\" data-key=\"63321950\">\n<div class=\"MediaHelper__MediaWrapper-sc-1wg3qq9-0 eWLkqI\" data-key=\"63321950\">\n<div class=\"KumparanIframely__IframelyWrapper-sc-1u1k547-0 bnFJsI\">\n<div>\n<div>\n<div style=\"max-width: 550px;\">\n<div style=\"left: 0; width: 100%; height: 0; position: relative; padding-bottom: 56.25%;\"><iframe style=\"top: 0; left: 0; width: 100%; height: 100%; position: absolute; border: 0;\" src=\"\/\/cdn.iframe.ly\/api\/iframe?app=1&amp;url=https%3A%2F%2Ftwitter.com%2FBSO%2Fstatus%2F582702887882608640&amp;key=bf83ae8a45b032d3c64f9ee272cb86f1\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div data-key=\"63321953\">\n<div data-key=\"63321953\">\n<div>\n<p>&#8220;Properti itu tidak tersentuh selama 10 tahun. Anda memiliki begitu banyak rumput sehingga Anda bisa menjualnya untuk jerami,&#8221; kata Nicholas kepada <em>Warren Tribune-Chronicle<\/em>, dikutip dari Sportbible.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Ruang tamu di dalam rumah didesain ulang menjadi tempat pertemuan, sementara kolam renang kini menjadi suaka atau tempat suci. Perapian tua dijadikan air terjun dalam ruangan, sedangkan garasi yang dulunya diisi dengan mobil-mobil mahal kini menjadi kamar bayi dan ruang kelas.<\/p>\n<p>Satu-satunya area rumah mewah tersebut yang belum tersentuh adalah lapangan basket.<\/p>\n<p>Pemandangan tempat tersebut tentu jauh sekali dari rumah besar milik Tyson yang juga memiliki gerbang besi dengan namanya terpampang di atasnya.<\/p>\n<p>Fitur mencolok lainnya adalah lima kamar tidur dan jacuzzi serta kandang harimau peliharaannya dengan lampu kristal menghiasi setiap kamar.<\/p>\n<div class=\"components__NormalWidth-l308u-0 kdNaUL\" data-key=\"63321982\">\n<div data-qa-id=\"story-page-0\"><\/div>\n<div class=\"sc-5mlv5q-0 hZqCOq\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"components__NormalWidth-l308u-0 components__Inset-l308u-3 kdNaUL ezVOGo\" data-key=\"63321983\">\n<div class=\"MediaHelper__MediaWrapper-sc-1wg3qq9-0 eWLkqI\" data-key=\"63321983\">\n<div class=\"KumparanIframely__IframelyWrapper-sc-1u1k547-0 bnFJsI\">\n<div>\n<div>\n<div>\n<div style=\"left: 0; width: 100%; height: 0; position: relative; padding-bottom: 56.25%;\"><iframe style=\"top: 0; left: 0; width: 100%; height: 100%; position: absolute; border: 0;\" src=\"\/\/cdn.iframe.ly\/api\/iframe?url=https%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3DKBJ_1ylxWf8&amp;key=bf83ae8a45b032d3c64f9ee272cb86f1\" scrolling=\"no\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"components__NormalWidth-l308u-0 kdNaUL\" data-key=\"63321986\">\n<div class=\"Viewweb__StyledView-sc-1ajfkkc-0 bvuAuC track_paragraph\" data-key=\"63321986\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"components__NormalWidth-l308u-0 kdNaUL\" data-key=\"63322013\">\n<div class=\"TextBoxweb__StyledTextBox-sc-18x3wcq-0 bKesRR\">\n<p>Beberapa hal itu memperlihatkan dengan gamblang kebiasaan belanja Mike Tyson ketika berada di puncak kariernya. Akan tetapi, baru-baru ini, ia mengakui bahwa ia tidak menyukai bagaimana dirinya berkembang.<\/p>\n<p>Dalam Hotboxin&#8217; Podcast, acara miliknya sendiri, Tyson mengaku dirinya sakit di masa mudanya dan bagaimana ia menghambur-hamburkan uangnya telah membuktikannya.<\/p>\n<p>&#8220;Ketika saya masih muda saya adalah binatang dengan uang,&#8221; kata Tyson dikutip dari Sportbible.<\/p>\n<p>Asal-usul rumah mewah itu sendiri awalnya dibangun oleh politisi Trumbull County, Ted Vannelli, pada 1979 sebelum dirinya menjadi terdakwa kasus korupsi.<\/p>\n<p>Tyson kemudian membeli rumah tersebut yang dekat dengan kediaman promotor tinju, Don King, dan ia menetap di sana setelah keluar dari penjara.<\/p>\n<p>Tyson kemudian menjualnya ke Paul Monea yang selanjutnya masuk penjara karena kasus pencucian uang. Pada saat itu, rumah tersebut kosong hingga akhirnya kini berubah menjadi gereja.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"components__NormalWidth-l308u-0 kdNaUL\" data-key=\"63322016\"><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rumah Mewah Bekas Milik Mike Tyson Seharga Rp 17,6 Miliar Diubah Jadi Gereja Diakonia.id &#8211; Mike Tyson memiliki rumah mewah di awal kesuksesannya sebagai petinju. Namun, istana megah itu kini telah berubah wujud menjadi sebuah gereja. &#8216;The Baddest Man on the Planet&#8217; harus menjual rumahnya di Ohio, Amerika Serikat, pada 1999 silam setelah serangkaian kontroversi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":59540,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"Kumparan","source_url":"https:\/\/kumparan.com\/kumparansport\/rumah-mewah-bekas-milik-mike-tyson-seharga-rp-17-6-miliar-diubah-jadi-gereja-1wQoQBLEON8\/full","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"22"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[22],"tags":[],"class_list":["post-59538","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional"],"better_featured_image":{"id":59540,"alt_text":"","caption":"","description":"c787ff9d6a5571a82b0f3e04f0b82789","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/rumah-mewah-bekas-milik-mike-tyson-seharga-rp-176-miliar-diubah-jadi-gereja_6149338846aef.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/rumah-mewah-bekas-milik-mike-tyson-seharga-rp-176-miliar-diubah-jadi-gereja_6149338846aef.jpeg?fit=640%2C360&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/rumah-mewah-bekas-milik-mike-tyson-seharga-rp-176-miliar-diubah-jadi-gereja_6149338846aef.jpeg"},"categories_detail":[{"id":22,"name":"Internasional","description":"","slug":"internasional","count":158,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/rumah-mewah-bekas-milik-mike-tyson-seharga-rp-176-miliar-diubah-jadi-gereja_6149338846aef.jpeg?fit=640%2C360&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1283","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59538","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59538"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59538\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59540"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59538"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59538"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59538"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}