{"id":61425,"date":"2022-05-16T17:10:35","date_gmt":"2022-05-16T10:10:35","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=61425"},"modified":"2022-05-16T17:10:55","modified_gmt":"2022-05-16T10:10:55","slug":"perjanjian-baru-terjemahan-denmark-menghilangkan-kata-israel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/perjanjian-baru-terjemahan-denmark-menghilangkan-kata-israel\/","title":{"rendered":"Perjanjian Baru Terjemahan Denmark Menghilangkan Kata \u201cIsrael\u201d"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Sebuah Perjanjian Baru yang diterbitkan oleh Lembaga Alkitab Denmark (Danish Bible Society), menghilangkan nama Israel, kecuali di satu tempat. Disebut Bible 2020, Alkitab ini menggantikan kata \u201cIsrael\u201d dengan \u201cYahudi,\u201d \u201ctanah orang Yahudi,\u201d atau istilah generik lainnya. Jan Frost, seorang reviewer, mengatakan bahwa \u201cpara penerbit membela perubahan ini dengan mengklaim bahwa \u2018Israel\u2019 yang disebut di dalam Alkitab tidaklah sama dengan Israel hari ini.\u201d \u201cElaine Duncan, yang menjabat sebagai Global Council Chairperson dari Lembaga Alkitab tersebut, menggarisbawahi bahwa edisi baru ini sudah diunduh ke lebih dari 90 negara, yang dia anggap sebagai sukses besar dalam pergerakan menuju apa yang dia sebut \u2018gereja global\u2019\u201d (\u201cLutherans Publish New Version,\u201d BreakingIsraelNews, 20 Apr. 2020). Ini mengingatkan kita bahwa United Bible Societies, lembaga global yang menaungi Lembaga Alkitab Denmark (sebagai anggotanya), adalah lembaga yang radikal ekumenis dan berada di garis depan pembangunan \u201cgereja\u201d esa-sedunia yang sesat. (Untuk dokumentasi akan hal ini, lihat Unholy Hands on God\u2019s Holy Book, tersedia sebagai eBook gratis di www.wayoflife.org.) Nama \u201cIsrael\u201d disebut 70 kali di Perjanjian Baru yang berbahasa Yunani, dan Israel pada waktu itu sudah tersesat, sehingga mereka sampai menyalibkan Mesias mereka sendiri. Pada permulaan sejarah Israel sebagai suatu bangsa, setelah dia meninggalkan Mesir tetapi sebelum masuk ke tanah mereka, Musa menubuatkan bahwa Israel akan membangkang terhadap hukum-hukum Allah, akan diusir dari tanah mereka, diserakkan ke berbagai bangsa dalam kondisi yang sulit dan buta rohani, dan kemudian akan kembali ke tanah tersebut. Lihat Ulangan 28:15-67 dan 30:1-9. Ini persis telah terjadi, membuktikan bahwa nubuat Alkitab harus ditafsirkan secara literal. Jadi ADALAH ISRAEL YANG SAMA yang keluar dari Mesir dan masuk ke tanah perjanjian dan yang diusir dari tanah itu oleh Romawi pada abad kedua Masehi dan yang telah tinggal di berbagai bangsa selama 2000 tahun, yang telah kembali ke tanah mereka di zaman modern ini. Nubuat Perjanjian Lama menjelaskan bahwa Israel akan kembali ke tanah itu dalam kondisi yang masih tersesat, sehingga memungkinkan munculnya Antikristus dan Bait Suci Ketiga (Danial 9:27). Nubuat tentang \u201cLembah Tulang Kering\u201d di Yehezkiel 37 mengajarkan bahwa Israel akan kembali dalam dua tahap, pertama dalam kondisi rohani yang mati, dan kemudia dalam kondisi bertobat rohani. Fase pertama sudah digenapi; fase kedua sedang menantikan penggenapannya. \u201cSedang aku mengamat-amatinya, lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas. Maka firman-Nya kepadaku: \u2018Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali.\u2019 Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar\u201d (Yeh. 37:8-10).\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Sebuah Perjanjian Baru yang diterbitkan oleh Lembaga Alkitab Denmark (Danish Bible Society), menghilangkan nama <i>Israel<\/i>, kecuali di satu tempat. Disebut <i>Bible 2020<\/i>, Alkitab ini menggantikan kata \u201cIsrael\u201d dengan \u201cYahudi,\u201d \u201ctanah orang Yahudi,\u201d atau istilah generik lainnya. Jan Frost, seorang reviewer, mengatakan bahwa \u201cpara penerbit membela perubahan ini dengan mengklaim bahwa \u2018Israel\u2019 yang disebut di dalam Alkitab tidaklah sama dengan Israel hari ini.