{"id":60533,"date":"2022-05-07T19:16:23","date_gmt":"2022-05-07T12:16:23","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=60533"},"modified":"2022-05-07T19:16:23","modified_gmt":"2022-05-07T12:16:23","slug":"tokoh-martir-perjanjian-lama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tokoh-martir-perjanjian-lama\/","title":{"rendered":"Tokoh Martir Perjanjian Lama"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Tokoh Martir Kristen Di Dunia Yang Terkenal<\/p>\n<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Tokoh Martir Kristen Di Dunia Yang Terkenal Diakonia.id - Bagi sebagian orang, mungkin masih belum begitu kenal dengan istilah Martir ini. Hal tersebut masih bisa dimaklumi karena kisah seorang Martir sendiri cukup jarang dibahas. Padahal orang-orang ini juga berjasa dalam membela kebenaran serta selalu menjaga keimanannya. Jika dalam tata kebahasaan, martir adalah orang-orang yang rela mempertaruhkan nyawanya demi membela agama dan juga keimanannya. Di dalam konteks umatKristen sendiri ada beberapa tokoh Martir yang juga rela mati demi membelakebenaran Tuhan. Hal ini bisa dibaca pada kisah dalam Alkitab. Untuk mengetahuisiapa saja orang-orang tersebut, berikut ulasannya untuk Anda. 1. Habel Martir pertama yang terkenaldan sering disebutkan dalam alkitab adalah Habel. Secara riwayatnya, Habel merupakan anak kedua dari pasangan Adam dan Hawa. Sedangkan anak pertama mereka adalah Kain. Secara pekerjaannya, Kain adalah seorang petani sedangkan Habel merupakan peternak kambing dan domba. Pada suatu hari, Kain dan juga Habel memberikan persembahan kepada Tuhan. Isi persembahannya pun tidak jauh-jauh dari perkerjaan mereka sendiri seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.Akan tetapi, saat persembahan itu diserahkan pada Tuhan, Dia hanya menerima pemberian dari Habel. Sedangkan persembahan milik Kain justru ditolak. Alasan Tuhan menolak persembahan dari Kain ternyata bukan karena isinya, melainkan isi hati dari Kainitu sendiri. Tuhan mengetahui kalau Kain memberikan persembahan hanya karena merasa tidak berkenan saja. Persembahan milik Habel justru diterima karena dia sangat tulus memberikannya pada Tuhan. Akibat ditolak persembahannya oleh Tuhan, Kain pun menjadi sangat iri hati pada adiknya tersebut. Sampai pada akhirnya Kain melakukan perbuatan yang termasuk dosa besar, yakni membunuh Habel. Tuhan pun sangat murka dengan kelakuan Kain yang tetap mengelak tidak mengakui perbuatannya. Sampai Tuhan pun mengutuk dan juga menghukum Kain dengan tanah yang nantinya tidak menghasilkan buah sama sekali. Kain pun menjadi pengembara di muka Bumi. Kisah pembunuhan yang dilakukan Kain terhadap Habel merupakan pertama kalinya yang pernah tercatat dalam Alkitab. Hal tersebut juga menandakan Habel sebagai tokoh Martir pertama yang yang ada dalam Alkitab. Untuk kisah lengkap Martir bisa dibaca pada Kejadian 1: 4-16. Di dalam Matius 23:25, Tuhan pun dengan jelas menyebut Habel sebagai orang yang benar dan juga sebagai kisah pembunuhan pertama pada orang-orangbenar. 