{"id":61473,"date":"2022-06-05T15:23:40","date_gmt":"2022-06-05T08:23:40","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=61473"},"modified":"2022-06-05T15:24:03","modified_gmt":"2022-06-05T08:24:03","slug":"satu-lagi-keuskupan-roma-katolik-mengajukan-kebangkrutan-karena-pelecehan-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/satu-lagi-keuskupan-roma-katolik-mengajukan-kebangkrutan-karena-pelecehan-anak\/","title":{"rendered":"Satu Lagi Keuskupan Roma Katolik Mengajukan Kebangkrutan Karena Pelecehan Anak"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Satu Lagi Keuskupan Roma Katolik Mengajukan Kebangkrutan Karena Pelecehan Anak<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Satu Lagi Keuskupan Roma Katolik Mengajukan Kebangkrutan Karena Pelecehan Anak Diakonia.id - Keuskupan Roma Katolik di Harrisburg, Pennsylvania, telah mengajukan kebangkrutan ketika menghadapi ancaman gugatan jutaan dollar karena pelecehan seksual anak yang dilakukan oleh imam-imam mereka. Wilayah keuskupan tersebut sudah menyelesaikan 111 kasus, tetapi diperkirakan masih ada 200 lainnya lagi. Mereka mengklaim terancam gugatan antara $50 hingga $100 juta, padahal hanya memiliki aset kurang dari $10 juta. Pengumuman itu terjadi setelah terungkap bahwa keuskupan membayar $12 juta kepada orang-orang yang di-abuse sewakti anak-anak. Pada tahun 2018, juri di pengadilan menyimpulkan bhawa lebih dari 1000 anak di-abuse oleh imam-imam Roma Katolik dalam enam keuskupan di Pennsylvania saja, dalam beberapa dekade terakhir. Laporan itu, yang merupakan hasil dari penyelidikan selama 2 tahun, mengidentifikasi 300 imam dan orang \u201cawam\u201d yang melakukan pelecehan dan menemukan bukti adanya usaha untuk menutup-nutupi secara sistematis oleh pemimpin-pemimpin senior gereja di Pennsylvania dan di Vatikan, Roma (\u201cReport Identifies More Than 1,000,\u201d Associated Press, 14 Agus. 2018). Dalam sebuah konferensi berita, Jaksa Agung Pennsylvania, Josh Shapiro, mengatakan, \u201cCara mereka menutup-nutupi hal ini sungguh canggih. Dan sementara ini semua berlangsung, sangat mengejutkan bahwa kepemimpinan gereja mempertahankan catatan terjadinya abuse dan usaha menutupi tersebut.\u201d Keenam wilayah keuskupan itu mewakili hanya setengah gereja-gereja Katolik di Pennsylvania. Kebanyakan dari korbannya adalah anak-anak lelaki. Gereja Roma Katolik di Amerika telah membayar lebih dari $2 milyar untuk menyelesaikan gugatan hukum terhadap imam-imam yang immoral. Organisasi Bishop Accountability mengatakan bahwa lebih dari 4.000 imam telah dituduh melecehkan anak-anak (\u201cUS Church to Pay 12.6 Million,\u201d AFP, 11 Agus. 2008). Sebuah organisasi Katolik konservatif mendokumentasikan urusan yang jahanam ini dalam edisi 2002 musim gugur\/dingin dari majalah Ad Majorem Dei Gloriam, dengan mengobservasi, \u201c\u2026 mayoritas besar dari kasus-kasus pelecehan seksual di Gereja Katolik \u2013 sekitar 90% \u2014 melibatkan imam yang homoseksual yang memangsa anak-anak lelaki remaja. Media-media besar dan budaya AS pada umumnya lebih suka untuk menyangkali atau mengeleskan faktor homoseksual dalam skandal ini.\u201d Sejauh ini, sedikitnya 22 keuskupan Katolik dan ordo religius di AS telah mengajukan kebangkrutan. (wayoflife)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Keuskupan Roma Katolik di Harrisburg, Pennsylvania, telah mengajukan kebangkrutan ketika menghadapi ancaman gugatan jutaan dollar karena pelecehan seksual anak yang dilakukan oleh imam-imam mereka. Wilayah keuskupan tersebut sudah menyelesaikan 111 kasus, tetapi diperkirakan masih ada 200 lainnya lagi. Mereka mengklaim terancam gugatan antara $50 hingga $100 juta, padahal hanya memiliki aset kurang dari $10 juta. Pengumuman itu terjadi setelah terungkap bahwa keuskupan membayar $12 juta kepada orang-orang yang di-<i>abuse <\/i>sewakti anak-anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada tahun 2018, juri di pengadilan menyimpulkan bhawa lebih dari 1000 anak di-<i>abuse <\/i>oleh imam-imam Roma Katolik dalam enam keuskupan di Pennsylvania saja, dalam beberapa dekade terakhir. Laporan itu, yang merupakan hasil dari penyelidikan selama 2 tahun, mengidentifikasi 300 imam dan orang \u201cawam\u201d yang melakukan pelecehan dan menemukan bukti adanya usaha untuk menutup-nutupi secara sistematis oleh pemimpin-pemimpin senior gereja di Pennsylvania dan di Vatikan, Roma (\u201cReport Identifies More Than 1,000,\u201d Associated Press, 14 Agus. 2018).