{"id":61419,"date":"2022-07-13T08:44:42","date_gmt":"2022-07-13T01:44:42","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=61419"},"modified":"2022-07-13T08:44:48","modified_gmt":"2022-07-13T01:44:48","slug":"pengadilan-jerman-putuskan-relief-anti-yahudi-bisa-tetap-dipasang-di-gereja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/pengadilan-jerman-putuskan-relief-anti-yahudi-bisa-tetap-dipasang-di-gereja\/","title":{"rendered":"Pengadilan Jerman Putuskan Relief anti-Yahudi Bisa Tetap Dipasang di Gereja"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Pengadilan Jerman menolak banding oleh kelompok Yahudi\u00a0yang menilai relief anti-Semit abad pertengahan di sebuah gereja di kota Wittenberg, sebagai penghinaan terhadap semua orang Yahudi. Relief berjudul\u00a0&quot;Judensau&quot; atau &quot;Yahudi Menabur&quot;, yang berasal\u00a0dari abad ke-13 itu, menggambarkan seorang rabi mengangkat ekor babi betina dengan dua anak Yahudi menyusu di puting binatang itu. Padahal babi dianggap najis dalam\u00a0Yudaisme. Pada saat politisi memperingatkan tentang meningkatnya anti-Semitisme di Jerman, keputusan itu mengingatkan sentimen anti-Yahudi yang meluas di Abad Pertengahan. Penggugat telah melakukan uoaya\u00a0hukum di pengadilan sejak 2018 untuk menghilangkan patung itu. Namun, Pengadilan Federal, pengadilan banding tertinggi negara itu, menguatkan putusan dari pengadilan lebih rendah yang menolak kasus tersebut, dengan mengatakan bahwa saat ini gambaran tersebut tidak melanggar undang-undang. &quot;(Pengadilan) telah memutuskan bahwa relief batu pasir yang melekat pada fasad luar Gereja Kota Wittenberg - &quot;Wittenberg menabur&quot; - tidak harus dihapus,&quot; kata pengadilan dalam sebuah pernyataan. Ukiran batu Wittenberg adalah salah satu dari sekitar dua lusin patung serupa dari Abad Pertengahan yang masih ditampilkan di gereja-gereja di sekitar Jerman dan di tempat lain di Eropa. Pada 2020, Pengadilan Tinggi Regional di Naumburg,\u00a0Jerman, memutuskan bahwa menampilkan &quot;Judensau&quot;, yang berjarak 4 meter dari tanah bukan merupakan pelanggaran. Reuters\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Pengadilan Jerman menolak banding oleh kelompok Yahudi\u00a0yang menilai relief anti-Semit abad pertengahan di sebuah gereja di kota Wittenberg, sebagai penghinaan terhadap semua orang Yahudi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Relief berjudul\u00a0&#8220;Judensau&#8221; atau &#8220;Yahudi Menabur&#8221;, yang berasal\u00a0dari abad ke-13 itu, menggambarkan seorang rabi mengangkat ekor babi betina dengan dua anak Yahudi menyusu di puting binatang itu. Padahal babi dianggap najis dalam\u00a0Yudaisme.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada saat politisi memperingatkan tentang meningkatnya anti-Semitisme di Jerman, keputusan itu mengingatkan sentimen anti-Yahudi yang meluas di Abad Pertengahan.<\/p>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"62803\" data-permalink=\"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/pengadilan-jerman-putuskan-relief-anti-yahudi-bisa-tetap-dipasang-di-gereja\/judensau\/\" data-orig-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Judensau.jpg?fit=720%2C540&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"720,540\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"Judensau\" data-image-description=\"\" data-image-caption=\"\" data-large-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Judensau.jpg?fit=720%2C540&amp;ssl=1\" class=\"aligncenter size-full wp-image-62803\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Judensau.jpg?resize=720%2C540&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"540\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penggugat telah melakukan uoaya\u00a0hukum di pengadilan sejak 2018 untuk menghilangkan patung itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, Pengadilan Federal, pengadilan banding tertinggi negara itu, menguatkan putusan dari pengadilan lebih rendah yang menolak kasus tersebut, dengan mengatakan bahwa saat ini gambaran tersebut tidak melanggar undang-undang.<\/p>\n<div class=\"parallax-box\" style=\"text-align: justify;\">\n<div class=\"parallax-out\">\n<div class=\"parallax-in\">\n<div class=\"parallax-img\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;(Pengadilan) telah memutuskan bahwa relief batu pasir yang melekat pada fasad luar Gereja Kota Wittenberg &#8211; &#8220;Wittenberg menabur&#8221; &#8211; tidak harus dihapus,&#8221; kata pengadilan dalam sebuah pernyataan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ukiran batu Wittenberg adalah salah satu dari sekitar dua lusin patung serupa dari Abad Pertengahan yang masih ditampilkan di gereja-gereja di sekitar Jerman dan di tempat lain di Eropa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada 2020, Pengadilan Tinggi Regional di Naumburg,\u00a0Jerman, memutuskan bahwa menampilkan &#8220;Judensau&#8221;, yang berjarak 4 meter dari tanah bukan merupakan pelanggaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Reuters<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Pengadilan Jerman menolak banding oleh kelompok Yahudi\u00a0yang menilai relief anti-Semit abad pertengahan di sebuah gereja di kota Wittenberg, sebagai penghinaan terhadap semua orang Yahudi. Relief berjudul\u00a0&#8220;Judensau&#8221; atau &#8220;Yahudi Menabur&#8221;, yang berasal\u00a0dari abad ke-13 itu, menggambarkan seorang rabi mengangkat ekor babi betina dengan dua anak Yahudi menyusu di puting binatang itu. Padahal babi dianggap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":62803,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"floatbottom","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"22"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[22],"tags":[],"class_list":["post-61419","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional"],"better_featured_image":{"id":62803,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Judensau.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Judensau.jpg?fit=720%2C540&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Judensau.jpg"},"categories_detail":[{"id":22,"name":"Internasional","description":"","slug":"internasional","count":158,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Judensau.jpg?fit=720%2C540&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"895","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61419","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61419"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61419\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/62803"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61419"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61419"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61419"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}