{"id":61951,"date":"2022-06-14T17:27:00","date_gmt":"2022-06-14T10:27:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=61951"},"modified":"2022-06-12T22:17:28","modified_gmt":"2022-06-12T15:17:28","slug":"kepala-bnpt-hampir-50-medsos-isinya-intoleransi-dan-rencana-kejahatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/kepala-bnpt-hampir-50-medsos-isinya-intoleransi-dan-rencana-kejahatan\/","title":{"rendered":"Kepala BNPT: Hampir 50% Medsos Isinya Intoleransi dan Rencana Kejahatan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar menyebut 50% konten di media sosial berisi ujaran intoleransi dan rencana kejahatan. Menurutnya, kelompok remaja rentan terindikasi paham radikal. Hal itu disampaikan Boy saat memberi sambutan dalam acara &#039;Ngopi Bareng Pangdam Jaya&#039;, di Kodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, Kamis (27\/1\/2022). Boy mencatat remaja rentan terpapar paham radikalisme. &quot;Social media hari ini hampir 50% berisi bagian dari semangat intoleransi, semangat untuk melakukan merendahkan martabat manusia, dan tempat menyebarluaskan rencana-rencana yang mengarah ke kejahatan,&quot; kata Boy dalam sambutannya. Boy menyebut anak muda merupakan golongan rentan terpapar paham radikalisme. Terkhusus golongan remaja dan pelajar. &quot;Anak-anak muda pelajar itu rentan sekali terpapar ideologi radikal ini. Yang berusia remaja ini,&quot; ujar Boy. Karena itu, Boy mengatakan perlu adanya upaya sistematis dalam penanggulangan masifnya penyebaran paham radikal di zaman ini. Terlebih akses teknologi dan informasi harus dapat memberi pengaruh positif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. &quot;Karena masuknya (paham radikal) sistematis, pengelolaannya pun harus sistematis. Teknologi diharapkan dapat menjadi bagian mencerdaskan kehidupan bangsa kita,&quot; ucap Boy. &quot;Siapa yang dapat membuat penguatan itu, tentu kita semua,&quot; imbunya. Sebelumnya, Komisi III DPR RI menggelar rapat kerja bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terkait evaluasi kinerja 2021. Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar menyampaikan temuan 600 akun. Adapun konten dari akun-akun tersebut tentang propaganda, termasuk anti-NKRI. &quot;BNPT telah melakukan monitoring terhadap situs akun di dunia maya yang berpotensi mengandung paham radikal, berdasarkan monitoring yang dilakukan dengan internal BNPT dikerjasamakan dengan stakeholder, termasuk Kominfo, kami telah mencatat setidaknya ada 600 akun berpotensi radikal dengan rincian konten propaganda 650,&quot; kata Boy saat rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, Selasa (25\/1). Boy merinci sebanyak 409 di antaranya berisi konten informasi serangan. Selain itu, kata dia, 147 konten bertemakan anti-NKRI. &quot;Di mana 409-nya adalah konten yang bersifat umum dan merupakan konten informasi serangan, 147 konten anti dengan NKRI, 7 konten intoleran, 2 konten berkaitan dengan paham takfiri,&quot; paparnya.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\" data-rvtts-brand-url=\"https:\/\/responsivevoice.org\/?utm_source=wordpress-plugin&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=powered-by\" data-rvtts-brand-label=\"Powered by ResponsiveVoice\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar menyebut 50% konten di media sosial berisi ujaran intoleransi dan rencana kejahatan. Menurutnya, kelompok remaja rentan terindikasi paham radikal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal itu disampaikan Boy saat memberi sambutan dalam acara &#8216;Ngopi Bareng Pangdam Jaya&#8217;, di Kodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, Kamis (27\/1\/2022). Boy mencatat remaja rentan terpapar paham radikalisme.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;<em>Social media<\/em> hari ini hampir 50% berisi bagian dari semangat intoleransi, semangat untuk melakukan merendahkan martabat manusia, dan tempat menyebarluaskan rencana-rencana yang mengarah ke kejahatan,&#8221; kata Boy dalam sambutannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--e:parallaxindetail--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Boy menyebut anak muda merupakan golongan rentan terpapar paham radikalisme. Terkhusus golongan remaja dan pelajar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Anak-anak muda pelajar itu rentan sekali terpapar ideologi radikal ini. Yang berusia remaja ini,&#8221; ujar Boy.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, Boy mengatakan perlu adanya upaya sistematis dalam penanggulangan masifnya penyebaran paham radikal di zaman ini. Terlebih akses teknologi dan informasi harus dapat memberi pengaruh positif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Karena masuknya (paham radikal) sistematis, pengelolaannya pun harus sistematis. Teknologi diharapkan dapat menjadi bagian mencerdaskan kehidupan bangsa kita,&#8221; ucap Boy.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Siapa yang dapat membuat penguatan itu, tentu kita semua,&#8221; imbunya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya, Komisi III DPR RI menggelar rapat kerja bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terkait evaluasi kinerja 2021. Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar menyampaikan temuan 600 akun. Adapun konten dari akun-akun tersebut tentang propaganda, termasuk anti-NKRI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;BNPT telah melakukan <em>monitoring<\/em> terhadap situs akun di dunia maya yang berpotensi mengandung paham radikal, berdasarkan <em>monitoring<\/em> yang dilakukan dengan internal BNPT dikerjasamakan dengan <em>stakeholder<\/em>, termasuk Kominfo, kami telah mencatat setidaknya ada 600 akun berpotensi radikal dengan rincian konten propaganda 650,&#8221; kata Boy saat rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, Selasa (25\/1).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Boy merinci sebanyak 409 di antaranya berisi konten informasi serangan. Selain itu, kata dia, 147 konten bertemakan anti-NKRI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Di mana 409-nya adalah konten yang bersifat umum dan merupakan konten informasi serangan, 147 konten anti dengan NKRI, 7 konten intoleran, 2 konten berkaitan dengan paham takfiri,&#8221; paparnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar menyebut 50% konten di media sosial berisi ujaran intoleransi dan rencana kejahatan. Menurutnya, kelompok remaja rentan terindikasi paham radikal. Hal itu disampaikan Boy saat memberi sambutan dalam acara &#8216;Ngopi Bareng Pangdam Jaya&#8217;, di Kodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, Kamis (27\/1\/2022). Boy mencatat remaja [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":62169,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"floatbottom","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"14"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[14,3],"tags":[297,509,209,510,382,7],"class_list":["post-61951","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kebangsaan","category-umum","tag-kejahatan","tag-medsos","tag-radikalisme","tag-smartphone","tag-sosial-media","tag-terorisme"],"better_featured_image":{"id":62169,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/kepala-bnpt-komjen-pol-boy-rafli-amar.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/kepala-bnpt-komjen-pol-boy-rafli-amar.jpeg?fit=700%2C394&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/kepala-bnpt-komjen-pol-boy-rafli-amar.jpeg"},"categories_detail":[{"id":14,"name":"Kebangsaan","description":"","slug":"kebangsaan","count":107,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/kepala-bnpt-komjen-pol-boy-rafli-amar.jpeg?fit=700%2C394&ssl=1","comment_count":0,"views":"1004","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61951","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61951"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61951\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/62169"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61951"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61951"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61951"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}