{"id":62373,"date":"2022-06-20T09:07:30","date_gmt":"2022-06-20T02:07:30","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=62373"},"modified":"2022-06-20T09:07:36","modified_gmt":"2022-06-20T02:07:36","slug":"menag-resmikan-tosari-sebagai-kecamatan-bhinneka-tunggal-ika","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/menag-resmikan-tosari-sebagai-kecamatan-bhinneka-tunggal-ika\/","title":{"rendered":"Menag resmikan Tosari sebagai Kecamatan Bhinneka Tunggal Ika"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meresmikan Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, sebagai kecamatan Bhinneka Tunggal Ika yang ditandai dengan penandatanganan prasasti, Jumat.Peresmian tersebut digelar di sela-sela Jambore Kemah Bhakti dan Rakornas Banser di Lapangan Desa Ledok, Pasuruan. &quot;Saya kagum atas Bhinneka Tunggal Ika\u00a0di Tosari. Terus jaga dan pupuk dengan baik. Jangan sampai ada siapapun yang memecah belah persatuan dan kesatuan antarwarga,&quot; katanya. Menurut dia, saat ini ada banyak oknum yang mengatasnamakan agama dan ulama untuk kepentingan yang tidak baik. &quot;Ujungnya adalah memecah belah persatuan dan kesatuan antarwarga,&quot; kata Yaqut. Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf mengatakan selain peresmian Tosari sebagai Kecamatan Bhinneka Tunggal Ika juga ada Desa Ngadiwono yang juga diresmikan sebagai Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama serta Masjid Pancasila di Dusun Banyumeneng. Menurut Irsyad, jumlah penduduk di Kecamatan Tosari mencapai 19.555 orang. Dari jumlah tersebut, 12 ribu penduduk di antaranya beragama Hindu, 6 ribu penduduk Muslim, dan sekitar 500 penduduk Kristen. &quot;Meski didominasi umat Hindu, namun toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kecamatan Tosari sangat baik. Dalam artian antara pemeluk agama satu dengan yang lain saling menghormati,&quot; katanya. Bahkan, kata dia, upaya memeriahkan setiap kegiatan peribadatan di masjid, pura maupun gereja sangat didukung oleh warga. &quot;Contohnya kalau di gereja ada peribadatan dengan menggunakan pengeras suara yang kencang, boleh-boleh saja. Tidak ada yang melarang, karena semua warga sangat toleran,&quot; katanya. Begitu pula dengan urusan lainnya. Gus Irsyad mencontohkan perihal pemilihan kepala desa di Kecamatan Tosari,\u00a0tidak ada persaingan antarcalon kades. Sebaliknya, justru panitia pilkades yang melamar beberapa calon kepala desa, dan selanjutnya beberapa kades tersebut berunding sendiri untuk menentukan siapa yang menjadi kepala desa. &quot;Saya salut sekali. Ketika pilkades tak ada yang mencalonkan diri, tapi panitia pilkades yang melamar beberapa orang untuk dicalonkan jadi kades. Kemudian beberapa orang itu berunding dan memutuskan siapa yang jadi kadesnya. Ini terjadi hanya di Tosari, di Kabupaten Pasuruan,&quot; katanya. Perihal keamanan dan ketertiban masyarakat, Gus Irsyad menjelaskan bahwa tidak ada kasus pencurian apapun di Kecamatan Tosari. &quot;Tidak ada pencurian sepeda motor, pencurian dengan pemberatan maupun kekerasan,&quot; ujar dia. (antara)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meresmikan Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, sebagai kecamatan Bhinneka Tunggal Ika yang ditandai dengan penandatanganan prasasti, Jumat.Peresmian tersebut digelar di sela-sela Jambore Kemah Bhakti dan Rakornas Banser di Lapangan Desa Ledok, Pasuruan.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>&#8220;Saya kagum atas Bhinneka Tunggal Ika\u00a0di Tosari. Terus jaga dan pupuk dengan baik. Jangan sampai ada siapapun yang memecah belah persatuan dan kesatuan antarwarga,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Menurut dia, saat ini ada banyak oknum yang mengatasnamakan agama dan ulama untuk kepentingan yang tidak baik. &#8220;Ujungnya adalah memecah belah persatuan dan kesatuan antarwarga,&#8221; kata Yaqut.