\u201d \u201cElaine Duncan, yang menjabat sebagai Global Council Chairperson dari Lembaga Alkitab tersebut, menggarisbawahi bahwa edisi baru ini sudah diunduh ke lebih dari 90 negara, yang dia anggap sebagai sukses besar dalam pergerakan menuju apa yang dia sebut \u2018gereja global\u2019\u201d (\u201cLutherans Publish New Version,\u201d BreakingIsraelNews, 20 Apr. 2020).<\/p>\n<div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ini mengingatkan kita bahwa United Bible Societies, lembaga global yang menaungi Lembaga Alkitab Denmark (sebagai anggotanya), adalah lembaga yang radikal ekumenis dan berada di garis depan pembangunan \u201cgereja\u201d esa-sedunia yang sesat. (Untuk dokumentasi akan hal ini, lihat <em>Unholy Hands on God\u2019s Holy Book<\/em>, tersedia sebagai eBook gratis di <a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/\">www.wayoflife.org<\/a>.) Nama \u201cIsrael\u201d disebut 70 kali di Perjanjian Baru yang berbahasa Yunani, dan Israel pada waktu itu sudah tersesat, sehingga mereka sampai menyalibkan Mesias mereka sendiri. Pada permulaan sejarah Israel sebagai suatu bangsa, setelah dia meninggalkan Mesir tetapi sebelum masuk ke tanah mereka, Musa menubuatkan bahwa Israel akan membangkang terhadap hukum-hukum Allah, akan diusir dari tanah mereka, diserakkan ke berbagai bangsa dalam kondisi yang sulit dan buta rohani, dan kemudian akan kembali ke tanah tersebut. Lihat Ulangan 28:15-67 dan 30:1-9. Ini persis telah terjadi, membuktikan bahwa nubuat Alkitab harus ditafsirkan secara literal. Jadi ADALAH ISRAEL YANG SAMA yang keluar dari Mesir dan masuk ke tanah perjanjian dan yang diusir dari tanah itu oleh Romawi pada abad kedua Masehi dan yang telah tinggal di berbagai bangsa selama 2000 tahun, yang telah kembali ke tanah mereka di zaman modern ini. Nubuat Perjanjian Lama menjelaskan bahwa Israel akan kembali ke tanah itu dalam kondisi yang masih tersesat, sehingga memungkinkan munculnya Antikristus dan Bait Suci Ketiga (Danial 9:27). Nubuat tentang \u201cLembah Tulang Kering\u201d di Yehezkiel 37 mengajarkan bahwa Israel akan kembali dalam dua tahap, pertama dalam kondisi rohani yang mati, dan kemudia dalam kondisi bertobat rohani. Fase pertama sudah digenapi; fase kedua sedang menantikan penggenapannya. \u201cSedang aku mengamat-amatinya, lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas. Maka firman-Nya kepadaku: \u2018Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali.\u2019 Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar\u201d (Yeh. 37:8-10).<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Sebuah Perjanjian Baru yang diterbitkan oleh Lembaga Alkitab Denmark (Danish Bible Society), menghilangkan nama Israel, kecuali di satu tempat. Disebut Bible 2020, Alkitab ini menggantikan kata \u201cIsrael\u201d dengan \u201cYahudi,\u201d \u201ctanah orang Yahudi,\u201d atau istilah generik lainnya. Jan Frost, seorang reviewer, mengatakan bahwa \u201cpara penerbit membela perubahan ini dengan mengklaim bahwa \u2018Israel\u2019 yang disebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"floatbottom","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"22"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134,1,22,3],"tags":[498,450,265,497],"class_list":["post-61425","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-apologetika","category-belajar-alkitab","category-internasional","category-umum","tag-denmark","tag-israel","tag-perjanjian-baru","tag-yahudi"],"better_featured_image":null,"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0},{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":22,"name":"Internasional","description":"","slug":"internasional","count":158,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1110","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61425","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61425"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61425\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61425"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61425"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61425"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}