{"id":62108,"date":"2022-04-07T21:28:00","date_gmt":"2022-04-07T14:28:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=62108"},"modified":"2022-06-12T12:54:42","modified_gmt":"2022-06-12T05:54:42","slug":"depok-kota-intoleran-versi-setara-ridwan-kamil-metode-survei-perlu-diklarifikasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/depok-kota-intoleran-versi-setara-ridwan-kamil-metode-survei-perlu-diklarifikasi\/","title":{"rendered":"Depok Kota Intoleran Versi Setara, Ridwan Kamil: Metode Survei Perlu Diklarifikasi"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) buka suara terkait hasil survei Setara Institute pada 2021 yang menyatakan Depok menjadi kota paling intoleran. Menurut Ridwan Kamil, metode survei harus diklarifikasi. &quot;Saya nggak melihat itu (intoleran) dalam pandangan saya. Mungkin metode surveinya perlu diklarifikasi,&quot; papar Ridwan Kamil saat meresmikan Pasar Jabar Juara di Sawangan, Depok, Jumat (8\/4\/2022). Berdasarkan pandangan Ridwan Kamil, masyarakat di Depok hidup rukun dan baik-baik saja. Ia meminta warga tak berpedoman pada hasil tersebut untuk menggeneralisasi. &quot;Dalam pandangan saya orang Depok baik-baik, sangat toleran. Saya doakan tentunya di mana pun, khususnya di Jawa Barat. Realitanya di lapangan adalah masyarakat sangat toleran,&quot; imbuhnya. Ridwan juga mengingatkan masyarakat tak cepat mengambil kesimpulan dari suatu survei. Ia pun menilai survei yang dilakukan Setara Institute terlalu dini. &quot;Yang terberitakan tentunya situasional ya dan tidak harus mencerminkan kesimpulan. Karena kesimpulan itu, menurut saya, terlalu prematur, saya kira begitu,&quot; ungkapnya. Sebelumnya diketahui, Kota Depok menjadi kota yang mendapat skor toleransi paling rendah dalam laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2021 versi Setara Institute. Setara Institute membeberkan alasannya. Kota Depok menduduki peringkat ke-94 atau paling bawah dalam laporan IKT 2021 itu. Sedangkan di atas Depok, ada Banda Aceh, yang menduduki peringkat ke-93. Setara menjelaskan temuan mereka mengenai Depok dan Banda Aceh. Menurut Setara Institute, kedua kota itu masih terjebak dalam siklus intoleransi atas hubungan mayoritas-minoritas. &quot;Kedua kota ini berdasarkan temuan SETARA Institute sampai 2021 masih terjebak dalam siklus intoleransi atas hubungan mayoritas-minoritas,&quot; tulis Setara Institute dalam keterangannya, Rabu (30\/3). Setara menilai salah satu kota itu memiliki keberpihakan terhadap agama tertentu. Hanya, kebijakan untuk penganut agama lain dalam kota itu belum tercermin jelas. &quot;Bahwa pada salah satu kota, keberpihakan terhadap agama tertentu telah menjadi distingsi, akan tetapi perimbangan kebijakan untuk penganut agama lainnya belum tecermin secara jelas,&quot; tuturnya.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/><strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) buka suara terkait hasil survei Setara Institute pada 2021 yang menyatakan Depok menjadi kota paling intoleran. Menurut Ridwan Kamil, metode survei harus diklarifikasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya nggak melihat itu (intoleran) dalam pandangan saya. Mungkin metode surveinya perlu diklarifikasi,&#8221; papar Ridwan Kamil saat meresmikan Pasar Jabar Juara di Sawangan, Depok, Jumat (8\/4\/2022).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan pandangan Ridwan Kamil, masyarakat di Depok hidup rukun dan baik-baik saja. Ia meminta warga tak berpedoman pada hasil tersebut untuk menggeneralisasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dalam pandangan saya orang Depok baik-baik, sangat toleran. Saya doakan tentunya di mana pun, khususnya di Jawa Barat. Realitanya di lapangan adalah masyarakat sangat toleran,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ridwan juga mengingatkan masyarakat tak cepat mengambil kesimpulan dari suatu survei. Ia pun menilai survei yang dilakukan Setara Institute terlalu dini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Yang terberitakan tentunya situasional ya dan tidak harus mencerminkan kesimpulan. Karena kesimpulan itu, menurut saya, terlalu prematur, saya kira begitu,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya diketahui, Kota Depok menjadi kota yang mendapat skor toleransi paling rendah dalam laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2021 versi Setara Institute.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setara Institute membeberkan alasannya. Kota Depok menduduki peringkat ke-94 atau paling bawah dalam laporan IKT 2021 itu. Sedangkan di atas Depok, ada Banda Aceh, yang menduduki peringkat ke-93.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setara menjelaskan temuan mereka mengenai Depok dan Banda Aceh. Menurut Setara Institute, kedua kota itu masih terjebak dalam siklus intoleransi atas hubungan mayoritas-minoritas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kedua kota ini berdasarkan temuan SETARA Institute sampai 2021 masih terjebak dalam siklus intoleransi atas hubungan mayoritas-minoritas,&#8221; tulis Setara Institute dalam keterangannya, Rabu (30\/3).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setara menilai salah satu kota itu memiliki keberpihakan terhadap agama tertentu. Hanya, kebijakan untuk penganut agama lain dalam kota itu belum tercermin jelas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Bahwa pada salah satu kota, keberpihakan terhadap agama tertentu telah menjadi distingsi, akan tetapi perimbangan kebijakan untuk penganut agama lainnya belum tecermin secara jelas,&#8221; tuturnya.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) buka suara terkait hasil survei Setara Institute pada 2021 yang menyatakan Depok menjadi kota paling intoleran. Menurut Ridwan Kamil, metode survei harus diklarifikasi. &#8220;Saya nggak melihat itu (intoleran) dalam pandangan saya. Mungkin metode surveinya perlu diklarifikasi,&#8221; papar Ridwan Kamil saat meresmikan Pasar Jabar Juara di Sawangan, Depok, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":45524,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","video":"","gallery":"","source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"floatbottom","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"14"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[14,3],"tags":[],"class_list":["post-62108","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kebangsaan","category-umum"],"better_featured_image":{"id":45524,"alt_text":"","caption":"","description":"f0528306e8f76ec7bdde206b267d7a25","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/ridwan-kamil-hasil-rapid-test-226-jemaat-gbi-positif-corona_5e875bf321d99.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/ridwan-kamil-hasil-rapid-test-226-jemaat-gbi-positif-corona_5e875bf321d99.jpeg?fit=768%2C401&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/ridwan-kamil-hasil-rapid-test-226-jemaat-gbi-positif-corona_5e875bf321d99.jpeg"},"categories_detail":[{"id":14,"name":"Kebangsaan","description":"","slug":"kebangsaan","count":107,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/ridwan-kamil-hasil-rapid-test-226-jemaat-gbi-positif-corona_5e875bf321d99.jpeg?fit=1024%2C535&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"707","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62108","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=62108"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62108\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45524"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=62108"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=62108"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=62108"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}