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam sebuah konferensi berita, Jaksa Agung Pennsylvania, Josh Shapiro, mengatakan, \u201cCara mereka menutup-nutupi hal ini sungguh canggih. Dan sementara ini semua berlangsung, sangat mengejutkan bahwa kepemimpinan gereja mempertahankan catatan terjadinya <i>abuse<\/i> dan usaha menutupi tersebut.\u201d Keenam wilayah keuskupan itu mewakili hanya setengah gereja-gereja Katolik di Pennsylvania. Kebanyakan dari korbannya adalah anak-anak lelaki.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gereja Roma Katolik di Amerika telah membayar lebih dari $2 milyar untuk menyelesaikan gugatan hukum terhadap imam-imam yang immoral. Organisasi Bishop Accountability mengatakan bahwa lebih dari 4.000 imam telah dituduh melecehkan anak-anak (\u201cUS Church to Pay 12.6 Million,\u201d AFP, 11 Agus. 2008).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebuah organisasi Katolik konservatif mendokumentasikan urusan yang jahanam ini dalam edisi 2002 musim gugur\/dingin dari majalah <i>Ad Majorem Dei Gloriam<\/i>, dengan mengobservasi, \u201c\u2026 mayoritas besar dari kasus-kasus pelecehan seksual di Gereja Katolik \u2013 sekitar 90% \u2014 melibatkan imam yang homoseksual yang memangsa anak-anak lelaki remaja. Media-media besar dan budaya AS pada umumnya lebih suka untuk menyangkali atau mengeleskan faktor homoseksual dalam skandal ini.\u201d Sejauh ini, sedikitnya 22 keuskupan Katolik dan ordo religius di AS telah mengajukan kebangkrutan. (wayoflife)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Satu Lagi Keuskupan Roma Katolik Mengajukan Kebangkrutan Karena Pelecehan Anak Diakonia.id &#8211; Keuskupan Roma Katolik di Harrisburg, Pennsylvania, telah mengajukan kebangkrutan ketika menghadapi ancaman gugatan jutaan dollar karena pelecehan seksual anak yang dilakukan oleh imam-imam mereka. Wilayah keuskupan tersebut sudah menyelesaikan 111 kasus, tetapi diperkirakan masih ada 200 lainnya lagi. Mereka mengklaim terancam gugatan antara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":58141,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"floatbottom","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[5,3],"tags":[503,176],"class_list":["post-61473","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gereja","category-umum","tag-katolik","tag-lgbtq"],"better_featured_image":{"id":58141,"alt_text":"","caption":"","description":"15bd910f15ded41e44d26b754d7d45f0","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/kepala-gereja-katolik-jerman-mundur-usai-marak-pelecehan-seks_60bc40f163c1e.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/kepala-gereja-katolik-jerman-mundur-usai-marak-pelecehan-seks_60bc40f163c1e.jpeg?fit=650%2C367&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/kepala-gereja-katolik-jerman-mundur-usai-marak-pelecehan-seks_60bc40f163c1e.jpeg"},"categories_detail":[{"id":5,"name":"Gereja","description":"","slug":"gereja","count":204,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/kepala-gereja-katolik-jerman-mundur-usai-marak-pelecehan-seks_60bc40f163c1e.jpeg?fit=650%2C367&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"898","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61473","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61473"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61473\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58141"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61473"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61473"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61473"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}