{"id":61813,"date":"2022-06-15T09:14:44","date_gmt":"2022-06-15T02:14:44","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=61813"},"modified":"2022-06-15T09:17:12","modified_gmt":"2022-06-15T02:17:12","slug":"dosen-stt-ekumene-polisikan-mahasiswa-terkait-pemalsuan-surat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dosen-stt-ekumene-polisikan-mahasiswa-terkait-pemalsuan-surat\/","title":{"rendered":"Dosen STT Ekumene Polisikan Mahasiswa Terkait Pemalsuan Surat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Seorang dosen Kampus Sekolah Tinggi Teologi (STT) Ekumene Kelapa Gading, Jakarta Utara, Yohanes Parapat membuat laporan ke Polda Metro Jaya perihal kasus dugaan pemalsuan surat. Yohanes mengeklaim laporan itu dilayangkannya lantaran ada lima mahasiswanya yang belum dapat nilai untuk mata kuliah yang diajarnya, tetapi sudah diwisuda secara virtual. Laporan Yohanes teregister dengan Nomor: STTLP\/B\/6294\/XII\/2021\/SPKT\/ Polda Metro Jaya, tertanggal 15 Desember 2021. Dalam laporannya itu, terlapor masih dalam proses penyelidikan. Selain itu, dalam laporan polisi tertulis tempat kejadian di Kampus STT Ekumene Jakarta pada 2019 sampai 2021. Sementara, ada dua orang saksi yang dihadirkan dalam membuat laporan tersebut. Adapun pasal yang dilaporkan yaitu Pasal 263 KUHP, Pasal 28 Ayat 6 dan Ayat 7, Pasal 42 Ayat 4 juncto Pasal 93 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Dikti. Sementara itu, Yohanes Parapat mengungkap alasan membuat laporan dugaan pemalsuan surat atau ijazah ke Polda Metro Jaya. Menurut Yohanes, lima mahasiswanya sudah diwisuda secara online, tetapi belum mendapat nilai mata kuliah yang diajarkannya. \u201cSaya melihat ada wisuda secara online dan ada beberapa mahasiswa yang mata kuliah saya itu belum saya berikan, atau tidak saya berikan nilai kepada beberapa mahasiswa tersebut,\u201d kata Yohanes. Lantas, Yohanes mencari tahu apakah lima mahasiswa program magister tersebut memasukkan mata kuliah yang diajarkan di Kampus STT Ekumene. Ternyata, memang semua mata kuliah yang diajarkan Yohanes Parapat tercantum di riwayat studi lima mahasiswa yang diwisuda. \u201cSaya menanyakan atau minta klarifikasi bersama tim kuasa hukum kepada lima mahasiswa dan Pimpinan Kampus STT Ekumene. Undangan klarifikasi tidak dihadiri,&quot; kata Yohanes. Selanjutnya, Yohanes melayangkan somasi terhadap lima mahasiswanya itu. Kelima mahasiswanya itu menjawab somasi yang dilayangkannya, tetapi tidak menjawab substansi. &quot;Saya dibantu kuasa hukum &#039;melayangkan somasi&#039; dan sudah dijawab, tetapi tidak menjawab substansi yang kami harapkan. Lalu, kami melaporkan ke Polda Metro Jaya,\u201d kata Yohanes. Namun, Yohanes mengaku akan terbuka apabila kasus yang dilaporkannya itu diselesaikan secara damai atau di luar proses hukum. \u201cApabila dari mahasiswa atau pimpinan STT mau bertemu dan memperbaiki, jika memang benar ada hal tidak tepat, tentu saya mau. Artinya, saya punya dan mau diselesaikan secara baik, tidak harus melalui hukum. Apabila memang belum berhak untuk lulus, maka mahasiswa tadi jangan diluluskan dahulu,\u201d kata Yohanes. \u00a0\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Seorang dosen Kampus Sekolah Tinggi Teologi (STT) Ekumene Kelapa Gading, Jakarta Utara, Yohanes Parapat membuat laporan ke Polda Metro Jaya perihal kasus dugaan pemalsuan surat.<\/p>\n<div class=\"\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Yohanes mengeklaim laporan itu dilayangkannya lantaran ada lima mahasiswanya yang belum dapat nilai untuk mata kuliah yang diajarnya, tetapi sudah diwisuda secara virtual.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Laporan Yohanes teregister dengan Nomor: STTLP\/B\/6294\/XII\/2021\/SPKT\/ Polda Metro Jaya, tertanggal 15 Desember 2021.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam laporannya itu, terlapor masih dalam proses penyelidikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, dalam laporan polisi tertulis tempat kejadian di Kampus STT Ekumene Jakarta pada 2019 sampai 2021.