2. Ahimelekh Bin Ahitub Tokoh Martir kedua yang juga terkenal di dunia adalah Ahimelekh Bin Ahitub. Ahimelekh merupakan seorang imam yang ada di zaman Daud. Tugas seorang imam adalah mempersembahkan korban-korban kepada Tuhan sebagai rasa pengampunan dosa berbagai umat dan juga dosa dirinya sendiri. Tugas imam juga sering dimintai tolong untuk dapat mencari kehendak Tuhan melalui batu urim dan juga batu tumim yang biasanya ada dalam baju efod. Bisa dikatakan Imam merupakan penghubung antara Tuhan dan juga para umatnya. Hal tersebut juga dik=lakukan oleh Ahimelekh bin Ahitub. Dia sering diminta bantuan oleh Daud yang saat itu merupakan raja Israel. Meskipun Daud telah diurapi oleh Tuhan sebagai raja, akan tetapi dia belum dapat menduduki tahta kerajaan. Hal tersebut dikarenakan Saul masih menjadi raja meskipun Tuhan menolak dia. Saul pun bahkan sering mencari Daud agar dapat membunuhnya. Daud pun meminta pertolongan pada Ahimelekh agar bisa mendapatkan petunjuk Tuhan. Ahimelekh pun memberikan roti dan juga pedang Goliat, yang pernah dikalahkan oleh Daud. Ketika hal itu didengar oleh Saul, dia sangat marah karena Ahimelek lebih melindungi Daud. Akhirnya Saul pun memerintahkan anak buahnya untuk membunuhAhimelekh dan juga seluruh keluarganya. Ahimelekh pun meninggal karena peristiwa itu. Bagi Ahimelekh, dia tahu bahwa Daud merupakan pilihanTuhan. Sehingga, dia pun tetap mempertahankan kebenarannya pada Tuhan meskipun harus mempertaruhkan nyawanya. Oleh sebab itu, Ahimelekh masuk sebagai tokoh Martir Kristen yang terkenal di dunia. Anda juga bisa membaca beberapa kisah Ahimelekh dalam Samuel 22:1-23.\u00a0\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/><strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Bagi sebagian orang, mungkin masih belum begitu kenal dengan istilah Martir ini. Hal tersebut masih bisa dimaklumi karena kisah seorang Martir sendiri cukup jarang dibahas. Padahal orang-orang ini juga berjasa dalam membela kebenaran serta selalu menjaga keimanannya. Jika dalam tata kebahasaan, martir adalah orang-orang yang rela mempertaruhkan nyawanya demi membela agama dan juga keimanannya.<\/p>\n<p>Di dalam konteks umatKristen sendiri ada beberapa tokoh Martir yang juga rela mati demi membelakebenaran Tuhan. Hal ini bisa dibaca pada kisah dalam Alkitab. Untuk mengetahuisiapa saja orang-orang tersebut, berikut ulasannya untuk Anda.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p><strong>1. Habel<\/strong><\/p>\n<p>Martir pertama yang terkenaldan sering disebutkan dalam alkitab adalah Habel. Secara riwayatnya, Habel merupakan anak kedua dari pasangan Adam dan Hawa. Sedangkan anak pertama mereka adalah Kain. Secara pekerjaannya, Kain adalah seorang petani sedangkan Habel merupakan peternak kambing dan domba.<\/p>\n<p>Pada suatu hari, Kain dan juga Habel memberikan persembahan kepada Tuhan. Isi persembahannya pun tidak jauh-jauh dari perkerjaan mereka sendiri seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.Akan tetapi, saat persembahan itu diserahkan pada Tuhan, Dia hanya menerima pemberian dari Habel. Sedangkan persembahan milik Kain justru ditolak.<\/p>\n<p>Alasan Tuhan menolak persembahan dari Kain ternyata bukan karena isinya, melainkan isi hati dari Kainitu sendiri. Tuhan mengetahui kalau Kain memberikan persembahan hanya karena merasa tidak berkenan saja. Persembahan milik Habel justru diterima karena dia sangat tulus memberikannya pada Tuhan.<\/p>\n<p>Akibat ditolak persembahannya oleh Tuhan, Kain pun menjadi sangat iri hati pada adiknya tersebut. Sampai pada akhirnya Kain melakukan perbuatan yang termasuk dosa besar, yakni membunuh Habel. Tuhan pun sangat murka dengan kelakuan Kain yang tetap mengelak tidak mengakui perbuatannya. Sampai Tuhan pun mengutuk dan juga menghukum Kain dengan tanah yang nantinya tidak menghasilkan buah sama sekali. Kain pun menjadi pengembara di muka Bumi.