<b><\/b><\/p>\n<p>Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf mengatakan selain peresmian Tosari sebagai Kecamatan Bhinneka Tunggal Ika juga ada Desa Ngadiwono yang juga diresmikan sebagai Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama serta Masjid Pancasila di Dusun Banyumeneng.<\/p>\n<p>Menurut Irsyad, jumlah penduduk di Kecamatan Tosari mencapai 19.555 orang. Dari jumlah tersebut, 12 ribu penduduk di antaranya beragama Hindu, 6 ribu penduduk Muslim, dan sekitar 500 penduduk Kristen.<\/p>\n<p>&#8220;Meski didominasi umat Hindu, namun toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kecamatan Tosari sangat baik. Dalam artian antara pemeluk agama satu dengan yang lain saling menghormati,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Bahkan, kata dia, upaya memeriahkan setiap kegiatan peribadatan di masjid, pura maupun gereja sangat didukung oleh warga.<\/p>\n<p>&#8220;Contohnya kalau di gereja ada peribadatan dengan menggunakan pengeras suara yang kencang, boleh-boleh saja. Tidak ada yang melarang, karena semua warga sangat toleran,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Begitu pula dengan urusan lainnya. Gus Irsyad mencontohkan perihal pemilihan kepala desa di Kecamatan Tosari,\u00a0tidak ada persaingan antarcalon kades.<\/p>\n<p>Sebaliknya, justru panitia pilkades yang melamar beberapa calon kepala desa, dan selanjutnya beberapa kades tersebut berunding sendiri untuk menentukan siapa yang menjadi kepala desa.<\/p>\n<p>&#8220;Saya salut sekali. Ketika pilkades tak ada yang mencalonkan diri, tapi panitia pilkades yang melamar beberapa orang untuk dicalonkan jadi kades. Kemudian beberapa orang itu berunding dan memutuskan siapa yang jadi kadesnya. Ini terjadi hanya di Tosari, di Kabupaten Pasuruan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Perihal keamanan dan ketertiban masyarakat, Gus Irsyad menjelaskan bahwa tidak ada kasus pencurian apapun di Kecamatan Tosari.<\/p>\n<p>&#8220;Tidak ada pencurian sepeda motor, pencurian dengan pemberatan maupun kekerasan,&#8221; ujar dia. (antara)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meresmikan Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, sebagai kecamatan Bhinneka Tunggal Ika yang ditandai dengan penandatanganan prasasti, Jumat.Peresmian tersebut digelar di sela-sela Jambore Kemah Bhakti dan Rakornas Banser di Lapangan Desa Ledok, Pasuruan. &#8220;Saya kagum atas Bhinneka Tunggal Ika\u00a0di Tosari. Terus jaga dan pupuk dengan baik. Jangan sampai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":62374,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"floatbottom","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-62373","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"better_featured_image":{"id":62374,"alt_text":"","caption":"","description":"b5571f1b962f663223b63ee5fc17cc59","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/menag-resmikan-tosari-sebagai-kecamatan-bhinneka-tunggal-ika_62afd2c60ae43.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/menag-resmikan-tosari-sebagai-kecamatan-bhinneka-tunggal-ika_62afd2c60ae43.jpeg?fit=768%2C512&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/menag-resmikan-tosari-sebagai-kecamatan-bhinneka-tunggal-ika_62afd2c60ae43.jpeg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/menag-resmikan-tosari-sebagai-kecamatan-bhinneka-tunggal-ika_62afd2c60ae43.jpeg?fit=800%2C533&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"845","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62373","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=62373"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62373\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/62374"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=62373"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=62373"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=62373"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}