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara, ada dua orang saksi yang dihadirkan dalam membuat laporan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adapun pasal yang dilaporkan yaitu Pasal 263 KUHP, Pasal 28 Ayat 6 dan Ayat 7, Pasal 42 Ayat 4 juncto Pasal 93 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Dikti.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"\">\n<p>Sementara itu, Yohanes Parapat mengungkap alasan membuat laporan dugaan pemalsuan surat atau ijazah ke Polda Metro Jaya.<\/p>\n<p>Menurut Yohanes, lima mahasiswanya sudah diwisuda secara online, tetapi belum mendapat nilai mata kuliah yang diajarkannya.<\/p>\n<p>\u201cSaya melihat ada wisuda secara online dan ada beberapa mahasiswa yang mata kuliah saya itu belum saya berikan, atau tidak saya berikan nilai kepada beberapa mahasiswa tersebut,\u201d kata Yohanes.<\/p>\n<p>Lantas, Yohanes mencari tahu apakah lima mahasiswa program magister tersebut memasukkan mata kuliah yang diajarkan di Kampus STT Ekumene.<\/p>\n<p>Ternyata, memang semua mata kuliah yang diajarkan Yohanes Parapat tercantum di riwayat studi lima mahasiswa yang diwisuda.<\/p>\n<p>\u201cSaya menanyakan atau minta klarifikasi bersama tim kuasa hukum kepada lima mahasiswa dan Pimpinan Kampus STT Ekumene. Undangan klarifikasi tidak dihadiri,&#8221; kata Yohanes.<\/p>\n<p>Selanjutnya, Yohanes melayangkan somasi terhadap lima mahasiswanya itu.<\/p>\n<p><!-- --><\/p>\n<\/div>\n<div class=\"\">\n<p>Kelima mahasiswanya itu menjawab somasi yang dilayangkannya, tetapi tidak menjawab substansi.<\/p>\n<p>&#8220;Saya dibantu kuasa hukum &#8216;melayangkan somasi&#8217; dan sudah dijawab, tetapi tidak menjawab substansi yang kami harapkan. Lalu, kami melaporkan ke Polda Metro Jaya,\u201d kata Yohanes.<\/p>\n<p>Namun, Yohanes mengaku akan terbuka apabila kasus yang dilaporkannya itu diselesaikan secara damai atau di luar proses hukum.<\/p>\n<p>\u201cApabila dari mahasiswa atau pimpinan STT mau bertemu dan memperbaiki, jika memang benar ada hal tidak tepat, tentu saya mau. Artinya, saya punya dan mau diselesaikan secara baik, tidak harus melalui hukum. Apabila memang belum berhak untuk lulus, maka mahasiswa tadi jangan diluluskan dahulu,\u201d kata Yohanes.<strong><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<div class=\"\">\n<p>\u00a0 <!-- --><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Seorang dosen Kampus Sekolah Tinggi Teologi (STT) Ekumene Kelapa Gading, Jakarta Utara, Yohanes Parapat membuat laporan ke Polda Metro Jaya perihal kasus dugaan pemalsuan surat. Yohanes mengeklaim laporan itu dilayangkannya lantaran ada lima mahasiswanya yang belum dapat nilai untuk mata kuliah yang diajarnya, tetapi sudah diwisuda secara virtual. Laporan Yohanes teregister dengan Nomor: [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":62293,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","video":"","gallery":"","source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"floatbottom","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[514],"class_list":["post-61813","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-stt-ekumene"],"better_featured_image":{"id":62293,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/dua-dosen-sekolah-tinggi-teologi-stt-ekumene-kelapa-gading.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/dua-dosen-sekolah-tinggi-teologi-stt-ekumene-kelapa-gading.jpg?fit=768%2C432&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/dua-dosen-sekolah-tinggi-teologi-stt-ekumene-kelapa-gading.jpg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/dua-dosen-sekolah-tinggi-teologi-stt-ekumene-kelapa-gading.jpg?fit=1600%2C900&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"782","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61813","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61813"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61813\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/62293"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61813"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61813"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61813"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}