<\/p>\n<p>Kisah pembunuhan yang dilakukan Kain terhadap Habel merupakan pertama kalinya yang pernah tercatat dalam Alkitab. Hal tersebut juga menandakan Habel sebagai tokoh Martir pertama yang yang ada dalam Alkitab. Untuk kisah lengkap Martir bisa dibaca pada Kejadian 1: 4-16. Di dalam Matius 23:25, Tuhan pun dengan jelas menyebut Habel sebagai orang yang benar dan juga sebagai kisah pembunuhan pertama pada orang-orangbenar.<\/p>\n<p><strong>2. Ahimelekh Bin Ahitub<\/strong><\/p>\n<p>Tokoh Martir kedua yang juga terkenal di dunia adalah Ahimelekh Bin Ahitub. Ahimelekh merupakan seorang imam yang ada di zaman Daud. Tugas seorang imam adalah mempersembahkan korban-korban kepada Tuhan sebagai rasa pengampunan dosa berbagai umat dan juga dosa dirinya sendiri. Tugas imam juga sering dimintai tolong untuk dapat mencari kehendak Tuhan melalui batu urim dan juga batu tumim yang biasanya ada dalam baju efod. Bisa dikatakan Imam merupakan penghubung antara Tuhan dan juga para umatnya.<\/p>\n<p>Hal tersebut juga dik=lakukan oleh Ahimelekh bin Ahitub. Dia sering diminta bantuan oleh Daud yang saat itu merupakan raja Israel. Meskipun Daud telah diurapi oleh Tuhan sebagai raja, akan tetapi dia belum dapat menduduki tahta kerajaan. Hal tersebut dikarenakan Saul masih menjadi raja meskipun Tuhan menolak dia. Saul pun bahkan sering mencari Daud agar dapat membunuhnya.<\/p>\n<p>Daud pun meminta pertolongan pada Ahimelekh agar bisa mendapatkan petunjuk Tuhan. Ahimelekh pun memberikan roti dan juga pedang Goliat, yang pernah dikalahkan oleh Daud. Ketika hal itu didengar oleh Saul, dia sangat marah karena Ahimelek lebih melindungi Daud. Akhirnya Saul pun memerintahkan anak buahnya untuk membunuhAhimelekh dan juga seluruh keluarganya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ahimelekh pun meninggal karena peristiwa itu. Bagi Ahimelekh, dia tahu bahwa Daud merupakan pilihanTuhan. Sehingga, dia pun tetap mempertahankan kebenarannya pada Tuhan meskipun harus mempertaruhkan nyawanya. Oleh sebab itu, Ahimelekh masuk sebagai tokoh Martir Kristen yang terkenal di dunia. Anda juga bisa membaca beberapa kisah Ahimelekh dalam Samuel 22:1-23.\u00a0 <\/p>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tokoh Martir Kristen Di Dunia Yang Terkenal Diakonia.id &#8211; Bagi sebagian orang, mungkin masih belum begitu kenal dengan istilah Martir ini. Hal tersebut masih bisa dimaklumi karena kisah seorang Martir sendiri cukup jarang dibahas. Padahal orang-orang ini juga berjasa dalam membela kebenaran serta selalu menjaga keimanannya. Jika dalam tata kebahasaan, martir adalah orang-orang yang rela [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":35964,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"floatbottom","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-60533","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab"],"better_featured_image":{"id":35964,"alt_text":"","caption":"","description":"6922beec34d1e46cf48157bef0722507","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/habel-dan-kain_5e34d7135cc8d.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/habel-dan-kain_5e34d7135cc8d.jpeg?fit=401%2C600&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1992","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60533","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=60533"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60533\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=60533"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=60533"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=60533"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}